
"wah... kakak hebat sekali..."
"iya.... nanti kalau ada orang jahat kamu juga harus seperti itu"
"jangan mengajarkan hal seperti itu pada anak kecil polos sun"
"tapi bukannya kita juga anak kecil sekarang ya"
"berisik"
"baiklah... kita cari penginapan dulu"
"kurasa itu penginapan"
moon menunjuk sebuah bangunan kuno yang yah.... lumayan mewah itu pikir mereka.
"bagaimana kau tau itu penginapan"
langsung moon menunjuk papan yang menggantung di atap bangunan itu bertuliskan "penginapan li san" lalu menatap sun seperti menatap orang bodoh.
"uhuk... mari kita masuk"
saat masuk mereka di sambut ramah oleh salah satu pelayan di sana.
"permisi nak apakah anda datang untuk makan atau menginap sementara"
"em.... kami mau pesan kamar besar untuk menampung kami berlima berapapun kami bayar"tanya moon tersenyum lembut membuat semua pelayan gemas
"deg.."
" imutnya"batin semua pelayan yang melihat senyum moon.
"untuk semua fasilitas lainya semuanya 2 keping emas permalamnya"
rose berikan koin 2 emas langsung menyerahkan koin itu pada pelayan.
"ini bibi koinnya"ucap rose dengan tampang imutnya membuat semua yang disana tambah gemas.
"mari ikuti saya"
pelayan itu mengantar mereka menuju salah satu kamar di sana pintu kamarnya biasa saja tak ada yang istimewa tetapi saat memasuki ruangan kamar itu lumayan luas bisa menampung 10 orang juga 2 kasur berukuran sedang juga beberapa kotak menunjukan pemandangan luar sangat aneh mungkin itu jendela kuno pikir mereka berdua.
"ini kamar kalian semoga tidur nyenyak"
"baik bibi"jawab mereka bersama.
"deg! ini sangat imut ya tuhan..."batin pelayan itu keluar dari kamar menutup pintu pelan.
setelah pelayan itu keluar moon membaringkan tubuh xi li pelan diikuti dengan sun membaringkan xi lu di samping xi li.
"baik...lah... masih siang apa yang harus kita lakukan"
"menunggu hingga xi li dan xi lu sadar"
"rose apa kau mau tidur"
"tidak!! aku ingin jalan-jalan"
moon menghela nafas.
"baiklah rose jalan-jalan bersamaku sun kau jaga mereka berdua sementara aku pergi"
"eh...-"sebelum sun protes mereka sudah menghilang membuat sun mengumpat dalam hati.
>>>>>>
"wah.. kita kembali lagi kesini..."
"iya kau mau apa"
"aku... ingin makanan"ucap rose memelas.
"baiklah... makanan apa"
"pangsit!!"teriak salah satu pedagang menarik perhatian rose.
"aku mau itu"rose menunjuk salah satu pangsit yang di pegang pembeli.
"baiklah.."
merekapun membeli beberapa makanan dan manisan juga tidak lupa di sisakan untuk xi li ,xi lu juga sun.
__ADS_1
>>>>>>
xi li membuka mata mengerjapkankan berkali-kali lalu kaget bangun.
"PUTRI!!"
"ais... diamlah aku tidak kemana-mana"
melihat sun santai duduk di jendela kamar membuat bertambah xi li panik.
"putri apa yang kau lakukan nanti putri bisa terjatuh"
"iya.. iya"
sun turun dari jendela menghampiri
xi li.
"kau sudah merasa baik?"tanya sun hanya di balas anggukan oleh xi li.
"dimana putri xiao mon"
"jangan panggil dia seperti itu nanti kau bisa dimarahi olehnya"
"kenapa?"
"kami melepas marga kami mulai sekarang aku sun dan saudariku moon"
xi li mengangguk mengerti.
"di mana putri moon sekarang?"tanya xi li di balas anggukan oleh sun hal itu membuat xi li jengkel.
"putri...."
xi li menatap jengkel sun.
"apa kau bisa menjawab dengan anggukan kenapa aku tidak"
"ayolah putri..."
"baiklah moon tadi ja-"
"kami kembali"teriak rose masuk kedalam kamar.
"wah... xi li kau sudah sadar bagaimana keadaanmu"
"saya baik tuan putri"
"tuan putri"gumam moon.
"jangan panggil kami tuan putri lagi"
perintah moon tegas di angguki cepat xi li.
"okay... apa kalian membawa oleh-oleh"
"aku bawakan kau manisan juga pangsit"
"eh... kita kan bisa saja makan di sini"
"eh.. kenapa aku tak terpikirkan dari tadi"
sekarang sun menatap moon seperti memandang orang bodoh membuat moon kesal.
#balas dendam.
"baiklah makanlah dulu ini setelah itu kita kebawah"
"ok lah"
makanan itu dengan cepat berpindah tangan sun dengan cepat melahap makanan hingga habis.
"dah... habis aku kebawah duluan ayo rose"
"hore..."
sun dan rose keluar kamar menuju ruang makan.
"anak itu...."
"putri...."lirih xi lu sadar mengagetkan moon.
__ADS_1
"kau sudah bangun bagaimana kedaanmu"
"baik"
"bagus lah sekarang kita makan dulu ikuti aku kalian berdua"
mereka pun menyusul sun ke ruang makan.
>>>>>>
sun juga rose masuk melihat sekitar
di sana ada banyak keluarga bangsawan yang menginap.
perhatian tertuju pada mereka karena kecantikan sun juga keimutan rose membuat rose takut bersembunyi di belakang sun.
sun kesal menatap balik tajam melepaskan auranya yang mencekam membuat semua orang tak berani menatap mereka.
sun juga rose duduk di salah satu meja memesan beberapa makanan lalu menunggu dengan tenang.
tak lama moon datang dengan xi li juga xi lu di sampinnya tentu juga menarik perhatian semua oran untuk melihat kecantikan moon.
moon tidak peduli dan duduk di samping sun membuat semua kaget.
"astaga mereka bersaudara"
"sama-sama memiliki kecantikan mematikan"
"bagaimana nanti ketika mereka besar"
bisik semua orang tetapi tak di hiraukan mereka tetap menunggu makanan.
setelah makanan sampai mereka makan dengan tenang kecuali rose.
"rose ada apa"tanya moon tersenyum lembut.
"aku tidak bisa menggunakan ini"
jawab rose menunjuk sumpit.
"ais... tak apa biar kedua kakakmu ini yang menyuapimu"ucap sun tersenyum hangat.
sun juga moon makan sesekali mereka bergilir menyuapi rose.
semua di sana merasa iri dengan kebersamaan keluarga itu.
xi li juga xi lu senang melihat tuan mereka hidup dengan nyaman.
selesai makan mereka kembali ke kamar.
"hari sudah malam kalian tidurlah"
xi li dan xi lu langsung tidur di salah satu kasur.
rose tidur di satu kasur sendiri sedangkan sun juga moon berjaga semalaman.
"kakak..."
"iya rose..."
"aku ingin tidur bersama kakak"pinta rose memelas membuat mereka berdua tak kuasa menolak.
mereka pun tidur di kasur bersama rose diantara mereka.
besoknya moon bangun duluan disusul sun merasakan pergerakan moon.
akhirnya mereka pergi dari penginapan itu para pelayan merasa tidak rela melihat kelima gadis cantik dan imut itu pergi.
"sekarang kita mencari kuda juga kereta kuda untuk tumpangan"ucap sun diangguki oleh moon.
"perhatian! keluarga rong mencari kembali anak mereka yang hilang kami di sini untuk menguji darah barang siapa yang merasa anak angkat silahkan uji darah kalian di sini"
"eleh.... marasa anak angkat gimana tau coba kalo gak di kasi tau"cibir sun kesal.
"eh.. xi li.. xi lu.. apa kalian ingin mencoba kalian kan di perjual belikan wajah kalian juga cantik siapa tau kalian beruntung"saran moon bercanda.
"baiklah kami akan coba"
Note author:
wah... Makasih banyak yang udah vote apa lagi peringkat teratas author mengucapkan trimakasih sebanyak-banyaknya.
__ADS_1
kalo yang belum like sama vote tolong ya dukungan vote dan like nya agar author niat crazy up juga up setiap hari.