Tempatku Untuk Pulang

Tempatku Untuk Pulang
Bab 44 Jangan ganggu


__ADS_3

"Mas Arga.." Kasih sangat bahagia melihat Arga akhirnya datang menyelamatkannya.


"Berengsek.. " Arga langsung melayangkan bogem mentah ke wajah Felix. Sejak tadi dia sudah dilanda emosi.


Felix pun langsung jatuh tersungkur di lantai. Arga terus memukulinya hingga Alvin melerainya.


"Pak Arga, sudah Pak" Alvin mencoba untuk menghentikan Arga. Sementara Kasih hanya bisa memekik karena ketakutan.


Tak ada perlawanan apapun dari Felix karena pria itu langsung diamankan oleh anak buah Arga.


Arga melihat Kasih yang berdiri tak jauh darinya. Gadis itu tampak menangis ketakutan.


"Kasih.." Arga langsung memeluk Kasih dengan erat. Dia merasa begitu lega akhirnya bisa menemukan gadis pujaannya.


"Kamu baik-baik saja sayang?" Arga mengusap pipi Kasih kemudian menatapnya dari ujung kepala hingga kaki.


Dia terkejut melihat tangan Kasih yang berdarah. Segera Arga meraih tangan Kasih.


"Tanganmu berdarah,"ucap Arga panik. Seketika dia mencari keberadaan Felix dan ingin kembali menghajarnya.


"Pak Arga, sebaiknya kita segera ke rumah sakit untuk mengobati Kasih" ucap Alvin.


Mereka pun akhirnya segera pergi dari tempat itu. Alvin mengemudikan mobilnya sementara Arga menemani Kasih duduk di kursi belakang.


Keadaan Kasih tampak kacau sekali. Dia masih terguncang dengan kejadian yang baru saja dia alami. Sementara telapak tangannya masih mengeluarkan darah. Arga segera mengambil saput tangan dari sakunya dan membalut luka Itu.


Kasih sedikit meringis kesakitan. Arga semakin tidak tega melihat keadaan Kasih. Dia segera merengkuhnya dalam pelukan.


"Maafkan aku Kasih.. Aku benar-benar menyesal meninggalkanmu sendiri" suara Arga terdengar parau. Dia benar-benar merasa bersalah.


Sementara Kasih tak mampu lagi menahan air matanya. Perasaannya begitu campur aduk saat ini. Emosi juga ketakutannya perlahan sirna setelah merasakan hangat pelukan Arga.


Seolah pelukan pria itu adalah penawar bagi rasa sakit hati Kasih yang kembali menganga setelah apa yang dilakukan oleh Felix.


Rasa kecewanya terhadap Felix semakin bertambah saat dia mendengar bahwa pria itu telah menghamili Olivia. Dan justru dia malah menculik Kasih dan ingin mengajaknya kabur. Pria itu benar-benar tak punya rasa tanggung jawab.


Kasih masih sesenggukan didalam pelukan Arga. Terlihat punggungnya yang gemetaran membuat Arga terus mendekapnya.


Perjalanan menuju rumah sakit sedikit jauh karena letak villa yang mereka datangi berada di tempat yang sedikit pelosok.

__ADS_1


Tak terasa Kasih mulai tertidur di pelukan Arga karena tubuhnya yang masih lemah. Wajah sendunya membuat Arga kembali menahan perasaan emosinya.


Dia bertekad tidak akan membiarkan orang lain menyentuh Kasih walaupun seujung kuku. Dalam hatinya kini hanya ingin membuatnya aman dan bahagia bersamanya.


Sedangkan Alvin yang sedang menyetir sesekali melihat keduanya melalui kaca spion. Tampak Arga yang menjaga Kasih dengan begitu posesif.


Hal itu tak pernah dia temukan dalam diri Arga selama ini. Sepertinya Arga benar-benar sudah jatuh hati kepada Kasih.


Alvin berharap Arga menemukan kebahagiaan dari Kasih. Selama ini pria itu sudah cukup menderita. Yang dipikirkan selalu kebahagiaan orang lain hingga lupa membahagiakan dirinya sendiri.


...****************...


Felix kini meringkuk kesakitan setelah dihajar oleh dua orang suruhan Arga. Pria itu dikurung di sebuah ruangan dan dijaga ketat.


"Dimana pria itu?" Arga datang dengan emosi meluap-luap setelah selesai mengantar Kasih ke rumah sakit.


Dia langsung memasuki ruangan dimana Felix di amankan.


"Kau, berani sekali mendekati Kasih" Arga meraih kerah baju Felix dengan tatapan nyalangnya.


Felix yang sudah babak belur masih bisa menyeringai menatap Arga.


"Hah.. Jika kau berpikir aku hanya memanfaatkan Kasih adalah salah besar. Aku bahkan akan memperjuangkannya meski harus mengorbankan diriku. Jangan harap kau bisa menyentuhnya walau seujung kuku. Aku tidak segan-segan menghancurkan mu" Arga tak main-main dengan ucapannya kali ini.


"Kau tahu, aku dengan mudah bisa menghancurkan usahamu dan ayahmu. Merobohkan perusahaanmu sangatlah mudah. Dengan menarik kerja sama dan semua investor maka kau akan bangkrut. Jadi jangan macam-macam bermain denganku" gertak Arga.


Felix pun hanya bisa terdiam. Dia sadar siapa lawannya. Dan sialnya perusahaannya sudah bekerja sama dengan Arga dan hal itu bisa berakibat fatal jika sampai Arga menarik semua investor. Sialan!


"Kau harus berjanji untuk tidak lagi mengganggu Kasih. Atau aku akan membuatmu sengsara." ancam Arga.


Kini Felix tak bisa berkutik lagi. Meski dalam hatinya sangat marah kepada Arga namun dia tak bisa berbuat apapun.


Dia pikir Arga akan memanfaatkan Kasih dan hanya menginginkan tubuhnya. Ternyata pria itu sudah memiliki perasaan yang begitu dalam terhadap Kasih.


Meski di hatinya sangat cemburu tapi dia juga harus berpikir dua kali untuk melawan Arga. Terpaksa Felix harus menyerah perlahan.


"Ku mohon. J-jangan hancurkan perusahaanku. B-baiklah aku akan berhenti mendekatinya. Tapi jangan tarik para investor dari perusahaanku" kini Felix langsung melunak setelah mendapat ancaman dari Arga.


Sementara Arga sudah bisa tersenyum puas. Ternyata membuat Felix jera sangatlah mudah. Ancaman sedikit saja sudah membuatnya lemah. Benar-benar bukan lawan yang sejajar untuknya.

__ADS_1


"Aku akan melepaskanmu. Tapi tetap mengawasimu. Akan ku pegang janjimu, jika kau melanggar tak segan-segan aku akan menghancurkan hidupmu" gertak Arga sekali lagi.


Meski dilanda emosi namun Arga masih memiliki hati nurani terlebih setelah Kasih bercerita bahwa Felix telah menghamili tunangannya.


Hati Arga masih tergugah jika pria itu harus tetap hidup agar bisa bertanggung jawab terhadap wanita yang telah dia hamili. Jika dulu tak bisa bertanggung jawab terhadap Kasih setidaknya dia harus mempertanggung jawabkan perbuatannya saat ini.


Kini tanggung jawab terhadap Kasih sepenuhnya akan jadi kewajiban Arga.


Setelah menceraikan Felicia nanti Arga akan segera mengikat Kasih menjadi istrinya.


Tak peduli dengan pandangan orang lain terhadapnya. Kini prioritas hidupnya adalah Kasih.


Sementara Kasih saat ini telah selesai diobati. Luka robek di telapak tangannya cukup besar sehingga harus mendapatkan beberapa jahitan.


Alvin saat ini mendampingi Kasih atas perintah dari Arga. Pria itu benar-benar merasa iba terhadap Kasih.


Kenapa wanita itu selalu mengalami nasib yang malang. Tak pernah dia sampai ikut merasa sesedih ini terhadap orang lain.


"Kak Alvin, aku sudah selesai" ucap Kasih menghampiri Alvin dengan tangan kanannya yang tengah di perban.


Alvin tersentak dari lamunannya. "Emm, iya Kasih. Sekarang kakak antar pulang ke apartemen ya" ucap Alvin kemudian menuntun gadis itu.


Sampai di apartemen Alvin ikut menemaninya sampai di dalam. Alvin menyiapkan makanan untuk Kasih sementara dia berganti pakaian.


Namun Alvin mendengar suara panggilan dari dalam kamar. Dengan segera Alvin memasuki kamar tersebut.


"Kak.. Maaf apa aku bisa minta bantuanmu?" ucap Kasih sedikit ragu.


"Iya Kasih ada apa?" jawab Alvin.


"Tolong bantu aku melepaskan pakaianku. Aku kesulitan." sebenarnya Kasih malu meminta bantuan kepada Alvin. Namun dia terpaksa karenatidak ada lagi orang di sini. Toh dia percaya bahwa Alvin tidak akan melakukan hal tak pantas untuknya.


"Kamu yakin?" Alvin ragu.


Kasih pun mengangguk.


Alvin pun akhirnya membantu melepaskan kemeja Kasih yang kotor. Untung saja Kasih memakai tanktop untuk melapisi pakaiannya jadi tak terlalu terbuka.


Namun saat membuka pakaian Kasih Alvin dibuat terkejut dengan tanda lahir yang terdapat di punggung Kasih.

__ADS_1


"Tanda lahir itu kenapa sangat mirip dengan tanda yang di foto adik?"batin Alvin.


__ADS_2