
"eh... apa itu...
xiao sun menunjuk ke arah gumpalan pasir kecil yang bergerak kearah mereka.
"entahlah... menurutmu apa?"
"badai pasir?? ah... tidak mungkin itu hanya pasir kecil berputar"
"apapun itu sebaiknya kita ambil arah berlawanan dengan dia"
xiao mon mencoba mengambil jalan lain tapi pasir itu tetap mengarah ke arah mereka seakan punya pikiran sendiri.
semakin mendekat gumpalan pasir itu semakin membesar membuat mereka bingung harus bagaimana.
"yap itu badai pasir aku menyesali kata kataku"
"sebentar badainya masih jauh coba pikirkan cara agar kita terhindar dari amukan badai itu"
xiao sun menyipitkan matanya
"kau kan elemen es apa susahnya membuat pelindung berlapis es"
ucap xiao sun santai di tanggapi pelototan xiao mon.
"kau benar kanapa tidak terpikirkan ya"
"mungkin kau panik jadi tidak bisa berpikir jernih"
"ya kurasa kau benar sekarang melompat"
"apa??"
langsung xiao mon menarik tangan xiao sun melompat dari ketinggian beberapa puluh meter.
langsung saat kaki mereka menginjak tanah xiao mon memasang lapisan es berlapis-lapis.
"hais.... bisakah kau tidak terburu-buru pemanasan sedikit kek kau tau juga sudah berapa kali barang di tas rotan ini berantakan"
"ya ya aku tau kau bawak cemilan tidak"
"sudah pasti aku buatkan kau manisan mangga di perjalanan"xiao sun menunjukan kotak kayu berisikan manisan mangga penuh.
"woah minta"dengan cepat tangan xiao mon di tepis dari manisan mangga itu.
"cuci tangan"xiao mon cemberut dan mencuci tangannya.
selesai cuci tangan
__ADS_1
"bak sini" xiao mon merebut kotak kayu xiao sun.
"eh... mengapa?"
xiao mon tak memikirkan terus memakan manisan mangga.
"hm... lembut sekali"
"tentu aku gitu dong yang buat"
"ya ya"xiao mon terus melanjutkan makannya.
xiao sun cemberut lalu mengeluarkan kotak bekalnya yang berisikan nasi dan daging rusa dia mencuci tangan lalu memakan hidangan itu dengan tangan.
"eh... mau dong"
"eh... bukankah kau tadi makan manisan"
"sudah habis"xiao mon menunjukan kotak kayu sudah bersih maksimal.
"kau tidak menyisakan untukku"
"maaf"
"yaudah sini makan"
xiao sun menyuapi mon dengan tangannya begitu pun sebaliknya.
"tunggu"xiao mon mengunyah makanan yang penuh di mulutnya.
"glek..."xiao mon menelan makanannya.
"em.... kurasa badai ini akan berada di sini seharian atau mungkin 2 hari lagi"
"oh begitu"langsung xiao mon dan xiao sun mencuci tangannya sesudah makan
dan menidurkan tubuh mereka di pasir.
xiao mon membuka mata merasakan badai di luar sudah berhenti lalu membangunkan xiao sun tetapi xiao sun tidak mau bangun xiao mon tersenyum lalu.
"pueh... pueh... ada apa kau"
"badai sudah berhenti"
"bisakah hentikan cara membangunkan ekstrimmu"
"itu karena kau tidak mau bangun"
__ADS_1
"ish...."
xiao sun menggendong tas nya lalu menyentuh pelindung es lalu pelindung es itu mencair dengan cepat.
yah xiao mon bosan melihat pemandangan pasir langsung menarik baju xiao sun lalu berangkat dengan kecepatan tinggi.
"bisakah kau bilang dulu sebelum menarik seseorang"
"kau keberatan"xiao mon memasang senyum menyeramkan membuat xiao sun bergidik ngeri.
"tidak tidak"
xiao mon menang lagi.
akhirnya mereka sampai di perbatasan kedelapan hutan kematian.
"btw apa ada pasir isap di sini"
"entahlah"lalu xiao mon mengambil kotak kayu xiao sun dan melemparkan kebawah langsung terisap tak muncul lagi.
"eh... bukankah itu kotak bekalku"
"kau yang penasaran kan"
"ugh... masuk saja"
langsung xiao mon melewati lapisan kedelapan dengan mudah tetapi merasakan sedikit tekanan.
"turun saja jangan habiskan tenaga dalam mu"
langsung xiao mon menurunkan kristalnya hingga menyentuh tanah mereka turun lalu xiao mon mengibaskan tangannya kristal itu masuk kedalam tanda di keningnya.
"baiklah sekarang kita berada di tempat dingin sperti di antartika apakah selanjutnya kita akan berada di dasar laut"protes xiao sun tidak digubris oleh xiao mon.
mereka terus berjalan menaiki bukit kecil di sana pemandangan atas bukit itu hanya ada hamparan es dan bebatuan saja.
"eh boring...."
"kau ini bisa berhenti protes tidak"
"ya ya"
"ugh...."xiao mon menghentakan kakinya kesal.
tak lama setelah itu terjadi gempa dasyat hingga mereka terjatu dari bukit salju itu xiao mon berhasil mendarat sempurna sedangkan xiao sun juga sempurna? kakinya masuk kedalam salju yang menumpuk sangat dalam sampai pangkal paha xiao sun terbenam salju.
harusnya dia mengumpat tetapi melihat pemandangan di depannya membuatnya tercengang bukit yang tadi mereka pijak adalah pundak monster yang sudah berdiri menatap mereka tajam.
__ADS_1
mata monster itu biru menyala seakan pandangannya siap membekukan siapa saja mulutnya seperti gergaji gigi-gigi yang tajam berwarna biru sedikit ada bercak merah mengering semua orang yakin itu adalah darah.
"jadi.....