Tempatku Untuk Pulang

Tempatku Untuk Pulang
Bab 112 Alvin dan Ratna


__ADS_3

Akhirnya malam pun tiba. Acara resepsi yang begitu meriah kini pun telah usai. Tak disangka Aryo memberikan kejutan yang luar biasa. Dia bahkan mendatangkan salah satu band tanah air kesukaan Alvin dan Ratna. Sesuatu hal yang tak disangka oleh mereka.


Dengan perasaan yang penuh kebahagiaan kini kedua pasangan pengantin baru itu mulai undur diri dari pelaminan. Meninggalkan beberapa tamu yang memang masih ingin menghabiskan waktu di luar.


Jam sudah menunjukkan pukul 23.15. Tak terasa hari ini begitu padat acara mereka. Meski pernikahannya mendadak namun semua acara berjalan lancar tak ada suatu kekurangan apapun.


Alvin dan Ratna bergegas menuju kamar mereka. Meski tak dihias macam-macam namun rasanya itu sudah baik karena yang mereka inginkan hanyalah tempat nyaman untuk istirahat.


Alvin dengan cepat mengganti pakaiannya karena merasa gerah sementara Ratna sibuk melepaskan berbagai hiasan di kepalanya.


Dengan sigap Alvin membantu melepaskan semua printilan di kepala istrinya.


"Aksesoris sebanyak ini dipakai di satu kepala. Kamu benar-benar kuat sayang. Istriku hebat sungguh." lagi-lagi Alvin selalu menggombal.


"Sudah jangan banyak ngomong ini bantuin lepas sanggulnya. Berat Alvin." omel Ratna.


"iya-iya bawel. Ini lagi dilepas sayang." ujar Alvin sembari meraba arnal atau tusuk konde yang menusuk di rambut Ratna.


"Habis ini bantuin bukain kancing baju aku ya." ujar Ratna sembari membersihkan make up di wajahnya.


Mata Alvin berbinar seketika mendengar ucapan Ratna. Di dalam otaknya sudah membayangkan bermacam-macam hal.


"tanpa diminta juga nanti aku lepasin semua baju kamu sayang." ujar Alvin sembari tersenyum smirk.


"Haa kumat ya. Yaudah mandi dulu sana. Aku mau bersihin make up dulu." ujar Ratna.


"Loh bukannya mandi barengan?" tanya Alvin dengan wajah mupengnya.


"Nggak mau. Ini selesainya lama Alvin. Udah deh mandi duluan nanti gantian aku yang mandi." Ratna sedikit melotot kepada Alvin. Tentu saja pria itu langsung menuruti ucapan istrinya. Tidak baik terkena semprong Ratna disaat begini.


Setelah selesai mandi barulah Ratna kini bergantian. Sebelumnya Alvin sudah membantu melepaskan kancing baju Ratna yang berada di punggung.


Alvin sudah tidak sabar dengan malam pertamanya ini. Dia mengoleskan lotion serta parfum ke tubuhnya.


Meski lelah dengan acara seharian namun tenaganya masih terjaga untuk urusan yang satu ini. Alvin bersiap menyambut Ratna dengan menyenderkan tubuhnya di headboard.


Setelah beberapa saat Ratna pun keluar dari kamar mandi. Wanita itu hanya melilitkan handuk di tubuhnya. Rambut basah serta kulit putihnya tampak memadu dengan sempurna.


Ratna tampak begitu cantik dan semakin sexy. Bisa dipastikan bagaimana tatapan lapar Alvin yang tak sabar ingin menerkam istrinya.


Ratna sengaja menggoda Alvin dengan memperlihatkan lekuk tubuhnya yang sedikit tertutupi handuk mengoleskan lotion ke kulitnya dengan gerakan perlahan.

__ADS_1


Kemudian dia mengambil sesuatu dari lacinya dan menyembunyikan di belakang tubuhnya.


Ratna terus menggoda Alvin dengan tatapan menggoda merangkak ke atas tubuhnya. Melepas satu pakaian yang dikenakan Alvin kemudian menciumi perut pria itu. Terus naik ke atas hingga ke dadanya.


Alvin yang sudah diselimuti kabut nafsu pun tak kuasa menahan gejolak dalam dirinya. Sementara Ratna kini mulai menyerang leher Alvin dan berakhir di bibirnya.


Saat Alvin ingin membalasnya tiba-tiba Ratna mengangkat kedua tangan Alvin di atas kepala. Tanpa diduga wanita itu mengeluarkan sebuah tali.


Ratna mulai mengikat tangan Alvin. Meski pria itu tampak keheranan dengan sikap istrinya itu.


"Sayang, mau apa?" tanya Alvin masih dengan wajah datarnya.


"just for a while, honey. Aku hanya ingin bersenang-senang sedikit." ucap Ratna yang masih menggoda Alvin.


Alvin pun tampak tersenyum senang. Rupanya Ratna ingin membuat kesan di malam pertamanya. Dia akan menikmati dengan senang hati.


Namun lama kelamaan Alvin merasakan ikatan Ratna terlalu kuat. Dia pun mulai memprotes.


"Aduh sayang, itu kekencengan ngikatnya." protes Alvin.


Namun Ratna bukannya melonggarkan justru dia semakin mengencangkan ikatannya.


Alvin mulai meringis kesakitan. Namun Ratna meraih dagu pria itu dan menatapnya tajam. Alvin sangat terkejut melihat tatapan Ratna yang sangat berbeda dari biasanya. Sorot matanya tampak begitu kelam.


Kemudian Ratna beranjak dari tempatnya. Dia mengambil sebuah koper berukuran sedang. Dia meletakkan di pinggir ranjang dan membukanya.


Alvin terperangah seketika melihat isi koper itu. Baru kali ini dia melihat benda-benda semacam itu secara langsung. Biasanya tahunya hanya di film-film saja. Alvin langsung dibuat pucat pasi.


"S-sayang a-apa yang akan kamu lakukan. Ini tidak mung- Aakhh.."


Alvin mengerang saat tiba-tiba Ratna mencambuknya dengan sebuah benda berbentuk rumbai.


"Malam ini tidak ada ampun untukmu sayang." ucap Ratna dengan senyum iblisnya.


Alvin hanya bisa pasrah menerima semua perlakuan Ratna. Mungkin inilah hukuman bagi playboy seperti dia. Dia benar-benar menikahi seorang iblis dengan wajah bidadari.


Sejak saat itu Alvin berjanji pada dirinya sendiri untuk meninggalkan dunianya yang doyan party juga para wanita malam yang mengelilinginya. Alvin ingin tobat karena Ratna.


...****************...


Di pagi hari Alvin merasakan tubuhnya seakan remuk. Sekujur tubuhnya benar-benar terasa sakit semua.

__ADS_1


Kepalanya terasa berat sekali sebab hampir semalaman dia tidak tidur. Saat membuka mata dia melihat pergelangan tangannya yang memerah bekas ikatan Ratna semalam.


Bahkan di tubuhnya terdapat banyak bekas kemerahan entah apa saja yang dilakukan istrinya semalaman.


"Argh.. " Alvin mengerang saat dirinya berusaha bangun. Dengan sisa tenaganya dia menyenderkan badannya di headboard. Alvin menghela nafas panjang sembari menatap sekeliling. Mencari keberadaan Ratna yang tidak ada di kamar itu.


Tiba-tiba dia mendengar suara pintu terbuka. Menampilkan Ratna yang sudah rapi dan cantik membawa nampan berisi makanan lengkap dengan buah dan susu.


"Selamat pagi suamiku. Sudah bangun sayang?" sapa Ratna dengan senyum manisnya.


Alvin tak menjawab hanya mengernyitkan keningnya. Dia Melihat Ratna yang seperti biasanya bukan Ratna yang semalam.


Ratna menghampiri Alvin dan duduk disebelahnya. Dikecupnya kening Alvin dengan lembut.


"Sayang sarapan dulu ya. Ini aku buatkan bubur. Aku suapi ya." dengan cekatan Ratna mulai menyuapi Alvin.


Sementara Alvin masih bingung melihat istrinya sendiri.


"Ratna, boleh aku tanya?" ucap Alvin ragu-ragu.


"Iya sayang, ada apa?" jawab Ratna santai sambil menyodorkan segelas susu untuk alvin.


"Apa semalam kamu ketempelan arwah?" tanya Alvin dengan sorot tajam.


Ratna pun langsung tertawa. Melihat ekspresi Alvin yang tampak bingung sekali.


"Arwah? Arwah dari mana Alvin? Sejak kapan kamu percaya begituan?" Ratna tak bisa menyembunyikan tawanya.


"Lalu bagaimana kamu bisa memiliki barang-barang mengerikan itu? Sayang aku sangat takut denganmu." terlihat dari tatapannya bahwa Alvin memang terlihat takut.


Ratna membelai lembut pipi Alvin. Dia mengecupnya.


"Lupakan itu, aku tidak akan melakukannya lagi sayang. Asalkan kamu tidak berbuat macam-macam. Mengerti?" ucapan Ratna memang lembut namun sorot matanya masih menampakkan sisi iblisnya.


"Iya.. Iya aku tidak akan melakukan hal macam-macam lagi. Maafkan aku sayang. Aku janji akan selalu setia kepada istri cantikku ini." Alvin menyandarkan kepalanya di pundak Ratna.


"Tapi sayang, tolong jangan ada tali menali lagi. Kita tidak sedang pramuka." rengek Alvin lagi.


"Tidak sayang, yaudah mandu dulu yuk, mandi sendiri atau dimandiin?" tanya Ratna dengan tatapan menggoda.


"Tidak.. Tidak usah. Aku bisa sendiri." tolak Alvin seketika.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2