
"jadi begitu ceritanya..... eh..."
sun kaget melihat raut wajah moon yang em.... yah.... kurang menyenang langsung buru-buru keluar dari kamar namun langsung dihentikan oleh moon.
"kau mau kemana... hah.... rahasia sebesar itu kau sembunyikan dariku sangat lama...."
"ah.... kita melupakan rose"
seketika raut wajah moon berubah langsung berlari menuju ruang pelatihan.
"fiuuh... selamat"
moon sampai di ruang pelatihan melihat keadaan rose sudah kelelahan membuat moon khawatir lalu menurunkan tekanannya.
melihat rose masih berdiri itu membuat moon senang lalu menghampiri rose.
"bagaimana pelatihanmu"
"wah... hosh... kak.... aku..."
"sudah jangan di jawab lagi tidurlah besok ada perlombaan yang harus kita ikuti"
"baik kak"
lalu rose berjalan menuju kamar bersamaan dengan masuknya sun kedalam ruangan.
saat masuk sun marasakan aura membunuh dari arah moon membuatnya cepat-cepat meninggalkan ruangan namun lagi-lagi dihentikan oleh moon.
dengan berkeringat dingin sun mendekat kerah moon lalu memasang senyum bodoh.
"hiks... kau tega... hiks.. menyembunyikan sesuatu dariku"
isak moon membuat sun bingung.
"ada apa denganmu"
"bug!!!"
satu pukulan keras mendarat di wajah sun membuatnya jatuh.
"itu balasan karena kau menyembunyikan sesuatu dariku"
"hais... kau ini mulai mirip seperti perempuan"
"KITA MEMANG PEREMPUAN SUN"
"ah... iya ya kenapa aku bisa lupa"
"bercandamu tidak lucu"
"tetapi kau berhenti menangis kan"
"baik-baik kau menang aku memaafkan mu mari berlatih"
"ok"
"luck sisi tambah tekanannya hingga batas maksimum pagoda"
"apa tuan dan nona yakin ini sangat berbahaya"
"lalu apa gunanya kami berlatih"
luck dan sisi hanya pasrah lalu menaikkan tekanan sampai batas maksimum.
langsung sun dan moon jatuh seluruh tubuh mereka remuk mulut mereka tak berhenti mengeluarkan darah.
__ADS_1
mereka sekuat tenaga bangun tetapi kembali terjatuh tekanan yang sangat luar biasa mereka bahkan tak bisa tersenyum walau di paksakan.
berjam-jam berlalu akhirnya mereka berhasil berdiri meskipun bertumpu pada paha mereka.
tak habis-habisnya darah keluar dari mulut mereka meskipun sangat cepat sembuh namun rasa sakit tak terhitung rasanya.
dengan setengah mati moon dan sun mengelilingi lapangan sebanyak 10 kali lalu dengan susah payah meminum racun dan saling bertarung hingga terjatuh lemas tak bertenaga baju mereka benar-benar basah oleh darah dan keringat.
sisi dan luck tak bisa menyembunyika rasa kagumnya lalu dengan cepat membersihkan tubuh sun dan moon lalu menidurkannya di kamar.
"kau tau ini tak wajar untuk anak berusia sepuluh tahun"ucap sisi diangguki cepat oleh luck.
"kau benar mereka benar-benar monster kurasa mereka akan melampaui orang tuanya"
"monster lagi mereka iblis sudah pasti mereka akan melampaui orang tua mereka"
>>>>>>
"bug!!"sesuatu menghantam perut sun keras membuatnya mebulatkan mata.
"kakak!! kakak hari ini perlombaan ayo kita berangkat"teriak pelan rose masih menindih tubuh sun membuat sun kesal sedangkan moon yang sudah bangun tertawa keras.
"baiklah.... ayo bersiap-siap"
rose senang lalu menggandeng tangan moon keluar dari pagoda disusul oleh sun yang merutuki nasibnya.
mereka menuju turnamen diadakan melihat banyak peserta sudah mengantri untuk mendapat no urut membuat mereka tidak kaget karena memang seperti ini kejadianya sama seperti orang ngantri sembako di dunia modern (berebutan).
saat mereka sedang asik mengantri
tiba-tiba seekor kuda datang menembrak setiap orang yang mengatri saat hampir mendekatinrose ingin menabraknya langsung kuda itu berhenti lalu bergentar ketakutan.
"hei... anak kecil minggir tuan muda keluarga xin ingin lewat"
karena tak ingin memukul siapapun mereka membiarkan tuan muda songong..... itu lewat tetapi tidak dengan rose.
"hei... kalian curang"
prajurit itu hanya memandang rendah lalu berniat menendang rose tetapi kakinya dengan cepat di patahkan oleh moon.
"ah... kakiku!!"teriak prajurit itu kesakitan.
"kami sudah membiarkan kalian lewat jangan macam-macam lagi"ucap moon dengan nada yang sangat dingin membuat semua prajurit itu pura-pura tak melihat temannya yang sedang kesakitan.
akhirnya suasana kembali damai.... hingga giliran mereka mengambil no lalu mereka masuk dan duduk di kursi peserta biasa.
"sun kau dapat no berapa"
"sebentar aku cek dulu..."
"****.... no 1739 kau"
"no 1738"
"aku kak no 1740"
"kita yang datang awal aja dapat no segini berarti banyak banget dong yang ikut perlombaan pantas saja memakan waktu 30 hari"
"tidak sun itu di bilang terlalu singkat berarti.... lomba kali ini pasti sangat susah hingga membuat peserta sebanyak itu gagal"
"kurasa kau benar"
mereka lalu melihat kearah arena... arenanya sangat luas seluas 50 lapangan sepak bola juga batas tampung penonton nya juga sebanyak 7 kali penggemar bts.
sangat lama akhirnya pertandingan dimulai semua penonton bersorak semangat membuat mereka tutup telinga saking kerasnya suara penonton.
__ADS_1
"BAIKLAH TURNAMEN INI BLA... BLA.. BLA...."ucap pembawa acara berbasa basi selama beberapa menit sebelum memulai acara.
"BAIKLAH UNTUK PERTANDINGAN PERTAMA SETIAP PESERTA HARUS MENGANGKAT BATU BESAR INI MENGITARI LAPANGAN TAK BOLEH MENGGUNAKAN KEKUATAN QI JUGA PIL"ucap pembawa acara menunjuk batu yang sebesar bukit kecil setidaknya itu yang dipikirkan rose,moon juga sun.
"ah... itu tidak mungkin"
"iya pasti tak akan ada yang lulus"
ucap semua penonton heran.
"NO 1 HINGGA 500 SILAHKAN MEMASUKI AREA TURNAMEN"
"wah.. kurasa giliran kita akan cepat sun"
"ya kau benar..."
"kakak... apakah itu berat"
tanya rose ragu.
"tidak berat sama sekali itu hanya seberat 5 pohon mangga raja"
"ah... benarkah kak seringan itu hore..."
dari 500 orang tadi hanya 50 orang yang dapat mengitari lapangan itu pun dengan susah payah.
"NO 501 SAMPAI 1000 MEMASUKI AREA TURNAMEN"
lagi-lagi hal sama terjadi hanya menyisakan 50 orang bahkan ada kejadian lucu di mana putri dari sebuah keluarga berteriak seperti orang gila,
tuan muda yang menendang-nendan batu,bahkan ada yang memukul-mukul batu tapi malah berteriak kesakitan membuat semua penonton tertawa.
"BAIKLAH NO 1001 SAMPAI NO 1500 DIHARAPKAN MEMASUKI ARENA"
"eh... bentar lagi giliran kita"
"iya santai aja pasti lama kok"
"iya aku tau jugaan ujian ini gampang-gampang saja"
"kakak apakah aku bisa..."
"tentu saja rose kau bisa kakak akan sangat bangga padamu"
"moon lihat itu xiao ping"
langsung moon mengarahkan pandangannya kearah seorang putri dengan pakaian mewah berbagai perhiasan tengah mengangkat batu dengan susah payah sampai-sampai berkeringat yang membuat make up nya luntur terlihat seperti badut hallowen.
lantas seluruh penonton tertawa terbahak-bahak membuat xiao ping merasa malu lalu berlari keluar arena.
sontak mereka tertawa keras tetapi suara tawa mereka di tutupi oleh oleh teriakan menghina penonton.
"ha... ha... ha... kakak dia jelek sekali bukankah dia kakak jahat"
"iya dia sudah mendapat karmanya"
#karma is real
NOTE author:
teman-teman pembacaku percaya atau tidak aku selalu membalas komentar kalian jadi tolong like dan vote komik ini biar authornya niat sering-sering crazy up.
pliase.... ya teman-teman kakak-kakak vote kerena vote itu gratis aku ngemis kak... dek... semua tolong ya....
karena semua itu gratis
__ADS_1
thanks....