
Arga langsung melakukan panggilan video kepada Kasih. Hatinya begitu memanas melihat sosok pria yang berfoto begitu dekat dengan Kasih.
Sementara Kasih saat ini sedang menikmati suasana senja di pinggiran pantai sebelah jembatan Suramadu. Begitu sederhana namun sangat bermakna.
Ponselnya beberapa kali berbunyi. Kasih langsung beranjak untuk mengambilnya.
"Mas Arga" gumam Kasih sembari mengulas senyum.
Dia bersiap-siap mengangkat panggilan itu namun sebelumnya dia merapikan rambutnya dulu serta bercermin memastikan riasannya. Entah kenapa dia jadi centil begini.
"Halo mas, sela-" belum sempat Kasih melanjutkan kata-katanya Arga langsung menyela.
"Kasih, kamu kemana saja? Sama siapa? Ngapain?" dengan raut muka yang sedikit tertekuk Arga memberondong Kasih dengan banyak pertanyaan.
"Mas.. Satu-satu ya pertanyaannya" jawab Kasih dengan nada lembut.
"Hmm.. Kamu dimana sekarang?" ucap Arga.
"Aku sedang di tepi pantai mas. Dekat jembatan Suramadu. Tempatnya sangat indah." Kasih menjauhkan ponselnya dan menunjukkan pemandangan matahari yang hampir terbenam di pinggir pantai.
"Sama siapa aja?" pertanyaan Arga berlanjut.
Wajahnya masih tampak serius karena sesuatu yang membuatnya mengganjal di hati belum ditemukan.
Setelah itu Kasih menunjukkan dua sosok yang duduk tak jauh darinya. Dia adalah Alvin dan Tio.
"Sama kak Alvin dan Tio" ucap Kasih.
"Tio? Siapa dia?" ini dia yang di cari Arga.
"Dia sepupunya Kak alvin. Dia yang mengantar kami jalan-jalan. Anaknya kocak Mas" dengan santai Kasih menjelaskan.
"Jangan macam-macam disana Kasih. Cepet pulang saya kangen" ucapnya datar. Namun tidak dengan Kasih.
Seketika jantungnya berdegup kencang mendengar pengakuan Arga. Tak pernah dia merasa seperti ini. Sepertinya Arga sudah mempengaruhi dirinya sepenuhnya.
Kasih pun mengulas senyum perlahan. Wajahnya yang merona serta mulai salah tingkah membuat Arga gemas sendiri.
Akhirnya kekesalannya hilang begitu saja. Tak sabar hari esok saat Kasih kembali, dia ingin segera memeluk wanita cantik bak barbie hidup itu yang telah mencuri hatinya.
Sementara dari tadi tampak Tio memperhatikan Kasih yang asyik melakukan panggilan video.
Tak dipungkiri diam-diam Tio langsung tertarik kepada Kasih sejak pertama kali bertemu.
"Eh, ngedip tuh mata, jangan melolong aja lo" Alvin langsung mengomentari Tio.
Sementara Tio hanya bisa tertegun melihat Kasih.
"Ternyata Kasih udah punya cowok ya Mas?" tanya Tio sedikit kecewa.
****************
__ADS_1
Kasih dan Alvin berpamitan kepada Bapak dan ibunya untuk kembali ke Jakarta.
Sebenarnya baik Kasih maupun Alvin masih ingin berlama-lama di sini. Namun pekerjaan mereka sudah menunggu. Tak mungkin menunda-nunda. Yang ada malah semakin menumpuk.
Akhirnya dengan berat hati keduanya harus pergi.
"Anak-anakku, sehat-sehat dan selalu dilancarkan segala urusannya." ucap kedua orang tua Alvin.
"Terimakasih Bu, Bapak sama ibu harus sehat selalu ya. Alvin sayang kalian." Alvin tampak menahan air matanya saat memeluk mereka.
Begitupun dengan Kasih. Meski sebentar namun kehangatan dan kasih sayang yang telah diberikan membuatnya sangat bahagia. Dia tak kuasa menahan air mata saat harus berpisah.
Namun disela-sela pamitannya tiba-tiba Ibu Dewi mengajak Kasih bicara empat mata.
"Kasih, tolong ya nak barangkali ada perempuan yang cocok dengan kakak kamu, bantu dia segera menemukan jodohnya." ujar Ibu Dewi.
Kasih pun tersenyum kemudian menggenggam tangannya.
"Iya Ibu, Kasih akan usahakan semoga kakak segera menemukan jodohnya." balas Kasih.
Setelah itu mereka meninggalkan rumah orang tuanya dan langsung berangkat untuk perjalanan pulang.
Hanya butuh waktu sekitar satu jam mereka sudah sampai di Jakarta. Tampak seseorang yang tidak asing baginya menunggu di bandara. Kasih langsung mengulas senyum cerianya. Menampilkan gigi putihnya yang berjajar rapi.
"Mas Arga.." panggil Kasih dengan antusias.
Dia langsung berjalan cepat menghampiri Arga. Sementara Alvin hanya bisa mengikutinya dari belakang sembari membawa barang-barang mereka.
Alvin pun menaikkan satu alisnya ketika melihat bosnya yang sepertinya mulai dimabuk asmara. Tak biasanya Arga mau menemui seseorang di jam kerja begini selain ada kepentingan pekerjaan.
"Kok mas Arga jemput nggak bilang-bilang sih" Kasih mengulas pelukan mereka. Sambil menatap Arga malu-malu.
"Kan emang mau kasih surprise buat kamu." Arga mencubit pelan dagu Kasih karena gemas.
"Nanti malam kita dinner ya sayang." ucap Arga sembari menggandeng Kasih menuju parkiran mobil.
Alvin pun hanya seperti kambing congek yang berada di belakang mereka sembari membawa koper.
"Dasar bucin berdua." Alvin terus menggerutu hingga di mobil.
Apalagi saat di dalam mobil Alvin yang menyetir. Arga dan Kasih sibuk mengobrol mesra berdua.
"Loh kak, ini kan kelewat jalan ke apartemen." Kasih menyadari saat memperhatikan jalan.
"Kamu pulang ke apartemen kakak mulai sekarang" ucap Alvin sambil fokus menyetir.
Kasih mengernyitkan dahinya sementara Arga masih tampak santai. Akhirnya Arga pun memberitahu Kasih tentang kejadian yang ada. Beruntung Kasih cepat mengerti.
Mereka pun sampai di apartemen Alvin. Kasih sedikit terkejut karena barang-barangnya sudah tertata rapi di salah satu kamar Alvin. Ini pertama kali untuknya memasuki apartemen kakaknya sekaligus langsung tinggal disitu.
"Kalau kamu butuh sesuatu minta saja pada Alvin kalau saya belum bisa memberi" ucap Arga sebelum kembali ke kantor.
__ADS_1
"Iya Mas, makasih ya" Kasih menjawab ucapan Arga lalu menoleh kanan dan kiri memastikan tidak ada Alvin.
Kemudian Kasih mengecup bibir Arga dengan cepat. Arga langsung membeku. Pertama kalinya Kasih melakukan ini kepadanya dan hatinya langsung membuncah.
Arga pun tak bisa berkata-kata hingga akhirnya Kasih pergi begitu saja karena malu.
...****************...
Kasih sedang bersiap untuk dinner bersama Arga. Dia sibuk bersolek dan penampilannya luar biasa cantik.
Alvin yang sedang bersantai di sofa pun sampai tertegun melihat kecantikan Kasih.
Adiknya memang luar biasa mempesona. Namun sejenak dia juga sempat takut jika Arga hanya akan memanfaatkannya.
Tak berselang lama terdengar Arga sudah datang menjemputnya. Kasih dengan semangat langsung menghampirinya.
"you're so stunning baby." Arga tak bisa menyembunyikan kekagumannya terhadap Kasih.
"Aku tidak akan membiarkanmu pulang malam ini." Arga berbisik dengan nakal kepada Kasih.
"Ish.. Mas Arga mulai deh" Kasih langsung mencubit perut Arga.
Lagi-lagi Alvin mau tidak mau harus menyaksikan kebucinan mereka berdua. Selama ini dia tidak pernah menjalin hubungan serius bahkan jatuh cinta kepada wanita. Alvin terlalu takut jika jatuh cinta dan berumah tangga akan bernasib seperti masa lalunya. Ditinggalkan kedua orang tua.
.
"Maaf ya Kasih aku terlalu sibuk tadi jadi tak sempat reservasi VIP. Tidak apa-apa kan kita makan di sini?" Arga mempersilahkan Kasih untuk duduk.
"Tidak apa-apa mas, tempat ini sudah bagus kok."
Arga dan Kasih duduk di salah satu sudut restoran. Sebenarnya Arga ingin makan malam ini lebih spesial dengan memboking semua tempat. Namun karena reservasi yang mendadak sehingga mereka tidak bisa melakukannya.
Meski begitu keduanya tetap menikmati dinner romantis ini dengan penuh kehangatan.
Namun suasana itu langsung berubah ketika tiba-tiba seseorang datang menghampirinya.
"Arga.."
"Papa?"
.
.
author mau spill visual Kasih dan Arga buat seru-seruan aja. Semoga suka ya...
visual Kasih.
__ADS_1
visual Arga. Kebule-bulean keturunan dari mamanya.