Tempatku Untuk Pulang

Tempatku Untuk Pulang
Bab 86 hadapi saja


__ADS_3

"iya kak, aku baik-baik saja. Aku bersama Mas Arga di apartemennya sekarang" Pagi-pagi sekali Kasih berbicara dengan Alvin lewat telepon.


Semalaman setelah mendengar insiden pernikahan Felix yang melibatkan adiknya membuat Alvin panik dan khawatir.


Apalagi ponsel Arga dan Kasih sama-sama tak bisa dihubungi membuatnya semakin panik.


"Baiklah kalau begitu, kakak semalaman sangat khawatir. Ponselmu dan Arga kenapa tidak bisa dihubungi?" protes Alvin melalui sambungan teleponnya.


"Hehehe.. Itu kak, aku dan mas Arga sedang_"


"Assshh.. Baiklah cepat pulang ke rumah kakak ingin lihat keadaan adik kesayanganku" Alvin cepat-cepat memotong ucapan Kasih sebab dia sudah paham apa yang dilakukan dua sejoli itu.


Bisa-bisanya mereka berbuat setelah kekacauan menggemparkan seisi kota. Batin Alvin tak habis pikir.


Hari ini akan menjadi hari paling sibuk juga hari yang akan membuat Arga dan Kasih bersiap mental menghadapi segala tudingan juga ribuan pertanyaan setelah kejadian yang dialami mereka di pernikahan Felix yang berujung duka.


Mau tidak mau keduanya harus tetap tampil di depan publik apapun yang terjadi. Kasih sempat ragu dan takut jika saja hal ini menimbulkan masalah baru bagi Arga dan Wijaya semakin membencinya. Bagaimanapun Kasih butuh restu Wijaya dalam hubungannya.


Dan benar saja saat mereka baru sampai di kantor banyak sekali para wartawan yang menunggu didepan hanya untuk mencari berita tentang hubungan Kasih dan Arga sebenarnya.


"Mas, k-kenapa banyak sekali orang. Aku takut.." begitu saja Kasih sudah keringat dingin dan ketakutan sendiri.


"Akan ada banyak sekali tatapan tidak mengenakkan yang akan tertuju kepada kita. Aku yakin sekali dan harus mengatakan itu agar kamu mengerti situasinya. But just remember one thing." Arga mengangkat dagu Kasih dengan jari jempol dan telunjuknya yang mengapit area itu. "You're worth it for me, sayang. I'm lucky to have you. Apapun perkataan orang-orang cukup ingat kembali kata-kata itu. Jangan sampai omongan mereka membuat kamu merasa rendah diri. Mereka tidak mengerti, sama sekali tidak tau bagaimana kehidupan kita. Jadi, just don't give a **** with them. Hidup kita, kita yang menjalaninya bukan?" ucapan Arga itu seolah menjadi mantra penyejuk untuk Kasih.


Akhirnya Kasih pun memiliki keberanian untuk menghadapi orang-orang itu. Kasih mendekatkan wajahnya kepada Arga dan secepat kilat dia mencium bibir pria itu sebelum membuka pintu mobilnya.


"Mbak.. Mbak Kasih.. Bagaimana tanggapan anda setelah kejadian semalam?"


"Apa benar anda selalu mendapat perlakuan buruk selama menjadi menantu Pak Bramantyo?"


"Apa benar mbak Kasih dan Pak Arga memiliki hubungan spesial?"


"Apa benar anda dan Pak Arga berselingkuh?"


Pertanyaan demi pertanyaan itu terlontar dari mulut para pencari berita tersebut. Kasih berusaha menguatkan dirinya meski tubuhnya terasa tremor. Beruntung dengan cepat Arga meraih tangan Kasih dan menggenggamnya memasuki gedung kantornya.


Kasih dan Arga merasa begitu lega setelah berhasil menghindari kerumunan wartawan tadi.


Namun kini mereka harus menghadapi tatapan seluruh staf yang ada di kantornya.


Semua orang menatap Kasih dan Arga seolah buronan yang sedang menyelinap. Namun tatapan Arga yang lebih mengintimidasi membuat mereka takut sendiri.

__ADS_1


Tanpa ragu Arga justru meraih tangan Kasih dan menggandengnya. Berjalan melewati beberapa staf yang semakin penasaran dengan status hubungan keduanya.


Selama ini tidak ada yang tahu hubungan spesial antara Arga dan Kasih kecuali Ratna.


"Eh, kayaknya bener deh sebenarnya Kasih itu selingkuhan Pak Arga. Lihat saja mereka makin lengket sekarang."


"Nggak nyangka ya, ternyata Kasih itu janda, pantes mepet terus sama Pak Arga. Atau jangan jangan pernikahan Pak Arga itu..." suara bisik-bisik para karyawan itu rupanya didengar Arga.


Arga tiba-tiba saja berhenti. Dia menghela nafasnya sambil memejamkan mata sejenak kemudian berbalik menghadap semua karyawan itu.


"Dengar semuanya, saya punya pengumuman penting" suara Arga yang lantang langsung membuat para karyawan berdiri menghadapnya.


"Saya akan mengumumkan hubungan kami sebenarnya." Arga merangkul lengan Kasih dan menatapnya sejenak.


"Kasih adalah tunangan saya, jadi tolong hormati calon istri saya seperti kalian menghormati saya. Jika saja sampai mendengar ada kata-kata buruk atau menjelek-jelekkan Kasih maka kalian akan berhadapan langsung denganku" kalimat tegas penuh perlindungan terhadap Kasih itu sontak langsung membuat para karyawan yang ingin julid terbungkam seketika.


Hening, tak ada yang berani menanggapi hal itu. Kasih pun hanya bisa diam terpaku. Hal gila apa lagi ini yang Arga lakukan untuknya.


...****************...


Sore ini menjadi hari paling menggelisahkan bagi Ratna. Bagaimana tidak, tiba-tiba saja Orang tua Ratna dan Jody sepakat untuk mempercepat pertunangannya.


Sedangkan Jody tampak senang-senang saja menerima hal itu. Karena sedari awal Jody sudah menaruh hati terhadap Ratna.


Berkali-kali dia menghela nafas saat menatap wajah cantiknya yang sudah dirias sedemikian rupa. Kebaya warna pastel melekat di tubuh langsingnya terasa begitu pas dan anggun.


Jika saja ini pertunangan antara dirinya dan Alvin mungkin akan sangat membahagiakan.


Tapi kenyataannya Ratna harus menerima pertunangannya dengan Jody. Sepertinya cinta untuk Alvin harus dia kubur dalam-dalam.


Acara pertunangan ini dilaksanakan di kediaman orang tua Jody sebab Ratna tidak ada waktu untuk pulang ke Semarang, kampung halamannya. Dan orang tua Ratna pun yang datang ke Jakarta untuk menghadiri acara ini.


Acara hanya dihadiri keluarga inti serta kedua belah pihak kerabat dekat saja.


Tampak Jody memakai kemeja berwarna abu-abu muda duduk bersebelahan dengan Ratna. Keduanya tampak serasi. Bahkan Jody tak berhenti mencuri-curi pandang kepada Ratna.


"Kamu kelihatan sangat cantik Ratna," bisik Jody tak tahan ingin memuji pujaan hatinya.


Ratna hanya tersenyum tipis. Hatinya semakin campur aduk memikirkan dirinya sendiri.


Acara demi acara pun telah mereka lalui. Kini keduanya resmi menjadi sepasang tunangan.

__ADS_1


Para kerabat memberi ucapan selamat kepada mereka. Tampak Jody begitu antusias dan bahagia sekali. Namun tidak dengan Ratna, wanita itu tampak murung dan gelisah.


Hingga akhirnya saat acara sudah selesai akhirnya Jody memberanikan diri untuk mengajak Ratna.


"Ratna ayo ikut aku, ada yang ingin ku tunjukkan padamu." ujar Jody.


Ratna pun menurut saja. Rupanya Jody mengajak Ratna untuk ke kamarnya. Ratna memasuki ruangan itu. Dia melihat dekorasi kamar yang tampak rapi dengan interior dominasi warna abu-abu.


"duduklah di sini, tenangkan dirimu dulu." Jody mempersilahkan Ratna duduk di pinggiran ranjang.


Ratna lagi-lagi hanya menurutinya dan melihat pria itu membuka kulkas kecil yang berada di sudut kamarnya. Mengeluarkan dua botol minuman dingin yang terlebih dahulu dibukakan tutupnya.


"Aku tahu semua ini tampak mendadak, aku juga paham situasimu saat ini yang sepertinya masih belum sepenuhnya siap." ujar Jody kemudian meraih tangan Ratna dan menggenggamnya lembut.


"Ratna, beri aku kesempatan ya, aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencintaimu."


Ratna menjadi semakin dilema. Dia akhirnya memberanikan diri untuk bertanya kepada Jody.


"Jody, maaf. Apa kamu pernah melakukan hubungan badan sebelumnya?" tanpa basa-basi Ratna langsung bertanya.


"Hah? Oh.. Itu.. Sebenarnya aku belum pernah. Aku terlalu malu dan kurang percaya diri. Hehe" jawab Jody dengan polosnya.


"Jadi kamu masih perjaka?" Ratna menatap Jody posesif. Jody pun mengangguk.


Ratna menghela nafas kasar dan menundukkan kepalanya.


"Jody, sorry.. I'm not a virgin. Aku sudah pernah melakukannya dengan pria lain. Aku tidak suci sepertimu. Aku bukan gadis baik-baik Jody. Aku harus jujur dari sekarang, jika kamu tidak terima aku pun berlapang dada."


Jody sempat terdiam beberapa saat setelah Ratna jujur mengenai dirinya. Entah apa yang ada dalam pikiran pria itu saat ini yang jelas Ratna bukanlah orang yang pandai menutupi sesuatu. Dia pasrah apapun yang akan Jody putuskan nantinya.


Namun hal berbeda justru dilakukan Jody, pria itu mengusap punggung Ratna dan merangkulnya. Mendekatkan wajahnya tepat di wajah Ratna.


"Setiap orang punya masa lalu Ratna. Aku tidak masalah dengan itu semua, yang penting kita jalani saja masa sekarang. Dan itu tidak mengubah perasaanku kepadamu. Dan terimakasih sudah jujur padaku sejak awal." Jody meraih dagu Ratna dengan lembut kemudian mengecup bibir wanita itu pelan.


Apa ini? Niat hati Ratna ingin membuat Jody menjauhinya justru pria itu semakin manis memperlakukannya.


...****************...


"Alvin, kapan kamu mempertemukan aku dengan putriku?" pria paruh baya itu tampak duduk di kursi kebesarannya.


"i-iya Om.. Tunggu sebentar ya, jangan sekarang. Kasih masih banyak masalah sekarang jadi saya minta waktunya sebentar." ujar Alvin dengan suara terbata.

__ADS_1


"Aku sudah menunggu terlalu lama Alvin. Jangan terus-terusan kau membuatku menunggu lagi"


"i-iya Om..."


__ADS_2