Tempatku Untuk Pulang

Tempatku Untuk Pulang
Bab 71 tingkah konyol


__ADS_3

"Nggak boleh Mas, pokoknya nggak boleh masuk" Kasih mencoba untuk menahan pintu kamarnya.


"Tapi kan aku tunanganmu sekarang" protes Arga.


"Iya.. Tapi tetep aja nggak boleh masuk." Kasih kekeuh menolak Arga masuk ke dalam kamarnya.


"Ini villa milikku loh, jangan lupa itu. Jadi aku punya hak untuk masuk ke dalam." protes Arga.


"Yaudah aku aduin ke kak Alvin. Biar dibatalin tunangan kita"


"H-hah?" Arga terperangah dengan perkataan Kasih. Tega sekali dia.


Namun keterkejutan Arga langsung dimanfaatkan Kasih untuk segera menutup pintunya.


Dia begitu lega setelah berhasil menghindari Arga. Namun dia juga merasa takut sekaligus bersalah. Bagaimana jika Arga marah padanya.


"Maafkan aku Mas, aku bukan bermaksud untuk menghindari mu. Tapi aku terlalu gugup" gumam Kasih lirih.


Sementara Arga pun hanya bisa mengerang frustasi. Bagaimana bisa setelah perjuangannya membuat kejutan romantis untuk Kasih malah berakhir seperti ini.


Padahal Arga sudah membayangkan hal yang akan menjadi bayarannya yaitu melanjutkan hal yang lebih romantis dengan wanita yang sangat dicintainya itu di ranjang.


Tapi penolakan Kasih langsung membuat angan-angannya runtuh seketika. Padahal sebelum itu hubungan mereka baik-baik saja. Bahkan Kasih belum pernah menolak apapun yang dilakukan Arga untuknya.


"Argh.." Arga mengerang frustasi. Dan akhirnya mau tak mau harus meninggalkan Kasih di kamar itu sendirian.


Namun saat berjalan dia melewati beberapa kamar. Tepat di dalam kamar yang ditempati Alvin dia mendengar suara aneh dari dalam.


Arga yang penasaran pun mencoba untuk mencari tahu diam-diam dia mendekatkan telinganya di pintu kamar tersebut.


"Aah... Ohhh... Aaahhhh" Suara des ahan seorang wanita. Yang jelas sekali itu adalah Ratna yang sedang bercocok tanam dengan Alvin.


"Sialan.." bodoh sekali Arga. Bisa-bisanya menguping pergumulan seseorang.


Hal itu membuatnya semakin frustasi dan kesal sendiri. Bagaimana bisa dia kalah dengan tamu yang dia undang. Padahal Arga adalah tuan rumahnya tapi malah tak mendapatkan apa yang dia inginkan malam ini.


Dengan kesal Akhirnya Arga berjalan menuju salah satu kamar yang letaknya paling jauh dari kamar mereka. Berharap dia dapat meredam diri karena amarahnya.


Meski kesal Arga tak bisa marah dengan Kasih. Pasti ada alasan tertentu kenapa dia menolaknya.


"Ah, mungkin dia sedang datang bulan" akhirnya Arga menemukan alasan yang cukup untuk membuat dirinya sedikit tenang.


Sementara di dalam kamar, Kasih tak berhenti mendekap dadanya sambil sesekali melihat cincin berlian yang melingkar di jari manisnya.


Jantungnya yang tak berhenti berdebar keras membuatnya semakin gelisah sendiri.


Kasih masih tak percaya dengan kejutan yang diberikan Arga untuknya. Berulang kali Kasih mencubit pipinya sendiri dan memastikan hal ini benar-benar nyata dan bukan mimpi semata.

__ADS_1


Karena hal itu pula yang membuat Kasih menolak untuk tidur dengan Arga. Membayangkan saja sudah salah tingkah apalagi kalau sampai dia berdekatan dengan pria itu.bisa-bisa dia bertindak diluar dugaan.


Konyol sekali memang, tapi Kasih sungguh hanya ingin mengantisipasi agar tak melakukan hal-hal diluar dugaan.


Biar saja Arga marah saat ini. Besok-besok jika kekonyolan ini sudah normal Kasih akan merayunya dan pasti pria itu akan luluh dan tak lagi marah.


...****************...


Keesokan paginya Arga sudah berada di meja makan sementara Kasih baru saja turun dan bergabung dengan Arga.


Kasih melihat Arga yang nampak dingin dan cuek. Tentu saja pasti dia masih marah dengan kejadian semalam.


Keduanya saling diam membisu. Bahkan sekedar saling tatap saja tidak. Benar-benar seperti orang asing.


Sementara itu Alvin dan Ratna yang baru saja bergabung tampak heran melihat pasangan itu.


Keduanya seolah sedang berperang dingin. Bahkan tempat duduk keduanya pun bersebrangan jauh.


"Selamat pagi" sapa Ratna berusaha mencairkan suasana.


Namun sama sekali tak ada balasan dari mereka. Ratna pun jadi ngeri sendiri. Namun Alvin langsung mengambilkan tempat duduk untuk Ratna dan memilih cuek.


"Kenapa kalian ini? Bukannya kemarin adalah hari bahagia untuk kalian?" tanya Alvin.


"Tanya sendiri sama adikmu itu." balas Arga ketus. Kemudian memilih untuk menyantap makanannya tanpa menghiraukan Kasih.


"Ada apa Kasih? Apa ada maslah?" tanya Alvin.


Kasih yang menahan air matanya sejak tadi pun tak menjawab apapun.


Arga menatap Kasih dengan tatapan kecewa, kemudian pria itu beranjak dari tempat duduknya dan pergi begitu saja.


Alvin yang bingung sendiri dengan mereka pun hanya bisa mengurut pangkal hidungnya. Merasa suasana semakin tidak nyaman akhirnya dia coba memberi pengertian kepada adiknya.


"Kasih, apapun masalah kalian coba bicarakan baik-baik. kalian kan baru tunangan masak udah berantem. Jangan lama-lama ya" ucap Alvin sambil mengusap lembut kepala Kasih.


Sementara Ratna yang memperhatikan keduanya sempat tertegun melihat Alvin yang begitu perhatian kepada Kasih.


Benar juga ucapan Alvin. Arga baru melamarnya dan kini mereka berantem. Sangat tidak etis bukan.


Akhirnya Kasih memutuskan untuk mencari Arga dan segera meminta maaf. Rupanya pria itu sedang berdiri di bibir pantai sambil memandangi laut. Kedua tangannya yang mengacak pinggang menunjukkan otot-otot kekar di bahunya yang terbalut kaos putih.


Begini saja sudah sangat seksi.


Kasih berjalan mendekati Arga dan pelan-pelan dia melingkarkan lengannya di perut Arga dari belakang.


Arga sempat terkejut namun dia sudah bisa tahu bahwa itu adalah Kasih. Ada perasaan lega ketika wanita itu mau mendekatinya lagi.

__ADS_1


Sempat diam beberapa saat akhirnya Kasih mencoba untuk memberanikan diri berbicara.


"Mas.. Maafkan aku. Semalam aku sangat keterlaluan. Maaf ya" suara Kasih terdengar parau.


Arga yang awalnya ingin mengerjai Kasih kini jadi tidak tega. Akhirnya dia memutar badan dan menghadap Kasih.


"kalau kamu lagi nggak 'pengen' itu, bilang saja sayang. Aku nggak apa-apa kok. atau kamu sedang datang bulan. Aku cuma ingin melihat wajah cantikmu ketika tertidur, baby" Arga sedikit mengangkat dagu Kasih agar bisa menatap wajahnya.


"Emm.. aku- bukan itu maksudku. Justru aku nggak mau kelihatan Mas Arga, aku malu" ucap Kasih dengan sedikit bingung.


"Terus apa dong?" tanya Arga heran.


"Jujur aku terlalu senang saat Mas Arga kasih kejutan semalam, saking senangnya bahkan aku jadi salah tingkah sendiri. Aku malu kalau-kalau tingkahku jadi konyol. Aku.. Aku sangat gemas sampai ingin menggigit mu" ucap Kasih dengan polosnya.


"H-hah?" Arga tampak heran dan tak percaya dengan apa yang barusan dia dengar.


Bahkan wajah polos Kasih yang menatapnya sendu malahan membuatnya semakin gemas. Berusaha keras Arga menahan tawanya.


"Gimana mas mau marah kalau kamu selucu dan segemas ini hah? Kenapa kamu jadi manusia harus imut sekali? Bikin repot saja?" gumam Arga.


"Kok repot mas?" tanya Kasih lagi.


"Ya iyalah repot, makin kamu imut makin aku jadi bucin. Jadi jatuh cintanya berkali-kali lipat"


Kasih tertegun dengan ucapan Arga. Pria yang selalu dingin dan mengintimidasi itu bisa berbicara seperti itu?


Disaat Kasih masih heran dengan ucapan Arga tiba-tiba pria itu mengangkat tubuh Kasih. Menggendongnya ala bridal kemudian membawanya ke air. Kasih pun sempat memekik namun keduanya akhirnya tertawa bersama. Saling bermain air bak anak kecil. Dengan sesekali saling memeluk dan berciuman.


Disaat yang sama ada seorang wanita yang tengah memperhatikan kedua insan tersebut. Dia membayangkan dirinya yang berada di posisi itu.


Kemudian dia menoleh ke arah dalam kamar dimana Alvin yang tengah merebahkan dirinya sembari bermain ponsel.


Ratna yang awalnya hanya menganggap Alvin partner di ranjangnya perlahan mulai memiliki percikan perasaan terhadapnya.


Tapi dia pikir ini terlalu dini untuk mengungkapkannya. Belum lagi Alvin yang memiliki prinsip tak ingin memiliki hubungan terikat membuatnya ragu.


"Ratna?" Alvin menyadari Ratna sejak tadi melamun sambil menatapnya.


"Eh, iya.. Kenapa Vin?" Ratna sedikit kaget.


"Lo yang kenapa. Dari tadi ngelamun mulu" tanya Alvin lalu mendekati Ratna dan meraih pinggang wanita itu.


"Eng-enggak apa-apa" Kenapa Ratna jadi salah tingkah begini ketika Alvin mendekatinya.


Gawat, jika terus begini bisa-bisa Ratna akan jatuh cinta kepada Alvin.


.

__ADS_1


Hi gaess.. kali ini kita nikmati keromantisan mereka dulu ya sebelum negara api menyerang... Happy reading..


__ADS_2