Tempatku Untuk Pulang

Tempatku Untuk Pulang
Bab 100 ungkapan hati


__ADS_3

Hampir satu jam sudah Laura terlantung-lantung di depan bioskop menunggu kedatangan Kasih dan Arga. Dia yakin sekali bahwa ini bioskop yang dikatakan Kasih.


Namun batang hidung keduanya bahkan sama sekali tak nampak. Kini Laura mulai merasa bosan namun dia masih saja bertahan di sana.


Lalu entah dari mana toba-tiba dia tersadar, apakah mungkin Kasih sengaja mengerjainya.


"Cih, sialan. Kenapa aku buang-buang waktu disini?" umpat Laura kesal.


Sementara Kasih dan Arga kini begitu menikmati kencan sederhana mereka. Keduanya sedang asyik menonton film di apartemen Alvin.


Mereka berdua duduk lesehan di karpet bulu-bulu ruang tengahnya. Tampak Kasih duduk manja di pangkuan Arga serta pria itu memeluk Kasih dari belakang.


Sesekali Arga menciumi pipi Kasih sambil menggodanya. Kesibukan mereka di kantor nyatanya cukup menyita waktu.


Meski setiap hari bertemu namun Arga dan Kasih selalu melakukan pekerjaan. Kini mereka benar-benar ingin meluangkan waktu berdua.


Sebenarnya Kasih ingin sekali mengatakan semua kepada Arga tentang kehamilannya juga tentang Pak Aryo. Namun entah kenapa tiba-tiba lidahnya jadi kelu.


Jadilah Kasih menahan sementara niatannya itu. Dia masih ingin menikmati secuil momen romantis ini bersama Arga.


Kebetulan film yang mereka tonton ini bergenre romantis sehingga ada beberapa adegan mesra diantara pemainnya.


Sebenarnya Arga sudah sangat terpancing namun dia berusaha menahannya. Dia tak ingin merusak momen sebab Kasih telah mengatakan bahwa setelah berakhirnya kontrak mereka dia ingin menjalani hubungan tanpa memburu nafsu. Itu artinya Arga harus menahan diri hingga resmi menikah.


Tiba di akhir film memperlihatkan sebuah pasangan yang bahagia dengan keluarga kecil mereka.


"Sayang, suka filmnya?" tanya Kasih membelah keheningan.


"Hmm.. Suka. Endingnya bagus" ujar Arga.


Kasih pun menoleh menatapi pria kesayangannya itu. Sejenak berpikir apakah itu pertanda jika Arga akan menerima dirinya yang sedang mengandung.


"Ada apa?" Arga merasa heran melihat ekspresi Kasih.


"Mas Arga, alasan apa yang membuat Mas jatuh cinta kepadaku?" tanya Kasih tiba-tiba.


Arga pun menaikkan kedua alisnya. Kemudian mencubit ujung hidung Kasih.

__ADS_1


"Masih mau tanya? Nggak butuh alasan buat mencintai kamu sayang."


Kasih pun mengernyitkan keningnya. Dia seakan tak puas dengan jawaban yang di berikan Arga.


"Bukan itu sayang, aku butuh jawaban yang jelas." entah kenapa Kasih sangat ingin memastikan keseriusan Arga.


Arga pun mengerti apa yang dimaksud Kasih. Perlahan dia memutar tubuh Kasih agar menatapnya. Dibelainya lembut pipi Kasih kemudian mengecup singkat di bibirnya.


"Saat pertama kali melihatmu tergeletak di jalan aku sudah merasakan sesuatu hal berbeda di hatiku. Tapi saat itu aku belum menyadarinya sebab statusku yang menjadi suami seseorang. Tapi semakin lama rasa itu semakin dalam. Sentuhanmu, perhatianmu, ketulusanmu tak pernah aku rasakan dari wanita manapun. Dan kini aku sangat yakin bahwa kamu adalah wanita terbaik yang diperuntukkan kepadaku." Arga mengutarakan semua yang ada dalam benaknya. Tampak dari sorot matanya yang begitu tulus.


"Jadi, jangan coba-coba untuk pergi dariku. Karena aku tak akan membiarkan itu. Dan siapapun yang berani mengganggu bidadariku ini harus berurusan dulu dengan Arga Wijaya." Arga tersenyum manis kepada Kasih.


Tak disangka bahwa jawaban Arga sebegitu menyejukkan untuknya. Tanpa sadar air mata jatuh membasahi pipi mulusnya.


"Loh kok nangis sih malahan?" Ucap Arga panik.


Kasih cepat-cepat menggeleng dan tersenyum lebar. Dia memeluk Arga dengan erat.


"Aku nangis bahagia mas, setelah semua yang aku lalui ternyata Tuhan begitu baik mempertemukan aku denganmu. Aku mencintaimu Mas" ungkap Kasih.


"Mas lebih dan sangat mencintaimu sayang. Aku sudah sangat tidak sabar, ingin sekali pernikahan kita di percepat saja." ujar Arga dengan wajah penuh permohonan.


Kasih pun hanya bisa tertawa melihat ekspresi Arga yang begitu memelas. Dia tahu pria itu sedang mati-matian menahan hasratnya.


"Sabar dong. Nanti kalau waktunya pasti nikah kok." ujar Kasih menenangkan.


"Iya sayang, aku juga harus fokus dulu dengan Gala perusahaanku. Harus dipersiapkan begitu matang supaya tidak ada kendala apapun." ujar Arga dengan semangatnya.


"Emm.. Itu penting banget ya buat mas?" tanya Kasih sedikit ragu.


"Penting banget dong sayang. Itu menandakan kesuksesan perushaan yang sudah ku perjuangkan selama ini. Makanya aku tidak mau memikirkan masalah lain dulu sampai acara itu selesai. Sekaligus nantinya aku mau mengumumkan tentang rencana pernikahan kita ke publik." ucap Arga.


Melihat begitu antusiasnya Arga memikirkan acara itu akhirnya membuat Kasih kembali mengurungkan niatannya. Dia tak ingin membebani Arga dengan kehamilannya.


Biar saja untuk sementara ini dirinya bertahan sendiri. Setidaknya ada kelegaan bahwa Arga tak pernah main-main dalam mencintainya.


...****************...

__ADS_1


Alvin kini mulai disibukkan dengan mengurus hotel milik Aryo. Bahkan Aryo sudah mengalihkan hotel tersebut menjadi milik Alvin.


Namun Alvin bukanlah orang yang serakah dan bahagia begitu saja. Dia tetap merasa bahwa hotel itu masih milik Aryo dan dia bertanggung jawab penuh atas pengelolaan hotel itu.


Dia juga meminta ijin kepada Kasih bahwa dirinya mungkin akan sering pulang larut malam.


Di sela-sela kesibukannya dia tetap meluangkan waktu menghubungi kekasih hatinya.


Seperti saat ini dirinya sedang melakukan panggilan video dengan Ratna. Melihat wajah cantiknya menjadi semangat tersendiri untuk Alvin. Ratna yang saat ini sudah pulang ke rumah orang tuanya di Semarang.


"Lembur lagi?" tanya Ratna melalui panggilan videonya.


"Iya sayang, aku harus mempelajari semua berkas ini." ujar Alvin.


Ratna melihat wajah Alvin yang tampak begitu lelah. Rasanya tak tega dan ingin sekali memeluknya namun jarak terpisah di antara keduanya.


"Jangan capek-capek sayang. Aku nggak mau kamu sakit nanti." ujar Ratna Mengingatkan.


"Iya sayang sebentar lagi selesai kok. Sabar ya, ini semua demi masa depan kita." Alvin tersenyum menatap Ratna yang semakin hari dirasanya semakin cantik.


"Alvin, sebenarnya pernikahanku dimajukan jadi dua minggu lagi. Bagaimana ini." tampak air muka Ratna yang cemas.


"Tidak apa-apa sayang, aku akan tetap siap untuk menikahimu sayang. Aku tidak akan membiarkan orang lain menikahimu. Kau milikku Ratna." ujar Alvin.


"Tapi bukankah itu dekat dengan acara gala perusahaan Arga? Apa tidak masalah jika kamu tidak datang?" tanya Ratna.


"Tidak apa-apa sayang. Setelah dari acara itu aku langsung bergegas ke Semarang untuk menjemput cintaku." ucap Alvin dengan senyum lebarnya.


Ratna pun hanya bisa tersipu dengan kata-kata Alvin.


Tak disangka bahwa Alvin yang terkenal playboy kini benar-benar luluh oleh Ratna. Baginya tak ada wanita lain yang paling berharga selain Ratna.


Semoga saja keputusannya ini menjadi awal baru bagi Alvin dalam menjalani kisah baru dalam hidupnya.


Menghapus segala kisah kelam di masa lalunya dan berganti dengan kebahagiaan hidup bersama pujaan hatinya.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2