Takdir Bintang Kembar

Takdir Bintang Kembar
masuk ke dalam akademi dewa dewi


__ADS_3

sun muncul kembali membawa sesuatu di tangannya moon menghela nafas lega mengira itu akan menyelesaikan masalah.


"nah!"


sun menyerahkan selimut membuat dewa emas bingung.


"selimuti guru perak nanti ya~~"ucap sun tersenyum nakal lalu menarik tangan moon yang lalu mereka dengan cepat masuk kedalam pagoda meninggalkan dewa emas yang membatu di sana.


saat dewa emas sadar dia sangat kesal


langsung melempar selimut itu kelantai langsung secarik kertas ikut terjatuh membuat dewa emas mengerutkan keningnya lalu mengambil secarik kertas itu lalu membaca nya.


"dasar! jangan membohongi dirimu sendiri! guru sialan! masuk ke kamarmu dan lihat apa yang terjadi di sana... oh... jangan lupa bawa selimutnya!"


tanpa pikir panjang dewa emas mengambil selimut dan bergegas menuju tempat di mana dewi perak berada.


saat masuk kedalam ruangan ia melihat dewi perak tidur memeluk dirinya sendiri kedinginan membuat dewa emas bingung.


"aneh harusnya dia kuat terhadap dingin"gumam dewa emas heran.


lalu angin berhembus jendelanya terbuka,dewa emas menghela nafas lalu menutup jendela tapi keadaan dewi perak tak kunjung membaik hal itu membuat dewa emas menyentuh tangan dewi perak.


"dingin"gumam dewa emas lalu berfikir.


ia kaget mengingat bahwa dewi perak masih memiliki racun dingin khusus meskipun sudah tak berada di tubuh aslinya racun dingin khusus ini dapat ikut masuk kedalam roh tubuh racun ini masih belum di temukan penawarnya.


dewa emas panik lalu menyelimuti dewi perak sudah lama tapi keadaan dewi perak tak kunjung membaik membuat dewa emas panik lalu ia melihat kembali selimut yang di berikan sun terselip secarik kertas.


dengan hati-hati dewa emas mengambil kertas itu dari selimut dewi perak setelah membaca dewa emas langsung memerah hanya dua kata saja sudah membuat dewa emas panik.


"peluk dia~ uwu"


dewa emas lalu tidur di samping dewi perak dengan wajah memerah selama beberapa saat ia terus berfikir apa dia harus melakukan apa yang tertulis di kertas itu?.


merasakan sesuatu yang hangat di sampingnya dewi perak memeluk itu dengan erat membuat dewa emas kaget wajah nya merah padam tapi meski begitu tubuh dewi perak sangat dingin membuat dewa emas membalas pelukan itu mereka pun tertidur pulas sambil berpelukan.


>>>>>>>


paginya:


dewi perak merasakan sesuatu yang berat menimpanya ia terkejut wajahnya memerah sangat merah melihat dewa emas ada di sampingnya dan memeluknya dewi perak ingin berteriak tapi di tahan olehnya dengan sekuat tenaga dengan hati-hati dewi perak turun dari kasurnya lalu


mengingat-ngingat kejadian semalam.


mengingat bahwa dialah yang memeluk duluan membuat wajah dewi perak bertambah merah.


"Tok! tok! tok!"


mendengar suara ketukkan pintu dewi perak merapikan dirinya lalu membukakan pintu melihat moon di depan pintu membuat dewi perak bertanya ada apa moon memanggilnya.


"guru bersiap lah aku dan sun ingin membangunkan yang lain"ucap moon lalu pergi membuat dewi perak membangunkan dewa emas lalu bersiap-siap.


>>>>>>>


"baiklah... semua sudah berkumpul mari kita berangkat"ucap moon dingin diangguki oleh semua.


saat mereka ingin berjalan dewa emas menawarkan untuk mengantar mereka dengan ilmu teleportasi saat itu juga mereka langsung sampai membuat semua kagum kecuali rose,moon dan sun.


mereka sudah di depan pintu akademi lalu penjaga serba hitam awalnya mereka ingin meminta token saat


anak-anak memberikan token emasnya bergilir penjaga itu kaget melihat dewa emas dan dewi perak bersama mereka langsung mempersilahkan mereka masuk.


saat masuk kabut putih di mana-mana membuat mereka kaget bukan main sedangkan dewa emas dan dewi perak menghela nafas lalu tersenyum seperti bernostalgia.


moon tak ingin berbasa-basi langsung mengarahkan elemen anginnya mengusir kabut itu tapi itu justru membuat kabut semakin tebal.


sun hanya mendengus kesal mereka terpisah karena kabut sialan! ini tapi dia dan moon masih bisa berkomunikasi lewat ikatan batin mereka.


"ujian ini kekanakam sekali"batin sun kesal.


"sudahlah ikuti saja"balas batin moon juga kesal ia terpisah dengan rose.


panah-panah berdatangan dengan mudah sun dan moon menghindar sun bahkan menangkap panah itu lalu mematahkannya menjadi dua karena kesal.


selama 5 menit mereka diserbu begitu banyak anak panah setelah itu anak panah berhenti kabut pun menipis lalu menghilang memperlihatkan sekeliling mereka berdua terpukau akademi ini sangat mewah dan... APA INI! disini ada disain modern membuat mereka berdua kaget.


lalu mereka melihat sekeliling terkejut hanya mereka,rose,dewa emas dan dewi perak yang masih berdiri sedangkan yang lain tergeletak di tanah pingsan dengan satu anak panah menancap di di tubuh mereka membuat sun dan moon berfikir kenapa hanya satu dari beribu anak panah tadi?.


"plok! plok! plok!"


suara tepuk tangan yang berasal dari kakek tua yang menawarkan mereka masuk ke dalam akademi.


"wah... kalian bertiga bisa menghindar dengan gesit di usia kalian yang sedini ini"ucap kakek itu terkesan.


"kalian juga membawa dua orang hebat bersama kalian"ucap kakek itu melirik dewa emas dan dewi perak.


"apa kakek tidak mengenal mereka?" tanya moon bingung.


"mengenal? mereka siapa aku tidak kenal?"ucap kakek itu bingung membuat sun dan moon tambah bingung sedangkan rose diam tak tau apapun.

__ADS_1


seketika rahang dewa emas mengeras


lalu dengan cepat mengarahkan tinjunya ke arah kakek itu dengan cepat kakek itu menghindar.


"kau tak mengenal kami pak tua!"ucap dewa emas mengarahkan tinjunya bertubi-tubi kakek itu berkeringat dingin menghindari tinju itu apa salahnya!? pikir kakek itu bingung entah kenapa ia merasa bersalah.


"maka akan kubuat kau mengingatnya" ucap dewa emas tersenyum dingin terus menerus menyerang membuat kakek itu berkeringat dingin berusaha mengingat dengan keras.


dewi perak hanya diam menepuk keningnya kecewa gurunya bahkan tidak mengingatnya.


saat dewa emas mengendalikan emasnya menyerang kakek itu baru


kakek itu teringat.


"AH! kau emas ya dan itu perak"


seketika dewa emas memberhentikan penyerangannya lalu tersenyum dingin kakek itu melirik kearah dewi perak juga tersenyum dingin.


seketika juga kakek itu berkeringat dingin lalu menghilang dari sana disusul oleh dewa emas dan dewi perak ikut menghilang meninggalkan mereka.


"eh... dasar guru sialan"umpat sun kesal.


"kakak.... kakek itu aneh aku takut"ucap rose memeluk erat moon membuat moon gemas lalu mencubit pelan pipi rose.


"tenang kakak akan melindungi mu"


"trimakasih kak"ucap rose memeluk erat moon.


"huh... pelukan untukku mana?"tanya sun memelas membuat rose sedih lalu memeluk sun dengan erat.


"ah... kau akan selalu kami lindungi" ucap moon dan sun bersamaan membuat rose senang.


"em... moon kita punya masalah"ucap sun menghela nafas lelah.


moon melihat sekeliling lalu mengangguk anak-anak itu masih pingsan dan para orang dewasa pergi mereka sangat ingin berteriak tapi di tahan sekuat tenaga mengingat rose kecil mereka berada di sisi mereka.


dengan terpaksa mereka mencabut setiap anak panah yang sudah menancap tubuh teman mereka lalu mengobati menidurkan mereka dengan rapi.


sun menghela nafas lelah lalu ikut tidur di atas tanah membuat moon mendengus lalu mengambil anak panah yang tadi di tujukan ke arah mereka saat meneliti lebih lanjut moon mematung terkekeh geli lalu mamatahkan panah itu menjadi dua membuat sun kaget.


"ada apa moon!?"


"ini obat pelumpuh tingkat 3 dapat membuat seseorang koma selama 2 bulan jika tak di beri penawar"


ucapan moon mebuat sun tersenyum lalu menghentakkan kaki nya ketanah seketika tanah itu retak membuat rose kaget.


"Kakak...."lirih rose membuat sun dan moon kaget lalu menghampiri dan menghibur rose.


"karena kakak-kakak itu ngantuk ingin tidur"ucap moon diangguki cepat oleh sun.


"ah~ anak-anak apa kalian lama menunggu"ucap kakek itu tiba-tiba muncul membuat rose takut lalu bersembunyi di belakang moon.


"sangat lama"ucap moon dan sun bersama membuat kaket itu tersenyum canggung.


"ah... kenapa kalian bereaksi begitu"


"kenapa kau memberikan obat pelumpuh tingkat 3 pada mereka?" tanya moon dingin membuat kakek itu meneguk ludah kasar.


"anak-anak ini tau apa ini hal yang wajar di masa sekarang?"batin kakek itu heran.


"em... kek apa kau bisa berikan obat penawarnya"


"yah... sebenarnya aku bisa tapi.... sayangnya akademi ini memiliki peraturan harus terbiasa dengan lingkungan"


"oh..."moon dan sun mengangguk mengerti membuat kakek itu senang anak ini dapat dengan mudah di bodohi padahal di telah menghabiskan penawar itu untuk sesuatu yang lebih penting dari ini.


"blar!"


sun dan moon mengarahkan pukulan mereka ke arah kakek itu membuat kakek itu kaget lalu dengan cepat menghindar membuat mereka memukul tanah.


satu bidang tanah hancur membuat kakek itu kaget setengah mati seingatnya ia sudah memasang sihir penguat tingkat tinggi untuk memastikan bahwa murid-murid tidak merusak aset sekolah.


"disini rupanya kau pak tua!"


dewa emas muncul di belakang kakek itu membuat kakek itu tersentak kaget.


"kenapa hari ini aku sangat sial"gumam kakek itu ingin sekali menangis tanpa air mata.


"sudahlah guru sudah ingat tak perlu merepotkannya lagi"ucap dewi perak tiba-tiba menenangkan dewa emas.


dewa emas menghela nafas lalu kembali menyatukan emasnya menjadi koin biasa membuat kakek itu bernafas lega.


"em... sepertinya kau membuat


anak-anak marah"ucap dewi perak menunjuk sun dan moon yang tersenyum dingin menatap mereka.


"ha.. ha.. soal itu bla.. bla.. bla.."kakek itu tertawa canggung berusaha menjelaskan tapi... penjelasannya berputar-putar membuat dewi perak memutar bola matanya malas... gurunya memang tidak pernah berubah.


"oh... jadi begitu"ucap moon dingin sudah berada di samping dewi perak.

__ADS_1


"yah... begitulah..."ucap sun menahan amarah mengepal erat tangannya.


moon menghela nafas


"baiklah... bisakah kau berikan penawar yang tersisa"


"em.... sebenarnya ada tapi itu penawar untuk pelumpuh tingkat 2 jadi... saat di berikan mereka tidak akan langsung sadar akan melanjutkan koma selama


2 minggu"


"ya... tidak apa dari pada 2 bulan" celetuk sun kesal.


akhirnya kakek itu memberikan penawar pada semua teman mereka lalu memindahkan mereka semua membuat sun dan moon kaget.


"kau pindahkan kemana mereka?"


"yah... ke ruang medis"


"baiklah karena kalian bertiga yang sudah berhasil melewati pintu dengan mudah maka aku akan memberikan kartu nama emas ini pada kalian agar kalian mendapat izin khusus melakukan apa pun disini termaksud akan di bela jika mendapat pembulyan"


"em.... kau bilang pembulyan tapi murid disini cuman kami bukan?"tanya moon mengangkat sebelah alisnya membuat kakek itu tersedak.


"lupakan ambil saja"ucap kakek itu memberikan kartu nama yang bertuliskan nama mereka.


moon mengambilmya lalu membagikan itu pada sun dan rose.


"ekhem! pak tua kami ingin mengatakan sesuatu kepada mu"ucap dewa emas diangguki oleh dewi perak.


"eh... ya.. katakan saja"


dewi perak menghela nafas lalu menceritakan segalanya tentang mereka membuat kakek itu hanya mengangguk lalu terkekeh geli.


"oh... rupanya pak tua sudah tau jawaban dari masalah ini"ucap dewa emas menyadari tingkah laku kakek itu.


"em... yah.. kalian tinggal pergi ke alam baka masuk kedalam istana raja ming lalu meminta agar tidak jadi mengantarkan roh yang kalian ingin kan itu saja"ucap kakek itu dengan santai menjelaskan diangguki mengerti oleh mereka.


"eh... tapi anak ingusan itu susah di bujuk jadi... kalian harus membujuknya dengan baik"


>>>>>>>


"hachu!"


"astaga! bisakah kau berhenti bersin!"


"ada lagi seseorang yang berbicara tentangku"


"oh ya.... banyak orang di sini membicarakan mu karena kau tak ingin mencari pasangan-"


"kau kan tau apa alasannya!"


"tapi... abad ini kau akan mendapat api rintangan dan dewa matahari tak ada dan masih tersegel di dalam matahari dan dewi bulan juga masih tersegel di dalam bulan"


"tapi... bagaimana? apa ada cara lain?"


"yaampun... kau kan bisa bertanya pada dewa waktu"


"TIDAK! kau tau hubungan ku dengannya tidak sebaik itu bukan


?!"


"yah... terserah kau saja... semua yang membantumu pasti akan langsung terbakar raga beserta jiwanya jadi sangat sulit menemukan seseorang yang kebal terhadap api tapi.... aku memiliki 5 daftar orang yang memiliki tubuh yang murni dari dimensi kuno"


"kau... mencuri berkas dari ruang menyimpanan"ucap raja ming kaget membuat nya tersenyum canggung.


"em... yah ini kan juga demi kebaikan mu"


"sudahlah bawa saja kelima orang itu"


"hais... kau bersikap layaknya raja saja padahal kau hanya berurusan dengan dukumen sebenyak ini"


"trimakasih pujiannya sekarang pergilah!"usir raja ming membuatnua mengumpat dalam hati lalu berlalu pergi membuat raja ming berdecak kesal.


"ck! dewa... waktu ya..."


>>>>>>


"oh... anak manis wajah mu mirip seseorang tapi... aku tidak yakin orang itu masih ada atau tidak"ucap kakek itu ingin menyentuh rose tapi dengan cepat rose menghindar lalu menghampiri moon.


"kakak... kakek itu aneh"ucap rose bersembunyi memeluk erat moon membuat kakek itu merasakan sesak di dadanya.


"eh.. kenapa kau terlihat tidak senang makanya jangan bersikap aneh"cibir sun membuat kakek itu bagaikan tertusuk panah benar-benar tepat sasaran.


"apa kau memiliki istri?"tanya moon diangguki oleh kakek itu.


"apa namannya rufta"


seketika kakek itu tersedak dewi perak menepuk-nepuk punggung agar lebih baik.


"ba.. bagai mana kalian tau"

__ADS_1


"em... bagaimana ya..."


"bagaimana jika kami mengatakan kami tau di mana anakmu"ucap sun datar membuat kakek itu bertambah kaget.


__ADS_2