
Hari yang begitu dinantikan kini akhirnya telah datang. Akhirnya pernikahan Alvin dan Ratna dilaksanakan hari ini.
Semua orang tampak sibuk mempersiapkan diri.
Kasih bangun pagi-pagi sebab harus merias diri. Sementara Ratna sudah berada di ruangan make up untuk merias dirinya untuk pemberkatan.
Ratna tampak begitu cantik mengenakan kebaya berwarna putih dengan riasan serta sanggul khas adat jawa. Wajahnya tampak begitu luwes dan ayu.
Sedari tadi Kasih tak berhenti mengagumi calon kakak iparnya tersebut. Dia terus memuji kecantikan Ratna yang tampak berkali-kali lipat.
"Wah, kalau begini kakakku pasti nggak bisa nengok ke orang lain deh. Mbak Ratna cantik banget. Kalau orang jawa bilangnya apa ya? Uayu tenan." ujar Kasih dengan senyum lebarnya.
"Bisa aja deh, kamu juga cantik banget tau. Pertama kali ya pakai kebaya jawa begini. Juga sanggulan. Nyaman nggak? Perutnya nggak sakit kan? Atau pusing?" tanya Ratna khawatir.
"nggak papa mbak, ini kan rok instan melar juga. Kelihatannya aja sempit."ujar Kasih dengan menunjukkan rok batik yang dikenakan sebagai bawahan kebayanya.
Di ruangan itu sebenarnya merupakan salah satu kamar tamu di rumah Ratna. Mereka menyulapnya jadi ruang ganti juga tempat make up. Jadi semua yang berada di dalamnya khusus untuk para wanita. Selain Ratna dan Kasih juga ada Nova sepupunya Ratna serta beberapa orang make up artist.
"Oh iya Kasih, kalau nanti butuh apa-apa bilang ke Nova aja ya. Soalnya aku bakalan sibuk nanti seharian ini. Maaf ya." ujar Ratna lagi.
Mendengar ucapan itu entah mengapa hati Kasih begitu terenyuh. Dia sangat senang sekaligus haru memiliki kakak ipar yang begitu perhatian kepadanya. Bahkan disaat dia sibuk sekalipun masih memikirkan Kasih.
"Yaelah mbak Ratna ini. Iya iya.. Aku nggak apa-apa kok. Nova nya juga sibuk nanti malah tambah sibuk jagain aku juga." ujar Kasih mencoba untuk membiasakan situasi.
"mbak Kasih tenang aja. Aku udah biasa kok bantu-bantu. Malahan Mbak Ratna ini paling cerewet." ujar Nova sedikit nyengir.
"Yaudah udah kirim foto buat mamas belum? Buruan gih pasti seneng banget lihat kamu cantik banget begini." goda Ratna.
Ratna pun mengambil beberapa foto Kasih dari segala arah. Kemudian berfoto berdua dengan Kasih juga.
"nih kirimin biar seneng." Ratna pun menyodorkan ponselnya kepada Kasih.
Kasih langsung mengirim foto dirinya kepada Arga. Dan benar saja Arga langsung video call.
__ADS_1
Senyum Kasih membuncah kala melihat nama Arga di layar ponsel Ratna.
"Cepetan angkat. Mumpung nggak ada Papa kamu." ujar Ratna antusias.
Kasih langsung mengangkat panggilan video tersebut dan memposisikan wajahnya tepat di depan layar ponselnya.
"wooww. It's you. So beautiful baby.." baru saja layar menyala menampilkan wajah mereka berdua Arga langsung saja menyeletuk hingga membuat Kasih jadi salah tingkah.
"Gimana? Cantik nggak?" tanya Kasih malu-malu.
"Cantik banget sayang. kelihatan beda dan.." Arga menggantung ucapannya.
"Apa?" tanya Kasih penasaran.
"Bikin Mas makin kangen sama kamu." ucap Arga dengan jujurnya.
Kasih merasa senang dengan ucapan Arga namun di sisi lain dia juga merasa sedih.
Hubungan mereka saat ini sedang dalam masa-masa krisisnya. Kasih terlalu takut jika nantinya akan menerima kekecewaan lagi.
"Enggak apa-apa mas, aku juga kangen banget sama Mas Arga. Tapi gimana ya, situasinya sekarang kayak gini. Papa keras banget kalau soal hubungan kita. Padahal sebelumnya baik-baik aja. Kadang aku merasa.." Kasih mengambil jeda ucapannya dengan menghela nafas panjang.
"aku merasa senang akhirnya bertemu dengan Papa kandungku. Tapi jika situasinya terus begini, terus menentang hubungan kita, rasanya aku ingin kembali seperti dulu. Hidup sendiri saja sama Kak Alvin. Kan, kak Alvin orangnya sabar nggak banyak nentang-nentang aku." Mati-matian Kasih mencoba untuk menahan air matanya agar tidak jatuh.
"Sayang, jangan giti dong. Papa kamu hanya khawatir sama keadaan kamu. Kamu ini putri satu-satunya dia. Wajar aja sih kalau sedikit over protektif." ujar Arga mencoba menenangkan Kasih.
"Tapi aku nggak kuat Mas kalau begini terus. Aku cuma pengen bahagia gitu aja. Aku takut rencana pernikahan kita jadi ketunda lagi. Aku maunya sama Mas Arga." suara Kasih menjadi kian parau. Sudah semakin jelas setelah ini akan bagaimana. air mata bahkan sudah menumpuk di sudut netranya.
Arga tampak begitu cemas. Berulang kali dia mengusap wajahnya dengan kasar. Ingin sekali dia berlari dan memeluk Kasih. Memberi ketenangan untuk wanita tercintanya.
"iya mas paham sayang. Udah dong jangan sedih gitu. kan Mas janji bakalan menyelesaikan semua ini. kamu nggak usah mikir apa-apa. Cukup pikirkan satu persennya aja. Sisanya biar mas yang tangani, oke?" ucap Arga dengan nada bicara yang begitu tenang.
Kasih pun mengangguk. Sebuah senyum terulas di kedua sudut bibirnya. Dia tampak begitu cantik jika begini.
__ADS_1
"Gitu dong. Ini baru calon istrinya Mas Arga. Cantik banget, arrghh.. Tapi nyebelin." ujar Arga tiba-tiba merubah raut mukanya.
"Loh kok nyebelin sih mas?" Kasih pun dibuat bingung dengan ekspresi Arga.
"Gimana nggak nyebelin coba? Kalau kamu cantiknya kelewatan gitu apalagi mas nggak ada di samping kamu pasti banyak cowok-cowok bakal godain kamu." ujar Arga dengan wajahnya sedikit cemberut.
Kasih langsung terkekeh melihat Arga yang cemburu seperti itu.
"Apaan sih Mas Arga ini ngaco. Disini banyak kok cewek-cewek cantik lainnya. Nih ada mbak Ratna, sepupunya, juga yang lain nggak kalah cantik semua." ujar Kasih mencoba untuk mengelak.
"Nanti kalau ada orang yang genit godain kamu. Bilang Mas, kirim fotonya biar nanti Mas kirim orang buat nyongkel matanya." ujar Arga dengan kesumat.
Kasih langsing melotot seketika. Ucapan Arga terdengar begitu menyeramkan. Tapi begitulah adanya. Jika Arga mau dia tidak segan-segan melakukan hal itu.
"Eh Mas apaan sih. Nggak ada, nggak bakalan ada yang berani godain. Udah ya, nggak enak ini sama yang lain masak aku sibuk videocall an sama mas. Aku matiin dulu mau siap-siap." ujar Kasih.
"Yaudah, semangat ya sayang, ingat jangan capek-capek lo." ujar Arga.
"Oke sayang, i love you." ucapan Kasih sontak membuat Arga sedikit tertegun untuk beberapa saat.
"i love you too sayang." ujar Arga dengan hati yang membuncah.
Kasih pun menyerahkan ponselnya kepada Ratna namun buru-buru dia menolak.
"Bawa aja, biar nanti gampang hubungi mas Arga nya." ujar Ratna dengan begitu tulus.
Setelah semua siap Ratna akhirnya bersiap untuk melakukan pemberkatan. Dia diarahkan menuju gereja yang tepat berada di samping rumahnya.
Saat keluar rumah Ratna dibuat kagum luar biasa melihat halaman rumahnya yang penuh bunga dan dekorasi yang sangat indah.
Dia rasanya seperti mimpi mendapatkan kejutan pernikahan seperti ini. Senyum indah terus terukir di wajahnya. Apalagi saat melihat Alvin yang tengah berdiri di depan altar gereja itu.
Alvin mengenakan pakaian adat jawa juga namun rasanya ketampanan pria itu naik beberapa level. Sumpah demi Tuhan Ratna begitu bahagia bahkan hatinya seolah ingin terbang.
__ADS_1
Kasih langsung bergabung dengan ibu angkat Alvin dari Surabaya sementara ayah angkatnya mendampingi Alvin di Altar.
Sementara Ratna berjalan pelan dengan anggunnya dengan didampingi ayahnya. Begitu cantik dan lues bahkan seperti yang Kasih bilang tadi, Alvin sama sekali tak mengalihkan pandangannya dari Ratna. Bahkan sekedar berkedip saja rasanya sangat sayang.