
"woah... kau keren sekali"ucap xiao mon membuat naga putih bingung.
"keren???"
"em... maksudnya kau luar biasa"jelas xiao mon membuat naga putih mengangguk.
"baiklah namamu siapa"tanya xiao mon membuat naga itu menggeleng gelengkan kepala.
"aku tidak memiliki nama tapi manusia dan hewan lainnya memanggilku
naga yin"ucap naga putih itu.
"baiklah bagaimana kalau kamu kuberi nama winter bagaimana apa kau menyukai nya"tanya xiao mon sambil tersenyum.
naga putih berfikir sejenak lalu tersenyum"baiklah".
"bagus kita kembali sekarang"ucap xiao mon menggendong tas rotannya lalu memegang tangan winter lalu menghilang.
dewa emas dan dewi perak menunggu dengan sangat khawatir tiba tiba xiao mon muncul di hadapan mereka awalnya memang sulit mengenali karena penampilannya berubah tapi melihat sikap xiao mon mereka langsung mengenali nya.
"guru murid kembali"ucap xiao mon menggandeng tangan winter.
"fuuh... kau berhasil"ucap dewi perak merasa lega.
"em... mana sun apa dia belum kembali"ucap xiao mon menoleh ke kanan dan kekiri mencari keberadaan xiao sun.
"belum dia masih berada di sana"ucap dewi perak merasa khawatir.
"aah.... anak yang satu itu slalu membuat orang disekitarnya khawatir"ucap dewa emas kesal tetapi tetap merasa sangat khawatir.
"eh siapa yang berada di sampingmu itu nak"tanya dewi perak.
"eh... ini naga yin binatang kontrakku kuberi nama winter bagaimana??"tanya xiao mon membuat kedua gurunya tercengang.
__ADS_1
"ya ya kau sangat hebat mon guru bangga padamu"ucap dewi perak.
"murid sangat bahagia mengetahui hal itu"ucap xiao mon sambil tersenyum.
"bagaimana keadaan sun sekarang ya" ucap xiao mon menoleh ke belakang.
****
disisi xiao sun:
"aahk.... bug"xiao sun terjatuh dari langit.
"kretek.... sial pendaratan yang tidak keren"umpat xiao sun kesal meregangkan tulang tulangnya.
"apakah ini yang dinamakan gunung neraka api"ucap xioa sun lalu merenung sejenak.
"woah... aku tak merasa akan sekeren ini api di mana mana tapi kenapa tidak merasa panas ya apa ini ilusi"ucap xioa sun bingung.
"kukira naga itu adalah mahluk yang bijaksana"ucap xiao sun terkekeh geli membuat naga hitam itu kesal.
naga hitam itu mendengus lalu menyemburkan api ungunya ke arah xiao sun dengan gampang dielak oleh xiao sun.
"wekk.... gak kena"ucap xiao sun menjulurkan lidahnya membuat naga hitam itu tambah kesal dan terus melemparkan bola api ungu ke arah xiao sun.
"ups tidak kena"
"terlalu lambat"
"ck ck ck"
ucap xiao sun setiap menghindari setiap serangan, naga itu terus bertambah kesal melihat seorang anak kecil dengan mudah menghindari serangan nya dan juga mrngatainya.
"baiklah cukup!!!"ucap xiao sun lalu diam ditempat membuat sang naga terkekeh lalu mengumpulkan tenaga dan bola api yang sangat besar di dekat mulutnya.
__ADS_1
"woah keren" ucap xiao sun terkagum kagum.
lalu bola api itu dengan cepat melesat ke arah xiao sun.
xiao sun terkekeh geli"bola api kecil datang lah padaku"ucap xiao sun sontak membuat naga hitam itu berpikir bahwa dia gila.
saat bola itu mulai sampai xiao sun dengan cepat mengeluarkan pedang emas nya lalu dengan mudah membelah bola api itu seperti membelah tahu bulat.
sontak naga itu kaget serangan utama nya di gagalkan oleh seorang anak kecil.
malu??? tentu saja siapa yang tidak malu jika seorang anak belum mencapai umur sepuluh tahun mengagalkan serangan utama mu.
"yah... kurasa sekarang kita bisa bicara" tanya xiao sun menyarungkan kembali pedang emasnya.
"HUH..... BAIKLAH APA YANG KAU INGIN BICARAKAN"ucap naga hitam penuh dengan tekanan yang kuat dan menatap xiao sun penuh kemenangan.
xiao sun menatap naga hitam itu dengan ekspresi aneh seolah mengatakan"heh... apa yang kau lakukan kenapa menatapku seperti?"
naga hitam itu sontak terkejut dengan ekspresi seolah tidak terjadi apa apa naga hitam itu langsung melemparkan seember lahar dan menyiramkannya pada xiao sun dan sangat berharap gadis itu mati terbakar.
xiao sun lupa menghindar terkena lahar itu dia berteriak.
"ahk..."
teriakan itu membuat naga hitam lega.
"eh tunggu aku baik baik saja"ucap xiao sun meraba tubuhnya baik baik saja hanya baju nya yang sedikit terbakar.
naga hitam itu kaget ingin pingsan rasanya melihat gadis itu baik baik saja.
"hei... aku kan sudah bilang aku ingin bicara malah kau serang aku kan belum sempat menyerangmu"protes xiao sun membuat naga itu sangat ingin menutup telinganya tapi tidak bisa.
"huh.... baiklah apa mau mu"ucap naga itu pasrah membuat xiao sun menyeringai jahat.
__ADS_1