
>>>>>>>>
"em... apa kau yakin.. melakukan hal ini...?"tanya sun kembali mereka tak memiliki senjata dan sekarang haru berhadapan lagi dengan siluman singa..?serigala? bayangan? ahk!! memikirkan saja sudah membuat kepala mereka hampir meledak.
"tentu saja"ucap moon tak ragu mengepalkan tinjunya yang sudah di lapisi oleh es murni bersiap menonjok singa itu.
<<<<<<<
flashback on:
"hoaamm... membosann.... kaaan...."
"apa yang harus kita lakukan moon?"tanya sun merasa bosan perjalanan ini lebih.. membosankan dari pada perkiraan nya.
"em.. tenang saja bentar lagi akan sampai ke desa eh.."
moon terdiam sejenak merasa getaran pada array pengikutnya "ada.. orang..? eh.. tidak ini binatang spirit tingkatan nya tidak rendah..."ucap moon memberi peringatan membuat sun mengumpat seharus nya ia tidak mengeluh tadi.
getaran array semakin terasa membuat moon berjaga-jaga..
"prang!!"lapisan luar array hancur membuat mereka bersiap waspada.
"bisa kah kita lari?"tanya sun heran mereka bisa berlari sekarang bukan maksud nya berjaga-jaga sebelum di jebak?.
"em.. kau benar ayo"
belum sempat mereka berlari seluruh lapisan array hancur membuat sun menaik-turun kan alisnya yang berarti "nah.. gue bener kan.. sekarang salah siapa"
"ukh.. baiklah.. ayo kita hadapi"
>>>>>>>>>>
flasback off:
"yah.. jika ada pilihan lain aku akan memilih pilihan itu"ucap sun kesal mempersiapkan dirinya untuk menyerang dengan apinya.
"em.. kau masih lemah biar aku saja..."ucap moon membuat sun membatu setelah di pikirkan sekali lagi di perlakukan sebagai lelaki juga tidak buruk.
"level one hail"
segera awan membentuk diatas kepala singat bayangan itu butiran-butiran es runcing jatuh dengan cepat tepat mengenai tubuh singa itu tetapi tak berdampak apapun malah.. singa itu dengan mudah menyerap es itu dan mengembalikan serangan ke arah moon tapi.. es itu sedikit berbeda warna nya berubah menjadi gelap membuat moon dengan cepat menghindar lalu menatap singa itu dengan tatapan benci ia akhirnya tau siapa yang menyerang suaudarimya membuat singa itu tersetak lalu mundur perlahan.
"oh.. aku tau kelemahan mu"gumam moon tanpa lagu melafalkan matra nya.
"YAMI GA KIETA"
__ADS_1
cahaya dengan sangat cepat memutari singa itu seperti angin tofan yang mengekang singa itu hingga meledak darah hitam berceceran di mana-mana merasa sudah menebak kejadian ini moon levih dahulu melindungi diri nya dengan lapisan es tapi...
"sialan!!"umpat sun kesal mana ia tau kejadian ini akan terjadi.. sekarang ia sudah menjadi tinta cumi-cumi malah dia malas mandi lagi!.
"em...."moon mengaruk pipi nya yang tidak gatal.
"maaf..."moon mecoba mengandalikan cairan hitam itu dengan elemen kagelapan nya tetapi tak.berhasil hal ini membuat moon mengangguk mengerti.
"eh.. kanapa mengangguk aku bahkan belum bilang apa-apa?"tanya sun menatap moon dengan pandangan aneh.. memang ada yang aneh.. di sini bukan hanya saudari nya saja.
"em.. aneh.."gumam sun sembari memegang dagunya bahkan saking asik nya ia merenung ia tak menyadari moon sudah menyiapkan seember air untuk di siram kan padanya, sun sadar lalu
"eh.. tunggu dulu!!"
"BYURR!!"
>>>>>>>>
"ukh...."sun memeras baju nya mencoba mengeringkan nya karena qi mereka menipis mereka belum bisa mengeringkan pakaian secara instan.
"maaf.. tapi.. bersih kan?"tanya moon memasang raut wajah lucu membuat sun mengumpat "sialan.. kita bisa saja ke sungai bukan!?"
"em.. tidak bisa sekarang musim kemarau di bagian sini akan mengalami kekeringan ringan"jelas moon membuat sun kesal ia bahkan hampir menghanguskan baju nya.
"ngiiiinnggg!!!"telinga sun berdengung membuat nya memegang erat kepala nya beruntung tidak terlalu parah ia hanya mengalami mimisan , moon bingung apakah ini wajar?.
sun hanya tersenyum dan menjawab ini bukan apa-apa lalu menyombongkan dirinya membuat moon ikut berfikir bahwa itu bukan lah apa-apa.
mereka kembali melanjutkan perjalanan tidak ada yang istimewa hanya saja sun menatap apapun yang ada di depan nya dengan tatapan kosong seakan ada sesuatu di pikiran nya.
"ada apa sun?"tanya moon membuat sun tersentak lalu tersenyum bodoh "tidak apa-apa aku hanya merasa aneh..."jawab sun jujur membuat moon merasa khawatir, jantung nya berdebar tak menentu ketakutan akan ke khawatiran nya membuat nya berkeringat dingin.
"tapi... ZONK!!"teriak sun lalu tertawa membuat moon marah lalu menendang keras perut sun hingga menyebabkan seteguk darah keluar dari mulutnya.
"hei.. uhuk!"sun kembali memuntahkan darah membuat moon mendengus lalu memberikan pil penyembuh pada sun.
"uhuk! aku hanya bercanda kau gila!!"umpat sun kesal membuat tanpa sadar air mata membasahi pipi moon.
"astaga!! kau selalu menangis tanpa alasan!!"ucap sun khawatir apa di zaman ini ada yang mengidap hypophrenia??.
note author:
hypophrenia adalah suatu penyakit emosional yang melibatkan suatu keadaan yang menimpa diri sendiri.
"a.. aku.. khawatir... ka.. kau..."
__ADS_1
moon terus berkata dengan nafas sesegukan membuat sun merasa bersalah lalu memeluk moon erat "ush.. tenang lah.. aku akan baik-baik saja..."bisik sun membuat moon merasa tenang lalu perlahan memejam kan matanya tertidur.
"ah.. kau memang bisa tidur dimana saja..."
sun mengirim moon kedalam pagoda lalu kembali melanjutkan perjalanan seorang diri.
merasa keadaan belum begitu ama sun memasang array pengikut dengan seluruh tenaga nya yang tersisa.
"em.. baiklah.. bagaimana melihat peta ya?"sun bingung ia tak bisa membaca peta seperti saudarinya bisa di bilang dia buta arah.
sun membolak-balikan peta berharap mendapat pentunjuk tetapi semua itu sia-sia yang ia tau hanya tujuan selanjutnya ada desa XIASANG.
"em.. mungkin kesana? tidak kesana?"
sun merasa plin-plan ingin rasanya ia merobek peta hingga tak berbentuk tapi.. jika petanya dirobek..
"AKH!!! PETA SIALAN!!!"
"BO!"
"*******"anggap saja kata-kata kasar.
"he.. he.. aku kelamaan tidur ya?"tanya moon membuat sun mendengus "tidak... kenapa kau keluar?"
"aku berencana tidur lebih lama.. tapi baru ku ingat kau buta arah jadi.. aku keluar karena khawatir"
"ukh.."sun sangat ingin marah tapi.. apa yang di katakan moon masuk akal ia bahkan tak menemukam jalan dari tadi.. dan... hari sudah mulai gelap.
"baiklah.. mari kita lihat... desa xiasang disini dan kita di.........."moon melihat peta wajah berubah.. sudah jelas itu bukan wajah yang bersahabat membuat sun berkeringat dingin.
"em.. apa ada yang salah?"tanya sun berkeringat dingin ia tak bisa menebak apa yang akan terjadi selanjutnya.
"sun...."panggil moon sudah jelas ada kemarahan pada nada itu.
"em.. ya?"
"KAU TAU SEKARANG KITA SANGAT JAUH DARI DESA ITU!!!!!!"
note author.. PENTING!!!!:
aku gues... author sakit san hp author disita ama yang ngerawat author.. juga author fokus sama novel baru maka nya update nya lama... kalo penasaran novel nya namanya "SANG KARMA" biar author jelasin ini novel ada hubungan nya dengan novel
"TAKDIR BINTANG KEMBAR" jadi.. tolong like dan rate kalo mampir.. please gues.. author butuh banget soonya....
__ADS_1