
"AARRHHKK..."
mendengar teriakan itu Poseidon menatap Raja Kegelapan tajam "kalian yang tak mengizinkan ku lewat"balas nya tertawa kecil membuat Nisa marah.
"Apa yang kau lakukan!"
"entahlah..."
"APA YANG KAU LAKUKAN!!"
"baiklah...."
"apakah kalian tau salah satu dari gadis itu pernah terluka akibat Kegelapan murni..."Tambah Pria itu terkekeh membuat Eredhel memucat.
"Aku hanya memicu nya saja"
"Aku harus kesana!"Paksa Eredhel tetapi dihentikan Oleh Raja kegelapan "oh.. sayang sekali kau sudah terlambat"
"tidak..."
>>>>>>>>>>
Moon memukul-mukul penghalang itu hingga putus asa membuat nya menangis "dasar.. bodoh..."
Sun tersenyum "Maaf.. kan a-ku tu.. an putri..."
"permintaan maaf mu...."Moon menggertakan gigi nya "Ariah.."panggil Moon membuat sebuah bayangan keluar dari dirinya "ada apa nona?"
Note author:
bagi yang lupa Silahkan baca Chapter 85
"Gabungan elemen"
"buka"
"tapi.. nona.. ini--"
"Jika nona membuka Array ini maka..."
Ariah terlihat panik ia manatap Sun yang masih dalam keadaan yang mengenaskan.
"Malika..."panggil Sun lemah membuat Malika keluar dengan raut wajah tak senang.
Malika menarik kerah baju Sun "Akan kulakukan untuk yang terakhir kali nya" Ucap Malika dengan mata memerah dia Sangat ingin menangis membuat Sun terkekeh bertanya Dimana pusaka sombong nya? .
"Diamlah.. kau Tuan terburuk"
Sun mengambil banyak pil lalu menelan nya setidak nya itu bisa membuat nya berbicara dengan baik.
"Kau Gabungan elemen bukan? maka cobalah sekali saja serap lah elemen yang berada pada diriku"paksa Sun tersenyum dengan wajah pucat membuat Tangan Malika bergetar.
"Aku tidak.."
"Aku tak akan mati semudah itu.."Ucap Sun menatap Ariah melepas Array penghalang nya membuat Moon dengan cepat berenang ingin menghampiri nya tetapi langsung dihentikan Oleh Ariah.
Sun tersenyum ia mengeluarkan sebuah boneka kelinci putih lalu mengalungkan boneka itu dengan kalung giok merah pemberian Ayah nya (dewa matahari) lalu memberikan Boneka itu pada Moon "Jagalah baik-baik.."
Moon menatap boneka itu tersenyum "Tentu saja"
"Kau tak akan kenapa-napa bukan?"
__ADS_1
"hais.. aku ini ingin memberikan boneka itu tadi tapi belum sempat jadi sebelum terkena darah aku berikan saja pada mu"
Moon yang tak merasa Curiga memeluk boneka itu erat mengucapkan trimakasih dengan raut wajah kesal "apa luka mu sudah lebih baik?"
"Tentu saja"Jawab Sun lalu membuat Moon pingsan dan membiarkan Ariah membawa Moon menjauh.
kabut kegelapan kembali muncul mengepung mereka membuat Sun menghela nafas "haih..."
"Maaf kau harus ikut dengan kami"
"sopan sekali"
Sun tersenyum bodoh membuat Malika menangis .
"Astaga... Jangan menangis kau benda pusaka payah"
Malika mencoba menyerap kekuatan Sun tetapi tangan nya bergetar ia tak bisa melakukan hal ini.
"Aku.."
"Nyut!"
"Seperti nya rasa sakit itu akan kembali"Gumam Sun langsung menangkap tangan Malika mencoba menyalurkan seluruh energinya kepada Malika membuat Malika terkejut.
"jaga baik.. ba..."
Sun terbatuk mengeluarkan darah dari mulut nya lalu pegangan tangan nya melemas hingga ia tak sadarkan diri mengambang diatas air.
"Puft... aku tak pernah bertemu Tuan yang selucu dirimu"Gumam Malika menatap beberapa prajurit kegelapan dihadapan nya.
Cahaya merah muncul ditangan nya lalu digenggamnya erat "Kalian..."
Malika berubah... kulit nya hancur juga tubuh nya bertambah Besar membuat Seluruh pasukan yang berada di dekat nya terkejut bersiap menyerang.
Malika berubah menjadi Monster dengan api disekeliling nya ia lalu menatap banyak prajurit kegelapan dan Mulai marah.
"KALIAN!"
Malika mengamuk Dia bertariak seperti Monster membuat Pasukan Kerajaan ketakutan mundur.
"Tuan..."
Malika menyerang dengan membabi buta tak peduli adanya kawan ataupun Lawan dalam pikiran nya semua orang bersalah harusnya mereka bisa membantu tetapi tidak mereka lakukan.
"Kenapa kalian tidak membantu!!"
"KENAPA!!!"
>>>>>>>>>
"Raja!"Panggil seorang prajurit membuat Poseidon berhenti sejenak "Ada apa?"
"ada seorang Mons--"
"zrash..."
Prajurit itu meleleh mati terbakar terkena lava panas yang tiba-tiba mendarat di kepala nya membuat Amfrite menatap Raja kegelapan "Jangan katakan..."
mereka keluar mencari keributan yang dimaksud menemukan Monster api raksasa yang mengamuk menghancurkan Seluruh pasukan yang di dekat nya ia seperti tak tau dan tidak peduli yang manakah musuk atau pun lawan.
__ADS_1
Amfrite Ingin curiga tetapi Raja kegelapan sama kaget nya dengan diri nya membuat nya ragu apakah ini sudah direncanakan atau tidak.
"Ini.. elemen.., Gadis.. itu..."Eredhel terbata-bata sebagai seorang elf ia sangat peka terhadap elemen/energi apapun di sekitar nya tetapi merasakan ada hal yang familiar dengan Energi dari raksasa Api itu.
"Sun..."
>>>>>>>>>
Semua nya hancur... ,terumbu karang atau pun desa bawah air semua yang berada di sekitar nya hancur tak ada lagi Pasukan kegelapan semua sudah hancur termakan api.
Malika berhenti mengamuk ia menatap sekitar nya sudah kosong hanya ada abu hitam yang melayang di sekitar nya.
ia kembali ke wujud normal nya yang hanya bayangan cahaya lalu menghampiri Sun yang tak sadarkan diri mengambang di air.
"Tuan...."
Malika mencoba mengambil beberapa pil penyembuh dari cincin penyimpanan tetapi hasilnya nihil Sun sama sekali tak berpengaruh dengan semua pil itu.
"Hiks... aku tak pernah menemui tuan sebodoh dirimu..."
"Tuan... kalau boleh kali ini aku akan mengakui sebenarnya kami bukan gabungan elemen... kami bukan pusaka.. suci atau apalah... kami penyerap.. yah... bisa disebut penghancur.. itulah sebabnya kami disegel dan manjauh dari peradaban manusia atau pun dewa...."
"Tuan... kau sudah melakukan tugas mu dengan baik... sekarang bangun lah...."
"hiks... kau tuan terbodoh di dunia kau bahkan tak mamikirkan reaksi saudari mu nanti..."
Malika hanya menghela nafas lalu masuk kembali ke dalam Tubuh Sun yang tak sadar...
keadaan semakin hening dan gelap belum ada seorang pun yang menemukan tubuhnya yang perlahan terjatuh kedalam Jurang....
>>>>>>>>>>
ilusi:
"Sun kau bodoh apa yang kau lakukan!"
"Mengasah pisau?"
"Untuk apa?"
"Aku membuatkan mu sebuah patung"
Sun menyerahkan seogok kayu yang sudah tak berbentuk Membuat Moon membatu.
"Aku membuat nama mu disana ada nama ku juga"Ucap Sun tersenyum bodoh mengangkat dagu nya bangga.
"Astaga aku lebih memilih kau memberi ku apel dari pada ini"
"hiks.. moon kau tega.. tapi apa kau menyukai nya?"
Moon menatap kayu itu lalu tersenyum "Yah.. tak buruk"
"Ha.. ha.. kau ini jangan bercanda aku sengaja membuat nya terlihat buruk, tenyata penglihatan mu buruk juga"ledek Sun membuat Moon kesal menghancurkan Kayu itu.
Ilusi.. off:
"Kau bodoh..."gumam Moon terbangun dari tidur nya lalu menatap sekitar hanya ada air... dan abu yang melayang di dekat nya.
"Tunggu dulu Abu yang melayang!?"
Moon berenang dengan cepat menuju ⁷
__ADS_1
Ariah tiba-tiba keluar dari tubuh nya mencoba menghentikan nya berenang membuat nya heran.