
"Sun.. kau... hiks..."
air mata mengelir di pipinya membuat mereka semua terkejut.
Air mata yang membasahi pipinya membeku lalu hancur berkeping-keping membuat mereka bertambah terkejut.
"Kalian boleh masuk ke dalam kamar kalian"Ucap Moon Dingin membuat mereka semua saling bertatapan.
Dalam tatapan:
'dengar kurasa kita harus pergi..'tatap Sizie membuat Tofan mengerutkan kening nya.
'bagaimana kalau kita ikuti mereka'tatap Tofan tersenyum menaik turunkan alisnya membuat Arisu menatap nya serius.
'dengar mereka perlu waktu sendiri...'
'Apa kau bodoh?'tatap Rin wang mengangkat sebelah alisnya membuat Tofan kesal.
'tidak kah kalian penasaran'tatap Tofan kesal menaik alis dan kedua tanganya.
"Bug!"
Ragina memukul Tofan dengan penuh rasa kesal tepat di bagian perut membuat mata Tofan melotot menatap Ragina.
'apakah kau bodoh?! Mereka butuh waktu sendiri!'
tatap Ragina menyiapkan Tinju nya kali ini di tutupi dengan tanah membuat Tofan mengangkat tanganya.
'bagaimana tanya Hikari atau Kuro'tatap Tofan menatap Hikari dan Kuro bergantian membuat Rin wang mengusap kasar wajah nya.
'dia benar-benar bodoh'
tidak kah tofan menyadari bahwa Hikari memakai kain penutup mata sedangkan Kuro memiliki tatapan kosong? pikir Sizie heran.
OOF:
"kenapa kalian tak kunjung pergi..."Tanya Moon dingin membuat Ragina tersenyum menyeret Tofan masuk ke dalam Akademi.
"em... kurasa aku juga harus pergi...."Ucap Sizie berjalan perlahan mundur mengajak Rin wang iku bersama nya.
"Tapi--"
"sudah ikut saja.."
Arisu menghela nafas lalu menoleh ke arah samping terkejut,Kuro dan Hikari sudah tak berada di sebelah nya membuat nya tersenyum ,berlari ikut pergi dari sana.
"Kita perlu bicara di dalam!"Ucap Moon tegas memegangi pundak Sun lalu mereka menghilang masuk ke dalam pagoda.
"Tuan,Nona ada ap--"
Moon memegangi pundak Sisi menatap nya tajam "Aku sangat membutuhkan bantuan kalian sekarang"
"ha.. ha.. baik Nona.."Jawab Sisi gugup ia tak pernah seperti ini sejak Dewi Bulan tersegel.
Moon melepas topeng Sun membuat Alex sangat ingin membanting kepala nya ke tembok yah.. meski ia tau itu tak akan pernah membantu.
"Ini...."
"kau harus membantu nya!"
"Tapi.. nona"
"HARUS!"
"Em... baiklah..."
Alex dan sisi saling menatap "apakah mereka bisa melakukan ini?"pikir mereka lalu menghilang dari sana.
"Hm..."
Moon menatap Sun lekat-lekat lalu menghela nafas.
__ADS_1
"Baiklah.. kau menang sekarang bangun lah, tidak akan ada listrik disekitar mu..."Ajak Moon memegangi tangan Sun menuju Kamar nya.
"...."
tak ada satu pun jawaban dari Sun membuat Moon menghela nafas.
"Baiklah! kau diam disini aku akan kembali!"
Moon keluar dari Kamar menutup pintu perlahan lalu berjalan perpustakaan ,tidak sampai satu langkah ,langkahnya terhenti lalu mengintip di sela-sela pintu.
Sun hanya diam menatap sekitarnya dengan pandangan kosong.
"dia tampak sangat tenang..."gumam Moon tersenyum.
"iya.. kau benar dia tampak sangat tenang.."
"ya.. kau benar..."setuju Moon tersenyum sendu lalu tersentak.
"TUNGGU!?"
Moon menengok ke samping nya terdapat sebuah boneka kelinci yang tersenyum bodoh menatap nya membuatnya berteriak keras.
"Kyyaaa!!"
"Ada apa Nona!?"tanya Sisi khawatir muncul di hadapan nya.
"Bo-boneka nya hidup!"
"boneka--"
"Waa!! astaga!?"
"kenapa kau panik?!"
"saya dulu juga manusia!?"
"hei-hei ada apa ini?"tanya Alex muncul di depan mereka membuat Sisi tergagap menunjuk boneka kelinci yang terus tersenyum bodoh lalu tersenyum.
"...."
Alex melemparkan kursi ke arah boneka itu membuat Boneka itu terkejut lalu terbang menghindar.
"PRANG!"
"PRANG!"
"Apa yang kalian lakukan!?"Tanya Moon heran mengapa penghuni pagoda bisa sepanik ini?.
"BONEKA ITU MENYERAMKAN!!"Jawab Alex berteriak membuat Moon membatu.
banyak barang sudah dilemparkan boneka itu dengan santai menghindar membuat Alex berteriak "PERGI DARI SINI!!"
"nope.. nope.. nope.."Jawab Boneka itu santai membuat Moon bertanya "apa mau mu!?"
"Mau ku adalah terus bersama mu..."
"UNTUK APA KAU BERSAMA NONA KAMI?!"
"tentu saja...."
"untuk melindungi nya.."Jawab Boneka itu bangga membuat keadaan menjadi hening.
"...."
"*puft.. kau?,melindungi nona?"
"Buaa ... ha.. ha*.." alex tertawa membuat Boneka itu tersenyum.
"oh ya? dan kau melindung nona mu dengan cara melemparkan barang kepada boneka kecil seperti ku dan..."
Boneka itu terkekeh "tak ada satupun benda yang mengenai boneka itu.." ledek boneka itu membuat Sisi terdiam "*yah... itu benar"
__ADS_1
"Sisi!,kau memihaknya*!?"
"sebenarnya itu juga kenyataan"setuju Moon membuat Alex membeku.
"Ini juga..."
"pesan dari Saudari mu"Tambah Boneka itu membuat Moon dengan cepat menangkap dan melotot menatap nya.
"Apa pesan nya?"
"pesan nya..."
"em..."
boneka itu berfikir sejenak.
"hei! bodoh!,kau menangis?, puft... itu lucu karena aku baik-baik saja kau saja yang berlebihan"
"oh ya!,kau mengingat saat aku memberikan boneka di dalam dimensi duyung?"
"apakah boneka itu basah? aku penasaran sekali"
"yah... aku suruh dia untuk menjaga mu, tak usah jaga boneka ini jika sesuatu terjadi biarkan saja hancur"
"toh juga boneka, Jangan paksakan dirimu juga, Menangislah sepuasnya..."
"Cengeng..."
pesan itu membuat Moon terkekeh "aku sudah tak menangis seperti dulu"
"yah... seperti itu lah pesan nya..."
"Jangan pedulikan dia, dia baik-baik saja" tambah Boneka itu membuat Moon meremas boneka itu keras.
"Kau tau apa?!"
"aku?"
"Aku tak tau apapun hanya dapat merasakan penderitaan mu..."Jawab Boneka itu tersenyum Bodoh membuat Moon tersentak.
"Baiklah kau boleh mengawal ku"Ucap Moon dingin memasukan boneka itu ke dalam cincin penyimpanan tetapi boneka itu keluar kembali membuat nya terkejut.
"Nope.. nope.. tidak cengeng kau harus menganggap ku sebagai teman bukan barang"
"Tapi kau memang barang..."
"Tidak.. Sun mengatakan aku harus berada di samping mu!"Tegas Boneka itu membuat Moon heran siapa disini yang memerintah sekarang?.
"baik.. lah..."
Moon berjalan ke arah perpustakaan ,boneka itu ikut mengikutinya ke arah perpustakaan, lalu Moon mundur ke arah ruang latihan dan... hal yang sama terjadi membuat Moon tersenyum.
Ia lalu berlari ke depan dan kebelakang tetapi.. boneka itu tak mengikutinya membuat nya heran "kenapa kau tak mengikuti ku?"
"maksud mu.. ikut gila bersama mu? tentu saja tidak..."
Alex sangat ingin mengambil pedang di ruang harta dan menebas kepala boneka itu tetapi hal itu tak bisa ia lakukan membuat nya hanya tersenyum terpaksa sedangkan Sisi yang disebelahnya hanya menatap penuh keheranan.
"baiklah.. nona, tuan Sun biar kami yang mengurusnya di dalam pagoda jadi.. nona boleh keluar dan menghela nafas lega juga tenang"
"baiklah...."
Moon menghilang dari dalam pagoda , keluar lalu masuk ke dalam kamar nya yang berada di dalam akademi.
"haih..."
Moon bersanda pada pintu Kamar ,ia terlalu lelah untuk menuju ke kasur sekarang.
"kenapa harus.. terjadi lagi...."
__ADS_1
**Note author:
cuma bisa bilang like dan Comennt😁😄**