
"baiklah Ini sudah--"
"eh?"
Pedang yang berada dalam genggaman nya memberontak seperti diminta dilepas nya membuat Poseidon mengernyit heran.
"Ada apa ini?"
Poseidon menatap pedang pada genggaman nya,melihat pedang itu bersinar sangat terang lalu kembali redup membuat nya bertambah heran apa benda ini rusak?.!
"Kakek tua coba lihat itu"
Nisa menunjuk ke arah Moon membuat Poseidon mendengus kesal terpaksa menoleh ke arah Moon apa lagi yang gadis itu lakukan sekarang.
betapa terkejutnya dia melihat Rambut Moon yang berubah menjadi gumpalan air membuat tangannya lemas tak sengaja menjatuhkan pedang yang di pegang nya.
"Apa yang!?"
>>>>>>>>>>
"Ugh..."
Sun kembali membuka matanya ikan-ikan predator itu hilang membuat nya menghela nafas lega.
tapi masalah nya sekarang keadaannya gelap gulita ,ia tak dapat melihat apapu... mau membuka atau pun menutup mata itu sama saja... hanya ada kegelapan.
apa kah tak ada satu pun orang yang ingin menyelamatkan nya?,Pikir Sun kesal tapi ia tak bisa protes dikarenakan ia berada di jurang saat ini dan..
Siapa juga yang ingin mempertaruhkan nyawa hanya untuk seorang gadis kecil?.
"setelah di pikir-pikir mereka sangat menyebalkan"
"tuan?"
"huh? siapa? Blaze?"
"benar... apa kau akan mati?"
"astaga.. apa kau mengharapkan hal itu?"
"....."
"syukurlah kau--"
"sepertinya begitu" tambah Blaze membuat Sun mengumpat "Maaf mengecewakan mu tapi aku ini tak mungkin mati dengan mudah"
"haih.. sayang sekali"
seketika satu pertanyaan terlintas di benak Sun apakah dia bisa membunuh hewan kontrak nya sendiri?.
"tentu saja bisa.. bila tuan mau saya shadow bisa membunuh nya" sambar Shadow membuat Sun mengangguk mengerti.
"yah.. tidak usah lagi pula aku masih memerlukan nya"
"Zzzrttt!!"
sesuatu menyetrum pundak nya membuat Sun terkejut ia dapat menggerakan tangan nya tetapi tak ia lakukan.
Ia merasakan hawa mahluk raksasa juga beberapa mahluk lainnya di sekitarnya ditambah lagi dengan keadaan gelap gulita mata khususnya bahkan tak dapat melihat apapun.
__ADS_1
"hiks.. kenapa aku sesial ini"batin Sun meratapi nasib nya ,ia sangat ingin masuk ke dalam pagoda tetapi tak berhasil seolah jurang ini memutus segala komunikasinya dengan apapun yang berada di luar jurang.
"Ciiittt!!!!"
suara cicitan keras membuat dengungan pada telinga Sun kembali terjadi kali ini bahkan lebih buruk membuatnya terkejut tak sengaja menggerakan tangannya.
"zrahs... zrash..."
banyak mahluk yang berenang mengelilingi nya membuat Sun menahan nafas mahluk ini bahkan berfikir terlebih dahulu sebelum menyerang nya.
"manusia? hidup?"
area disekitarnya mulai bercahaya membuat Sun merasakan firasat buruk mahluk ini bukan mahluk biasa.
benar saja betapa terkejutnya dirinya melihat rupa mahluk itu yang memiliki kepala layaknya ubur-ubur membuat Sun langsung menebak kekuatan utama mahluk itu sudah pasti adalah listrik.
"Astaga.. ini bahkan lebih buruk dari pada Usula"
"Usula.. maksud mu penghianat itu!!" seru mahluk itu marah membuat Sun terkejut.
"hei.. hei.. tenang... lagi pula dia sudah mati"
"Mati? siapa yang membunuh nya?"
"em..."
"Aku dan saudari ku..."Jawab Sun ragu membuat suasana disana menjadi hening.
"...."
"sudah kuduga.."batin Sun menghela nafas baru kali ini dia bersyukur ada orang yang tak mempercayai nya.
"yah.. karena kau sudah datang jauh ke dalam sini.. gadis.. kecil..."
percikan petir muncul di tangan Ratu ubur-ubur itu membuat Sun terkejut ia sangat ingin bergerak tetapi seluruh tubuhnya kaku seakan-akan takdir tak mengizinkan nya untuk bergerak hal itu membuat dirinya merasa ketakutan.
ketakutan? ya.. hal yang selama ini belum ia rasakan selama di dalam dimensi Kuno.
seakan hal itu bangkit kembali ketika melihat listrik pada tangan Ratu ubur-ubur yang mulai mendekati nya.
"Ja-jangan mendekat!"ancam Sun berusaha menggerakan tubuhnya tetapi di tangkap oleh beberapa ubur-ubur membuat nya semakin panik.
"Kemarilah gadis manis...."
"bi-bisa kah kau gunakan serangan la-lain seperti pisau.. atau taring ka-kau tak.. perlu.. menggunakan Aliran Listrik..."
"bukan?"tambah Sun tergagap berusaha membuat Ratu ubur-ubur itu menghentikan niat nya tetapi hasil nya malah sebalik nya Ratu Ubur-ubur itu malah senang melihat nya ketakutan.
Melihat Listrik itu semakin mendekat pupil mata Sun bergetar tak terasa air mata mengalir menyatu dengan air di sekitarnya..
"Ja-jangan..."
>>>>>>>>>
"apa?!"tanya Moon mengagetkan lamunan mereka..
"siapa sebenarnya--"
__ADS_1
"kalian belum tau!?"
tanya Moon kembali heran setelah beberapa petunjuk yang mereka berikan para orang dewasa itu masih belum mengetahui identitas mereka.
"memang bodoh"batin Moon lalu menghampiri Poseidon "Kapan aku bisa turun?"Tanya Moon membuat Poseidon membatu pertanyaan itu tidak ada kaitan nya dengan identitas kedua gadis itu.
Moon menatap pedang yang baru saja di jatuhkan Poseidon berlutut di pasir lalu mengambil pedang itu.
baru saja menyentuh tiba-tiba seluruh air disekitarnya mundur membuat Moon terkejut.
"em.."
Moon melepas pedang itu membuat keadaan disekitarnya kembali di penuhi air membuat nya menatap Poseidon bingung.
kali ini pikiran kedua orang itu tidak dapat di sambung mereka melihat situasi dan keadaan secara berbeda sangat sulit untuk menyambungkan mereka tanpa ada penengah.
"Bisa kau biarkan aku turun sekarang?"Tanya Moon di tolak oleh Poseidon "Kau belum memberi tau kan identitas mu"
"AAAA...!!!"
teriakan itu tidak keras tetapi itu dapat didengar oleh mereka membuat Mata Moon mendingin.
"sebenarnya ada apa di jurang itu..."Tanya Moon serius ia pikir saudari nya hanya terjatuh dan menunggu di selamatkan mendengar teriakan barusan seperti nya hal itu tak terjadi sama sekali.
"Em..."Eredhel ragu lalu mendekati Moon "disana sudah ada Ratu Ubur-ubur bernama Rubra.."
"hanya karena itu? kenapa kalian tak mengizinkan ku kesana hanya karena ubur-ubur!?"
"dengar kan dulu! kau masih kecil dunia ini luas dan--"
"Dan apa!?"
"Ratu ubur-ubur itu bisa mengeluarkan listrik dari tubuhnya juga air dan listrik adalah dua elemen yang sangat kuat jika di satukan--"
"Aku mengerti.. tapi.."
pupil mata Moon bergetar membuat Poseidon mendengus akhirnya gadis itu mengerti juga.
"K-kau.. bilang listrik..."
"ini tidak bagus..."tambah Moon seluruh tubuhnya bergetar membuat Amfrite heran ini tidak normal.
"Ini tidak bagus.. Sun..."
Moon segera berenang sangat cepat masuk ke dalam jurang membuat Poseidon ,Nisa dan Amfrite terkejut sedangkan Eredhel hanya diam tetapan nya kosong membua Nisa menghampiri nya menyakan apa yang terjadi padanya.
"tidak.. heran kenapa Moon langsung masuk ke dalam jurang rupanya gadis itu tau apa yang lebih buruk dari pada petir"
"Apa maksud mu?"Tanya Nisa membuat Eredhel menatap Poseidon tajam membuat pria itu heran.
"Jika kalian lihat baik-baik kalian pasti akan mengerti..."
"Aku sebagai elf sangat mengerti keadaan ini..."
"Apa yang sebenarnya kau bicarakan!"Protes Poseidon Marah membuat Eredhel menatap nya ikut marah.
"Salah-satu dari gadis itu memiliki trauma..."
__ADS_1