
"apa?"
"yap! kita akan membunuh semua orang yang masuk ke dalam sana!"Seru Lily semangat.
"kenapa?"
"entahlah.. mungkin untuk melatih mental mereka dalam hal membunuh"
"tapi.. mungkin saja mereka adalah orang baik.."
"puft..."Lily tertawa.
"tidak ada hal yang baik di dalam dimensi ini.. hanyalah di bunuh atau membunuh"
"baiklah-baiklah aku mengerti,ayo keluar"
>>>>>>>>>
"Ragina..."
"Eh.. guru-"
"maksud ku ratu..."
"kau sudah membuat apa yang ku perintahkan?"
"em.. guru aku bisa jelaskan.."
"apa yang bisa kau jelaskan?"Tanya Tofan muncul dari belakang Amfrite membuat Ragina menatap nya tajam.
"baiklah.. tak apa sekarang kalian temui Dewa waktu ,kalian akan mendapat misi lagi"
"tapi.. bukan kah kemarin kita sudah mendapat misi?"
"lalu.."tanya Amfrite hawa mencekam mengelilingi nya.
"ha.. ha. tidak ada"elak Ragina bergegas pergi.
"aku merasakan hawa dingin.."
"oh! sama!"balas Tofan di atas nya membuat Ragina berteriak.
"apa mungkin dia sedang berada di sekitar kita?"
"Gina kau menganggap nya seperti hantu saja.."
"ayolah.. hati nya seperti es"
"es?"
"ugh.. ini lah alasan mengapa guru Nisa selalu marah ketika kau mengobrak-abrik perpustakaan"
"jadi.. ketika hati--"
"bukan kah kita bisa mati jika seperti itu?"
"tofan.. dengarkan aku dulu..."
"oh.. ya.. ya.."
"Jadi ketika seseorang--"
"tunggu dulu kau masih belu--"
"AKU BAHKAN BELUM MENJELASKAN!!"
"oh.. maaf"
"argh.. berapa umur mu sekarang?"tanya Ragina menggeram kesal.
"bukan kah sama seperti mu.."
"12 tahun.."jawab Tofan menaikan sebelah alisnya.
"oh.. bagus 12 tahun umur yang cocok untuk melemparkan mu ke dalam mulut spirit ulat api berumur seribu tahun"
"ulat.. api...."
Tofan menoleh ke arah belakang, Dewa waktu sudah menatap nya penuh amarah terlihat darah memenuhi tangan nya membuat Tofan ketakutan.
"em.. guru besar.. aku bisa jelaskan..."
"iya.. coba jelaskan"balas Dewa waktu tersenyum membuat Tofan bertambah merinding.
"begini guru pernah berkata ketika saat dalam keadaan terancam kita boleh mengorbankan teman untuk lari dari masalah itu.. jadi...."
"jadi?"
"Jadi....."
"selamat tinggal"
Tofan berlari tetapi setiap menjauh beberapa langkah ia pasti dengan cepat kembali ke posisinya semula, tepat hadapan Dewa waktu membuat nya sangat ingin menangis sekarang.
__ADS_1
"haih... baiklah.."
"Kumpulkan yang lainnya"
"baik?"
Tofan heran biasanya ia akan di hukum mengangkat 2 bukit 7 kali keliling di dalam cincin ruang waktu kenapa sekarang tidak?.
"sekarang panggil mereka jika dalam 2 menit mereka tidak sampai..."
"hukuman biasa mu akan di tambah hingga 2 ka--"
"Syush..."
Tofan langsung menghilang dari sana membuat Dewa waktu terkekeh.
"mari kita lihat apakah kau bisa melakukan hal itu..."
>>>>>>>>
"tadi guru Amfrite menyuruh ku membuat panjara yang terbuat dari tanah liat..."
"tapi..."
"bukan kah akan lemah jika memaka--"
"Ragina ikut aku!"seru Tofan cepat membuat nya heran.
"ada ap--"
hembusan angin menyeret nya ke suatu tempat membuat nya berteriak kencang.
"Kyaaa!!"
>>>>>>>>>
"baik kau siap?"tanya prime
"tentu saja.. aku akan melakukan apapun untuk menjadi kuat"
"lakukan pukulan tetapi kepalan tangan mu harus dilapisi dengan bunga.."
"tapi.. guru bukan kah itu akan membuat rasa sakit terhadap lawan berkurang"
"ya.. kau tak perlu menggunakan seluruh tenaga mu dalam memukul tetapi pikirkan bagaimana cara lawan mu mati dengan sekali sentuhan.." Jelas Pride membuat Rose bertambah bingung.
"gunakan racun.."tambah Pride membuat Rose tersentak.
"bukan kah itu... curang?"lirih Rose dengan suara lemah.
"baik saya mengerti"
>>>>>>>>
"HIKARI!!!!"
"KURO!!!"
"ARI--"
"Pang!"seseorang memukul kepala nya membuat nya mengumpat "Sial!"
"kau ini berisik sekali.."protes Rin wang memegang wajan di tangan nya.
"Jangan bilang itu yang kau pakai untuk..."
Tofan terhenti sejenak, waktu nya tak banyak.
"Rin wang berkumpul di lapangan sekarang.. guru besar memanggil kita"
"oh.."balas Rin wang cuek lalu pergi membuat Tofan sangat ingin memukul wajah nya tatapi menyadari waktu nya sangat amat sedikit ia bergegas berlari mencari yang lain.
"Sizie?"
"ah! dia pasti sudah ada di sana"
>>>>>>>>
"hikari!"seru Tofan keras di pinggir danau.
"ada apa?"tanya hikari beserta kuro di sebelah nya membuat Tofan kaget "kenapa kalian basah kuyut?"
"ahk! Sudah lah!"
"berkumpul lah di lapangan guru besar--"
"...."
kedua orang itu langsung menghilang membuat Tofan heran kenapa semua orang tak mempedulikan nya.
"rose?"
"baiklah ayo cari!"
__ADS_1
>>>>>>>>>
"kak.. kenapa kau menyeret ku di udara?"tanya Rose heran kenapa Tofan langsung menarik tangan nya terbang dengan kecepatan tinggi.
"itu.. karena.. aku sedang dalam masalah"
Tofan akhirnya mendarat bersama Rose tepat di hadapan Dewa waktu tersenyum "aku berhasil"
"dan..."
"dimana moon?"tanya Dewa Waktu tersenyum jahat.
"em.. itu.."
"hadir..."Ucap Moon muncul perlahan di sebelah Ragina membuat gadis itu terkejut.
"kau tidak menggunakan teknik teleportasi bukan.."
"tidak.. Gu-ru kalau kau perhatikan dengan teliti aku menggunakan teknik penyembunyian diri tingkat 3"Jawab Moon tegas menatap Malas Dewa waktu.
"yap! itu benar, kalah kan dia moon!"seru Lily melayang di atas Moon membuat Dewa Waktu kesal.
"boneka di larang mengikuti misi.."Ucap Dewa waktu menyeringai.
"oh ya? lalu... mengapa orang tidur boleh?"balas Lily membuat Dewa waktu terkekeh.
"betapa lucu nya.. tidak ada yang tidur disini.."
"oh...,3"
"2..."
"1..."
"...."keadaan hening membuat Tofan tertawa "ha! ha! tidak ada yang tidur.."
"oh.. benarkah?"
"iy--"
"hoam..."Tofan menguap membuat mereka terkejut "Kau melakukan apa pada nya!?"tanya Ragina terkejut.
"tidak ada.."
"Aku... merasa... sangat.. mengantuk..."
"apa.. kau--"
"brak!"Tofan jatuh di tempat membuat Ragina dengan cepat menangkap nya.
"KAU BERBOHONG!"Sizie berteriak.
"bisakah kau tidak membuat masalah sekali saja?" tanya Arisu kesal membuat boneka itu terkekeh.
"dasar bodoh.."Ucap Moon dingin menatap Rose sedangkan Rose hanya menundukan kepala menangis.
"Kau mengatakan hal tidak baik!"bentak Dewa Waktu membuat Moon tertawa kecil.
"ha.. ha.. seperti nya kau terlalu memanjakan nya..."
"ah..."Moon berhenti sejenak.
"awal bulan ini pembukaan array nya.."
"aku tak akan latihan jadi jangan panggil aku untuk hal yang tak penting"
"panggil aku jika kalian siap"tambah Moon lalu menghilang membuat Dewa waktu mengepal kuat tangan nya kesal.
tak hanya dia Arisu,Sizie juga Ragina sangat marah padanya.
Rin wang menelan ludah kasar "dia benar"
seketika Sizie terkejut "Kenapa!?"
"Karena--"
"Hoi! berhenti!"
Pride datang membuat Dewa waktu menanggapi nya malas "ada apa?"
"Itu.. rose, dia belum melepas lapisan racun pada tanaman nya"jelas Pride menggapai tangan Rose menganalisis racun nya lalu menghela nafas lega.
"hanya racun tidur, syukurlah..."
Pride manatap Tofan kasihan lalu memberikan nya pil penyembuh.
"dah, masalah selesai.. kalian boleh meneruskan misi sekarang"
seketika keadaan menjadi canggung membuat Pride bertanya "ada apa?"
**Note author:
thanks.. yang udah vote ,jangan lupa like**.
__ADS_1