Takdir Bintang Kembar

Takdir Bintang Kembar
lega....


__ADS_3

"KAU!"


"hah... diamlah kami tak akan menginjakkan kaki di istana angin lagi kecuali...."ucap sun membuat semua penasaran.


"ingin mempermalukan kalian"bisik sun membuat raja wei kesal.


"KALIAN ******** KECI KAMI SUDAH MERAWAT KALIAN TAPI INI BALASANNYA!!"teriak raja wei membuat sun dan moon saling bertatap lalu tertawa terbahak-bahak membuat semua orang merinding.


"MERAWAT KATAMU! HA... HA.. LUCU SEKALI DI SANA KAMI DI PERMALUKAN DI HINA LAYAKNYA HEWAN TAK BERGUNA APA ITU YANG KAU NAMAKAN MERAWAT HUH! SEKARANG KAU MEMINTA BALASAN DIMANA HARGA DIRI MU SEBAGAI RAJA YANG ADIL ATAU AYAH ANGKAT KATAKAN...."


"KATAKAN!"


raja wei bungkam seribu bahasa, mendengar perkataan moon membuat semua berbisik.


"HE.. HE.. SEKARANG AKU TANYA KAN KE YANG LAIN DI MANA HARGA DIRI KALIAN MEMBUANG SEORANG ANAK YANG TUHAN HADIAHKAN UNTUK KALIAN MESKIPUN KALIAN BANGSAWAN ATAU KELUARGA BERPENGARU KALIAN HARUS INGAT UANG DAN KEKUASAAN ITU TIDAK DI BAWA MATI!"tambah sun membuat setiap keluarga yang membuang temannya bungkam.


"DAN KALIAN YANG ADA DI SELURUH TURNAMEN INI MENGEJEK SAMPAH HUH! SEKARANG SAMPAH ITU DAPAT MENGALAHKAN KALIAN BERARTI KALIAN LEBIH BURUK DARI SAMPAH! KALIAN HANYA SESEORANG YANG SELALU MENGGUNAKAN MULUT BUKAN OTAK..... BAIKLAH KALIAN MENGATAKAN KAMI SAMPAH TAK APA... SEKARANG SAMPAH INI TELAH BERDIRI DI HADAPAN KALIAN MENGALAHKAN MUSUH YANG MENURUT KALIAN TIDAK BISA KALIAN KALAHKAN"


setiap kata yang di ucapkan oleh kedua saudari kembar itu membuat satu arena bungkam.


"SEKARANG MEREKA YANG KALIAN EJEK SAMPAH SUDAH MEMBUKTIKAN DIRI MEREKA DI HADAPAN KALIAN APA KALIAN INGIN MENDENGAR SUARA MEREKA"


moon langsung tersenyum melihat temannya membuat Ragina terharu langsung maju dan membuka suara.


"AKU MING XIN MULAI SEKARANG NAMAKU RAGINA MUSUH DARI KELUARGA MING"teriak ragina membuat semua tercengang.


tofan maju dengan bangga berteriak


"AKU TOFAN MUSUH BEBUYUTAN KERAJAAN ATAS AWAN"teriak tofan menunjuk keluarga kerajaan atas awan.


"MULAI SEKARANG SEKARANG KAMI AKAN MENJADI MUSUH KELUARGA KAMI SENDIRI"ucap mereka bersamaan membuat seluruh turnamen tercengang.


lalu mereka turun dari arena moon menghampiri pengawas.


"eliminasi saja kami dengan begitu masalah selesai"ucap moon diangguki oleh pengawas saat hendak keluar dari turnamen seorang kakek tua menghampiri mereka.


"hei nak apa kau ingin belajar di akademi dewa dewi"tawar kakek itu membuat keempat ketua akademi besar kesal kakek itu merebut mangsa mereka tapi mereka masih lega belum ada tanda-tanda mereka akan menerima tawaran tersebut.


melihat cincin pemberian guru mereka bersinar sun dan moon saling bertatap lalu menerima tawaran itu sambil tersenyum.


"baiklah! kami akan masuk ke akademi!"


"murid memberi salam pada ketua akademi..."ucap sun dan moon memberi hormat diikuti oleh rose ikut memberi hormat.


hal itu membuat teman mereka kaget lalu ikut memberi hormat.

__ADS_1


"murid memberi salam pada ketua akademi!"ucap mereka bersamaan mereka tau keputusan moon dan sun tak pernah salah cuman kuro yang diam saja hanya menundukkan kepala tanpa mengatakan apapun.


semua tercengang akademi dewa dewi kembali mendapatkan murid bibit unggul apa lagi! hal itu membuat setiap ketua dari empat akademi besar kesal.


"baiklah besok kalian datanglah ke alamat dalam peta ini dan berikan token ini pada temanmu yang lain"


ucap kakek menyerahkan peta dan 10 token emas pada moon diangguki oleh mereka.


"sekarang kalian istirahat lah besok datanglah sebelum matahari menampakkan wujudnya"


"baik!"ucap mereka serempak lalu kembali ke penginapan.


kekek itu lalu menuju ke tempat khusus keempat ketua empat akademi besar.


"ah... kurasa aku sudah cukup mendapatkan murid hebat kali ini aku permisi dulu"ucap kakek itu dengan senyum mengejek lalu menghilang dari sana membuat keempat ketua itu kesal.


"dia selalu menyebalkan!"ucap wanita paruh baya di sana sangat kesal.


>>>>>>


mereka kembali berkumpul kali ini suasana hati mereka sangat baik dan lega.


"hah... akhirnya"ucap Ragina senang.


"yah... begitulah kakak ku memang habat"ucap rose bangga membuat moon mengacak rambutnya gemas.


"oh ya... kenapa kalian menerima tawaran tadi?"tanya Hikari membuat sun tersenyum lucu.


"bukankah kalian juga menerima tawarannya tadi"ucap sun menahan tawa.


"yah... karena kami percaya pada kalian"


ucap mereka bersama membuat moon tersenyum senang.


"kalian tau kenapa kami menerima tawaran itu..."ucap moon membuat semua penasaran.


"kalian akan tau sendiri tenang saja kalian tidak salah memilih akademi" tambah sun tiba-tiba membuat semua kecewa.


"huh! jangan kecewa teman-teman besok kalian akan mengetahuinya"


ucap sun menenangkan membuat mereka mengangguk.


"kenapa kalian tiba-tiba punya firasat seperti itu"tanya Ragina tiba-tiba membuat sun dan moon tersedak ludah sendiri.


"em... apa kalian ingin mengetahui siapa guru kami yang sebelumnya"tanya moon membuat semua mengangguk.

__ADS_1


"baiklah tunggu sebentar"


ucap moon lalu menghilang.


"tenang dia akan baik-baik saja"


>>>>>>


moon masuk keruang latihan tak melihat ada gurunya di sana membuat moon bingung lalu kaget mendengar suara ledakkan dari dapur.


segera moon berlari masuk kedalam dapur batapa terkejutnya dia melihat dewa emas sedang membuat masakan sedangkan dewi perak sekuat tenaga menghentikan dewa emas agar tidak memasak.


"eh... guru ada apa?"tanya moon bingung membuag dewi emas kaget.


"eh... ini dewa emas sangat ingin bernostalgia dengan dunia modern makanya ia ingin memasak tapi dia tak pernah berhasil di dapur"ucap dewi perak menjelaskan sambil memegangi kepala pusing.


"heh.. aku bisa! lihat ini!"


dewa emas lalu memperlihatkan masakannya nampak telur gosong membuat moon dan dewi perak menahan tawa sekuat tenaga.


"puft...."


mereka sangat ingin menahan tawa tapi tidak berhasil dewi perak dan moon tertawa terbahak-bahak memegangi perut mereka.


dewa emas kesal lalu melepas celemeknya melemparkannya pada dewi perak.


"buatlah sendiri kalau begitu!"ucap dewa emas kesal.


moon hanya terkekeh geli lalu mengambil celemeknya lalu mulai memasak dewa emas terpukau melihat moon memasak.


setelah selesai moon menghidangkan makanannya di atas meja makan


dengan cepat makanan itu di santap oleh dewa emas dan dewi perak berebutan membuat moon bingung.


"em... guru apa guru harus makan bukankah tubuh yang guru pakai hanya boneka?"


"em.. yah tapi kami harus mengisi tenaga roh kami juga memerlukan energi untuk menguasai boneka ini" jawab dewa emas sambil memakan makanannya dengan lahap.


"em.. selesai makan apakah guru ingin ikut dengan murid keluar murid besok akan pergi ke akademi dewa dewi"ucap moon membuat dewa emas dan dewi perak tersedak makanan.


Note author:


gimana jika kalian ingin author crazy up makan banyak-banyaklah vote maka permitaan kalian akan di kabulkan oleh peri author ah! iya tolong mampir ke komik author yang lain judulnya


"4 sahabat setia" ini tentang perjalanan hidup author kebanyakan kisah nyata author jadi tolong di baca

__ADS_1


__ADS_2