
"kau ingin merutukki nasib mu silahkan saja"ucap dewa emas sombong membuat sun berdecak kesal.
"ck! sudah kukatakan pak tua tak ada kata menyesal dalam kamus ku"
"kau ini memang seperti ayahmu"ucap dewa emas dengan senyum mengejeknya membuat sun bertambah kesal hal itu membuat sun lengah hingga jarum kembali masuk ke tubuhnya.
sun menatap dewa emas kesal,dewa emas menutup sebelah matanya dan mengangkat kedua bahunya keatas.
"ish... jangan sama kan aku dengan pak tua yang sombong itu"
"apa bedanya dengan mu?"
"em.... sudahlah! jangan pernah tanyakan itu..."
>>>>>>
"AH! aku berhasil guru coba lihat aku berhasil mengendalikan kekuatan baru ku!"seru moon melompat-lompat senang melihat banyak perak yang sudah melebur mengelilinginya.
hal itu di lihat oleh sun membuat sun senang tersenyum lebar tapi sayangnya hal itu membuat dirinya lengah hingga kembali tertusuk jarum emas.
"bisakah kau memberikanku jeda!"
"kau berbicara pada musuhmu seperti itu sudah dipastikan kau akan langsung mati di medan pertempuran!"ucap dewa emas tegas membuat sun hanya mengengguk.
"SUN!! KENDALIKAN APA YANG DIA KENDALIKAN!!"
teriak moon membuat dewa emas kaget dan dewi perak tersenyum bangga.
sun mengangguk kenapa ia tak memikirkannya sejak tadi pasti karena ia terlalu panik pikir sun merutukki kebodohannya.
segera seluruh jarum emas yang menancap di tubuhnya ia kendalikan lalu meleburkannya menjadi perisai langsung sun berlari mendekati dewa emas setelah dekat beberapa meter sun langsung merubah perisai tadi menjadi pedang menyerang dewa emas.
dewa emas tersenyum mengejek membuat sun kaget.
"jleb!"
semua jarum yang mengejar sun tadi menusuk tapat di titik yang bisa membuatnya tak bergerak sun langsung tumbang jaga pedang yang ada di tangannya terjatuh.
"ka... kau... curang pak.. tua!"seru sun kesal masih terbaring di lantai tak bergerak.
"tak ada yang namanya curang dalam peperangan hanya ada kemenangan"ucap dewa emas datar.
moon langsung menghampiri sun mencabut semua jarum yang menusuk sun tusukan jarum itu sangat dalam membuat sun merasakan ngilu yang luar biasa.
"hais... nasib yang buruk"
"apa kau sekarang menyesal?"tanya dewa emas membuat sun tersenyum sinis.
"maaf guru tapi kurasa hal itu hanya menambah semangatku untuk tak pernah menyesal kata itu semakin memudar dalam kamus ku"jawab sun penuh percaya diri membuat dewa emas tersenyum bangga.
"baiklah.... maaf guru tapi sekarang sudah hampir menjelang pagi kami akan keluar dari sini untuk mengikuti turnamen pemilihan akademi jadi kami akan keluar..."ucap moon tersenyum memegang tangan sun.
__ADS_1
dewi perak menghela nafas
"baiklah keluarlah kami juga belum bisa keluar dengan tubuh boneka ini"
"eh.. kenapa?"
"yah... karena kami tak ingin membuat seluruh turnamen kaget saat melihat wajah kami"celetuk dewa emas tiba-tiba membuat dewi perak tersenyum dingin mencubit perut dewa emas.
"em... bagaimana jika kenakan topeng?"tawar moon membuat dewi perak memikirkan sejenak lalu menggelengkan kepala.
"baiklah... kami akan pergi dulu"
moon dan sun menghilang dari sana membuat dewi perak menghela nafas.
"aku sangat ingin bertemu guru...."
"kau yakin! kakek tua itu mengingat kita kau tidak ingat saat melakukan misi selama 3 tahun itu"
"em...
flashback on:
"GURU! kami kembali...."ucap dewa emas dan dewi perak bersama.
"ah.. kalian selamat datang..."ucap kakek tua itu dengan wajah bingung.
"em... guru kau tak memanggil nama kami?"tanya dewa emas membuat kakek itu semakin bingung.
"eh...."
"EH!!!"
flashback off:
"yah... kau benar aku tak yakin dia akan mengingat kita"
"ya... sudah pasti....."
>>>>>>>
"ah... akhirnya selesai latihan"ucap sun meregangkan tubuhnya sakit.
"eh... kau tau kau akan kalah kan"
"yap! tapi sangat menyenangkan jika kalah..."
"kau ini tak berubah..."
"lain kali jangan menantang guru mensekipun kau kuat tapi lihat tingkatan dong... tak mungkin kita bisa mengalahkan seorang dewa"tambah moon mencubit perut sun keras membuat sun meringis kesakitan.
"apa kau ingin melihat rose?"tanya sun membuat mata moon berbinar dengan cepat menyeret sun menuju kamar yang di tiduri oleh rose layaknya menyeret karung sun hanya dia memasang ekspresi😑 yah... dia tak bisa melawan tenaganya sudah terkuras habis apa lagi ia tak mungkin melawan saudarinya yang... em.. yah.. cukup menyeramkan untuknya.
__ADS_1
saat sampai moon perlahan membuka pintu agar tak mengganggu moon tersenyum lebar melihat rose tidur nyanya juga Ragina dan sizie di sampinnnya.
"apa kau merasa melihat diri sendiri?"
"tidak juga sudah jelas wajahnya ber-"
"bug!"satu pukulan melayang keatas kepala sun membuat sun terjatuh memegangi kepalannya.
"hais... iya-iya seperti melihat diri sendiri"
moon menutup pintu kamar perlahan lalu menatap tajam sun membuat sun berkeringat ada apa saudarinya menatapnya seperti itu?.
"ayo berendam aku lupa mandi di pagoda jadi kita harus mandi!"ucap moon penuh penekanan membuat sun berkeringat dingin.
"ah.. iya aku juga merasa begitu ayo kita mandi!" ucap sun bersemangat? mungkin sebenarnya ia sangat amat malas mandi tapi demi keselamatan ia akan mandi.
"bagus! ayo!"ucap moon lagi-lagi menyeret sun seperti karung sampah tapi tetap sun tak berekspresi apa-apa.
mereka masuk keruang berendam langsung merendamkan tubuh mereka di kolam tak ada siapa pun disana.... JELAS SIAPA YANG INGIN MANDI JAM 2 PAGI!! hanya dua gadis yang gila latihan yang sedang berada di sana inilah alasan sun tak ingin berendam atau mandi atau semacamnya... ia sangat malas mandi di malam hari.
Note on:
hayo! ngaku siapa yang malas banget mandi malem meskipun baru lewat jam sembilan kalo ada sama! author juga tapi... semenjak corona yah... benar-benar
merubah pola hidup ya.. dari mana-mana mau gak mau harus mandi.
Note off:
saat merendamkan tubuhnya wajah sun langsung dihujani oleh air satu ember membuat tersedak hingga terbatuk-batuk memukul dadanya.
moon tersenyum penuh kemenangan membuat sun menahan amarahnya agar tidak meledak tak lama setelah itu air kolam mendidih membuat moon santai merendamkan tubuhnya.
sun hanya menghela nafas...
"kau tau kau bisa minta baik-baik!"
"yah... tapi ini lebih cepat"
"kau!!"
suara pintu terbuka mengagetkan mereka langsung memasang ekspresi waspada langsung seekor hamster denga mata emas muncul membuat moon merasa gemas lalu mengambil dan mengelus-elus hamster itu setelah itu setelah puas membelai hamster itu raut wajah moon mendingin lalu meremas hamster itu membuat hamster itu meledak darah hitam berserakan di mana-mana mengenai kolam membuat kolam menghitam langsung sun melompat dari kolam yang... benar saja siapa yang ingin terkena cairan hitam padahal ia berencana mandi.
melihat moon sun terkejut.....
NOTE AUTHOR:
hayo! siapa yang belum vote... dan like pasti ada kan hayo! ngaku kalo bener silahkan like dan vote kalo mau author crazy up 3 atau 5 chapter.
UDAH??
THANKS...!!!
__ADS_1