Takdir Bintang Kembar

Takdir Bintang Kembar
ngembek?


__ADS_3

sehari sudah berlalu akhirnya kedua gadis itu sampai pada desa tujuan.


"em.. maaf?"ucap sun merapatkan tangan nya dengan mata penuh pengharapan membuat moon mendengus membalikan wajah nya tak ingin bertatapan sun"hump!"


"astaga ini akan jadi hari yang panjang"gumam sun pelan ia sudah tau jelas jika saudarinya sedang tawar hati sama seperti anak kecil akan sangat... sangat.. amat sulit! untuk membujuk nya.


"ayolah.. kita hanya salah jalan?"


"oh.. ya.. kau tau jika kita tak menggunakan teknik peringan tubuh akan sampai seminggu untuk kita sampai kemari..."ucap moon dingin membuat sun menelan ludah kasar astaga ia sangat ingin menangis tapi ia tidak ingin menyia-nyiakan air matanya untuk hal sepele seperti ini.


sepanjang perjalanan sun membujuk moon seperti...


"i love you~"bujuk sun memelas membuat moon kesal "i hate you tooo!"


"wathasi wa,anata o aishiteimasu"ucap sun membentuk tanda hati dengan tangan nya yang berarti aku sayang kamu.


"wathasi mo anata go kirai desu"jawab memisahkan tanda hati yang di buat oleh sun yang berarti aku benci kamu juga.


"Yuánliàng mo..."tambah sun merapatkan tangan nya 🙏 yang berarti maafin aku.. moon tersenyum dingn "jiãng bù huì"jawab moon dingin yang berarti tidak akan.


"em... moon aku sakit.. kau tau itu kan.."


"siapa peduli"jawab moon dingin.


"em.. baiklah aku menyerah"tambah sun mengangkat tangan nya sudah tak ada cara lagi.


"permisi...?"tanya seorang gadis kecil yang tiba-tiba menghempiri mereka membuat mereka bingung.


"ini dari kakak yang disana..."ucap gadis itu malu memberikan masing-masing setangkai mawar pada kedua gadis itu.


"em.. baiklah.. trimakasih.. kau boleh pergi"ucap sun tersenyum hangat membelai wajah gadis itu membuat gadis itu memerah lalu berlari dengan cepat.


"hei.. moon coba lihat mawar ini indah bukan?"tanya sun berusaha membujuk saudarinya "ya.. sangat indah"jawab moon dingin membekukan mawar itu hingga hancur berkeping-keping.


"em... baiklah... tapi ini menurutku lumayan indah" tambah sun menyerah ia tak ingin mejadi es balok untuk kesekian kali nya "eh...."sun merasakan energi aneh pada mawar itu lalu menyeringai dan menghanguskan mawar itu hingga meninggalkan abu hitam pada telapak tangan nya.


"fi.. uh.. apakah ada stalker ya.. di dunia ini..."ucap sun menepuk-nepuk tangan nya membersihkan abu yang tersisa "jika ada seperti nya kita terkenal ya.."tambah sun menatap segerombol orang yang sedang


menatap tajam mereka.

__ADS_1


"oho.. mo-"


belum sempat menyelesaikan kata-kata nya segerombolan orang itu sudah tumbang pingsang di tanah membuat semua orang yang melihatnya panik berlarian kesana-kemari mereka ketakutan ada nya pembunuh atau pun preman.. setempat yah.. itu bisa di bilang preman kampung.


"selesai ayo lanjut"ucap moon dingin membuat sun tersenyum lebar "kau melindungi ku bukan?"goda sun berusaha membuat moon kesal dan.. sayang nya hal itu berhasil membuat moon kesal lalu berlalu meninggalkan nya.


"eh... aku hanya bercanda!"seru sun bingung menghampiri moon.


"nyut!"


"akh!"dada nya kembali merasakan rasa sakit yang luar biasa sepertinya luka itu kembali terbuka... tapi itu tidak mungkin, keringat membasahi wajah nya nafas nya tak beraturan berusaha menyeimbangkan rasa sakitnya.


"hosh.. tenang.. hossh.. kamu.. bisa... jangan menjadi orang yang berlebihan.. rasa sakit ini tidak ada apa-apa nya"gumam sun terus menerus menahan dan berusaha bertindak biasa lalu menghampiri moon.


"nyut...."


"eh..."moon memegangi dada nya terasa sedikit nyeri mungkin karena ia kurang minum tapi.. itu juga tidak masuk akal di dimensi seperti ini.


melihat sun menghampiri nya moon kembali memasang raut wajah dingin nya.


"hosh... hosh.. moon kau jalan cepat sekali"


"he.. he.. mungkin kau benar..."ucap sun berusaha bernafas normal tapi sangat sulit ia meminum tiga pil penyembuh tingkat 6 sekaligus tapi itu tidak bisa menghilangkan rasa sakit nya hanya dapat meringankan tapi sun hanya tersenyum.


"tak apa..."gumam sun tersenyum lebar membuat moon bingung "apa nya yang tak apa?"tanya moon bingung nyeri di dadanya juga sudah hilang.


sun menyeringai "hei.. kau khawatir?"tanya sun kembali membuat moon memalingkan wajah nya harus dia akui dia memang khawatir.


"uhuk! uhuk!"


sun batuk dan kembali memuntahkan seteguk darah hal itu membuat moon kaget dengan cepat mengambil beberapa pil nya lalu meminumkan nya pada sun.


"kau khawatir kan...."goda sun membuat moon kesal


"apa sudah lebih baik?"tanya moon malu menyembunyikan wajah nya ia benar-benar khawatir pada saudarinya.


"tidak.. aku baik-baik saja besok pasti sembuh"


"ish.. kau berkata seolah-olah itu sakit flu yang dapat sembuh kapan saja!"

__ADS_1


"em.. bukan kah batu termaksud dari flu?"


"MANA ADA!!"teriak moon membuat beberapa orang di sana memandangi mereka aneh.


"em... okay..."


"bagus... sekarang naik lah.. aku aku akan menggendong mu"ucap moon menawarkan punggung nya membuat sun menggaruk kepala nya yang tidak gatal.. biasanya hanya dia yang menggendong semua orang tapi.. sekarang malah sebaliknya.


"ah.. tidak apa-apa aku akan jalan pelan saja..."


"huh! ternyata kau tak menghargai ku!"seru moon menggembungkan pipi nya membuat sun membatu justru karena sangat menghargai nya makanya ia tak ingin menyusahkan saudarinya.


"em.. baiklah.. tenaga ku sudah pulih.. ayo barangkat"


sun menarik tangan moon melanjutkan perjalanan mereka yang sebelumnya tertunda dia tau itu gara-gara dia jadi... ia memustuskan untuk tidak istirahat santai dalam perjalanan kali ini.


>>>>>>>


5 hari sudah berlalu kedua gadis itu hampir sampai pada tujuan mereka hanya perlu satu hari lagi untuk sampai menginjakan kaki nya di desa mati itu.


akhirnya tetap mereka berhenti di tengah jalan untuk beristirahat dan mengisi perut mereka.


"baiklah semangat!"seru sun menepuk keras punggung moon membuat nya tersedak "uhuk! uhuk! apa kau tak lihat aku sedang minum!"


"maaf... aku pikir kau akan lebih baik jika di berikan kata-kata bermotivasi..."


"tapi gak usah di pukul juga!!😠"


"oh.. ok ok😅"


"bera-"


"dua hari!"jawab moon cepat membuat menatap nya heran"bakan kah hanya tinggal sehari?"


"kenapa kau tanya jika sudah tau?!"


"eh..."


sun merenung menatap langit "moon apakah mungkin kita punya kakak?"tanya sun membuat moon heran "em... mereka tak pernah mengatakan bahwa kita yang pertama... tapi.. juga tidak mengatakan kita yang terakhir jadi.. mungkin saja kita memiliki seorang kakak"jawab moon tiba-tiba teringat sesuatu ia baru sadar sudah berabad-abad meski dewa sangat sulit memiliki anak tapi dengan hubungan orang tua mereka yang terjalin selama itu tidak mungkin mereka adalah yang pertama.

__ADS_1


__ADS_2