Tempatku Untuk Pulang

Tempatku Untuk Pulang
Bab 103 Jebakan untuk Kasih


__ADS_3

"Arga, bisa bicara sebentar, berdua?" Aryo langsung memanggil Arga begitu turun dari podium.


"I-iya Pak," Arga pun mau tak mau langsung berjalan menuruti Aryo.


Sementara Kasih dan Alvin diminta untuk tidak ikut dulu.


"Kak, apa yang akan dikatakan Papa kepada mas Arga?" Kasih mulai khawatir saat melihat ekspresi wajah Papa nya yang tampak sekali memendam amarah.


"Sudah ya, jangan di pikirkan. Mereka cuma ngobrol biasa kok." ujar Alvin Mencoba untuk menenangkan Kasih.


Aryo mengajak Arga berbicara di salah satu sudut ruangan itu. Tatapan serius itu terus menyoroti Arga.


Sementara Arga tampak sekali cemas dan gugup saat menghadap Aryo begini.


"Apa ini maksudnya? Kamu jadikan Kasih wanita simpananmu? Apa itu benar?" tanya Aryo dengan guratan kecewa tampak di wajahnya.


"Pak, saya bisa jelaskan..semua tidak seperti yang Pak aryo pikirkan." ujar Arga.


"Lalu apa Arga?"


Arga sejenak terdiam. Mengambil jeda sembari berusaha merangkai kata agar tidak membuat Aryo semakin salah paham.


"Begini Pak, awalnya hubungan kami memang sebuah kesepakatan. Saya tahu itu salah, tapi sungguh sekarang saya telah jatuh cinta kepada Kasih. Saya serius dan ingin menjadikan dia istri saya." ujar Arga berusaha meyakinkan Aryo.


Sementara itu Kasih masih gelisah menunggu Aryo dan Arga. Dia tak bisa tenang sama sekali.


Karena merasa sangat haus dia pun akhirnya pergi mencari minum. Baru saja dia akan mengambil minum tiba-tiba datang seorang pelayan memberikan minum untuknya.


"Terimakasih." Kasih mengambil minuman yang diberikan pelayan itu.


Dia langsung menenggak minuman itu. Namun saat masih menenggak sedikit dadanya terasa begitu sesak. Nafasnya mulai tersengal.


PPYYAARRR.....


Kasih langsung terjatuh dan juga gelas yang dipegangnya pecah seketika.


"Kasih.." Alvin langsung berlari dan juga orang-orang yang ada di tempat itu langsung heboh. Apalagi Wajah Kasih tampak memucat dengan bibir membiru.


Sementara Arga dan Aryo yang belum selesai berbicara ikut terkejut dengan kehebohan tersebut.


"Pak Arga, Kasih Pak.." ujar salah satu karyawan Arga.

__ADS_1


"Ada apa Kasih?" tanya Arga.


"Dia.. Dia pingsan Pak."


"Apa?" Arga langsung berlari mencari keberadaan Kasih.


Betapa terkejutnya saat Arga melihat Kasih tengah terkapar di lantai dengan tubuhnya yang dipangku Alvin.


"Arga, cepat panggil ambulan. Sepertinya Kasih keracunan." ujar Alvin.


"Anakku.. Ada apa ini? Kenapa anakku seperti ini?" Aryo tak kuasa menahan amarahnya.


Sontak saja ucapan Aryo langsung mengundang keterkejutan banyak orang. Siapa yang tak kenal Aryo, pria kaya raya yang bahkan hartanya tak akan habis sampai tujuh turunan. Jika Kasih anak dari Aryo maka dia jauh lebih kaya dari Arga.


"Kasih anak Pak Aryo?" Laura sangat terkejut mendengar itu.


"Nek, bagaimana ini? Bagaimana jika kita ketahuan nek?" Laura kali ini benar-benar takut.


"Sudahlah. Aku yakin tidak ada yang tahu Lau" ujar nenek.


Kasih langsung dilarikan ke rumah sakit. Sementara polisi langsung menyelidiki kasus ini.


"Kasih, bertahanlah sayang. Ku mohon..." Arga terus menggenggam tangan Kasih yang tampak semakin pucat.


Sampai di rumah sakit Kasih segera ditangani di unit gawat darurat. Cukup lama mereka di dalam.


Sementara Arga, Alvin dan aryo menunggu di luar.


"Maafkan Kakak Kasih, aku sungguh ceroboh tadi membiarkannya sendiri." Alvin tak kuasa menahan kesedihannya juga terus menyalahkan dirinya sendiri.


"Sudahlah Alvin, kita tidak tahu apa yang terjadi. Yang penting doakan adikmu semoga baik-baik saja." Aryo mencoba untuk menenangkan Alvin. Meski dirinya sendiri sedang kacau.


Arga bahkan terduduk lemas di lantai. Mengingat keadaan Kasih yang benar-benar menghawatirkan. Tampak air mata jatuh dari sudut netranya.


Tak lama kemudian Wijaya datang. Tampak sekali wajah tegangnya yang menyiratkan sebuah pertanda yang tak baik.


"Bagaimana keadaan Kasih, Arga?" tanya Wijaya.


"Pa.. Aku takut terjadi sesuatu kepada Kasih. Aku tidak bisa kehilangan dia Pa." Arga sudah tak bisa berpikir dengan jernih.


"Arga, tidak akan terjadi sesuatu kepada Kasih. Kamu harus tetap fokus dan percaya semua akan baik-baik saja." Wijaya mengingatkan Arga.

__ADS_1


Tak lama kemudian dokter keluar dari ruangan itu.


"Bisa bicara dengan keluarga pasien?" tanya dokter itu.


"Kami keluarganya Pak. Ada apa dengan putri saya?" ujar Aryo.


"Baiklah, Pasien mengalami keracunan akut. Beruntung pasien segera mendapatkan penanganan. Jika tidak mungkin pasien dan janin yang ada di dalam kandungannya tidak akan tertolong. Saat ini pasien masih kritis dan kami sekarang memindahkan ke ruang ICU." ujar dokter tersebut.


"Bagaimana bisa? Padahal aku sendiri yang sudah mengecek semua hidangan yang disiapkan di acara itu. Semuanya aman-aman saja. Tapi.. Apa? Kasih hamil dok?" Arga sangat terkejut mengetahui hal ini.


Namun tak lama kemudian Polisi datang menemui mereka.


"Maaf, Pak Arga. Kami menemukan rekaman CCTV juga salah satu saksi yang mengetahui kejadian tersebut." ujar polisi tersebut.


Polisi pun memberikan bukti rekaman tersebut dimana tampak Laura dan neneknya sibuk memasukkan sesuatu di dalam minuman kemudian menyuruh seseorang pelayan tersebut memberikan minuman kepada Kasih.


Arga benar-benar tak habis pikir dengan apa yang telah mereka perbuat. Rahangnya mengeras dan tangannya mulai mengepal.


"Bangsat.. Berani sekali mereka melakukan itu pada Kasih. Mereka harus menanggung akibatnya." Arga yang sudah terbakar emosi hampir memukul dinding kaca. Dia bahkan hendak pergi mencari keberadaan Laura dan neneknya.


Wijaya seketika menghentikan Arga. "Arga tenangkan dirimu. Pikirkan saja keadaan Kasih, mereka sudah ditangani pihak berwajib."


Arga begitu terpukul. Tak menyangka bahwa neneknya tega meracuni Kasih. Dia benar-benar merasa gagal melindungi Kekasihnya.


Aryo tampak diam sejak tadi. Tapi sebenarnya dia begitu marah dan murka dengan kejadian ini. Apalagi dirinya baru saja dekat dengan Kasih. Dan fakta baru yang membuatnya tak kalah terkejut adalah kehamilan Kasih.


Sementara Alvin sebenarnya sedang dilema besar. Besok adalah hari pernikahan dirinya dengan Ratna. Namun melihat keadaan Kasih yang sangat memprihatinkan tidak mungkin untuknya pergi meninggalkan adiknya tersebut.


Apalagi Papanya, Aryo tampak begitu terpukul. Tak mungkin juga meninggalkan mereka dalam keadaan begini.


Antara Ratna dan Kasih keduanya sama-sama orang yang sangat dia sayangi. Tapi Alvin juga sudah berjanji untuk tidak meninggalkan Kasih.


Lagi dan lagi. Hubungan ini kembali dalam masalah, Alvin bahkan mulai meragukan hubungan dirinya dengan Ratna. Sebenarnya Ratna dan dirinya benar-benar jodoh atau bukan.


Masalah silih berganti seolah semesta tak pernah mengijinkan mereka untuk bersama.


Haruskah kali ini dia merelakan Ratna untuk pria lain? Lalu bagaimana dengan perasaannya sendiri?


...****************...


"Pak, saya tidak salah. Ini semua ulah nenek bukan ulahku. Aku mau pulang, keluarkan aku dari sini." Laura terus berteriak dan memaki saat dia dan neneknya diamankan oleh polisi.

__ADS_1


"Semua salah nenek. jika saja nenek tidak melakukan itu pasti kita tidak mungkin di penjara. Masa depanku hancur gara-gara nenek." Tangis Laura pun akhirnya pecah.


__ADS_2