Tempatku Untuk Pulang

Tempatku Untuk Pulang
Bab 26 first club


__ADS_3

"M_Mas Arga.." Kasih sangat terkejut melihat Arga yang sudah berdiri di belakangnya. Dia langsung menurunkan tubuhnya ke dalam air.


"Mas.. Sejak kapan pulang?" Kasih menundukkan wajahnya tak berani menatap Arga.


"Setengah jam yang lalu. Melihatmu disini jadi ingin ikut bergabung. Kenapa menyembunyikan tubuhmu di air begitu? Arga tampak tersenyum miring. Dan itu adalah tanda bahaya untuk Kasih.


"Come on baby, show your body" Arga meminta Kasih untuk berdiri tegak. Namun Kasih malah menggeleng dan tangannya melipat menutupi dadanya.


Tak menunggu lama Arga langsung menenggelamkan tubuhnya ke dalam kolam dan sejurus kemudian mengangkat tubuh Kasih.


Kasih yang terkejut langsung memekik. "Maasss... Nakal deh" Kasih langsung mencebik dan membuang muka.


Arga terkekeh melihat tingkah lucu sugar baby nya itu.


"Damn, you look so sexy. Bisa-bisanya kau sembunyikan tubuh seksimu ini di dalam air" ujar Arga yang tak bisa berhenti memandangi belahan dada Kasih.


Arga mendudukkan Kasih di pinggiran kolam. Dengan tangan yang mencoba kembali menutupi dadanya. Namun secepatnya Arga langsung meraih tangannya.


"Mas.. Malu.." Kasih menundukkan kepalanya. Wajahnya bahkan sudah merona.


"Kenapa malu? Aku bahkan sudah sering melihatmu telan.jang, tapi kalau pakai bikini sih jarang. Naughty" Arga kembali terkekeh.


"Ish, apaan Mas Arga aja membawakan baju begini semua." Protes Kasih.


"Tapi saya suka melihatmu begini. Seksi, Cantiknya jadi berkali-kali lipat" Arga menaikkan tubuhnya dan mencium bibir Kasih secepat kilat.


Sementara Kasih hanya bisa mematung menerima perlakuan Arga. Jantungnya memacu dengan begitu cepat.


"Sudah makan?" tanya Arga lembut.


"S_sudah tadi siang" jawab Kasih sedikit gemetar.


Hembusan angin menyapu tubuh basah Kasih membuatnya terasa dingin. Ditambah debaran jantungnya yang semakin tak menentu akhirnya menjadikannya sedikit menggigil.


Arga menyadari hal itu langsung beranjak mengambil bathrobe dan memakaikannya ke tubuh Kasih.


"Ayo masuk tubuhmu kedinginan" Arga meraih tangan Kasih dan menggandengnya memasuki kamar.


Arga yang juga memakai bathrobe duduk di sofa memangku Kasih dan memeluknya.


"Maaf seharian tidak bisa menemanimu. Pasti bosan sendirian" ujar Arga sembari mengecupi pipi Kasih.


"Tidak apa-apa kan memang Mas Arga kesini karena pekerjaan. Yang penting Mas kerjaannya beres. Diajak kesini saja aku sudah senang." tutur Kasih penuh pengertian. Hati Arga membuncah mendengar kepolosan Kasih yang penuh perhatian.


"Terimakasih baby" sekali lagi, Arga mengecup pipi yang sudah merona itu.

__ADS_1


"Kamu siap-siap ya, kita dinner di luar. Dress well baby"


Kasih pun menuruti Arga dan langsung beranjak ke kamar mandi untuk bersiap.


Selesai mandi Kasih bingung mencari pakaian yang akan dikenakannya. Empat potong gaun semuanya serba minim. Sementara di luar Arga sudah memanggilnya.


Akhirnya dia asal meraih salah satu gaun itu. Kasih menghela nafas kasar pasrah akan penampilannya nanti.


Setelah merias diri Kasih pun siap dan keluar kamar. Arga yang melihat penampilan Kasih pun langsung menelan ludah.


Andai saja mereka tidak janjian dengan Alvin mungkin Kasih akan habis di ranjang oleh Arga.


Bagaimana tidak. Penampilan Kasih benar-benar jauh berbeda dengan biasanya. Dia memakai mini dress hitam berbahan satin dengan tali spaghetti. Bagian punggungnya yang terbuka berhiaskan tali zigzag membentuk simpul pita di ujungnya.


Heels berwarna senada dengan rambutnya yang di kuncir ala pony tail menambah aura keseksiannya.


Sementara Arga tampak kasual dengan kemeja putih yang dibiarkan dua kancing atasnya terbuka dan celana selututnya dipadukan sepatu sket. Ketampanannya terpancar sempurna.


Keduanya berjalan keluar resort dan diluar Alvin sudah menunggu.


Alvin yang mulanya bersandar santai di mobil langsung berdiri tegak menyaksikan dua pasangan itu datang.


"Malam Kak Alvin" sapa Kasih.


"Jadi jalan gak nih?" protes Arga sambil menoyor kening Alvin.


"Eh_iya pak" Alvin segera berjalan memasuki mobil.


Alvin duduk di kemudi sementara Arga dan Kasih duduk di belakang. Arga tampak mengalungkan lengannya di pinggang Kasih. Melihat Bosnya yang terlihat bahagia tentu Alvin ikut bahagia.


Mereka sampai di sebuah restoran yang berada di pinggir pantai. Lokasinya jadi satu dengan club namun restoran tersebut letaknya lebih tinggi sehingga bisa melihat pemandangan sekitar.


Alvin dan Arga memilih tempat duduk di sisi pinggir agar bisa puas melihat pemandangan. Mereka bertiga menikmati makan malam yang sudah dihidangkan.


"Kasih kamu terlihat sangat berbeda. But over all so pretty" ujar Alvin memuji Kasih.


Kasih pun hanya tersenyum malu-malu menanggapi pujian Alvin.


Sementara Arga hanya melirik sinis ke arah Alvin. Seketika Alvin menutup mulutnya sebelum bosnya melempar garpu ke arahnya.


Setelah makan malam mereka turun ke area club. Ini adalah pertama kalinya bagi Kasih pergi ke tempat hiburan malam.


Dentuman musik DJ serta suasana ramai menguar di tempat itu. Kebetulan outdoor club itu berada di pinggir lepas pantai pantai.


Awalnya Kasih merasa tidak nyaman dengan pakaiannya yang begitu seksi didepan banyak orang. Namun saat melihat sekitar dia menemukan banyak wanita memakai pakaian yang tak kalah seksi dengannya bahkan beberapa hanya memakai bikini.

__ADS_1


Tak berselang lama Alvin langsung dihampiri oleh wanita berparas bule dengan rambutnya yang pirang. Penampilannya tak kalah seksi dengan Kasih.


Wanita itu langsung memeluk dan berciuman dengan Alvin tanpa sungkan dengan keberadaan Arga dan Kasih didepannya.


"Hey Honey. I miss you" ujar wanita itu.


Kasih tampak kikuk saat melihat Alvin seintim itu dengan wanita. Selama ini dia hanya melihat Alvin yang sibuk bekerja melayani Arga.


Sementara Arga tampak biasa melihat Alvin seperti itu.


Mereka bertemu beberapa teman Alvin yang sebagian besar adalah wanita-wanita cantik.


"Alvin, lama ya tidak ketemu" sambut salah seorang wanita yang saat ini menyambut Albin dengan pelukan.


"Iya Irene, aku sedang sibuk akhir-akhir ini" ujar Alvin.


Teman-teman Alvin juga menyapa Arga dan Kasih. Mereka tampaknya sangat gampang akrab dengan orang baru.


"Teman lo okey juga Vin" ucap salah satu teman Alvin saat melihat Arga.


Kasih yang berada di sampingnya langsung memeluk lengan Arga sambil menatap tajam wanita itu.


"Eh, tapi sayang sudah punya pasangan"


Kasih dan Arga mencoba menikmati suasana club itu. "Pernah ke tempat seperti ini baby?" tanya Arga sembari memeluk tubuh Kasih dari belakang.


"Belum. Ini pertama kali untukku" balas Kasih.


"kamu nyaman nggak? Atau kita pergi saja dari sini?" tanya Arga kembali.


"Aku nggak papa mas, asal Mas Arga tetap didekatku" ujar Kasih.


Sementara mereka menikmati suasana Arga merasakan ponselnya yang bergetar karena deringnya kalah dengan dentuman suara musik.


Dia mengecek ponselnya yang berada di saku celananya.


Tampak Felicia sedang meneleponnya. Arga begitu malas sehingga mengabaikan panggilan itu.


Namun lagi-lagi ponselnya bergetar. Arga langsung mematikan daya ponselnya sebelum ketahuan oleh Kasih. Karena dia pasti akan menyuruh Arga untuk mengangkat telepon itu.


Padahal saat ini Arga begitu muak dengan Felicia. Dia ingin menghabiskan waktu liburannya dengan Kasih tanpa gangguan.


Arga tak berhenti memeluk dan sesekali menciumi bahu Kasih. Bahkan saat ini dia begitu berani mencumb ui bibir Kasih di tempat itu. Karena beberapa orang di juga melakukannya.


Tanpa sadar ada sepasang mata yang terus memperhatikan keduanya dari jauh.

__ADS_1


__ADS_2