Tempatku Untuk Pulang

Tempatku Untuk Pulang
Bab 68 Spend time with you


__ADS_3

"Hari ini jadwal saya apa lagi Kasih?"


"Jam satu siang nanti ada Meeting dengan investor baru dari Australia Pak." jawab kasih sembari menyodorkan ipad yang berisi materi meeting.


"Setelah itu?" tanya Arga.


"Tidak ada Pak, hanya pekerjaan kecil memeriksa beberapa berkas untuk lusa" ujar Kasih.


Arga hanya mengangguk pelan. Seperti biasa, manusia itu jarang sekali menampilkan banyak ekspresi, hanya tatapan seriusnya semakin membuatnya tampak mengintimidasi.


"Setelah meeting nanti kamu bawa barang-barang kamu, mungkin kita tidak akan kembali ke kantor lagi hari ini." ucap Arga.


"K-kita mau kemana pak?" Kasih mulai sedikit penasaran.


Arga tak menjawab. Hanya senyuman lembut yang dia dapatkan.


Dia jadi salah tingkah sendiri sementara banyak karyawan lalu lalang saat mereka berjalan keluar menuju mobil.


"i just want to spend time with you, baby" bisik Arga saat mereka sudah berada di dalam mobil.


Gawat, hanya begitu saja jantung Kasih langsung berdegup kencang. Arga terlalu tampan dan mempesona jika bersikap manis seperti itu.


...****************...


Meeting yang dilakukan Arga dan Kasih akhirnya selesai dalam satu jam. Sejauh ini semuanya berjalan dengan lancar.


Seperti yang dikatakan Arga, mereka langsung meluncur menuju suatu tempat. Kasih tak berani bertanya jika Arga sudah mode serius begitu. Tau-tau saja mereka sudah berada di bandara.


"Loh, kita mau kemana Mas?" kini Kasih mulai penasaran.


Lagi-lagi Arga hanya tersenyum manis sambil menarik pinggang Kasih agar berjalan lebih rapat dengannya.


Sebuah pesawat jet pribadi berada di depan matanya. Tampak seorang pramugari dan pilot menyambutnya.


Arga berbincang sebentar dengan sang pilot sebelum mereka mulai memasuki pesawat itu.


Rupanya itu adalah pesawat pribadi milik Arga. Interior pesawat itu tampak mewah dan lengkap.


Ini pertama kalinya Kasih menaiki pesawat pribadi sebagus ini. Biasanya dia hanya menaiki pesawat komersil dengan kelas bisnis itu sudah yang terbaik.


Baru saja Kasih duduk seorang pramugara sudah datang sambil membawa dua cangkir berisi coklat hangat dan kopi serta biskuit.

__ADS_1


"Mas, kita mau pergi jauh ya, kok nggak bilang-bilang sih. Aku nggak ada baju ganti nih." Kasih mulai resah.


"Semua sudah Mas siapin, sayang. Semua kebutuhanmu" ucap Arga santai sambil menyeruput kopinya.


Kasih hanya bisa tertegun melihat pria disampingnya itu. Meski kadang sulit di tebak namun dia selalu dihujani cinta olehnya.


Tak pernah dirinya merasakan cinta seperti ini. Meski dulu dia begitu dicintai Felix namun bersama Arga, seolah tak ada keraguan lagi. Pria itu benar-benar membuatnya jatuh hati.


Tak terasa satu jam berlalu pesawat akhirnya sudah mendarat di bandara. Kasih yang baru saja keluar dari pesawat tersebut langsung bisa mengenali tempat itu.


"ini di Bali?" gumam Kasih.


Dibelakangnya sudah ada beberapa asisten Arga yang membawakan beberapa koper.


Mereka berlanjut menggunakan mobil. Selama di perjalanan Arga tak banyak bicara. Hanya sesekali memandangnya sambil tersenyum. Usapan kecil di punggung Kasih seolah semua tampak baik-baik saja.


Sampai akhirnya mereka sampai di pelabuhan. Namun pelabuhan ini tampak berbeda. Deretan yacht mewah berjajar di sepanjang dermaga.


Kasih menatap Arga dan tak mampu menyembunyikan keterkejutannya.Sementara Arga hanya mengulas senyum sambil mengecup lembut puncak kepala Kasih.


"As you wish, baby. Kita akan menikmati senja di laut." Arga mengusap lembut pipi Kasih yang sudah menjadi kebiasaannya.


Cukup aneh memang mereka masih memakai setelan pakaian kerja sementara orang-orang yang lain tampak santai memakai pakaian khas liburan.


Dia tak berhenti terkesima. Kasih bahkan merasa seperti mimpi. Mimpi yang benar-benar nyata.


"Suka?" tiba-tiba pertanyaan itu keluar dari mulut Arga.


"Suka.. Suka banget mas." Kasih yang sangat antusias bahkan tak berhenti mengulas senyumnya.


Arga meraih pinggang Kasih dan merapatkan ke dalam dekapannya. Menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajahnya karena terpaan angin.


"Selama kita menikmati holliday ini tolong jangan pernah bahas masalah apapun dulu, just for a while. ini hanya tentang kita berdua, tentang cinta dan masa depan kita. Ngerti sayang?" kata-kata itu berhasil membuat Kasih merasa begitu spesial.


Bagaimana bisa ada pria semanis ini. Lagi, dan lagi hati Kasih dibuat membuncah karenanya. Begitu terpesona dan gemas dengan pria didepannya ini.


Jika saja dia tak malu untuk mengekspresikan perasaannya mungkin Kasih sudah menggigit lengan pria itu saking gemasnya.


Namun dia urungkan dan sebagai gantinya Kasih mengecup bibir pria itu dengan singkat. Tentu saja Arga sangat senang dengan perlakuan manis Kasih.


.

__ADS_1


Kasih termenung menatap hamparan air laut didepannya. Mentari yang hampir tenggelam di garis cakrawala memancarkan cahaya jingga dan memantul di air menjadi keemasan.


Kebetulan air laut sedang tenang. Hanya deburan ombak kecil yang meliuk-liuk samar. Melihat pemandangan itu membuat Kasih mulai terhanyut dalam pikirannya. Begitu damai.


Tiba-tiba saja Arga datang dan memeluknya dari belakang. Wangi tubuhnya seolah menjadi candu untuk Kasih.


Perlahan Kasih menyenderkan kepalanya di bahu Arga. Seolah dia menemukan tempat ternyaman disitu.


Arga hanya bisa memandangi serta mengusap pelan lengan Kasih. Wanita itu benar-benar telah membuatnya jatuh hati.


Baru kali ini Arga merasakan cinta yang begitu dalam terhadap seseorang. Bahkan kehadiran Kasih merupakan anugerah terindah yang Tuhan berikan untuknya. Dia adalah obat bagi hati ya yang telah lama hancur.


Membayangkan jauh dari Kasih saja sudah membuatnya sedih, apalagi harus meninggalkan wanita itu. Arga tidak akan sanggup.


Bahkan Arga rela jika harus mengorbankan dirinya hanya untuk Kasih. permintaan papanya tentang meninggalkan Kasih agaknya tidak mungkin Arga turuti.


Tiba-tiba hatinya sesak sendiri membayangkan hal itu.Tidak, tidak boleh terjadi.


Tanpa sadar Arga menggeleng-gelengkan kepalanya sendiri. Hal itu membuat Kasih penasaran.


"Mas, kenapa?" tanya Kasih pelan.


"Tidak apa-apa sayang." jawabnya pelan.


"is everything okay?"


Arga hanya mengangguk kemudian merapatkan pelukannya. Kasih hanya bisa terdiam karena kesepakatan awal dengan Arga untuk tidak membahas konflik. Nun dia bisa merasakan bahwa ada sesuatu yang Terjadi dengan Arga.


Buktinya saja helaan nafasnya berkali-kali keluar. Tampak sekali pria itu sedang memendam masalahnya sendiri.


Tak ingin membuat Arga semakin sedih, Kasih pun mencoba untuk menghiburnya.


"Mas Arga terima kasih ya" ucap Kasih pelan.


"Untuk apa?" tanya Arga.


"Untuk semuanya. Karena Mas Arga hidupku jadi luar biasa indah. Aku benar-benar bahagia." suara itu, seolah menjadi suntikan energi baru untuk Arga.


"Aku juga terimakasih, sudah mau bertahan untukku padahal saat itu aku begitu brengsek. Aku menjadikanmu objek pemuas nafsuku. Aku menipumu dengan kontr-" belum sempat Arga meneruskan ucapannya tiba-tiba Kasih menutup mulut Arga dengan satu jari telunjuknya.


"Semua yang berlalu biarlah berlalu. Yang penting sekarang kita baik-baik saja, iya kan?"

__ADS_1


'Baik-baik saja', kalimat terakhir yang diucapkan Kasih seolah membawa atmosfer sendiri bagi Arga.


Ya, semua akan baik-baik saja. Ini baru permulaan dan Arga semakin yakin dan bertekad untuk memperjuangkan hubungannya.


__ADS_2