Takdir Bintang Kembar

Takdir Bintang Kembar
Kabut Kegelapan


__ADS_3

"ada apa!"


"dia.. disana... sel.. rusak.."


Ragina berusaha menstabilkan nafas nya tetapi ada sesuatu yang seolah menutup paru-paru nya membuat nya sangat sulit bernafas.


"mereka--"


Ragina pingsan membuat Arisu membuka suara menceritakan yang terjadi tadi suara aneh dan juga hilang nya para tahanan.


Penjelasan itu membuat raut wajah Posaidon memburuk "pengawal panggil seluruh pengguna sihir di kerajaan untuk mempersiapkan segel lima abad malam di dalam kegelapan"


Perintah Poseidon menghentakkan trisula nya tiga kali memberi sinyal kepada seluruh prajurit bawah laut.


>>>>>>>>>


"hais.. kenapa lambat begini sih..."umpat sun berenang seperti perenang profesional tetapi hal itu tidak berguna dan bahkan lumayan lambat pada dimensi duyung.


"anak ini sangat munyusahkan"umpat sun membuat Moon menghela nafas "kau harus terbiasa ia memang menyebalkan sejak lahir"


"kau tau bukan--"


"srang...."


banyak panah mengarah ke arah mereka membuat mereka memasanf raut wajah kesal.


"cepat!"


mereka berenang tetapi terlambat panah itu sudah hampir mengenai mereka.


"jleb...."


suatu benda hijau menghalau panah itu membuat mereka terbangu "kakak! aku berhasil"seru Rose senang.


"hiks.. adik manis ku sudah dewasa"


>>>>>>>>>>


"srup...."


"hei.. kau merasakan awan gelap ini sangat aneh?" tanya ther ia sering melihat hal seperti ini di dunia dimensi nya tetapi ia merasa janggal dengan yang satu ini.


"akan hujan..."


"kalau tentang itu aku sudah tau... tapi...."


"tik... tik..."


air hujan membasahi meja mereka membuat wajah dewa waktu menjadi gelap hingga tak sengaja memecahkan cangkir di tangan nya.


"dia datang...."


"siapa?"tanya prime melihat wajah dewa waktu tidak baik sama sekali membuat wajah ikut memucat.


"jangan katakan...."


ther bergegas pergi tetapi dihentikan oleh dewa waktu "anak-anak itu kita harus menyelamatkan mereka!"seru prime mengeluarkan kertas portal tetapi kertas itu tidak berfungsi membuat wajah nya bertambah pucat.


"ini buruk... sangat buruk...."


>>>>>>>>>

__ADS_1


"tidak... harus nya tidak seperti ini...."gumam seseorang dengan pakaian penyihir membolak-balik halaman buku dengan wajah pucat.


"ramalan.. nya... berubah"


"apa maksud mu white?"


"ramalan nya terjadi perubahan... dimensi duyung..."


"black magic kau bisa membuka portal?"tanya whute megic membuat black magic mengeluarkan beberapa kertas portal nya tetapi hal itu tak kunjung dapat membuka satu portal pun.


"ini....."


"lebih buruk dari pada yang ku bayangkan..."


Note author:


bagi kalian yang penasaran bisa baca novel yang berhubungan yaitu "SANG KARMA" jangan lupa like dan foto.


>>>>>>>>


"PRAJURIT!! BERSIAP!"


"cekrek!"


Nisa menyiapkan senjata nya dengan wajah marah juga Eredhel yang mulai berubah kulit nya membiru karena di penuhi racun mereka semua sama-sama dalam keadaan mental yang di penuhi kemarahan.


"kami kembali"


"syukurlah kalian.. aku tidak menyangka akan secepat ini"ucap Amfrite ia mengeluarkan tongkat nya bersiap menyerang.


di depan mereka sudah ada kabut hitam yang bergerak cepat menghampiri mereka seakan kabut itu berniat melahap mereka.


semua penyihir di barisan terdepan melafalkan mantra membentuk perisai mengelilingi portal seluruh warga Atlantis panik tetapi seorang prajurit wanita memberikan arahan membuat mereka tenang dan berbaris untuk mengungsi.


"Rina.."panggil Amfrite membuar wanita itu berenang ke arah nya dan berlutut hormat


"ada apa Ratu ku..."



"terus perintahkan para prajurit untuk tidak lengah awasi sekital bahkan pasir yang mereka pijak tetap harus mereka perhatikan"


"baik apapun perintah anda Ratu"


wanita itu pergi ke arah berisan prajurit dapan dan berteriak apa yang di perintahkan Ratu dengan lantang dan tanpa rasa gugup sedikit pun membuat beberapa prajurit disana kagum.


"Ibu!" panggil seorang anak membawa senjata sangat mirip dengan Amfrite membuat nya mengangkat dagu nya.


"kau.. ajak anak-anak ini untuk masuk dan berlindung"


"tidak! sebagai tuan putri aku bertugas untuk melindungi rakyat meski harus mempertaruhkan nyawa!"seru anak itu marah mengangkat senjata nya tinggi-tinggi.


"ARIEL!"


"tidak ibu! aku harus bergerak"


"ukh... apa yang terjadi?"lirih tofan bangun di saat yang tidak tepat membuat sun sangat ingin memukul kepala nya.


"aah.. anak-anak ini yang ibu sebutkan tampat lemah di depan ku"ucap Ariel dengan tatapan menghina.


"kalian hanya membuat susah kerajaan ku harus nya kalian tidak datang kesini"hina Ariel mendorong rose pelan membuat nya terdorong ke belakang.

__ADS_1


"ARIEL!"


"tunggu sebentar...."


suasana mendingin air disekitar moon berubah menjadi buliran-buliran es membuat berdiri di hadapan Ariel "ha.. ha.. seperti nya terlalu banyak drama disini bisakah semua nya tenang?" ajak sun menjulurkan tangan langsung di tepis keras oleh Ariel.


"seperti nya aku belum memperkenalkan diri.."


"aku adalah Ariel anak satu-satu nya Rajan dan Ratu atlantis Putri sekaligus calon putri mehkota disini jadi kalian memerlukan izinku untuk menyentuh atau membelai rambut ku meski sehelai atau seinci apapun"



"wow... kau sangat mirip dengan Arisu"gumam Sun tanpa rasa kesal sedikit pun membuat Ariel kesal.


"kalian diam dan jangan lengah"perintah Amfrite lalu pergi dari sana menuntun beberapa prajurit untuk memasang pertahanan.


"kalian hanya manusia rendahan..."


"kami ini calon dewa tau!"seru tofan tak sadar bahwa panah prajurit meleset ke arah nya membuat sun menangkap panah menyebabkan telapak tangan tergores.


"tidak-tidak-tidak"


sun dengan cepat menutup tangan nya agar darah nya tak dapat keluar ia sangat panik tetapi luka itu sudah kembali tertutup membuat nya menghela nafas.


"kretak!"


pelindung itu retak membuat seluruh prajurit bersiap mengarahkan senjata nya kedepan


"ayo cepat masuk!"ajak moon menarik tangan Ariel dan rose tetapi ditepis oleh Ariel "aku tidak mau bersembunyi--"


"astaga ayo!"seru sun membawa Ariel paksa membuat nya mengeluarkan gelombang air tetapi hal itu tudak dapat sedikit pun melukai sun.


"apa yang terjadi!?"


"kau masuk saja cepat!"


"tapi...."


tofan berusaha berenang tetapi tidak bisa ia hanya terlihat berlari ditempat "AKU TIDAK BISA!!"teriak tofan ia sangat ingin menangis sekarang.


"astaga..."


sun melemparkan Ariel ke arah moon dengan cepat mereka bergegas berenang ke arah kerajaan


"deg!"


pengaruh obat nya menghilang mereka kini tak dapat bernafas di dalam air membuat kedua gadis itu menahan nafas.


lalu dengan cepat moon membentuk bola udara diletakan nya pada rose dengan cepat ia menghantar hingga sampai gerbang istana.


"TAR!!!"pelindung itu pecah membuat kabut itu masuk juga dengan hewan aneh yang menyeramkan.


"krieet.." pintu istana terbuka sudah ada Ragina dan Arisu disana menyambut dengan wajah lega.


saat mereka ingin masuk...


"hap!"seseorang memegang kuat bahu moon membuat nya terkejut.


"gadis.. kecil.. kau mau kemana?"gumam seorang demon dengan aura menakutkan disekelilingnya membuat mereka tak dapat bergerak.


__ADS_1


__ADS_2