Tempatku Untuk Pulang

Tempatku Untuk Pulang
Bab 67 Malam yang indah


__ADS_3

Arga langsung menghempaskan tubuhnya di atas ranjang. Menikmati dirinya yang beberapa hari ini tak menyentuh empuknya kasur.


Bahkan belum sampai lima menit Arga langsung tertidur pulas. Kasih yang baru saja keluar dari kamar mandi untuk mengganti pakaian pun dibuat tertegun dengan sosok Arga yang tampak tidur dengan wajahnya yang begitu tenang.


Perlahan Kasih mendekat dan mengambil tempat di sisi Arga. Dia mengamati pria itu yang terlihat sudah sangat pulas. Terbukti dari suara dengkurannya walaupun samar.


Arga memang tampak kelelahan sekali akhir-akhir ini. Bisa dibilang saat ini dirinya baru bisa istirahat dengan nyaman.


Arga yang terkenal dengan pesona visualnya begitu mengintimidasi. Apalagi saat di kantor dengan mode iblisnya saat marah begitu mengerikan. Apalagi sorot matanya yang misterius serta wajahnya yang luar biasa tampan selalu membuat Kasih terpana.


Tapi saat tidur begini pria itu tampak begitu tenang dan teduh.


Kasih berdecak pelan. Lama-lama memperhatikan Arga membuatnya salah tingkah sendiri. Apalagi saat menatap bibir pria itu, pikiran kotornya langsung saja muncul.


Cepat-cepat dia mengalihkan pandangannya. Kasih masih belum mengantuk. Lalu menatap langit-langit kamarnya dan menerawang kejadian seharian ini.


Masih tidak percaya dengan apa yang baru saja dia lihat. Kakaknya bersama Ratna, hah bahkan memikirkan saja sebelumnya tidak pernah.


Memang tak dipungkiri bahwa Ratna adalah sosok wanita yang cantik, namun penampilannya di kantor sangatlah sederhana dan tak pernah memakai riasan neko-neko. Make up tipis dengan rambut yang selalu di kuncir kuda.


Tapi tadi, Ratna tampak begitu mempesona dengan balutan lingerie super minim dan transparan.


Lekuk tubuhnya tercetak begitu jelas menandakan bahwa wanita itu sudah dewasa dan sangat seksi. Arga saja sempat terpesona melihat Ratna, terbukti dirinya tak mengedipkan mata bahkan menelan salivanya sendiri.


Hal itu pula yang membuat Kasih sedikit cemburu dan langsung menutup mata Arga. 'Ck, dasar laki-laki, lihat barang mulus saja langsung nggak bisa kedip'


Lambat laun Kasih mulai mengantuk. Dia mendekatkan kepalanya di sebelah bahu Arga. Sebelum itu dia mengecup lembut kening Arga.


"Good night mas.." bisiknya pelan.


...****************...


(konten mengandung unsur 21+, tidak suka boleh skip)


"Aahhh...."


Kasih yang masih tertidur sedang bermimpi tubuhnya dihinggapi ribuan kupu-kupu hingga membuat dirinya terbang melayang namun terasa geli dan begitu nikmat.


Terpaan udara dingin AC serasa menyentuh kulitnya secara langsung. Serta rasa yang seolah semakin nyata membuat kesadarannya perlahan mulai pulih.


Kasih membuka matanya. Tampak suasana kamar yang temaram karena diluar sepertinya juga langit masih gelap.


"Aahh.." Kasih kembali merasakan geli bercampur nikmat luar biasa. Kali ini rasanya benar-benar nyata.


Dia meraba tubuhnya sendiri yang ternyata piyamanya sudah menyingkap ke atas hingga dua gunung kembarnya terpampang bebas.

__ADS_1


Saat melihat ke bawah dia terkejut melihat Arga yang tengah mengungkung diantara pahanya serta melahap miliknya.


"M-Mas.. Ahhh.. Apa yanghh k-kamu... Ahhh. Geli M-mashh.." Kasih tak bisa berbicara dengan benar sebab des ahan yang terus muncul melalui mulutnya.


Arga menatap Kasih sebentar kemudian melanjutkan aktifitasnya.


"Milikmu sangat basah sayang," Arga tersenyum miring sebelum melanjutkan aktivitasnya.


Arga semakin intens menjilat milik Kasih, kadang mengh isap dan menggigit kecil. Kemudian satu jarinya dia masukkan ke lubang Kasih hingga membuat wanita itu memekik.


"Ahhh... Maass.."


Arga tak mempedulikan remasan dan jambakan tangan Kasih di rambutnya.


Bahkan kini Arga semakin gencar memaju mundurkan jemarinya.


Dua jari sudah melesat ke dalam lubang milik Kasih hingga membuatnya melonjak-lonjak karena kenikmatan.


"Mmaaashhh.. Ahhh aku mau keluarhh.." Kasih berusaha menjauhkan kepala Arga namun pria itu justru memperdalam kepalanya dan mencengkeram pinggul Kasih agar tak banyak bergerak.


Dia menelan semua cairan yang di keluarkan Kasih tanpa rasa jijik. Kemudian menjauhkan kepalanya sambil mengelap bibirnya sendiri dengan ibu jarinya.


Kasih yang terengah-engah karena pelepasannya masih bisa melihat gerakan Arga yang tampak benar-benar sensual.


Arga hanya tersenyum kemudian mendekatkan wajahnya ke wajah Kasih.


"Manis sayang, milikmu sangat nikmat. Mau coba?" tanpa menunggu jawaban Arga langsung mencium bibir Kasih.


Kasih tak merasa jijik karena bibir Arga terasa manis seperti biasa. Perlahan Kasih mulai mengimbangi permainan Arga.


Hingga kini Arga sudah berada diatasnya tanpa sehelai pakaian. Entah kapan dia melepas semua bajunya Kasih bahkan tidak sadar.


Perlahan tapi pasti milik Arga mulai memasuki Kasih. Dia mengerang pelan karena milik Kasih yang masih sangat sempit.


Setelah beberapa saat Arga mulai menggerakkan tubuhnya secara intens. Kasih begitu menikmati permainan Arga yang membuatnya terasa terbang melayang.


Suara sahut-sahutan keduanya menandakan betapa nikmat permainan mereka. Tak peduli bahwa langit mulai menunjukkan semburat kekuningan tanda pagi telah datang.


Keduanya terkulai lemas setelah pergumulan hebat itu. Arga mengelap keringat Kasih yang membasahi wajahnya kemudian mengecupi wajahnya.


"i love you, sweet heart" ucap Arga sambil mengecup lembut bibir Kasih.


"i love you too, Mas Arga" balas Kasih sambil mengulas senyum.


Arga tak pernah merasa sebahagia ini bersama seseorang. Kehadiran Kasih benar-benar membawa dampak besar bagi hidupnya. Apalagi saat dirinya sedang jatuh karena penghianatan Felicia.

__ADS_1


"Mas Arga udah coba ngobrol sama Papa?" tanya Kasih.


"Hmm.. Rencananya nanti mau coba bicara lagi sama Papa sayang, eh kamu manggil Papa udah cocok loh, calon mantu kan?" celetuk Arga.


"H-hah.. Maksud aku Pak Wijaya Mas.." Seketika Kasih langsung salah tingkah.


Arga terkekeh melihat tingkah Kasih. Dia mencubit pelan dagunya. "Kamu kenapa selucu ini sih. Cantik banget"


Lagi, pujian Arga kembali membuat hati Kasih serasa meleleh. Seorang Arga yang terkenal serius dan mengintimidasi bisa bertingkah semanja ini.


...****************...


Arga berjalan memasuki rumah masa kecilnya yang dia huni sampai sebelum menikah.


Setiap sudut rumah itu memiliki banyak kenangan bersama kedua orang tua serta saudaranya.


Sejenak dia menatap foto keluarga ya yang tergantung di dinding. Potret dirinya bersama kedua orang tuanya serta mendiang saudara kembarnya.


Arga sempat terhanyut melihat potret itu sebelum salah satu asisten Wijaya memanggilnya.


"Tuan, silahkan Bapak menunggu di kamar" ucap Asisten itu.


Arga segera menuju kamar Wijaya. Dia melihat pria tua itu yang tengah duduk termenung di ranjangnya.


"Pa.." panggil Arga pelan.


Pria itu menatap Arga. Dia tak menjawab sapaan Arga.


"Bagaimana keadaan Papa?" tanya Arga lagi.


"Papa sudah membaik." ucap Wijaya singkat tanpa menatap Arga.


Meski begitu Arga sudah sangat lega dan bahagia. Akhirnya papanya mau berbicara lagi dengannya.


"Arga.." panggil Wijaya kembali.


"Iya pa?" Arga duduk di ranjang sebelah Wijaya.


"Tinggalkan wanita itu" ucap Wijaya.


"Maksud Papa?" Arga tampak bingung dengan ucapan papanya.


"Tinggalkan Kasih, Arga.."


"Apa?"

__ADS_1


__ADS_2