
"apa yang ku lakukan pada kalian?" tanya dewa waktu polos membuat mereka kesal.
"JANGAN MACAM-MACAM!"
"baiklah... lihat kebawah kaki kalian" ucap dewa. waktu berusaha menahan tawa membuat mereka segera menoleh kebawah kaki mereka,saat mereka menyadari tak ada apapun di bawah kaki mereka entah kenapa tangan mereka merasa gatal ingin memukul sesuatu.
"puft...."
"ha.. ha.. ha.."
dewa waktu tertawa dengan lantang membuat para dosa menyiapkan senjata mereka kecuali sloth ia merasa tidak ikut campur dalam masalah ini jadi... dia hanya bermain game boy nya dengan santai sembari tidur telentang di tembok akademi.
sun dan moon hanya menghela nafas, merasakan hawa semakin mencekam moon menyenggol lengan dewa waktu.
"ada apa?"tanya dewa waktu bingung dengan sikap kedua gadis itu.
"tak ada...."ucap moon santai lalu pergi menghampiri patience untuk mengobrol santai.
"eh... moon tunggu aku tidak ingin melewatkan pembicaraan kalian"
sun menyusul moon sambil tersenyum mengejek manatap dewa waktu membuat dewa waktu jengkel apa maksudnya tatapan itu?"
sun mengacungkan jempolnya lalu memperagakan sesuatu seperti menggorok lehernya"you... end" lalu kembali normal mengobrol santai dengan patience juga penyihir serba putih ikut tertawa bersama mereka.
"eh... apa maksudnya itu?"gumam dewa waktu bingung menggaruk kepalanya yang tiba-tiba gatal.
moon hanya melirik sekilas lalu kembali bercanda dengan patience keempat gadis itu terlihat senang dan tertawa ria sedangkan yang lain sangat kesal hawa aneh menjalar di tubuh dewa waktu membuatnya merinding ada apa sebenarnya ini?.
"syung...."
satu bola api melayang sengan cepat mengenai kepala dewa waktu membuatnya terpental jatuh ketanah.
"puft...."
semua menahan tawanya saat melihat wajah dewa waktu yang menghitam.
dewa waktu bangun menepuk-nepuk membersihkan bajunya lalu wajah nya kembali seperti semula lalu menghela nafas kasar kali ini dia mengerti apa yang di lakukan sun tadi.
saat ia merasa satu tembakkan api sudah menyelesaikan masalah datang lagi bola api berukuran berkali-kali lipat dengan mudah dewa waktu menghindar lalu manatap wrath dengan tatapan aneh.
"apa?"tanya wrath tersenyum sinis membuat dewa waktu bingung harus bagaimana apakah dia akan balas dendam tapi... itu akan menambah konflik atau diam saja tapi... wrath sudah menyiapkan api yang lain untuk menyerangnya.
"kenapa kau tak pergi dari sini saja"ucap moon malas sudah di sebelah dewa waktu membuatnya kaget seakan sehabis melihat hantu.
"ada apa? apa perkataan ku salah?"
"tidak...."
"sekarang... apa yang kau lakukan disini apa kau menunggu hingga akademi mu hancur seluruhnya?"tanya sun ikut muncul di samping dewa waktu membuatnya kaget kembali yaampun... kedua saudari ini benar-benar seperti hantu.
"baiklah... aku akan ikuti saran kalian"
dewa waktu menghilang dari sana membuat para dosa kaget lalu menanyakan keberadaan dewa waktu.
"dia ada di danau yang terkenal itu kalo tak salah namanya... namanya ugh! danau itu tak memiliki nama jadi kalian pergi saja"jawa sun membuat moon menepuk jidatnya saudarinya... Bagaimana bisa sebodoh ini?.
"oh... trimakasih sampai nanti"ucap gluttony ramah lalu pergi meninggalkan akademi bersama wrath,envy dan juga... penyihir berjubah hitam meninggalkan sloth yang tengah santai di dinding akademi.
"em... kak yang berjubah hitam tadi siapa?"tanya moon di jawan dengan cepat oleh penyihir itu.
"dia bernama black magic dia saudariku meskipun aku White magic dan dia black magic tapi... kami tak bermusuhan"jawab white magic datar membuat sun dan moon mengangguk mengerti.
"aku akan pergi dulu menghampiri sloth"ucap sun lalu menunggalkan pembicaraan para gadis itu menghampiri sloth.
"yo... perkenalkan nama ku sun"
"....."
"apa itu... NINTENDO!!!"teriak sun kaget bukannya membawa barang modern di larang untuk di bawa ke dimensi lain kecuali di mensi itu sendiri.
sloth menghentikan permainannya lalu duduk.
"dari mana kau tau ini nitendo bukan kah kau berasal dari dimensi ini harusnya kau tak tau apa pun mengenai hal ini...?"
"ah... itu aku dan moon pernah mengunjungi dunia modern "jawab sun santai diangguki oleh sloth.
"ingin bermain?"tawar sloth langsung diangguki oleh sun ia sudah lama tak bermain game jadi... ia tak akan melewatkan kesempatan emas ini.
>>>>>>
"eh... kelihatannya saudarimu akrab dengan sloth"ucap white magic hanya di tanggapi senyuman oleh moon.
"yah... ia memang selalu tertarik dengan dunia per game man jadi... wajar dia dengan mudah dapat bergaul dengan sloth"ucap moon membuat patience memiringkan kepalanya lalu manatap sun yang dari kejauhan dengan moon yang berada di dekatnya.
"kalian ini... yang mana kakak yang mana adik?"tanya patience membuat moon tertawa.
"kami lahir bersamaan..."jawab moon membuat patience kaget apa itu hal yang wajar?.
"yah... begitu lah jangan kaget karena kami juga tidak tau kenapa itu terjadi"
"yah... ini memang takdir aku melihatnya saat menyelinap ke dalam ruang kerja dewa takdir lalu membandingkannya dengan ramalan dan itu hampir mirip 99 persen"ucap white magic membuat moon kaget lalu ada pertanyaan yang tiba-tiba muncul di benaknya.
"ada berapa banyak dewa sebenarnya?" tanya moon membuat white magic dan patience berfikir.
__ADS_1
"tidak banyak"ucap white magic.
"juga tidak sedikit"tambah patience membuat moon berfikir kembali.
"em... sejak kapan dewa itu ada?"
"em... yah... seperti kami di ciptakan sejak awal zaman sangat jarang ada dewa yang terpilih kembali di zaman sekarang karena... em..."
patience merasa ragu mengatakannya sedangkan white magic hanya bersikap biasa.
"karena jarang ada dewa yang tulus menjaga seluruh dimensi juga hati dewa itu harus bersih tak terkontaminasi sifat dosa"sambar white magic membuat moon tercengang alasan semua yang mencapai tahap dewa selalu mati ternyata bukan karena petir tapi karena dirinya sendiri.
"tapi... ada seseorang yang melawan hukum itu... dan..."
"dan apa?"tanya moon penasaran.
"dan menjadi raja kegelapan yang menjadi musuh utama kita saat ini juga dia didukung pasukan iblis jadi... dia sangat kuat bahkan jika seluruh dewa menyatukan kekuatan tetap akan sulit kalau saja dewa itu membantu...."lanjut white magic membuat moon kaget raja kegelapan... mencapai tahap dewa!?.
patience bingung harus berkata apa memilih untuk diam saja.
"tapi... tentang kristal kegelapan"
"oh... kristal itu tak ada hubungannya juga... tidak semua yang berbau kegelapan jahat contoh nya sadari ku black magic"
seketika moon tersedak mendengar kata saudari.
"apa maksudmu saudari?"tanya moon membuat patience terkekeh geli.
"memang black magic adalah saudari white magic bukankan susah terlihat dari namanya?"
"tapi... kukira itu hal yang berbeda?"
"sekaran aku bertanya apakah kau dan sun saudari padahal elemen utama dan sifat kalian sangat berlawanan?"tanya patience membuat moon mengangguk mengerti.
"apakah kakak punya saudari lain selain black magic?"
"em... ada bahkan lebih dari 4"
"tapi... nanti saja kita bahasnya apa lagi yang ingin kau tanyakan?"
"apa roh dosa atau kebajikan bisa menikah?"
pertanyaan itu membuat wajah patience merah padam sedangkan white magic datar.
"bisa... tapi seorang roh seperti kami dosa maupun kebajika akan sangat sulit memiliki anak jika menikah sesama roh tetapi jika dengan manusia ada kemungkinan besar"jawab white magic santai hanya membuat pertanyaan di kepala moon semakin menumpuk.
"siapa ayah kalian?"
"em... aku tak memiliki ayah"jawab patience memiringkan kepalanya membuat moon tidak enak.
"eh... untuk apa?"
"soal pertanyaan tentang ayah mu"
"ah... tidak apa aku tidak sedih kami para kebajikan memiliki ibu kok meskipun bukan ibu secara biologis"ucap patience tidak enak melihat moon meminta maaf kepadanya.
"siapa?"
"namanya HUMILITY SANG KERENDAHAN HATI juga pemimpin para kebajikan" jawab patience tersenyum lembut membuat moon mengangguk pelan.
"apakah para dosa memiliki ayah?"
"em... ada tapi... itu bukan ayahku...." jawab white magic membuat moon semakin penasaran.
"namanya..."
>>>>>>>>
"PRIDE SANG KESOMBONGAN itu nama ayah kami dan juga pemimpin para dosa"ucap lust malas membuat sun terkekeh geli.
"oh... kelihatannya kau tak terlalu menyukai pride"
"tidak juga... ia baik"lirih lust dengan suara sepelan-pelannya tapi sun memiliki pendengaran yang tajam tersenyum lebar memamerkan giginya.
"ayolah ia ayah yang baik... kan... aku dapat mendengar suaramu...."goda sun membuat sloth mengembungkan pipinya kesal.
"hump!"
sloth memalingkan pandanganya kesal membuat sun terkekeh geli.
"kau... tau ayah ku amat menyebalkan"
"benarkah?"
"yap! walau kami hanya pernah bertemu sekali saja aku itupun dalam wujud roh"ucap sun menatap langit.
"siapa ayahmu kedengarannya dia orang yang baik"
"apa kau yakin ingin mengetahuinya?"
tanya sun hanya dibalas anggukan malas oleh sloth.
"namanya dewa matahari"
__ADS_1
seketika raut wajah sloth yang malas itu berubah 180° menjadi kaget meliha sloth kaget sun jadi ikutan kaget.
"ada apa?!"tanya sun hanya di balas gelengan kepala oleh sloth lalu wajah kembali seperti semula.
"hei... apa kau membawa handphone?"
"em... ada tapi kurasa tak berguna disini tak ada sinyal ataupun wifi"jawab sloth malas.
"ah... sayang sekali...."
"apa kau ingin turun dan ikut berbicara dengan mereka?"tawar sun sembari menunjuk moon,patience dan white magic yang sedang berbicara satu sama lain.
"tidak aku sangat malas meladeni mereka"tolak sloth mentah-mantah membuat sun terkekeh geli.
"bagaimana cara kalian berpindah dimensi?"
"cukup mudah hanya perlu membeli portal dari dunia roh yang berhubungan dengan 6 dimensi"
"oh... apakah portal itu mahal?"
"tentu saja kakak kami sangat pelit" jawab sloth malas tapi... dapat dirasakan kekesalan dalam
kata- katanya.
"apakah itu GREED SANG KESERAKAHAN?"tebak sun diangguki malas oleh sloth.
"ah... soal game tadi bagaimana caranya kau mendapat score tertinggi?"tanya sloth terlihat rasa penasaran tinggi di matanya.
"em... yah... kau tau setiap game pasti ada kelemahan dan juga kelebihan dan di game yang kau mainkan tadi ada karakter yang mungkin salah dibuat atau sebuah keselahan kenapa? karena karakter itu tak memiliki kelemahan" jawab sun diangguki oleh sloth lalu kembali fokus pada gamenya.
"kau harus fokus pada player ini kelihatanya dia pemimpin juga kau harus menggunkan senjata ini pada misi ini dan bla.. bla.. bla.."saran sun tak membuat sloth kesal malah mencoba mengikuti saran itu dan terkejut score nya naik dia sangat senang hingga guratan tipis terbentuk di wajahnya.
melihat sloth senang sun hanya terkekeh geli ia jadi ingat di kehidupan lalu ia adalah rajanya game online juga offline seperti catur,biliard dan lain sebagainya.
"wah... saranmu sangat berguna..."
"yah... kau tau di dunia modern di setiap game aku selalu menggunakan nama ini jadi... jika kau kembali mengunjungi dunia modern carinya"ucap sun mengeluarkan kertas dari cincin penyimpanan lalu menulis sesuatu diatasnya.
"nah... jika kau ingin mengambil aku ini aku sudah berikan passwordnya tak apa gunakan saja semaumu"ucap sun memberikan selembar kertas langsung disimpan oleh sloth.
"terimakasih"lirih sloth memelankan suaranya hingga titik terakhir tapi sun memiliki pendengaran tajam hanya tersenyum.
"sama-sama"
"oh.. ya... bagaimana kau bisa membawa Nintendo atau barang modern lainya ke dalam di mensi ini?"
"yah... aku memintanya pada ranran" jawab sloth membuat sun bingung siapa ranran ini?.
>>>>>>
"apa peraturan?"
"yap... dia bukan dewa atau apalah itu dia adalag peraturan itu sendiri"ucap patience diangguki oleh moon.
"ada satu orang orang yang bisa membuat sang peraturan itu menyerah" ucap white magice dengan nada serius.
"siapa?"tanya moon sangat penasaran siapa yang dapat sang peraturan itu melonggarkan peraturannya untuk orang itu.
"itu SLOTH"ucap patience dan white magic membuat moon membeku.
"duar... duar... DUAR!!!"
semua kaget lalu mencari dari mana asal suara itu lalu mereka melihat kembang api yang sangat indah menghiasi langit membuat mereka tercengah kembang api ini sangat besar hingga dapat terlihat di sore hari.
"eh... bukankah di sekitar situ ada danau...."
"....."
"ASTAGA PAK TUA!!"
"aku akan kembali lagi tak perlu menunggu jika kau malas"ucap sun cepat segera menghilang dari sana sementara moon tertawa pelan sepertinya dewa waktu sedang dalam masalah.
"kenapa kau tertawa moon?"tanya patience bingung.
"ah... tidak hanya sepertinya seseorang mengalami masalah"ucap moon tersenyum lucu.
"em... kurasa kau tau sesuatu buku ramalanku mengatakan seseorang disini akan mengalami kesialan beruntun"ucap white magic yang
tiba-tiba memangi buku yang sangat tebal.
"oh... kau suda meramalnya?"
"tidak juga ramalan ini terlalu kecil juga tidak penting jadi... aku tak ingin membuang waktuku untuk membandingkannya di ruangan kerja dewa takdir"ucap white megic memasukan buku itu kedalam topinya membuat moon kaget buku sebesar itu masuk kedalam topi yang... ini tidak masuk akal?.
"eh... Bagaimana?"
"yah... ini sama kerjanya seperti cincin ruang tapi... ini memiliki ruang tak terbatas tapi... akan ada keadan yang membuat topi ini terisi penuh"
"kau bisa meramal?"tanya moon kagum.
"yah... ramalan ini untuk 10 tahun kedepan yah... harusnya sih begitu tetapi tiba-tiba buku ini tak menunjukan ramalan kembali itu adalah suatu pertanda"ucap white magic serius membuat patience merasa ragu.
"pertanda apa itu?"tanya moon sangat penasaran kelihatanya ini pembicerana serius.
__ADS_1
"PERANG ANTARA KEGELAPAN DAN CAHAYA KEMBALI TERJADI"