Tempatku Untuk Pulang

Tempatku Untuk Pulang
Bab 25 Liburan


__ADS_3

Kasih masih tidur dengan begitu lelap. Tubuhnya masih terasa lemas dan pegal-pegal semua. Seperti biasa pergumulan dengan Arga pasti berakhir seperti ini.


Namun entah kenapa kali ini Kasih merasa begitu bahagia. Perlakuan Arga sangat lembut dan perhatian.


Dengan mata yang masih terpejam Kasih meraba tempat sebelahnya mencari keberadaan Arga. Namun rupanya pria itu tak ada di sampingnya.


"Hhmmmhh.." Kasih meregangkan ototnya sembari membuka matanya pelan.


Dia menatap sekeliling namun tak menemukan Arga. Hanya dua buah koper berukuran sedang berada di samping ranjangnya.


Tak lama kemudian Arga membawa sebuah nampan berisi sepiring sandwich serta segelas susu.


"Baby, sudah bangun?" Arga meletakkan nampan itu di nakas kemudian membantu Kasih untuk duduk.


"Mas Arga, sudah rapi? Mau pergi?" Kasih menatap Arga kemudian melirik koper di sampingnya.


"Iya, kamu sarapan ini saya buatkan sandwich" Arga mengambil piring dan memberikan kepada Kasih.


Makasih Mas, tapi jadi ngerepotin deh. Kan harusnya aku yang buat sarapan" Kasih menerima piring tersebut. Tapi dia penasaran dengan penampilan Arga.


"Kemana mas? Kok bawa koper segala" tanya Kasih sembari mengunyah sandwichnya.


"Ke Bali" ujar Arga singkat.


"Bali?" Kasih menghentikan makannya. Dia menundukkan kepala. Entah kenapa dia merasa enggan untuk jauh dengan Arga saat ini.


"Kenapa berhenti? Ayo buruan sarapan terus mandi. Siap-siap kita akan berangkat" ujar Arga sembari menyuapi Kasih kembali.


"Aku diajak mas?" Kasih tampak tak percaya.


"Tentu dong, kan saya mau liburan sama kamu. Bahkan pakaian dan perlengkapan kamu sudah saya siapkan di koper."


Kasih pun segera menyelesaikan sarapannya dan langsung bergegas mandi bersiap-siap.


Setelah selesai Kasih langsung menghampiri Arga yang menunggu di ruang tamu.


"Sudah siap Baby? Berangkat yuk" ujar Arga meraih pinggang Kasih.


"Tapi mas, aku nggak bisa" ujar Kasih menahan tangan Arga.


"Kenapa?" Arga heran.


"Aku.. Aku tidak punya kartu identitas. Semuanya tertinggal di rumah mantan suamiku" ujarnya sendu.


Arga pun tersenyum lalu meraih sesuatu di tasnya.


"Ini maksudmu?" Arga menyodorkan kartu identitas lengkap milik Kasih.

__ADS_1


"Sudah ku bilang jangan khawatir"


Senyum Kasih membuncah. Kemudian dia langsung mengalungkan tangannya ke lengan Arga.


"Makasih mas"


.


Sampai di bandara rupanya Alvin sudah menunggu. Dia langsung menyambut Arga dan Kasih.


"Loh, kak Alvin ikut juga?" Kasih terkejut tapi senang. Setidaknya kalau Alvin ikut sepertinya akan semakin seru.


"Emm, sebenarnya ini perjalanan bisnis Kasih. Tapi bolehlah sekalian kita liburan" ujar Arga.


Kasih pun hanya mengangguk. Jika Alvin ikut sepertinya akan lebih menyenangkan. Dan pastinya dia sedikit lega Arga mungkin tak terlalu menempel padanya terus.


Perjalanan ke Bali terbilang cukup singkat, hanya satu jam penerbangan. Namun karena Kasih yang masih kelelahan dia memilih untuk tidur selama perjalanan.


Arga dan Alvin sibuk mengecek beberapa berkas data di ipadnya. Sesekali Arga melirik Kasih dan menyiratkan sedikit senyuman.


"Sepertinya Kasih sangat lelah. Apa dia tidak tidur semalaman?" gumam Alvin kepada Arga.


Arga sedikit kelimpungan dengan pertanyaan Alvin. Karena jawabannya iya, tapi jika jujur dia tidak tidur semalaman gara-gara digempur nya kan nggak mungkin.


"Iya, mungkin." jawaban singkat itu terucap dari bibir Arga.


Arga segera mengalihkan fokus Alvin dengan menunjukkan beberapa file.


Kasih tak berhenti mengulas senyum takjub ketika melihat interior resort yang memang sangat indah.


Dominasi kayu dan bambu serta ornamen khas Bali menghiasi resort tersebut.


Resort tersebut hanya memiliki satu kamar sehingga sangat cocok untuk pasangan.


"Bagaimana kamu suka?" Arga tiba-tiba saja mengagetkan Kasih dengan memeluknya dari belakang.


"Suka mas, suka banget. Tempatnya bagus" ujar Kasih.


Kemudian arga menarik tangan Kasih dan mengajaknya memasuki kamar.


"Ini lebih bagus lagi baby, kamu pasti suka" Arga membuka pintu kaca kamar tersebut dan menampilkan kolam renang dengan pemandangan laut lepas.


"Ba-bagus banget mas.." Kasih saking kagumnya sampai tak mengedipkan mata.


"Tapi mas, Ini kamarnya cuma satu. Kak Alvin tidur dimana?" Kasih menghampiri Arga yang sedang mengeluarkan kemeja dan jas dari kopernya.


"Alvin di resort lain. Jangan sampai satu resort dengan dia. Gak bakalan tahan kamu" ujar Arga sedikit sewot jika membicarakan Alvin.

__ADS_1


"Memangnya kenapa?"


"Nanti kamu tahu sendiri kelakuannya" ujar Arga.


"Baby kamu istirahat dulu disini gak apa kan? Saya ada meeting habis ini. Mungkin pulang sore." ujar Arga lagi.


"Iya mas, aku disini saja"


"Kalau butuh apa-apa telfon saja petugas resort. Jangan telat makan" Arga mengecup lembut kening Kasih.


Perasaan Kasih semakin membuncah. Entah apa ini? Semakin hari Arga semakin perhatian kepadanya. Dia takut menyalah artikan perhatian Arga yang sebenarnya hanya sebuah afeksi antara dirinya untuk menunjang hubungan kontrak itu.


Kasih berusaha mengeraskan hatinya. Terlebih saat ini posisi Arga masih menjadi suami sah orang lain.


Salah, tentu saja salah. Sejak awal hubungan kontrak ini saja sudah salah. Tapi Kasih tak punya pilihan lain. Dia terpaksa melakukan ini atas dasar hutang budi karena Arga telah menyelamatkan hidupnya.


Kini Kasih hanya bisa melanjutkan hidupnya yang seperti ini. Entah sebuah keberuntungan atau justru kemalangan namun Kasih tak mau terlalu mengambil pusing.


Masalah di hidupnya sudah cukup pelik. Sekarang dia ingin menikmati apa yang ada. Setidaknya kini dia bisa merasakan hidup yang lebih baik dan berlibur. Persetan dengan gunjingan orang diluar sana.


.


Seharian ini Kasih benar-benar merasakan istirahat yang begitu nyenyak. Setelah kegiatan panas dengan Arga semalam dia harus memulihkan tenaga.


Karena malam ini sepertinya dia harus kembali menghadapi pria tanpa lelah itu.


Namun seharian tidur membuatnya mulai bosan. Melihat jernihnya air kolam renang membuatnya ingin berendam meski dia tak begitu pandai berenang.


Akhirnya Kasih berinisiatif berganti pakaian untuk berenang. Saat membuka koper dia begitu terkejut. Baju-baju yang disiapkan Arga benar-benar membuatnya susah menelan ludah.


Koper itu berisi pakaian mini dress seksi, bikini serta beberapa potong lingerie. Membuat Kasih bergidik sendiri.


"Dasar pria mesum" gumamnya kesal.


Akhirnya mau tak mau Kasih terpaksa memakai bikini two piece berwarna merah maroon. Saat bercermin Kasih merasa seperti bukan dirinya. Sejak kapan dia berani memakai pakaian seksi begini.


Tubuh putih mulus itu hanya tertutupi bagian sensitifnya saja. Bahkan bongkahan dadanya tampak tercetak bulat sempurna dan hanya tertutup setengahnya saja.


"Ah, bodo amat.." Pikirnya saat ini Arga masih lama meetingnya sehingga dia bisa bergegas ganti pakaian sebelum Arga pulang. Bisa-bisa dia sangat malu jika kepergok pakai bikini begini.


Perlahan Kasih menceburkan tubuhnya ke kolam. Airnya sangat sejuk dan pemandangan di depannya laut lepas dengan ombak yang saling menggulung membuatnya terhipnotis oleh suasana itu. Hingga dia tak sadar waktu cepat berlalu.


Langit berubah menjadi jingga menandakan matahari sudah waktunya terbenam. Sinar mentari yang memantul ke air membuat laut berubah keemasan.


"Cantik sekali" gumam Kasih sambil berdiam diri di pinggiran kolam.


"Kau juga sangat cantik, Baby"

__ADS_1


Kasih terkesiap saat merasakan seseorang memeluknya dari belakang. Pria itu mengecup punggung Kasih.


"M_mas Arga.."


__ADS_2