
Keceriaan rumah tangga Arga kini terasa lengkap dengan hadirnya sang bidadari kecil. Bahkan Arga masih tak menyangka bahwa dirinya kini benar-benar telah membina rumah tangganya dengan Kasih sebahagia ini.
Kasih adalah wanita terbaik yang pernah dia temui. Bisa mendapatkan cinta dari ya serta segala perhatiannya adalah anugrah tersendiri untuk Arga yang selama ini haus akan cinta dan kasih sayang.
Apalagi kehadiran bidadari kecil yang semakin melengkapi kehidupannya. Arsy Adelia Wijaya. Itulah nama bidadari kecil yang sengaja dipilih keduanya.
Gabungan dari nama Arga dan Kasih dia harapkan akan menjadi anak yang selalu bahagia dan sehat.
"aduh gemesnya ponakan aunty. Pengen peluk terus cium-cium. Gemes pokoknya. Sayang aku mau juga yang selucu ini." pekik Ratna yang tak henti-hentinya menimang-nimang keponakan bayinya.
"iya-iya ini kan lagi diusahakan. Tiap hari bikin masak nggak jadi-jadi." ujar Alvin.
"justru kalau keseringan malah nggak jadi-jadi." kekeh Arga.
"eh gitu ya. Habis enak sih." ujar Alvin dengan cengiran.
"Haduh, kalian ngomongin apa sih. Malu tuh didenger ibu sama yang lainnya." omel Kasih.
"Eh, iya maaf bu. Ibu tenang ya nanti Alvin kasih cucu lagi buat ibu." Alvin menghampiri Bu Dewi sambil memeluknya manja.
"Ibu nggak minta buru-buru sayang. Jalani pernikahan kalian dengan bahagia itu ibu sudah senang. Yang penting kamu dan istri kamu harus rukun. Urusan anak biar Tuhan yang atur." ujar Bu Dewi.
Ratna yang mendengar hal itu merasa sangat senang. Pasalnya dia sempat takut jika keluarganya akan menuntut untuk cepat hamil.
...****************...
Setelah tiga hari berada di rumah sakit dan keadaan Kasih yang cepat pulih mereka pun diperbolehkan untuk pulang.
Di rumah rupanya para kerabat sudah membuat kejutan. Berbagai macam kado sudah memenuhi ruang tamu kediaman Kasih dan Arga.
Belum lagi beberapa hidangan yang tersaji di meja makan sudah dipersiapkan untuk makan bersama keluarga besar itu.
"Sebanyak ini kadonya dari siapa saja sayang?" tanya Kasih yang tampak heran.
"Dari keluarga, teman-teman juga beberapa dari staf kantor sayang." ujar Arga.
"Nggak nyangka mereka semua ternyata begitu peduli kepada kita ya sayang." ujar Kasih dengan terharu.
"Karena mereka semua sayang kita sayang. Sayang Baby Arsy juga." Arga memeluk Kasih.
"Terimakasih ya sayang, sudah menghadirkan cinta yang luar biasa di hidupku. Apalagi hadiah terindah yang telah kamu kandung selama berbulan-bulan. Nggak nyangka hidupku akan sebahagia ini." ujar Arga sembari mengecup tangan Kasih.
"Aku juga terimakasih Mas, Hidupku berubah sejak kenal kamu. Aku benar-benar bahagia dan rasanya ingin terus seperti ini." Kasih membelai lembut wajah Arga. Pria yang kini telah mengisi hidupnya dengan penuh cinta.
__ADS_1
Tiba waktunya makan bersama kini semua keluarga telah berkumpul. Hanya tinggal Kasih yang tak ikut sebab dia harus segera beristirahat. Namun hal itu tak mengurangi sukacita mereka.
Semua menikmati hidangan yang tersedia. Ratna yang melihat udang saus padang begitu antusias untuk menyantapnya. Namun baru saja sesuap nasi yang dia masukkan ke mulut entah rasanya sangat aneh.
"Huekk.." Tanpa berkata-kata Ratna langsung berlari menuju toilet. Sialnya justru Ratna memuntahkan semua yang ada didalam perutnya.
"Sayang, ada apa denganmu? Kamu baik-baik saja?" tanya Alvin yang dengan sigap membatu Ratna.
"nggak tau kenapa kok rasanya aneh banget masakannya. Huekk.." Ratna kembali menundukkan kepalanya di wastafel.
"Alvin, kamu pakai parfum apa sih, kok nggak enak banget. Bikin aku jadi mual." rengek Ratna.
"Ya parfum biasanya sayang. justru kamu sendiri yang beliin." protes Alvin.
"Ganti deh, aku nggak bisa deket-deket kamu kalau gini sayang." ujar Ratna.
"terus gimana? Aku nggak bawa pakaian ganti sayang." ucap Alvin.
"Pakai apa aja sayang yang penting jangan pakai itu." mohon Ratna.
Mau tak mau Alvin pun menuruti permintaan istrinya. Dia pun meminjam baju Arga untuk mengganti pakaiannya.
"Ga, gue pinjam baju lo. Yang nggak ada bau parfumnya." ujar Alvin.
"Enggak, nggak tau Ratna tuh nggak suka sama parfumku. Padahal dia sendiri yang milih." ujar Alvin.
"jangan-jangan istri lo hamil? Soalnya Kasih waktu hamil kemarin juga sensian. Gue aja pernah tidur di luar kamar gara-gara salah milih shampo." ujar Arga
"Separah itu? Jangan-jangan Ratna hamil beneran?." ujar Alvin tak percaya.
"di cek dulu. Diomongin berdua. Semoga aja sih dikasih yang terbaik." ujar Arga sembari menepuk bahu Alvin.
"kalau sampe beneran wah gue salut. Daddy Alvin. Haha sepertinya cocok buat panggilan baru lo." ucap Arga lagi.
...****************...
Ratna tampak ragu-ragu saat ingin mengecek kehamilannya. Pasalnya kemarin dia mencoba dan hasilnya negatif.
Rasa sedih yang ditimbulkan bahkan bisa sampai berhari-hari. Bagaimanapun dia sangat mengharapkan kehadiran sosok buah hati.
"Sayang, apapun hasilnya jangan kecewa ya. Aku takut." ujar Ratna dengan mata yang sedikit mengembun.
"apapun hasilnya aku akan menerima dengan senang hati sayang. Jika hasilnya positif aku akan menjaga ibu dan bayi yang ada di perut kamu. Sedangkan jika hasilnya negatif maka aku akan tetap menerima dengan lapang dada. Itu artinya kita masih diberi kesempatan untuk belajar dulu." ujar Arga.
__ADS_1
"Belajar apa sayang? Bikin anak?" celetuk Ratna.
"eh, kalau itu sih nggak usah diajarin juga udah mahir. Maksudnya belajar menjadi orang tua yang baik sayang." Alvin yang gemas langsung mencubit ujung hidung Ratna.
"iya-iya. Kan cuma bercanda." Kemudian Ratna pergi ke kamar mandi untuk mencoba alat tes kehamilan itu.
Jantung Ratna rasanya berdegup kencang saat menunggu hasil tes tersebut. Bahkan dia sampai menutup matanya dengan kedua tangan.
Satu menit kemudian alat itu menunjukkan hasilnya. Ratna memekik tak kuasa menahan rasa terkejutnya.
"Sayang, sayang.." teriak Ratna yang baru keluar dari kamar mandi.
"pelan-pelan sayang jangan lari." Alvin langsung menangkap tubuh Ratna yang hampir terpeleset karena berlari.
"Lihat.. Lihat ini sayang." ujar Ratna.
Alvin menerima alat kecil itu yang mana terdapat dua garis merah. Itu artinya Ratna positif hamil.
"kamu serius sayang?" Alvin seolah tak percaya.
Ratna yang sudah berlinang air mata pun mengangguk. Dia tak kuasa menahan tangis haru karena berita ini.
"Baiklah nanti kita ke dokter ya sayang. Kita pastikan kandungan kamu. Sudah jangan menangis, aku sangat mencintaimu." Alvin mengusap air mata di pipi Ratna kemudian mengecup keningnya dan berakhir dengan pelukan.
.
Hingga tiba saatnya Ratna dan Alvin pun kini sedang berada di ruang tunggu poli kandungan salah satu rumah sakit ternama di kota itu.
Ratna tampak cemas sebenarnya namun berulang kali Alvin merengkuh bahu istrinya dan mencoba untuk menenangkan sang istri.
Tak berlangsung lama akhirnya nama Ratna dipanggil untuk menjalani pemeriksaan.
Ratna tidur terlentang di atas brankar sementara dokter mulai mengoleskan gel ke perutnya.
Saat alat yang dipegang dokter itu menyusuri perut Ratna perhatian Alvin pun tak lepas dari layar monitor yang sebenarnya dia sendiri kurang paham.
"Benar sekali bunda sedang mengandung. Usia kehamilan Bunda berjalan enam minggu. Dan kabar baiknya sepertinya kandungan Bunda adalah kembar." ujar Dokter.
"Apa dok? Saya hamil anak kembar?" tanya Ratna yang tak percaya.
Dokter pun mengangguk dan menjelaskan semua secara detail. Sementara Alvin tak terasa ada cairan bening meleleh di kedua sudut matanya.
"Sayang, terimakasih. Terimakasih banyak telah mengandung benihku. Aku janji akan menjadi orang tua yang baik untuk anak-anak kita. Semoga kamu sehat selalu sayang." Alvin tak malu mengecupi Ratna saking senangnya.
__ADS_1
...******** END ********...