Takdir Bintang Kembar

Takdir Bintang Kembar
Dewa takdir...


__ADS_3

"bukan kah kita pernah bertemu sebelumnya?" tanya sun dingin membuat moon berfikir keras.


note author:


baca chapter ANIR maka kalian pasti akan mengetahui tentang penjaga lautan (jika ingin tau)


"ya... mungkin? seingat ku dia berbentuk seperti gurita raksasa"Jawab moon memperagakan lingkaran membuat pheonix racun itu tertawa.


"ha.. ha! aku tidak menyangka-"


"ugh! diamlah binatang berlumut!"


kedua hewan itu saling beradu mulut tetapi tetap membersihkan musuh mereka membuat gadis itu menghela nafas "haih..."


"kenapa kita harus mendengar kedua orang tua itu berbicara"gumam phoenix api itu diangguki setuju oleh Naga yin membuat suasana mendingin.


"kalian... berhenti bermain-main"perintah gadis itu tegas membuat semua terkagum.


"ba...ik tuan...."Jawab kedua hewan itu lesu membuat Moon terkekeh.


"maaf tapi anda siapa?"tanya moon membuat gadis itu menoleh ke arah nya "bukan kah kalian sudah menyebutkan namaku?"


"tidak kami tidak menyebutkan nya"elak moon mengembungkan pipi kesal ia tidak ingin dipermainkan.


gadis itu tertawa kecil membuat hewan kontrak nya seketika membeku "Tu-tuan! tersenyum!!!"


"astaga aku harus menggambar ini!!!"


"kau ini! selalu tidak membagikan padaku!"protes pheonix racun itu membuat gadis itu menghela nafas.


"bukan kah kalian tadi memanggil ku kakak"


seketika kedua mereka tersentak mereka ingat mereka tidak sadar memanggil nya kakak.


"Nama ku KARMA..." ucap Karma memperkenalkan diri nya membuat mereka semua membeku.


"kalian adalah kedua adik imut ku...."tambah Karma membuat kedua gadis itu terdiam sejenak.


"kakak?"


"hm?"


"kenapa kau memakai seragam siswa dimensi modern?"tanya sun datar membuat Karma membatu "em... soal itu aku mendadak masuk ke dalam dimensi kuno jadi lupa mengganti pakaian.."


"kenapa kau melakukan hal itu?"


"karena kedua adik manis ku sedang dalam bahaya"


"kakak bisakah kita berbicara di tempat lain?" tanya moon menggenggam erat tangan Karma membuat Karma tersenyum "tentu"


Karma menarik nafas tak lama sayap muncul dari belakang punggung nya aneh nya sayap itu berbeda warna hitam dan putih membuat kedua gadis itu kagum.


Tidak! bukan kedua tetapi semua orang disana kagum termaksud Posaidon dan Amfrite ikut terdiam disana.


Karma bergerak memeluk Sun dan Moon lalu mereka terbang keluar dari laut menembus langit membuat kedua gadis itu memeluk Karma erat memendamkan wajah pada pelukan Karma membuat Karma terkekeh.


Karma berhenti lalu mereka berdiri di atas awan perlahan Karma menurunkan mereka membuat mereka membuka mata perlahan.


"wah!! kita dapat mengijak awan!!"seru moon heboh sedangkan Sun terdiam kegelapan masih mengelilingi nya membuat Karma mencium dahi nya membuat kegelapan itu sirna bahkan simbol matahari pada dahi nya kembali seperti semula membuat moon takjub "woa!"


"lain kali jangan terlalu sering menggunakan kegelapan dan jagalah agar hati mu tetap tenang"


nasihat Karma membuat Sun mengangguk cepat ia sangat senang tidak dikendalikan oleh kegelapan itu lagi.

__ADS_1


"oh.. ya...."


Karma melipat sayap nya menyentuh pipi mereka lalu tersenyum "aku sangat merindukan kalian"



melihat Karma menangis tak terasa air mata mereka ikut mengalir lalu memeluk Karma erat "kami sayang pada mu..."kata-kata yang lagi lagi tak sengaja mereka ucapkan dapat membuat seorang kakak merasa bahagia.


>>>>>>>>>


kegelapan menghilang para mahluk roh juga sudah kembali pada pemilik nya membuat Posaidon menghela nafas lega.


"ada apa sebenarnya ini?"tanya Ariel tiba-tiba keluar istana membuat Poseidon memasang raut wajah marah "kau... sudah keterlaluan Ariel"


"Tapi! mereka--"


"kau sudah melihat kan tadi...."


"em.. iya...."Ariel kehabisan kata-kata ia sangat malu mengakui bahwa ia sangat kagum melihat kehebatan ketiga anak yang tadi ia remehkan.


"kembali ke kamar mu dan renungkan kesalahan mu"


"tapi-"


"sekarang!"


"hump!!"


Ariel berenang dengan cepat masuk kedalam kamarnya mengunci pintu rapat ia sangat sedih ayah nya tak pernah membentak nya seperti tadi.


tofan hanya diam saja menyaksikan hal itu meski ia sangat ingin tertawa tetapi ia sadar keadaan ini bukan hal yang tepat.


"wah... aku tidak menyangka dia akan menjadi pintar karena perubahan nya itu"puji Ragina terus menatap tofan ia harus mengakui tofan sangat tampan dalam wujud itu.


Sizie berdehem membuat Ragina tersentak


"ha... ha.. aku hanya... yah.. kau tau...."


"aku dapat membaca pikiran mu loooo"goda Sizie membuat wajah Ragina memerah.


>>>>>>>>


"kakak kenapa rambut ku seperti ini?"tanya Moon menunjukan rambutnya yang berubah menjadi berlian membuat Sun takjub.


"ah.. itu Berasal dari Sinar rembulan yang seperti berlian di gelap nya malam...."


"itu berasal dari ibu..."tambah Karma mengelus kepala moon menyebabkan rambut nya kembali seperti semula "hati-hati dalam menggunakan nya itu sangat dapat menarik perhatian"


"baik!"


"tapi... emm..."


"ada apa?"


"apakah kakak juga memiliki nya?"tanya Moon ragu membuat Karma menutup mata nya


"tentu..."



"wah... sangat... berkilau..."


"ten-"

__ADS_1


"KARMA!"teriak seseorang membuat raut wajah Karma menjadi datar membuat Sun terkejut.


"kau merubah takdir!"


"tidak... aku hanya--"


"kretak!"


suara retakan itu bukan berasal dari mereka membuat mereka menoleh ke arah Karma tetapi raut wajah tenang tanpa nyernyit penderitaan sedikit pun matanya bahkan tak berkedip.


"kau... berbohong!"


"kakak siapa?"


"dia... Dinh Menh dewa takdir...."


"kalian bisa memanggil nya kakek"tambah Karma membuat Dinh Menh kesal.


"kau--"


"hallo kakek!"seru Sun memotong pembicaraan Dinh Menh sedangkan Moon hanya menatap dingin pria itu.


"kalian...."


"baiklah...."


Karma mengecup pipi mereka membuat raut wajah mereka memerah "aku harus... pergi"


"pluk..."


Moom memeluk erat Karma tak ingin kakak yang sudah mereka impikan pergi begitu saja


"Jangan pergi...."


"tenang saja aku tak akan lama"


"Tidak! tidak! tidak!"seru moon memeluk erat Karma membuat Sun menggaruk pipi nya


"em... moon lepaskan kakak dia hanya--"


"hmpp!!!!"


Moon mengembung pipi nya kesal menatap Sun tajam membuatnya mengangkat tangan nya menyerah.


"Cepat!"teriak Dinh Menh memerintah membuat Moon berjalan ke arah nya.


ia melewati awan pijakan membuat Sun ingin menghentikan tetapi terhenti melihat apa yang terjadi.


terdapat es di setiap pijakan membuat Sun menghela nafas "haih.. kenapa aku Khawatir ya.."


"Sun aku butuh bantuan mu"batin Moo membuat Sun menghela nafas "apa?"


>>>>>>>>


Moon berjalan dengan pijakan Es nya kehadapan Dinh Menh membuat nya bingung.


"kenapa kau memerintah kakak kami seperti itu?" tanya Moon lugu membuat Dinh Menh menghela nafas "anak kecil tetap lah anak kecil"batinnya.


"dengarkan.. aku kalian seharus nya mati"


Perkataan Dinh Menh membuat Moon menangis "hiks.. kenapa kau mengatakan hal itu"ucap Moon terisak membuat Dinh Menh memegangi pundak Moon membuat Moon menyeringai.


"Kena kau..."

__ADS_1


__ADS_2