Tempatku Untuk Pulang

Tempatku Untuk Pulang
Bab 105 pernikahan yang gagal


__ADS_3

Di sebuah ruangan tampak wanita cantik berdiri memandangi dirinya sendiri. Dengan balutan gaun berwarna putih menjuntai dengan indahnya.


Tak menyangka hari yang sangat dia nantikan akhirnya datang juga.


Tapi hal itu juga membuatnya merasa gelisah. Hari penentuan dirinya akan menikah dengan siapa.


"Ratna, kamu sudah siap nak? Yaampun putriku cantik sekali. Akhirnya sebentar lagi kamu menikah sayang." lamunan Ratna langsung buyar ketika sang mama menghampirinya.


Wanita paruh baya yang sudah membesarkan dirinya selama ini. Gurat senyum di wajahnya terlihat begitu tulus penuh pengharapan. Hari ini, putri kecilnya yang tumbuh menjadi wanita dewasa telah siap menikah.


Dia tak dapat menyembunyikan kebahagiaannya karena hal ini yang telah dinantikannya sejak dulu. Melihat sang anak duduk di pelaminan bersama pasangannya.


Bulir-bulir air mata di sudut netranya tak terbendung lagi. Suasana haru pun menyelimuti ruangan itu.


"Ma, kok nangis sih. Ratna jadi ikutan mau nangis nih. Nyebelin deh." gerutu Ratna.


"Mama cuma bahagia sayang, akhirnya anak mama, oh yaampun." Mama Ratna tak kuasa menahan air mata bahagianya.


Kedua insan tersebut pun saling berpelukan. Saling memberi semangat satu sama lain.


Namun Ratna sebenarnya begitu gundah. Sebab dari semalam Alvin tak menghubunginya sama sekali. Dia takut jika Alvin tak datang.


Tapi berkali-kali Ratna menguatkan dirinya. Pasti Alvin akan datang, dia sudah berjanji kepadanya.


Entah apa yang sedang dilakukan Jody saat ini. Dia bahkan berhasil mengundur waktu pernikahannya. Setengah jam berlalu dan belum ada tanda-tanda bahwa pengantin pria sudah datang.


Namun setelah beberapa saat akhirnya sepupu Ratna memanggilnya.


"Ratna, ayo bersiap. Pengantin pria sudah datang." ujar Nova, sepupu Ratna.


"Dia.. Datang?" Ratna tak percaya.


Nova pun mengangguk. "Pantes kamu bahagia sekali, ternyata calon suami kamu ganteng banget Ratna." ujar Nova.


Ratna pun hanya tersenyum malu-malu. Alvin memang selalu ganteng baginya. Apalagi jika memakai setelan tuksedo pastilah bertambah tampan berkali lipat.


Acara pernikahan Ratna memang dilakukan di kediamannya. Memanfaatkan halaman rumahnya yang luas dan dihias sedemikian rupa. Namun tak mengurangi keindahannya.


Namun untuk acara pemberkatan dilakukan di gereja yang letaknya tepat berada di samping rumahnya.


Dada Ratna serasa bergemuruh saat membayangkan Alvin mengucap janji suci untuknya. Dia meyakinkan dirinya bahwa semua akan berjalan baik.

__ADS_1


Namun saat memasuki gereja dia melihat altar dimana seorang pria berdiri di samping pendeta.


Degg!


Jody tampak berdiri mengenakan tuksedo hitamnya. Dia menatap ke arah Ratna. Sejenak dia tertegun akan kecantikan Ratna mengenakan gaun pengantin.


Bak boneka hidup, begitulah gambaran dalam hati Jody.


Sementara Ratna hatinya terasa begitu sesak dan kecewa. Kenapa bukan Alvin yang berdiri di hadapannya.


Bahkan Ratna sempat berpikir bahwa Jody sengaja menjebaknya agar mereka tetap menikah.


Dengan tangan yang bergetar Ratna berjalan menuju Altar dengan didampingi sang ayah.


Air matanya hampir keluar menahan rasa kecewa bahwa ternyata rencananya menikah dengan Alvin telah gagal.


Kini Ratna hanya bisa pasrah menjalani hidupnya bersama Jody yang sama sekali tidak pernah dicintainya.


Saat sampai di Altar Ratna tampak memandang Jody dengan tatapan kecewa. Jody pun tahu apa yang dirasakan Ratna saat ini.


Saat pendeta hendak memulai ikrar tiba-tiba Jody menghentikannya.


"Tunggu, saya tidak bisa menikah dengan Ratna." ujar Jody yang langsung mengundang reaksi terkejut semua orang.


"A-Apa yang kamu lakukan Jody?" bisik Ratna.


"Aku tidak bisa menikahimu Ratna, karena aku tidak pernah mencintaimu. Maafkan aku." tanpa menatap wajah Ratna, Jody langsung menuruni Altar dan berjalan keluar.


Tentu saja semua orang dibuat kaget dan tidak percaya dengan apa yang telah dilakukan Jody. Bahkan Ratna sempat mendengar suara teriakan orang rua Jody. Dia benar-benar syok dibuatnya.


Sementara Ratna hanya bisa berdiri terpaku dalam diam. Tak beranjak dari tempatnya sedikitpun.


Air mata meleleh dari kedua netranya. Entah perasaan apa ini? Bahagia atau sedih. Ratna sampai tak bisa menebaknya.


Secercah harapan muncul dari benak Ratna, mungkin saja ini adalah rencana Jody dan Alvin akan segera datang menggantikannya.


Namun setelah sekian lama Ratna menunggu tak ada sosok Alvin yang datang.


Bahkan hingga petang Ratna terus menunggu di dalam kamarnya tanpa melepas gaun pernikahannya berharap Alvin akan datang menemuinya.


Tangisnya langsung pecah saat menerima pesan singkat dari Alvin.

__ADS_1


"Ratna, maafkan aku. Aku tidak bisa menepati janjiku. Aku telah gagal. Maafkan aku."


Ratna yang terlanjur sakit hati langsung membanting ponselnya. Dia menangis dengan histeris. Bahkan kedua orang rua dan kerabatnya sampai ikut sedih meratapi nasib wanita itu.


"Ratna, buka pintunya sayang. Tolong nak buka.." Mama dan Ayah Ratna mencoba untuk membuka pintu kamar Ratna yang terkunci.


Sementara Nova, saudara sepupu Ratna merasa sangat marah hingga diam-diam keluar mencari keberadaan Jody. Pria yang telah menghancurkan pernikahan sepupunya.


Setelah beberapa saat akhirnya pintu kamar Ratna berhasil di dobrak. Kedua orang tuanya dibuat terkejut saat melihat tali yang tergantung di atas atap kamar Ratna.


"Ratna hentikan. Apa yang kamu lakukan nak?" Ayah Ratna segera meraih tubuh Ratna yang sedang berjinjit di atas kursi rias. Tangis pilu tak mampu dibendung lagi.


"Mama.. Aku gagal jadi anak mama. Aku gagal membahagiakan mama.." isak tangis Ratna menggema dalam ruangan itu.


...****************...


"Katakan Alvin, apa yang telah kamu lakukan nak? Kenapa pria itu sangat marah padamu. Siapa Ratna?" Aryo memberondong Alvin dengan berbagai macam pertanyaan.


"Maafkan Alvin Pa, sebenarnya Alvin mau menikah dengan Ratna. Tapi setelah Kasih mengalami kejadian itu aku membatalkannya." ujar Alvin.


"Kamu mau menikah? Kenapa Papa tidak tahu?" Aryo begitu terkejut.


Begitupun Kasih yang mengobati luka Alvin di ruang keluarga pun ikut terkejut.


Akhirnya Alvin menceritakan semuanya tanpa terkecuali. Aryo dibuat pusing dengan keputusan Alvin ini.


"Alvin, kamu ini laki-laki nak, jika kamu ingin menikahi seseorang maka lakukan secara jantan. Jangan dengan rencana konyolmu itu. Kau pikir itu benar meminta anak orang dengan cara seperti itu." Aryo pun akhirnya mengomeli Alvin.


"Maafkan aku Pa" ujar Alvin seraya menundukkan wajahnya.


"Lalu kamu masih mau menikahinya?" tanya Aryo kembali.


Alvin pun langsung mengangguk. Dia masih sangat mencintai Ratna.


"Iya Pa, aku mau."


"Baiklah, kalau begitu kamu bersiap. Kita ke rumahnya. Tunjukkan kalau kamu memang laki-laki bertanggung jawab." ujar Aryo.


"Pa, Apa Kak Alvin akan menikahi Mbak Ratna?" tanya Kasih antusias.


Aryo pun mengangguk. Kasih merasa senang, akhirnya sang Kakak menikah juga.

__ADS_1


Tapi dalam hatinya dia pun juga menginginkan hal itu. Apakah mungkin dirinya juga mendapatkan kesempatan yang sama. Menikah dengan Arga.


...****************...


__ADS_2