Tempatku Untuk Pulang

Tempatku Untuk Pulang
Bab 66 Kepergok


__ADS_3

"hhmmm... Aahhhh... Alvinh.. hentikan Aahhhh"


"Alvin.. Stop.. Janganhh.. Nanti Kasih lihat kita.. Ahh no.."


Alvin seolah tak mempedulikan ucapan wanita itu. Dia justru semakin gencar memacu tubuhnya.


"Kasih nggak akan pulang malam ini. Dia masih sibuk."


Hasratnya sudah berada di puncak. Yang ada di pikiran Alvin saat ini hanyalah mengejar kepuasannya.


Sementara Kasih kini dalam perjalanan pulang ditemani Arga. Wijaya sudah dibawa pulang ke rumah namun menolak untuk ditemani Arga. Sehingga mau tidak mau Arga pun terpaksa meninggalkannya.


Terjaga beberapa hari di rumah sakit tampaknya membuat kondisi badan Arga sedikit kurang fit. Terlihat dari raut mukanya yang tampak lelah dan pucat.


"Mas nanti istirahat di apartemenku aja ya, mas Arga kelihatan capek banget soalnya." Kasih meletakkan telapak tangannya di kening Arga kemudian membandingkan dengan suhu tubuhnya.


"Tuh Mas Arga agak demam kan" ujar Kasih.


"Tapi nggak enak sama Alvin sayang, nanti dia mikir macam-macam gimana?"


Kasih pun menghela nafas sembari mencebikkan bibirnya. Sudah dipastikan bahwa wanita itu tengah merajuk. Dan Arga paling tidak berdaya jika sudah begini.


"Yaudah, besok pagi-pagi banget Mas balik ya" Kasih langsung tersenyum saat Arga mengatakan hal itu.


Arga dan Kasih berjalan menuju apartemen Alvin. Namun saat hampir memasuki pintu tiba-tiba perut Arga berbunyi.


KRRUUGGG...


"Mas Arga lapar?" tanya Kasih seketika.


Arga hanya tersenyum tipis. "Sedikit"


"Yaudah habis ini aku masakin ya." Kasih berlalu memasuki unit apartemen itu. Fokusnya saat ini segera ke dapur untuk masak tanpa memperhatikan ada sepasang sepatu wanita tergeletak di pojokan.


Kasih membuka kulkas dan mencari bahan makanan yang bisa cepat dimasak. Namun sayangnya dia lupa belum belanja sehingga hanya tersisa sekaleng sarden.


"Mas aku buatin sarden ini aja nggak papa ya. Soalnya aku lupa belum belanja" ujar Kasih.


"Terserah kamu sweetheart, apapun masakan kamu pasti enak kok." puji Arga.


Kasih sudah menyuruh Arga untuk menunggunya di kamar. Namun pria itu menolak. Dia ingin melihat Kasih memasak yang akhirnya berujung menggodanya.


Arga memeluk Kasih dari belakang sambil beberapa kali menciumi tengkuknya.


Sementara didalam kamar Alvin, kedua insan tersebut tengah bermalas-malasan setelah hampir seluruh tenaganya terkuras akibat pergumulan itu.

__ADS_1


"Kenapa lo nyari gue? Memangnya nggak ada karyawati di kantor baru lo yang menarik?" wanita itu mengusap lembut tengkuk Alvin.


"Nggak ada, nggak ada yang menarik sepertimu." Alvin sembari mengecupi bibir wanita itu.


"Halah gombal, di kantor saja hampir semua perempuan lo kencani. Rayuan kayak gini tuh gak bakalan mempan."


Mendengar hal itu membuat Alvin terkekeh. Tak dipungkiri memang hampir seluruh staf kantor yang masih lajang sudah Alvin kencani.


"Iy-iya Mrs. Cabe rawit, emang nggak ada yang bisa menandingi kepedesan lo, tapi sebenarnya orangnya manis banget ngalahin gula." goda Alvin sekali lagi.


"Halah kumat deh, udah ah nggak usah merayu-ngrayu lagi." wanita itu beranjak dari ranjangnya dan memakai lingerie transparan tanpa membalutnya dengan outer kimono. Tubuh sintalnya tercetak jelas dan membuat Alvin kembali bergairah.


"Mau kemana?" tanya Alvin.


"Mau minum, haus" wanita itu berjalan keluar meninggalkan kamar Alvin.


"main di dapur seru kayaknya" Sementara pikiran kotor Alvin pun mulai meracuni. Dia bergegas menyusul dan hanya memakai ****** ***** saja.


.


"Nah, udah matang, cepet kan" Kasih Menyajikan masakannya di piring Arga. Namun bukannya makan justru Arga malah menarik tubuh Kasih ke pangkuannya dan segera mel uma t bibirnya.


"AAAAA....." Suara wanita berteriak membuat Kasih dan Arga terkejut.


"Aaaa.... Mbak Ratna." Kasih terpekik melihat keberadaan Ratna yang hanya memakai lingerie transparan dan nyaris membuatnya tel. Anjang.


Sementara di belakangnya tampak Alvin yang hanya memakai ****** *****.


"K-kasih.. Arga.. K-kalian.. Sudah pulang?" Alvin tampak terbata mengucap kata-katanya.


Arga tak mampu mengucapkan apapun lagi. Dia hanya terpaku melihat Alvin dan Ratna.


Kasih yang menyadari arah mata Arga segera menutup dengan telapak tangannya.


Ratna sempat blank sejenak namun segera sadar dan berlari kedalam kamar Alvin.


...****************...


Arga menatap tajam kedua manusia yang tengah duduk tertunduk di hadapannya. Sorot matanya benar-benar mengintimidasi. Hampir saja mode iblis Arga keluar dari tubuhnya.


"Pak, maaf saya bisa jelaskan. Kami tidak.." Ratna mencoba untuk menjelaskan.


"Alvin. Kau yang jelaskan." ucapan Arga seketika memotong pembicaraan Ratna.


"Ga, oke I'm sorry. Aku pikir kalian belum datang makanya kita.. ya sedikit menghibur diri lah" ucap Alvin.

__ADS_1


"Pak jangan pecat saya, ini murni Alvin yang salah.. Dia terus mendesak saya melakukannya." Ratna menempeleng kepala Alvin dengan salah satu tangannya.


"Lo sih udah dibilang jangan disini bandel" gerutu Ratna sedikit berbisik.


Sementara Kasih yang duduk di sebelah Arga hanya bisa bengong sambil meremas jemari Arga.


Dia masih syok sekaligus tak menyangka bahwa selama ini Kakaknya berhubungan juga dengan Ratna. Padahal di kantor keduanya tampak sangat profesional dan tak mungkin jika berakhir di ranjang juga.


"Kasih, maafkan saya. Sungguh kami nggak ada hubungan lain kok. Kita cuma sekedar berteman aja." Ratna mencoba untuk meyakinkan Kasih.


Kasih menatap Ratna. Selama ini dia memang menganggap Ratna seperti kakaknya karena di kantor dia selalu membantu Kasih.


Kemudian Kasih teringat ucapan ibu Alvin di Surabaya tentang mencarikan jodoh untuk kakaknya. Ide pun muncul di pikirannya.


"nggak papa kok mbak. Kalaupun kalian punya hubungan spesial juga aku nggak masalah" Kasih mengulas senyumannya.


Seketika Ratna dan Alvin merasa sangat lega. Alvin takut adiknya akan marah dan tak mau lagi menemui dirinya.


Sedangkan Ratna yang sejak tadi memperhatikan Arga dan Kasih mulai curiga. Hubungan keduanya sudah jelas bukan bos dan sekretaris lagi.


Apalagi saat ini sudah sangat larut dan saat di dapur tadi Ratna melihat dengan jelas bahwa Arga dan Kasih berciuman dengan begitu mesra.


Ingin sekali dia bertanya namun segera diurungkan. menanyai bosnya tentang urusan pribadi tentulah tidak sopan.


Ratna beranjak dari tempat duduknya dan hendak mengambil barang-barangnya di kamar Alvin.


"Mau kemana?" tanya Alvin.


"Mau pulang lah." ucap Ratna.


"Katanya mau nginep?" tanya Alvin.


Ratna langsung melotot. Dia memberi kode bahwa keberadaan arga dan Kasih membuatnya canggung.


"Mbak Ratna nginep aja. Udah malam juga" ucap Kasih santai. Dia kemudian beranjak dari sofa diikuti Arga.


"Kami mau istirahat duluan ya. Selamat malam." ucap Kasih sambil menarik tangan Arga.


Mereka masuk ke dalam kamar tidur Kasih. Tentu saja Ratna semakin terperangah melihatnya.


"Vin, jadi bener mereka punya hubungan?" Ratna masih merasa tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


"hmm.. Besok aja tanyain langsung sama Kasih. Tidur yuk ngantuk" Alvin mengangkat tubuh Ratna dan menggendongnya ala bridal menuju kamar tidur.


"Alvin... Turunin nggak" protes Ratna.

__ADS_1


__ADS_2