Takdir Bintang Kembar

Takdir Bintang Kembar
demon kembar


__ADS_3

"ah... cepat sekali ya...."gumam sun menaikan sebelah alisnya menatap mayat bandit itu.


"mau gimana lagi seperti nya ia tak berkultivasi sama sekali mau di bilang dari manapun kultivator tingkat tinggi itu sangat jarang..."ucap moon santai membedah tubuh mayat itu mengambil organ-organ nya seperti jantung,ginjal dan paru-paru.


"ekh.. kenapa kau mengambil hal seperti itu"protes sun bergidik ngeri "eh... ini akan penting di saat darurat lagi pula dalam cincin penyimpanan tidak akan membusuk"


"sekalian saja kau ambil otak nya..."cibir sun berdecak sebal membuat moon terkekeh geli


"kau tau otak ini tak berharga hanya ada kenangan kotor jika kita menemukan orang pintar baru akan cabut otaknya"balas moon dengan nada santai membuat sun bergidik ngeri "hiiy!!".


"em... ini akan sulit..."gumam moon membuat sun bingung.


"maksud ku sulit untuk menemukan otak yang berkualitas"tambah moon menghela nafas membuat sun kesal hobi ini memang sangat menyeramkan tapi harus ia akui memang sangat berguna di situasi genting.


"baiklah... apa yang akan kita lakukan sekarang?"


"woooo!! kami menemukan kedua gadis itu!!"seru pemuda putih senang membuat pemuda hitam berdecak kesal "JANGAN BERISIK MEREKA BISA MENDENGAR!!"teriak pemuda hitam membuat moon mengusap kasar wajahnya memang sulit mencari orang pintar walau sedikit.


"ah... ini akan sulit"keluh pria berjubah hitam bagaimana bisa ia memiliki orang-orang semacam ini tapi tetap harus diakui nya memang berguna juga.


"jadi... kalian mengikuti kami sejak tadi?"tanya sun menatap ketiga orang itu dengan pandangan aneh


"ah... memang kalian para hantu atau arwah? atau spirit? eh... sudahlah tak perlu di jawab"


"nama ku DEWA KEMATIAN dan ini asisten ku


YIN dan YANG"ucap dewa kematian memperkenalkan diri dengan mata merah menusuknya sedang menganalisa kedua gadis itu.


"oh... apa yang di lakukan dewa kematian yang agung disini mengikuti kami para gadis yang LEMAH ini?" cibir moon membuat yin dan yang ketakutan bagaimana bisa seorang gadis mempu mencibir tuan nya tanpa mulut atau pun tubuh yang bergetar.


"ah... tidak hanya ingin bermain-main"jawab dewa kematian santai"


"oh..."kedua gadis itu menghilang dari sana membuat dewa kematian mendengus kesal.


"kita lanjutkan pekerjaan kita"


>>>>>>>


"em... apa sudah cukup jauh?"tanya moon membuat sun menengok ke kanan dan kekiri "yap! kurasa mereka tak mengikuti kita!!"


"ini di mana?"tanya sun membuat moon kembali melihat peta "em... desa bhaisuitai... 2 minggu lagi baru kita sampai desa mati jika tanpa ilmu teleportasi"


"oh... kelihatan nya kering ya?"ucap sun menatap sekitar desa penuh dengan abu gunung berapi tetapi... di sekitar sini ia tak melihat gunung.


moon menyentuh tanah lalu membersihkan tangan nya"tidak juga disini sangat subur mungkin karena terpengaruh gunung berapi..."


"eh... tapi dimana?"


"yah... kurasa di bawah tanah aku merasakan getaran di sini"


"oh... seperti nya... desa ini ma-"


"bug!"satu pukulan mendarat di atas kepala sun membuatnya meringis kesakitan


"aduh apa lagi!!"


"setiap ada tanda-tanda aktifitas gunung berapi penduduk desa di pindahkan sementara ke desa terdekat"jelas moon membuat sun mengangguk mengerti.


"ini... lebih cepat dari dimensi modern ya..."


"tentu saja di sini manusia lebih peka terhadap alam karena penyerapan qi lewat udara"


"eh... kau mengatakan itu seperti kau tinggal di sini sejak lahir"cibir sun heran bagaimana bisa saudarinya mengetahui sedetail itu.


"iriii..."


"iya.. iya! anggap aja seperti itu...."


"ha... haaa.... chuuu!!!"


seseorang bersin dari dalam salah satu rumah membuat moon berdecak heran masih ada yang tinggal di desa ini?.

__ADS_1


"emm.... apa itu orang atau ilusi ku saja?"tanya sun heran bukan kah semua penduduk sudah di pindah kan apa itu roh? atau binatang? tunggu dulu! binatang tak bisa bersin...?eh.. apa mungkin bisa ya?.


"em.. tidak itu manusia kau tak bisa membedakan nya ya?"tanya moon heran jelas ada perbedaan besar dalam hal ini.


"em... aku bisa jelaskan..."sun mengalihkan pandanganya ia hanya bingung bukan berarti ia tak tau lagi pula ia bukan robot yang tau segala nya!.


"uhuk! uhuk!"suara kembali terdengar tapi kali ini sedikit berbeda membuat sun heran apa orang itu bisa merubah suara dalam sekejab?.


"siapa kau?"tanya moon membuat satu gubuk terjatuh membuat sun tersenyum jahat"naa... ayo... rumah nya jatuh... na.. ayo..."ledek sun membuat moon kesal.


"SIAPA KAUUU!!!"teriak moon keras membuat sun menghentikan ledekan nya saudarinya benar-benar kesal ya...


"PERGIII!!"teriak seseorang membuat satu lagi gubuk terjatuh membuat sun ingin kembali meledek moon tapi dengan cepat niat itu di urungkan nya kerena ekspresi saudarinya yang... tidak.. bersahabat.


"ah... aku tadi hanya menunjuk gubuk yang terjatuh bukan kau..."elak sun berkeringat dingin membuat moon mendengus kesal.


"keluar lah.. kami tak mungkin memb- akh! maksud ku memukul kalian"


sun memegangi kakinya yang berdenyut kenapa selalu seseorang menghentikan atau mengalihkan arah bicara yang dia lakukan dan... bisakah gunakan cara lain kakinya bisa hancur jika hal ini terus berlanjut.


"oho! kalian tak mau keluar ya!"


saat sun ingin melahkan maju tiba-tiba 2 anak kembar dengan pakaian lusuh keluar dari dalam rumah.


moon kaget melihat tubuh kedua anak itu di penuhi debu abu vulkanik ini benar-benar berbahaya!! moon segera menggunakan kekuatan nya untuk memisahkan dari tubuh kedua anak kecil itu mereka terkejut mereka memiliki rupa yang sama sudah di pastikan mereka anak kembar tapi... ada keunikan dari mereka...,mereka memiliki... tanduk?.


"em... apa kalian perempuan?"tanya sun membuat salah satudari mereka menggelengkan kepala,sun mengangguk mengerti.


moon membuat kursi es lalu meminta salah satu sang anak lelaki untuk duduk rambut mereka tumbuh liar jadi harus di rapikan.


moon mengarahkan pandangan kepada sun menyuruhnya melakukan tugas nya sun hanya mengangguk megerti lalu merapi kan kedua rambut anak itu dengan keahlian berpedang nya.


"hah... aku ingin menangis tanpa air mata"batin sun protes membuat moon kesal"diam lah kau bisa mendapat pahala!"balas batin moon membuat sun kembali kesal"jangan bawa-bawa nama pahala!"


"sudah!"seru sun bangga melihat maha karya nya


"aku memiliki baju kalian ingin memakai nya"moon mengeluarkan bajunya ternyata baju yang di berikan pak tua itu beragam ya.


"jeng! jeng! jeng!!"seru sun kembali bangga soal pemilihan nya baju abad pertengahan di dunia lain boleh juga.


l



"em... mata kalian mirip dengan ku ya?"tanya sun heran mata seperti ini hanya di miliki oleh vampir dan demon.


"tidak juga mata kau merah api dan mereka merah darah"jawab moon santai menyodorkan kadua anak itu cemilan mereka.


"wah.. kalian lucu apa kalian bisa bicara?"tanya moon membuat kedua anak itu menggelengkan kepala.


"hem... baru kali ini kami menemukan kembar semirip ini bahkan aku dan sun saja kalah...."ucap moon mengelus anak perempuan itu membuat nya memerah.


"hem... bagaimana ya? apa yang aku harus berikan?" sun merogoh sesuatu dari saku nya lalu menyodorkan nya pada anak lelaki itu.


"ini... em... pedangku ambil saja"sun memberikan pedang emas beserta belati nya membuat moon terkejut wah... saudarinya punya sisi lembut ya batin moon membuat sun kesal.


"lindungi orang yang kau sayangi ok?"


anak lelaki itu mengambil pedang itu dengan ringan membuat sun senang anak gadis itu juga mengambil belatinya.


"em.. aku apa ya? kau bisa menggunakan panah?" tanya moon diangguki oleh gadis itu membuat moon heran belajar dari mana?.


"ah... bagaimana ya... ini ada busur juga koin silahkan ambil saja kakak tak bisa lama-lama..."ucap moon memberikan sekantong emas juga busur perak nya juga cemilan coklat khusus anak-anak dan dapat diangkat dengan mudah oleh gadis itu.


"em.. lari saja tak perlu diam di tempat bodoh ini!"saran sun diangguki oleh kedua anak itu.


"baiklah... kami harus pergi... da...."


sun dan moon berlari menggunakan teknik peringan tubuh meninggalkan kedua anak itu yang tiba-tiba menyeringai "tuan pasti akan senang mengetahui hal ini... energi mereka benar-benar...."


"em... apa kedua anak itu baik-baik saja"gumam sun khawatir "bagaimana jika anak itu bertemu bandit lalu tiba-tiba tak bisa menggunakan pedang em... ahk!! apa yang ku pikirkan kenapa ini!!" batin sun merasa tertekan berbeda dengan moon ia merasa sudah menyerahkan yang terbaik jadi ia bisa tenang.

__ADS_1


"dasar mereka demon pasti baik-baik saja.."


"kenapa kau sangat yakin dengan alibi itu!"


"kau tau demon memiliki sisi yang menyeramkan bahkan vampir pun kalah...."


"eh... demon mahluk kegelapan gak sih.. kenapa bisa lepas?"tanya sun membuat mereka tersentak.


"ah... tidak mungkin kan ya.."elak moon berkeringat dingin bagaimana bisa...?.


"em.. moon harus kah kita kembali?"tanya sun berkeringat dingin diangguki oleh moob tanpa aba-aba mereke berteleportasi kembali ke desa itu lalu melihat kedua anak kecil dengan seringai di wajah nya.


"oho! kakak kembali sudah menyadari sesuatu"tanya gadis demon itu membuat tangan moon bergetar.


"kyaaa!! bagaimana bisa ada demon seimut kalian tak mungkin kan kalian jahat rupanya kami terlalu mengkhawatirkan kalian!!"ucap moon gemas mencubiti pipi gadis demon itu.


"akh! kakak tidak takut...?!"


"em.. takut ya... tentu saja siapa tidak takut dengan demon?"ucap sun santai tentu saja ucapan itu dapat dengan cepat di ragukan bagaimana tidak dua gadis kecil bertemu demon dan mereka terlihat sangat suka mungkin ini terjadi hanya 2 kali di sepanjang abad.


"baiklah... seperti nya ka--"


"jleb!"


sun tertusuk pedang nya sendiri di bagian perut yang membuat nya memuntahkan seteguk darah ia melihat sang lelaki demon menggunakan pedang emas nya sebagai senjata.


moon juga merasakan hal yang sama hanya berbeda senjat satu panah menancap di perut juga membuat nya memuntahkan seteguk darah.


"sekarang kakak tak gemas lagi kan..."ucap lelaki demon itu tersenyum puas membuat kedua gadis itu tertawa mengerikan.


"ho.. ho..."kekeh sun mencabut pedang emas dengan mudah dari perut nya membuat kedua demon itu tersentak.


"akh... kelihatan nya kalian perlu di beri pelajaran" gumam moon menatap dingin kedua demon itu ah... meskipun mereka menduga ini akan terjadi tapi tetap saja mereka melakukan hal ini.


"kelihatan nya kalian berusia ber abad-abad ya..." tebak sun tersenyum menyeramkan "ini wujud lemah kalian setelah tersegel ya..."tambah sun membuat mereka tersentak.


moon membelai rambut gadis demon" tak apa-apa" gumam moon memeluk gadis demon membisik kan sesuatu di telinga nya"apa salah nya menjadi baik" bisik moon membuat gadis itu tertegun.


"soooo.. kalian gagal di segel ya.. aku penasaran berapa banyak demon di sana yang bersembunyi belum di segel"ucap sun santai mengarahkan pedang nya pada lelaki demon membuat nya menggertak kan gigi nya.


"KALIAN MANUSIA TAU APA KAMI PARA DEMON SELALU DI BURU DAN DI INCAR TANDUK NYA HANYA UNTUK BERKULTIVASI!! KALIAN BAHKAN TAK PEDULI DENGAN KAMI MAU HIDUP KELAPARAN ATAU PUN TIDAK! KALIAN MENGANGGAP KEGELAPAN SEBAGAI HAL YANG SALAH! BAHKAN TAK MENCOBA MEMAHAMI NYA! KALIAN HANYA MENGANGGAP CAHAYA ADALAH HAL YANG BENAR"teriak lelaki demon tidak terima dengan keadaan nya membuat sun memutar matanya malas.


"heh! dasar lemah!"ejek sun membuat lelaki demon itu kaget"mental kalian para demon terlalu lemah maka nya kalian jadi seperti.. selalu tersulut emosi serius! siapa yang mau berteman dengan orang semacam itu"ucap sun santai tak sadar membicarakan diri nya sendiri.


"yah.. kau baru saja mengejek diri mu sendiri.."cibir moon membuat sun tersentak kaget bagian mana nya yang mirip ia memiliki banyak teman.


"puft... kakak benar tapi.. maaf ini jalan yang kami pilih"ucap kedua demon itu lalu menghilang meninggalkan bekas bayangan hitam.


"yah... kita sudah berusaha..."


"baiklah... kita pergi"ajak moon lalu kedua gadis itu menghilang berteleportasi menuju tujuan.


>>>>>>>


"uhuk!!"


sun meraba tangan nya yang di penuhi darah lalu menghela nafas "ah... kita terlalu memaksakan diri ya..."


"yah... setidak nya sedikit lagi... sampai kita istirahat di sini"


mereka mengeluarkan air membersihkan darah yang keluar dari mulut mereka harus nya mereka memilih menggunakan teknik peringan tubuh saja.


"berapa hari?"


"5 hari ini jauh lebih singkat dari pada perkiraan ku apa karena kita menggunakan seluruh kekuatan kita ubtuk teknik teleportasi ya..."jawab moon santai memegangi peta berwarna itu.


"ah... baiklah.."


sun menyalakan api untuk mereka menghangatkan diri sebenarnya... mereka juga tidak butuh sih.. tapi karena sudah kebiasaan mereka di dimensi modern terbawa hingga sekarang mereka jadi merasa aneh jika tak menghidupkan api unggun.


"jangan terlalu besar kau bisa membakar hutan"saran moon khawatir api yang di berikan sedikit berlebihan hingga tinggi nya setara dengan mereka.

__ADS_1


"ah! kau benar...!!"sun panik tapi dengan cepat moon mengeluarkan salju nya memadamkan api tersebut akhirnya mereka memutuskan tak menggunakan api dan hanya memasang array penghangat untuk mereka tidur.


__ADS_2