Tempatku Untuk Pulang

Tempatku Untuk Pulang
Bab 121 resepsi pernikahan


__ADS_3

Kasih terus mengedarkan pandangannya ke semua arah. Dia masih tak percaya bahwa resepsi pernikahannya akan berlangsung begitu mewah dan ramai tamu undangan begini.


Ballroom hotel tersebut telah disulap bak taman bunga. Dan luar biasanya semua hiasan tersebut merupakan bunga asli sehingga bau harum langsung menyeruak di setiap sudutnya.


Dengan berbalut gaun cantik berwarna soft blue karya salah satu desainer internasional membuat Kasih tampil bak putri dari negeri dongeng.


Wajah cantiknya yang tak pernah pudar bahkan semakin menawan dengan riasan flawlessnya.


Tampak Aryo yang sedang berbincang dengan beberapa koleganya langsung tersenyum melihat Kasih.


Dia langsung menghampiri Kasih dan memuji kecantikan putrinya tersebut.


"Ku pikir tadi ada bidadari turun dari langit, ternyata anakku." puji Aryo dengan senyum lebarnya.


Benar-benar kontras dengan sikapnya yang selama ini tampak dingin dan tegas. Nyatanya kehadiran seorang putri dalam hidupnya mampu memberi warna baru untuk Aryo.


Berkali-kali dia menggumam dalam hati. Tak henti-hentinya bersyukur pada Tuhan atas pemberian berkat berupa seorang anak yang cantik hasil buah cintanya dengan Hana.


Setidaknya kehadiran Kasih adalah obat untuk rasa rindunya terhadap Hana.


Arga yang juga sudah siap dengan setelan tuksedo berwarna abu-abu muda membuat penampilannya tampak semakin bersinar


Mereka adalah bintang malam ini. Sepasang raja dan ratu yang akan mencuri hati setiap tamu yang hadir.


Dengan saling bergandengan tangan Kasih dan Arga mulai berjalan menuju lantai dansa untuk menyapa semua tamu undangan.


Sorak sorai serta pujian kagum terucap dari mereka semua. Dan benar saja, dua insan itu berhasil mencuri perhatian semua orang.


Meski bahagia tak sedikit dari mereka yang merasa patah hati. Sebab diantara mereka ada yang menaruh hati baik kepada Arga maupun Kasih.


Meski di dalam gedung suasana cukup ramai dan meriah namun di luar penjagaan ketat pun dilakukan. Aryo tidak ingin pernikahan putrinya mengalami kendala.


Apalagi para tamu bukanlah orang-orang sembarangan. Diantara mereka juga banyak terdapat beberapa petinggi negara.


Dan satu hal yang tak kalah mencuri perhatian adalah kemunculan Alvin dan Ratna ke publik pasca mereka menikah.


Kebetulan semua karyawan AW Corp. Hadir dalam undangan tersebut.


Tentu saja hal ini menjadi perbincangan besar kala seorang Casanova menikah dengan karyawan paling killer di perusahaan.


Namun melihat keduanya yang begitu mesra membuat beberapa orang merasa senang terutama teman-teman Alvin. Akhirnya sang playboy tobat juga.

__ADS_1


Dengan adanya Ratna yang selalu disisi Alvin membuat para gadis-gadis yang berusaha genit kepada Alvin jadi urung.


Tampak juga Nova dan Jody, serta kedua orang tuanya yang merupakan kolega bisnis Aryo.


Di momen itu pula Keluarga Jody akan bertemu dengan keluarga Ratna.


Sebenarnya jauh sebelum pesta ini Ratna dan Alvin sudah menceritakan semuanya. Juga tentang hubungan mereka terjadi.


Awalnya Ratna kena amuk ibunya namun melihat keduanya yang saling mencintai akhirnya kedua orang tua Ratna pun memaklumi.


Orang tua Jody justru yang sampai saat ini masih merasa bersalah. Tampak Astri merasa sungkan sendiri saat melihat kedua orang tua Ratna. Begitu pula Nova yang saat ini bersama Jody, dia takut jika orang tua Ratna menganggap Nova sebagai perusak hubungan mereka.


Tiba-tiba saja Ibu Ratna menghampiri Astri, dia menyapa dengan senyuman seperti biasa.


"Jeng, apa kabar?" tanya ibu Ratna.


"B-baik, jeng sendiri apa kabar?" tanya Astri.


"Baik kok, lihat anak-anak senang aku ikut senang. Begitu ya jeng." balas ibu Ratna.


Astri hanya mengangguk kikuk. Sementara pandangan ibu Ratna berpindah kepada Nova. Gadis itu tampak menunduk ketakutan.


"Em, itu Budhe, dijemput Kak Jody." Nova benar-benar takut jika saja kehadirannya akan membawa masalah.


"Syukurlah, Jody titip Nova ya nak, dia ini anaknya polos jadi takutnya dia gampang nyasar." ibu Jody tak menunjukkan sikap marah sama sekali.


"Budhe nggak marah sama Nova?" tanya Nova ragu-ragu.


"Kenapa harus marah, kalau kalian saling suka ya malah baik. Jody juga anak yang baik kok." jawab Ibu Ratna.


Astri yang sejak tadi melihat sikap teman lamanya yang sama sekali tak marah pun akhirnya berusaha menghampirinya.


"Jeng, jujur aku minta maaf banget ya. Atas kelakuan Jody anakku, aku tahu saat itu keluarga kamu pasti sangat marah." ujar Astri.


"Yang lalu biarlah berlalu, kita sebagai orang tua hanya bisa berharap yang terbaik. Dan kita pun nggak jadi gagal besanan jeng, kan Nova mau nikah sama Jody. Ikut seneng aku." tentu saja hubungan kedua sahabat lama itu kembali terjalin baik. Semua akan baik-baik saja. Selama kejujuran selalu menyertai.


Arga sibuk menemui beberapa koleganya yang menjadi tamu di pernikahan mereka. Begitu juga dengan Kasih. Beberapa kolega Arga tentu mengenal Kasih sebab dia pernah menjadi sekretarisnya.


"Selamat ya Kasih, akhirnya kamu dan Arga sampai menikah. Sungguh aku ikut bahagia melihatnya." seorang pria mendatangi Kasih. Dia adalah Leo. Pria yang pernah bekerja sama dengan Arga dan juga pernah menyukai Kasih.


"Pak Leo, terimakasih, sudah menyempatkan hadir di sini." jawab Kasih.

__ADS_1


Keduanya pun tampak akrab mengobrol karena sama-sama saling mengenal. Sementara Arga yang tak sengaja melihat Kasih pun jadi senewen sendiri. Arga sangat posesif jika Kasih bersama pria yang pernah mendekatinya. Terutama Leo, pria itu dulu sempat merayu Kasih berulang kali.


Tanpa pikir panjang Arga langsung mendatangi Kasih. Dia langsung meraih pinggang Kasih dan merangkulnya dengan posesif. Sengaja memperlihatkan kemesraan itu kepada Leo.


"Hai Arga, aku turut senang dengan pernikahan kalian. Semoga langgeng ya." ujar Leo sedikit sungkan.


"Terimakasih Leo, kamu juga aku harap segera menikah." jawab Arga.


Mereka terlibat beberapa obrolan hingga akhirnya Leo yang merasa sungkan sendiri perlahan mulai undur diri.


"Huft, akhirnya pergi juga." gerutu Arga.


Kasih mengernyitkan keningnya. Gemas sendiri dengan sikap Arga yang mulai cemburu.


"Tadi Pak Leo cuma ngobrol aja sayang. Kok jadi sewot gitu?" protes Kasih.


"Gimana nggak sewot kalau lihatin kamu aja seperti itu." protes arga kemudian.


Tak berselang lama datanglah para istri-istri kolega Arga juga Aryo. Dengan tanpa malunya mereka langsung merengek kepada Arga.


"Yaampun nak Arga, nggak nyangka ya kamu menikahi wanita ini. Padahal saya sudah siap-siap kenalin putri kesayanganku ke kamu. Tapi kalah cepat, eh." ujar salah satu ibu-ibu.


Arga hanya tersenyum dan menanggapi santai. Namun tidak dengan Kasih.


"Begini ya ibu-ibu, Bukan masalah kalah cepat atau bagaimananya. Tapi memang Mas Arga sudah memilih saya. Kan perasaan tidak bisa dipaksa, kami saling mencintai dan saling melengkapi." ujar Kasih dengan percaya diri.


Arga yang sejak tadi diam memperhatikan istrinya hanya bisa tersenyum dan takjub. Rupanya Kasih sekarang sudah memiliki kepercayaan diri dan berani terhadap orang yang berusaha merendahkannya. Perasaan Arga menjadi berkali lipat cintanya.


Namun riba-tiba salah seorang pengawal Arga menghampirinya dan membisikkan sesuatu.


Arga dibuat terkejut dengan penuturan pengawal itu.


"Ada apa Mas?" Kasih pun penasaran.


"katanya ada wanita hamil yang sedang mabuk ingin masuk ke sini. Tapi petugas keamanan langsung mencegahnya." ujar Arga.


Kasih langsung terkejut. Dia sempat berpikir siapa orang tersebut.


"Mas, apa jangan-jangan dia.. Felicia?"


...****************...

__ADS_1


__ADS_2