Takdir Bintang Kembar

Takdir Bintang Kembar
buku elemen


__ADS_3

"APAAAAA!!"teriak mereka tidak percaya membuat dewa waktu menutup telinganya kesal dia mengatakan yang sebenarnya kenapa kedua gadis itu bisa seheboh ini.


"ya... ada apa kenapa kalian bisa seheboh itu?"


"kau tau kami sudah berusaha datang kemari dan itu saja kami tidak percaya ini"protes moon tidak terima membuat dewa waktu terkekeh geli.


"sudahlah kalian aku akan fokus pada rose ku dulu aku akan memberikan buku ini kalian pelajari minggu depan aku akan menguji secara langsung bagaimana?"tawar dewa waktu memberikan sebuah buku tipis usang membuat moon dan sun saling menatap lalu tersenyum miring.


"DEAL!"


mereka mengambil buku itu lalu pergi menjauh membuat dewa waktu tersenyum jahat.


"he.. he.. jika kalian bisa menghapal seluruh halaman kamus itu"gumam dewa waktu menggosok kedua tangannya membuat rose bingung.


"ayah?"Panggil rose membuat dewa waktu kaget.


"ah.. rose ayah ada sesuatu untukmu...."


>>>>>>>


"apa sudah cukup jauh?"tanya moon membuat sun berbalik melihat kebelakang memastikana agar tak ada tanda-tanda pak tua itu.


"sudah...."jawab sun membuat moon berhenti lalu duduk disana.


"buku apa ini kelihatannya kuno sekali?"


"aku tak tau sun yang pasti pak tua itu menantang kita untuk menghapalkan semua halaman pada buku ini dalam waktu satu minggu"ucap moon terus membalik halaman buku itu tetapi tak menemukan apa pun hanya ada 2 halaman dan... sebuah simbol pemanggil membuat sun memiringkan kepalanya bingung.


"bagaimana cara kita mengaktifkan simbol ini?"tanya sun membuat moon memegangi dagunya berfikir.


"em... kita tulis di atas tanah? membakarnya? menguburnya?"gumam moon terus menerus berfikir.


"em... di simbol ini tak ada tulisan bukan cina,korea,jepang ataupun negara lainnya melainkan tulisan kuno murni apakah kita harus membacanya?"tanya sun menunjuk tulisan kuno yang berada pada setiap kolom simbol itu membuat menepuk jidatnya kesal kenapa ia tak memerhatikan itu sejak tadi.


"benar kita tak mempelajari hal ini? bagaimana kata bisa tau?"


"entahlah? mungkin jatuh dari langit" ucap sun mengangkat kedua bahunya.


"syung...."sesuatu mengarah kearah mereka.


"bug!!"jatuh tepat di atas sun yang membuat sun yang belum memasang kuda-kuda terjatuh membentur tanah sun mengumpat dalam hati kurasa dewi keberuntungan cuman mitos.


"aduh...."sun meringis kesakitan kurasa kepalanya bocor melihat sun seperti itu moon hanya berdecak kasiha saudarinya memang selalu tak beruntung.


"apa ini?"


moon mangambil benda yang membentur kepala sun.


"mana ku tau balasan dari langit mungkin meskipun begitu aku tak meminta langit mengarahkan benda itu padaku"ucap sun kesal ia akan memberikan apapun untuk menambah keberuntungan nya kenapa akhir-akhir ini ia selalu sial ya.


"ish... seandaikan ada ilmu penambah keberuntungan"ucap sun


berangan-angan membuat moon menggelengkan kepalanya.


"tak ada keberuntungan dan tidak beruntung hanya ada ujian dan karma"


"eh... ada surat"moon mengambil dan membaca surat itu lalu berkeringat dingin jika sun membacanya akan timbul masalah.


"eh.. apa itu berikan padaku"


"tidak! tidak! tidak! ini tidak penting" ucap moon berencana merobek surat itu tapi dengan cepat sun merampas surat dan membacanya.


"ekhem... maaf aku lupa memberikan buku ini pada kalian tapi... melihat kalian sudah menjauh jadi... kulempar saja semoga senang membaca"


sun membaca surat itu dengan tangan bergetar lalu merobek kertas itu menjadi serpihan-serpihan kecil moon tau apa yang akan terjadi menutup kedua telinganya.


"PAK TUA SIALAN!!"


*******


"PAK TUA SIALAN!!"


"ah... sudah sampai rupanya"ucap dewa waktu tersenyum jahat rupanya ia tau akan mendarat di mana buku itu tetapi tetap melemparnya rupanya ini sudah direncanakan oleh dirinya (-_-).


"ayah! aku sudah selesai"ucap rose bersemangat membuat dewa waktu mengelus kepala rose gemas.


"yah... baguslah kita lanjut ke pembelajaran berikutnya"


>>>>>>>>


"sudahlah sun pak tua itu sudah membantu kita"


"ah! membantu katamu jika bantuannya harus dibalas dengan kepalaku yang bocor aku tak akan perbah meminta bantuannya!!"


"ya.. ya.. sekarang kita harus belajar kau ingat pak tua itu menantang kita sekarang kau buktikan bahwa kita bisa maka dia akan bungkam"ucap moon membuat sun mengangguk mengerti lalu duduk di tanah dengan tenang.


"yah... pertama-tama kita harus menerjemahkan isi sampul buku ini untuk mengetahui tauhi isinya"ucap moon memperhatikan buku trbal itu dengan seksama.


"seluruh bahasa dari seluruh dimensi"


"INSEMID HURULES IRAD ASAHAB HURULES"


"HAH! judul apa ini bahasa elien ya!!" protes sun kesal bahasa ini benar-benar aneh!.


"tenang bahasa ini menggunakan huruf modern jadi mungkin kita bisa menerjemahkan nya"


"apa maksudmu dengan mungkin! hanya siluman yang bisa menyelesaikan ini itupun dengan ngawur!!"ucap sun kesal lalu berfikir.

__ADS_1


"em... apa kita tanya shadow atau winter saja?"


"tidak jangan ganggu mereka ini ujian kita kita juga yang harus menyelesaikannya"tolak moon terus-menerus menggumamkan judul aneh itu dalam hatinya membuat sun jengkel.


"berhenti!! menyebutkan judul aneh itu astaga... moon kau lupa pikiran dan batin kita saling terhubung!!"protes sun membuat moon bingung apa salahnya ia hanya membaca judul itu


berulang-ulang tapi hal itu tak terlalu dipikirkan oleh moon yang sibuk mencari terjemahan di judul sampul tersebut.


"em... sun ada ide??"


"ADA!! bagaimana kita banting saja bumu bodoh ini dan membiarkannya bekerja sendiri!!"ucap sun kesal lalu membanting buku itu menghantam tanah membuat buku itu terbalik.


moon terbengong melihat buku yang terbalik itu lalu menatap sun heran.


"sun... kau menyadari sesuatu?"


"APA!? kau membaca kembali tulisan bodoh yang terbalik itu berjudul SELURUH BAHASA DARI SELURUH DIMENSI yang menggunakan bahasa INDONESIA jika memang begitu ya! aku juga manyadarinya kok!"ucap sun cepat dan kesal membuat mereka dengan cepat membatu.


"sun...."


"kau memang jenius!!"ucap moon bersemangat lalu membuka buku itu bersiap membacanya sementara sun masih diam membatu awalnya ia hanya ingin melampiaskan kekesalanya tapi... ia tak menyangka hasilnya malah sebaik ini.


"sun!"panggil moon membuyarkan lamunannya.


"ayo kita harus menghapal ini untuk menyelesaikan tugas kali ini"


"tapi apa kau yakin? juga apa kita harus menghafal bahasa kuno dan bahasa sekarang itu tidak kah kita tinggal mencari bahasa yang ada di simbol itu saja!?"tanya sun ragu menghapal!? tidak! tidak! tidak! buku itu bahkan lebih tebal dari pada seluruh sejarah INDONESIA jika digabungkan jika mereka tidak latihan mereka pasti akan sangat sulit mengangkat buku...? tidak! kamus raksasa itu.


"tentu saja yakin! satu minggu di sini sama dengan 35 hari di dunia luar jadi kita mempunyai 1 bulan 5 hari untuk menghapal seluruh halaman buku ini jadi kita masih mempunyai waktu juga... bukannya ini bagus untuk menambah wawasan kan"ucap moon menjelaskan masih membuat sun merasa ragu moon lalu tersenyum mengejek.


"ayolah... bukan kah kau ingin membungkam mulut pak tua itu~"goda moon membuat wajah sun menjadi serius.


"tentu saja mari kita mulai baca!!" ajak sun membuat moon terkekeh geli saudarinya sangat mudah termakan rayuan.


5 jam kemudian~


"kruyuk~"


"ah! aku sudah lapar sangat lapar!!" ucap moon memegangi perutnya sakit membuat sun bingung.


"heh... kau sudah lapar lihat aku--"


"kruyuk~"


"lupakan aku juga lapar!"ucap sun ikut memegangi perutnya sakit.


"berapa hari kita tidak makan?"


"yah.. 2 hari"


"ahk! lemah sekali kita baru 2 hari sudah lapar"ucap sun kecewa membuat moon mengangkat sebelah alisnya heran.


"em... sun kau bawa makanan?"


"bawa"sun membengambil pil dari cincin penyimpanannya.


"pil makanan?"


"yap! pil makanan adalah pil khusus untuk kultivator yang sering menjelajah


alam liar atau pelosok negeri ini adalah makanan paling praktis pada dimensi ini apapun pil yang kau makan rasanya akan sama dengan sesuai dengan yang kau buat em... gimana ya... menjelaskananya misalnya pil ini disebut pil ayam bakar maka rasanya akan sama seperti ayam bakar sungguhan begitu... meskipun enakan makan langsung sih"ucap sun menjelaskan hanya di balas anggukan oleh moon.


"mana pil nya aku lapar"


"nih! hanya ada rasa ikan bakar dan ayam bakar di dimensi ini tak ada bumbu kecap ataupun merica"ucap sun memberikan pil makanan kepada moon.


"em... bukankan lebih baik kita makan di pagoda kematian"


"benar tapi... apa kau lupa kita sedang melaksanakan tugas jika ingin mnghapal sesuatu kita harus menghapal sembari menghirup udara segar itu bagus untuk menambah oksigen pada otak"ucap moon berdecak pinggang membuat sun terpaksa mengiyakan akhirnya mereka memakan pil makanan sun sangat ingin menangis meskipun rasanya lumayan tapi dia lebih memilih makanan asli.


1 hari kemudian~


satu hari di luar dimensi ini sudah berlalu mereka masih baru menghapal bagian kecil dari kamus bahasa itu.


"AKH!! KENAPA BANYAK SEKALI!!"protes sun kesal mengacak-ngacak rambutnya ia tak tahan belajar 1 jam saja sudah menyiksa apalagi 1 bulan 5 hari.


"sudahlah baca saja!"


"tapi--"


"hapal!!"


"ah.... baiklah...."ucap sun menyerah lalu kembali menghapal buku tebal itu.


25 hari kemudian~


akhirnya mereka selesai membaca seluruh halaman buku itu untung saja mereka selalu ingat tidur selama 1 jam setiap harinya.


"ah... akhirnya selesai juga penderitaan ini"ucap mereka bersamaan lalu menjatuhkan diri ketanah.


"baiklah ayo kita pecahkan simbolnya!!" ucap moon bersemangat membuat sun menyipitkan matanya tak percaya dia masih mempunyai tenaga sedangkan otakku seakan mau meledak mengisi semua informasi bahasa ini hah... ini memang melelahkan untuk orang malas sepertiku.


"em... ok istirahat 1 menit"ucap sun memelas lalu tidur membuat moon kesal mengeluarkan hawa dinginnya akhirnya sun bangun.


"astaga... kenapa aku mempunyai saudari seperti ini"batin sun membuat moon bertambah kesal.


"HEI! aku bisa mendengarnya!"

__ADS_1


"ah! iya lupa"


"sial!"umpat pelan sun memiliki batin terhubung itu memiliki sisi baik dan buruknya ya.


"em..."


"baiklah...."mereka menarik nafas dalam-dalam.


lalu membaca tulisan kuno itu terlihat guratan bingung di wajah mereka.


"we calls you?"ucap mereka ragu dan sedikit kesal mereka menghapal kamus tebal selama 25 hari hanya untuk menyebut kalimat pendek kuno berbahasa inggris!.


segera simbol itu menghilang tergantikan dengan 10 buku


berwarna-warni terbang di depan mereka.


sampul buku itu terlihat seperti kristal elemen yang di gunakan untuk menguji setiap elemen yang bisa di kendalikan uhuk! baca chapter pelatihan 3 ok.


buku itu bergetar hebat lalu berubah menjadi setiap elemen yang ada di alam semesta:


setiap elemen itu membentuk 1 kata.


air membentuk kata:jika


api membentuk kata:menginginkan


tanah membntuk kata:perdamaian


angin membentuk kata:semua


es membentuk kata:harus


daun membentuk kata:mengerti


cahaya membentuk kata:perasaan


not nada(musik) membentuk kata:satu


tulisan yang agak buram:sama


bayangan(kegelapan) membentuk:lain


semua kata itu memiliki bahasa kuno yang berbeda-beda membuat mereka lega dan bersyukur sudah mempelajari kamus bahasa yang sangat tebal itu.


"JIKA MENGINGINKAN PERDAMAIAN SEMUA HARUS MENGERTI PERASAAN SATU SAMA LAIN"ucap mereka lantang membuat tulisan itu bergetar lalu menyatu membentuk lingkaran berwarna-warni lingkaran itu menghampiri sun dan moon lalu lingkaran itu mengganda menjadi 2.


sekarang ada lingkaran berwarna-warni masing-masing berhadapan dengan mereka.


lingkaran itu berubah membentuk tubuh seperti bayangan mereka,


sangat mirip perbedaanya hanya di bagian warna.


"apa ini aku?"gumam mereka lalu menyentuh bayangan itu menyebabkan bayangan tersebut seperti di tarik masuk kedalam tubuh mereka membuat mereka kaget.


tubuh mereka bercahaya kakuatan yang sangat besar mengalir ke seluruh tubuh mereka membuat mereka hampir meledak sekuat tenaga menahan rasanya menyakitkan menahan kekuatan besar dalam tubuh mungil mereka tubuh mereka seakan


tercabik-cabik di karenakan elemen yaang saling tolak-menolak perlahan tubuh mereka terangkat keudara.


"BOOM!!"


ledakan besar terjadi membuat dewa waktu yang sedang mengajar rose kaget.


segera mengangkat rose lalu berteleportasi menuju tempat ledakan terjadi.


di terkejut melihat dua gadis yang dia kenali merangkak di tanah terus menerus memuntahkan darah dari mulutnya lalu pingsan membuat dewa waktu panik.


>>>>>>>>


"ah... dimana ini?"


"em... kalian sudah sadar?"ucap dua bayangan berwarna-warni membuat mereka kaget.


"akh! hantu!!"


"eh... kenapa kalian ini aneh sekali sih"


"jadi... siapa kalian?"tanya sun bingung membuat kedua bayangan itu saling bertatap lalu terkekeh geli.


"em... bagaimana ya... kami adalah elemen murni"


"baiklah kenapa kalian mengirim kami kesini?"tanya moon bingung membuat mereka tertawa dingin.


"kalian adalah orang munafik!"ucap bayangan itu penuh kebencian membuat sun dan moon kaget.


"ah!"


"jangan berpura-pura kalian ingin mengambil kekuatan kami kan!!"


"em... tidak"elak sun membuat mereka bertambah marah.


"JANGAN MENYANGKAL SEMUA ORANG DI SELURUH DIMENSI MENGINGINKAN KAMI!! JADI KALIAN TAK AKAN PUNYA KESEMPATAN! KENAPA KALIAN SEMUA KAUM SELALU MENGGANGGU KAMI MEMBUAT KAMI TERUS BERSEMBUNYI"


"oh... jadi...?"tanya sun juga moon datang membuat mereka kesal.


"KAMI TAK MAU DIKENDALIKAN OLEH KALIAN!!"


"baiklah sampai jumpa"ucap sun melambaikan tangan diangguki setuju oleh moon.

__ADS_1


"hah! kalian tak memaksa kami atau semacamnya?"


__ADS_2