
Kasih langsung tersentak ketika mendapati Bramantyo yang sudah berdiri di hadapannya. Bahkan tatapan pria itu masih sama sejak dulu.
Melihat wajah itu mengingatkan Kasih atas segala ketamakan serta perlakuan buruknya. Mata Kasih serasa memanas sendiri. Hatinya yang sejak tadi dia kuat-kuatkan rasanya ingin remuk saja.
"Selamat malam Om, Kasih datang bersamaku. Kebetulan Felix sendiri yang mengundang kami secara langsung." ujar Arga menampik ucapan pedas Bramantyo.
"oh iya tentu, silahkan nikmati acaranya." Bramantyo berusaha ramah kepada Arga namun kepada Kasih tatapannya sungguh berbeda. Seolah kedatangannya menjadi ancaman tersendiri untuk Bramantyo.
Sosok Arga sebagai pengusaha sukses di usia muda serta bisnis yang berkembang pesat tentu saja menjadi perhatian khusus para tamu undangan yang rata-rata juga pebisnis.
Mereka silih berganti menghampiri Arga hanya untuk mencari perhatian pria itu. Kehadiran Kasih yang selalu berada di sisi Arga pun ikut menjadi perhatian.
Sebagian dari mereka mengetahui bahwa Kasih merupakan sekretarisnya. Namun dengan penampilan yang luar biasa menawan serta barang-barang yang dipakai Kasih tentunya tidak membuat orang percaya jika dia hanya sekedar sekretaris. Mereka berdua pasti memiliki hubungan.
Namun begitu tetap ada saja yang memiliki pandangan negatif terhadap Kasih. Diam-diam ada yang menggunjingnya bahwa Kasih sengaja mendekati Arga untuk mencari keuntungan.
Sejauh ini acara pernikahan Felix berjalan cukup lancar. Hingga saat pemutaran video pernikahan mereka.
Semua orang dibuat kagum dengan pengambilan gambar dan tema dari video yang cukup bagus.
Saat pemutaran video berakhir tiba-tiba sang pembawa acara mengumumkan bahwa ada satu lagi video tambahan yang dipersembahkan khusus untuk keluarga mempelai.
Arga yang berdiri di samping Kasih pun perlahan meraih tangannya. Menggenggamnya erat seolah ingin wanita itu tetap memiliki kekuatan.
Video tersebut menampilkan sebuah rekaman amatir yang sepertinya diambil secara diam-diam. Tampak seorang pria sedang duduk memakai setelan jas yang hanya terlihat setengah wajahnya saja.
Tapi sudah bisa dipastikan bahwa pria itu adalah Bramantyo.
"dengar, jika kau tak bisa melunasi hutangmu maka lakukan apa yang aku perintahkan."
"M-melakukan apa pak?"
"Perkosa Kasih. Jika kau berhasil melecehkannya dan Felix menceraikan wanita itu maka utangmu ku anggap lunas."
"A-apa Pak? Tapi-.. Tapi saya tidak bisa melakukannya. Dia istri Pak Felix, menantu anda sendiri."
__ADS_1
"Wanita bodoh dan miskin seperti dia tidak layak menjadi menantuku. Felix harus mendapatkan wanita yang lebih kaya atau minimal setara denganku."
"Apa tidak ada cara lain pak? Saya punya anak dan istri. Saya takut menyakiti orang lain."
"Jadi kau mau anak istrimu tinggal di kolong jembatan? Lakukan saja perintahku atau kau akan menerima sendiri akibatnya."
Semua orang yang ada di tempat itu langsung terkejut dan menatap ke arah Bramantyo.
Apalagi Felix, dia tampak memasang tatapan nyalang kepada ayahnya.
"Ayah, apa ini? Jadi semua ini ulah ayah? Keterlaluan ayah" Felix yang marah langsung meraih kerah Bramantyo. Dia benar-benar telah termakan emosi.
Bramantyo hanya bisa terpaku. Dia benar-benar kehabisan kata-kata. Tak disangka kebusukannya terbongkar disaat ada banyak orang begini.
Merasa malu Bramantyo langsung menghempas tangan Felix dan pergi begitu saja.
Kasih hanya bisa membeku setelah mendengar semua kata-kata Bramantyo secara langsung.
Hatinya Terasa hancur, sehancur-hancurnya. Bagaimana ada seorang mertua yang tega memisahkan pernikahan anaknya sendiri dengan cara hina seperti itu.
Arga menyadari hal itu langsung meraih pinggang Kasih dan memeganginya untuk menopang tubuh Kasih. Tak peduli lagi dengan orang-orang yang memperhatikan mereka.
"Sayang, ayo kita pulang saja. Aku khawatir kepadamu." pinta Arga sambil menuntun Kasih.
Namun saat berbalik hendak keluar gedung tiba-tiba Bramantyo sudah berada di hadapan mereka dengan menodongkan senjata api.
"Jangan bergerak atau langsung ku tembak kalian." ujar Bramantyo dengan penuh emosi.
Semua orang langsung memekik terlebih Kasih sendiri yang saking terkejutnya hingga menahan nafas beberapa detik.
"Kau Wanita sialan. Enyahlah saja dari kehidupan ini." ujar Bramantyo geram.
"HEY, JAGA UCAPANMU PAK!" Arga yang tak terima langsung berusaha menghadang Bramantyo. Namun pria itu justru semakin meradang.
"Diam kau, bergerak sedikit saja maka kalian berdua akan habis. Mau kau menyusul ibumu yang mati itu?" Bramantyo kini mengacungkan pistolnya ke hadapan Arga.
__ADS_1
"Ayah, hentikan. Apa yang ayah lakukan?" teriak Felix panik.
"Diam anakku. Ini urusan ayah. Wanita sialan ini yang sudah rusak rencana ayah. * ***** seperti dia tak pantas untuk hidup. Sekalipun memakai pakaian mahal tetap saja dia wanita murahan." ucapan menohok itu kembali diterima Kasih.
Bramantyo yang sudah dikuasai amarah tak lagi mampu berpikiran waras. Bahkan dia tak peduli lagi dengan banyaknya tamu undangan yang menyaksikannya.
Kepalang tanggung boroknya sudah terbongkar. Kini yang ada di kepalanya adalah melenyapkan Kasih dan berharap wanita itu tidak akan ada lagi di hadapannya.
Akhirnya dengan sekali tekan Bramantyo melepaskan tembakan itu tepat ke arah Kasih.
DDUUAAAARRRR....!!!!!
Suara tembakan itu menggema di seluruh ruangan. Semua orang langsung menjerit panik dan ketakutan.
"TIIDAAAKKK..." Kasih memekik keras saat seorang pria yang tiba-tiba menghadang tubuhnya jatuh tergeletak akibat peluru yang bersarang tepat di dadanya.
"Mas Felix..." Kasih langsung bersimpuh memeluk Felix yang sudah tergeletak lemas.
Tak disangka Felix bergerak cepat saat Bramantyo hendak menembak Kasih. Akhirnya nasib naas harus dia terima.
"Tidak.. a-apa? Felix?" Bramantyo yang terkejut melihat Felix tertembak segera menjatuhkan pistolnya.
Tak berselang lama Polisi langsung memasuki gedung dan mengamankan Bramantyo. Rupanya Arga sudah mempersiapkan itu semua. Dia meminta polisi berjaga di luar gedung sebab khawatir terjadi sesuatu.
"Mas.. Mas Felix bertahanlah. Ayo cepat bawa ke rumah sakit." pinta Kasih panik.
"T-tidak Kasih.. A-aku tidak butuh Rumah Sakit. A-Aku...hanya membutuhkan maaf darimu.." suara Felix mulai terbata sebab menahan sakit. Dia Meraih tangan Kasih dan menggenggamnya.
Olivia hendak mendekati Felix namun dicegah Arga. Memberi waktu kepada Felix untuk mengucapkan isi hatinya.
"Mas.. Aku sudah memaafkanmu. Tolong kita ke rumah sakit ya. Kamu harus sehat kembali. Mas Felix harus menjalani hidup baru dengan istrimu" dengan terisak Kasih mencoba untuk menguatkan Felix.
"T-terimakasih, a-aku benar-benar sudah berdosa. Sudah menelantarkanmu. A-aku berharap hidupmu akan jauh lebih baik tanpaku. A-aku... Anggap saja.. Ini s-sebagai penebusan.. Kesalahanku.. I-ijinkan aku mengatakan.. Sekali saja.. Bahwa aku.. Sangat mencintaimu" nafas Felix kini kian tersengal.
Olivia akhirnya menghampiri Felix dan menangis dihadapannya. Dengan sisa-sia tenaga Felix mencoba untuk menguatkan Olivia.
__ADS_1
"O-oliv, t-tolong jaga anak kita... M-maafkan aku." Genggaman tangan Felix sudah mulai terlepas. Matanya yang sayu pun mulai terpejam dan akhirnya hembusan nafas itu tak terdengar lagi untuk selamanya.