
"bagus dengan ini kau bisa melindungi kami nanti"ucap moon lembut menyentuh lembut kening rose.
"bisakah?"tanya rose dibalas anggukan oleh moon.
" tapi rose terlalu lemah untuk melindungi kakak"
"maka jadilah kuat"
"bagaimana?"
"kita harus memenangkan turnamen untuk mencari guru untuk mengajari kita cara untuk kuat"
"baik kak aku tak akan
mengecewakanmu"
"bagus sekarang tidurlah isi tenagamu untuk latihan besok"
"baik kakak"
rose melangkah menuju kamar namun tiba-tiba berhenti membuat sun dan moon bingung.
"ada apa rose"
"kenapa kakak tidak ikut bersamaku untuk tidur"tanya rose curiga sepanjang ia berlatih ia tak pernah melihat kedua kakaknya berlatih serius.
"ah... itu kami masih ada perlu disini kau pergi tidurlah dulu"
"baik kak"lalu rose berlari menuju kamar.
"kau siap"
"apa aku harus selalu menjawab pertanyaanmu yang sudah kau tau jawabannya"
"sisi luck 20 kali lipat"
mereka kembali melatih latihan keras mereka menunjukan ilmu
masing-masing juga bertukar ilmu yang mereka pelajari di perpustakaan darah kembali membasahi baju mereka membuat mereka terkekeh geli.
"seperti kadar racun nya terlalu banyak"
"bukankah itu bagus"
"he.. he.. ya kau benar"
tak disadari oleh mereka rose melihat cara latihan mereka rose ingin masuk tetapi tekanan ruangan sangat besar untuknya sehingga dia hanya melihat mulut ruangan.
"jadi seperti ini kakak berlatih memang benar apa yang dikatakan kak moon untuk menjadi kuat butuh kerja keras pantas saja kak moon dan kak sun tak memiliki kelemahan"
sisi dan luck menyadari kehadiran rose di mulut ruangan tetapi hanya diam saja merasa itu bukan hal yang penting.
lalu sun dan moon jatuh kelelahan dengan cepat sisi dan luck membersihkan tubuh mereka lalu membawa kekamar.
rose mengikuti sampai kekamar melihat kakaknya pingsan sakinng lelahnya membuah rose sedih.
"ini yang kakak lakukan demi melindungi orang yang kakak sayang tenang saja kakak rose akan menjadi kuat untuk melindungi kalian"
rose lalu tidur diantara moon dan sun.
saat bangun sun kaget melihat rose ada di ranjang tempat mereka tertidur sampai-sampai ia jatuh menimbulkan suara yang keras membuag moon bangun.
moon juga kaget tetapi hanya tersenyum lalu bangun dari tempat tidur tanpa ada masalah.
sun hanya menghela nafas lalu mereka pergi ke perpustakaan.
kembali membaca buku kalau ingin tau buku setiap ke perpustakaan mereka akan membaca lebih dari 50 buku karena di perpustakaan ini ada banyak buku yang harus mereka pelajari.
hari demi hari rose meningkat tetapi masih normal di mata sun dan mon karena latihan rose normal jika saja latihannya seperti kedua monster itu mengkin rose akan menjadi monster juga.
sampai di hari pendaftaraan mereka keluar dari pagoda menuju tempat pendaftaran.
"rose ingat jangan gunakan kekuatan elemenmu jika tidak dalam keadaan mendesak"
"baik kak"
mereka mengantri sangat panjang karena turnamen penerimaan murid ini tak memikirkan kasta itulah membuat sun dan moon senang.
setiap ada peserta yang mendaftar pasti selalu ada kakek tua yang meminta pertolongan mereka ada sedikit orang mau membantu tetapi tidak sedikit orang yang cuek jangankan di tolong dilihatpun tidak tetapi hal itu tak di sadari oleh moon dan sun karena sibuk memperhatikan rose juga memberikan saran.
hingga tiba giliran mereka kakek itu datang.
"cucu tolong bantu kakek bawakan barang ini"
__ADS_1
"eh... kek kami bukan cucumu tapi aku akan bantu bawakan barangnya setelah kami mendaftarkan diri dulu"
"tapi cu-"
"ah... baiklah biar aku saja moon kau daftarkan aku ya"
"beres..."
"mana barangnya kek"
"itu tolong angkat gerobak yang ada di sebelah sana"ucap kakek itu menunjuk gerobak yang menampung barang banyak kayak barang orang satu desa.
sun hanya menghela nafas lalu dengan enteng membawa gerobak itu.
"barang ini mau diantarkan kemana"
"ikuti saja aku cu"meskipun kakek itu kaget tetapi seringai muncul di wajahnya.
akhirnya sun hanya bisa pasrah dan mengikuti kakek itu kemanapun dia pergi juga dia menganggap ini sebagai pemanasan.
"cu siapan namamu"
"jangan tanya mungkin kita tak akan bertemu lagi jadi menurutku itu tidak penting"
"eh...."
"ya.. ya.. aku tidak sopan pada orang tua kalau kakek besikeras ingin tau namaku
tonton lah turnamen pemilihan akademi maka kakek akan mengetahui jawabannya...."
mendengar ucapan sun membuat kakek itu terkekeh geli.
"kau mengingatkanku pada teman lama"
"ya... kek sebenarnya di mana tujuannya kita daru tadi hanya berputar-putar saudariku menungguku kek"
"dimana orang-"
"tak ada"
"dimana kalian ting-"
"kami tak punya rumah"
kakek itu kesal lalu mengerjai sun dengan berkeliling sekali lagi berharap anak itu akan kelelahan.
"sun kau ini masih membantu kakek itu kenapa lama sekali"panggil moon muncul tiba-tiba membuat kakek itu kaget.
"entahlah kakek ini mungkin lupa dimana rumahnya hingga membuatku berkeliling"
"kakak kenapa lama sekali"
"ah.... tidak akan lama kok sabar ya"
"anak ini giliran saudarinya kelihatannya ia sayang sekali cara bicaranya sangat berbeda"batin kakek itu.
"hais.... kakek saudariku dan adikku yang manis sedang menungguku bisakah lebih cepat"
"ah... iya sudah sampai"langsung mereka berhenti di suatu rumah.
dengan cepat sun melepaskan gerobaknya lalu bersiap untuk pergi tetapi langsung di tahan moon.
"selamat tinggal kek maaf jika tadi saudariku tidak sopan"
"hei.... sudahlah ayo kembali juga kek tak usah balas budi tak perlu,ayo rose"
akhirnya mereka berjalan menjauh kakek tersenyum itu menghilang
tiba-tiba bersamaan dengan gerobaknya.
>>>>>>
"jadi.... Bagaimana lombanya"
"besok sampai akhir tahun"
"AKHIR TAHUN!!"
"bukankah kita harus....."
"iya aku tau"
raut wajah mereka mendadak sedih membuat rose sedih.
__ADS_1
"kakak ada apa"
"ah... tidak apa-apa mari makan"
mereka akhirnya makan di salah satu restoran di sana.
di dalam restoran sangat ramai mungkin beberapa di antaranya akan menjadi saingan kita di turnamen setidaknya itulah yang di pikirkan mereka.
rose memesan banyak makanan membuat semua orang di sana kaget melihat rose bisa menghabiskan semua makanan yang ia pesan beda hal nya denga sun dan moon sudah terbiasa melihat itu.
setelah selesai makan mereka kembali ke dalam pagoda berlatih untuk besok.
"kakak aku ingin tekanan untuk di perbesar"
sontak sun dan moon kaget lalu saling bertatap.
"apa kau yakin?"tanya moon khawatir.
"iya aku sangat yakin kak jangan meragukan diriku"
"tapi-"
"itu baru namanya semangat baiklah bersiaplah"
"luck 2 kali"
luck mengangguk langsung tekanan besar menimpa rose membuat rose langsung jatuh moon ingin membantu tetapi di tahan oleh sun.
"rose kau pasti bisa!!! berlatih lah sesukamu moon aku ingin berbicara berdua dengan mu"
moon mengangguk tetapi tak tega meninggalkan rose berlatih sendirian lalu meminta luck dan sisi untuk menjaganya.
mereka langsung kekamar sun lalu mengunci rapat pintu agar tidak di dengar rose.
"ada apa sun"
"aku ingin menceritakan ini sejak lama tetapi tidak bisa jika rose di samping kita"
"jadi apa yang ingin kau ceritakan"
"kau tau kenapa rose di izinkan ikut dengan kita"
"oh... kau berbicara apa dengan ibunya"
"sebenarnya......
flashback:
"boleh kah rose ikut dengan kita"
"tidak dan tidak akan pernah"ucap rufta tegas.
"kau yakin kami akan mencari guru tanpa nama juga aku tebak ayah rose bukanlah bangsa bunga"
"kau... kau... akan menemui guru tanpa nama"
"iya apakah kau mengenalnya"
"dia ayah rose"
"APA!!!"
"juga dewa waktu"
sun menutup mulutnya berusaha tidak berteriak.
"tunggu sebentar"
rufta menuju salah satu ruangan beberapa menit kemudian dia keluar membawa selembar surat daun.
"rose boleh ikut dengan kalian...."
ucapan itu membuat sun senang.
"tetapi saat bertemu guru tanpa nama serahkan surat ini padanya"
"baik tenang saja"
flashback off:
Note author:
thanks yang udah vote dan like juga reting bintang 5 author sangat berterimakasih terutama vote peringkat teratas thanks banget....
__ADS_1
oya kalo yang belum vote dan like kerena semua itu gratis....
thanks gues....