
"ekh.. ini perbatasan nya? perbedaan yang sangat amat jauh"ucap sun tak heran perbatasan antar karajaan lain dan tanah sangat amat berbeda mengikuti garis perbatasan.
seperti.. padang rumput yang rindang berbatasan dengan gurun berpasir yang panas.
"baiklah..."
kedua gadis itu turun dari punggung binatang mereka mencoba melewati perbatasan itu tetapi.. ada yang aneh mereka melewati perbatasan tanpa adanya beban atau pun perubahan suhu membuat siapa pun kultivator yang waras curiga bila ada di sisi yang sama.
"tenang saja tuan disini normal..."
"NORMAL DARI MANA NYA!!"
"yah... apa yang tuan rasakan sekarang hanyalah ilusi sebenarnya disini sangat panas"
"oh ya?"
"ya itu benar karena saya adalah bagian dari energi yang saya dapat merasakan hawa panas disini"jelas shadow mwmbuat moon berfikir.
"apa ilusi nya sekuat itu sehingga membuat kami terpengaruh... kami kita sudah cukup dan kuat untuk menghadapi ilusi semacam ini"
"tidak tuan meski tuan berada pada ranah atau tingkatan langit tetapi masih--"
"syung..."
satu tombak melesat dengan cepat ke arah mereka dengan cepat ditangkap oleh shadow membuat mereka memasang posisi waspada.
"racun..."gumam winter heran tombak ini di lumuri dengan racun yang sangat kental jika disentuh oleh orang biasa sudah pasti tangan akan melepuh.
moon menyentuh racun itu tangan nya terasa panas tetapi racun itu tak dapet menyentuh atau pun menerobos kulitnya "hm.. ini racun batrachotoxin salah satu racun yang mematikan"
"racun ini berasal dari katak panah emas satu tetes nya dapat membunuh puluhan orang dewasa sekaligus"tambah moon lalu memberikan panah itu pada sun membisikan sesuatu lalu diangguki mengerti oleh sun.
"arah jam 12"
"baik"
sun membakar lalu melempar tombak itu terlihat racun itu terbakar dan menguap membentuk kabut emas dengan cepat menyebar pada udara.
"tuan! pakai ini!"
winter khawatir lalu memberikan selembar kain pada kedua gadis itu dengan cepat di tolak oleh mereka
"tak apa sekalian latihan"
"**baiklah jika itu kemauan tuan"
"tuan kalian gila masih sempat memikirkan latihan!!" sambar shadow kesal membuat sun terkekeh geli**.
"oh.. ayolah guru berkepala emas itu sudah memberikan racun yang lebih parah dari ini"
__ADS_1
"sudah lah lebih ba--"
"AHKKK!!!!!"
suara pekikan menyakitkan membengkak kan telinga mereka seperti nya rencana nya mereka berhasil.
"graaaorr!!"
geraman mahluk anah terasa tak asing di telinga mereka seperti nya mereka pernah mendengar suara ini tapi entah dimana.
tiba-tiba seekor mahluk besar berlari menghapiri mereka mahluk itu membuat kedua gadis itu shock
mahluk itu memiliki wajah yang sangat pucat mulut yang di penuh air liur dan darah pada tubuh nya membuat kadua gadis itu tak percaya dengan apa yang di lihat mereka.
"itu.. itu..."
"ZOMBIE!!!"teriak kedua gadis itu kaget pantas saja mereka pernah mendengar suara ini dulu saat di dimensi modern mereka sangat suka menonton tetapi mereka tak pernah berharap bertemu dengan mahluk sejenis ini.
"JIANGSHI!"pekik shadow kaget mahluk ini masih hidup setelah ber abad-abad lamanya tidak heran kerajaan tanah hancur.
"baiklah.. kami akan lari kalian masuk dulu"ujar moon dan sun bersamaan memasukan binatang kontrak mereka dalam dimensi pikiran mereka membuat kedua mahluk itu protes.
"apa rencana nya?"
"lari!"ucap moon setengah berteriak membuat zombie itu mengejar mereka.
moon dengan cepat berlutut menyentuh tanah lapisan es menjalar membekukan kaki mahluk itu
"LARI!"teriak moon membuat mereka berusaha berlari melewati batas tetapi entah kenapa mereka tak dapat keluar dari wilayah itu.
"rencana kedua!?"
"ikut aku!"
mereka berlari berlawanan arah mendekati dan melewati zombie itu saat mereka sudah berada tepat di belakang zombie itu es penahan pecah membuat kedua gadis itu kaget lalu menambah kecepatan.
"GROOAAARR..."
zombie itu mengaum keras membuat kedua gadis itu berlari sambil menutup telinga mereka.
sun merasakan ada banyak kaki yang berlari ke arah mereka membuat nya berkeringat dingin"lebih cepat itu jurus pemanggil!!"
terlambat ratusan zombie sudah mengepung mereka dari segala sisi hanya meyisakan lingkaram kosong dengan mereka di tengah nya.
kedua gadis itu menyatukan punggung mereka memasang posisi waspada.
"heh! kalian bilang kalian bisa berubah menjadi senjata"bisik sun dalam pikiran nya di jawab dengan cepat oleh malika.
__ADS_1
"tentu saja tuan"
"pedang bisa?"
dengan cepat lapisan lahar dingin keluar dari tangan sun membentuk pedang dengan cahaya berwarna-warni membuat sun menyeringai.
"oh aku mengerti"
"ariah.. bisakah kau berubah menjadi busur?"
"baik tuan"
segera air keluar dari telapak tangan moon membeku membentuk busur bening bagaikan kaca membuat sun terkagum.
"baiklah.. mari kita mulai"
zombie itu menyerang mereka bersamaan membuat kedua gadis itu menarik nafas dalam.
"冻结箭头"gumam moon melepaskan panah nya 5 sampai sepuluh zombie membeku dan hancur menjadi serpihan darah.
"火" gumam sun dengan cepat pedang nya di lapisi
api yang berkobar besar dengan sekali tebas 10 zombi terbelah dan terbakar hangus.
banyak jurus yang mereka keluar kan hingga hari menjelang hampir malam matahari hampir menyembunyikan dirinya zombie seperti tak ada habis nya.
energi qi atau pun lingkatmran qi mereka hampir mendekati titik akhir.
"hosh.. hosh.. ada berapa banyak sebenarnya mahluk sialan! ini!!"umpat sun kesal membelah zombie itu menusuk nya berkali-kali kesal.
"hosh... jangan sia-sia kan tenaga aku sedang mencari bagian lemah mereka"
moon terus menerus memanah melihat sekeliling mencari rencana dan jalur keluar mereka.
"JARUM DI ANGKA 4 GUNAKAN TENAGA TERAKHIR!!"teriak moon membuat para zombie itu menggila.
"아이스 스플리터"gumam moon melemparkan panah nya yang sudah di liputi oleh air danes di kelilingi nya.
"소방 절단기" gumam sun mengeluarkan tebasan pedang nya yang mengeluarkan api biru mengikuti kecepatan panah.
tanpa mereka sadari panah dan mereka menyatu menimbulkan ladakan besar membuat mereka kaget mereka tidak merencanakan hal ini sebelum nya.
"apa itu?!"tanya sun kaget membuat moon sadar dari lamunan nya"jangan di pedulikan cepat lah lari!"ajak moon menarik tangan sun mereka berlari dengan cepat tanpa menggunakan energi peringan tubuh di karena anergi yang sudah menipis mereka tak ingin mengambil resiko dengan menggunakan energi terakhir hanya untuk berlari.
"dimana!?"
"itu!"seru moon menunjuk salah satu reruntuhan bangunan yang dapat di gunakan mereka berlindung.
dengan cepat mereka sudah berada di dalam reruhan itu memasang array pelindung membuat zombie itu menabrak-nabrak diri mereka pada array.
__ADS_1
"sial! mereka terlalu banyak!"
"tahan lah dulu" moon berusaha berfikir keras tak sadar matahari sudah terbenam dan kegelapan sudah menyelimuti mereka moon kaget melihat semua zombie itu kebingungan lalu pergi menjauh meninggalkan mereka.