
Sudah bisa dipastikan bahwa pagi ini ada kehebohan baru. Seorang Alvin Kurniawan telah resmi menjabat sebagai CEO sekaligus owner sah dari Hotel Grand Parvez. Dimana hotel tersebut merupakan salah satu hotel bertaraf internasional dan salah satu yang terbaik di negeri ini.
Semua orang sangat terkejut mengingat Alvin selama ini hanyalah karyawan swasta yang bekerja di AW corp. Perusahaan milik Arga. Tak pernah ada pemberitaan bahwa dirinya memiliki hubungan dengan Aryo, pemilik sah sebelumnya.
Arga yang baru saja sampai di ruangannya sedang membuka ipadnya. Memeriksa pekerjaan hari ini dan tak sengaja membaca berita tentang Alvin tersebut.
Tentu saja hal ini mengundang rasa penasaran Arga. Dia tahu hotel itu adalah milik Aryo sebelumnya, namun Alvin yang hanya mengatakan bahwa dirinya akan mengurus usaha keluarga.
"Apakah Alvin adalah keluarganya Pak Aryo? Tapi dia pernah bilang bahwa selain kedua orang tuanya dia tak memiliki kerabat lain." pertanyaan itu terus memutar di kepalanya.
Lalu dia teringat Kasih, dia akan bertanya kepadanya tentang hal ini.
Namun saat dia hendak menghubungi Kasih rupanya gadis itu sudah lebih dulu menghubunginya.
"Halo, iya Sayang ada apa?" tanya Arga menjawab telepon Kasih.
"Mas Arga sekarang dimana? Sudah di kantor? Boleh kita bertemu sebentar? Ada yang ingin aku bicarakan." ucap Kasih melalui panggilan teleponnya.
"Mas ada di kantor sayang, di ruangan. Kesini saja aku sedang senggang kok." ujar Arga.
Setelah selesai berbicara Kasih menutup teleponnya. Arga pun sudah menduga bahwa kekasihnya itu pasti akan membahas tentang Alvin.
Tak lama kemudian Arga mendengar suara ketukan di pintu. Dia mempersilahkan masuk dan itu adalah Kasih.
Arga langsung berdiri untuk menyambut Kasih. Dia langsung memeluk Kasih tanpa di duga ada orang lain di belakangnya.
Cepat-cepat Arga melepas pelukan Kasih dengan kikuk.
"P-Pak Aryo.." Arga terkejut saat melihat kedatangan Aryo.
Aryo hanya tersenyum melihat tingkah Arga. Tampak sekali wajah pemuda itu tampak memerah karena malu.
"Selamat pagi Arga." sapa Aryo.
"Selamat pagi, Pak Aryo." jawab Arga masih kelimpungan.
"Silahkan Pa." ucap Kasih mempersilahkan Aryo untuk duduk di sofa ruangan Arga.
'Pa?' Arga sedikit terkejut saat mendengar Kasih memanggil Aryo dengan sebutan itu. Tau memang Arga yang salah dengar?
Namun sesaat kemudian Kasih kembali menanyai Aryo dengan sebutan yang lebih gamblang.
"Papa mau kopi atau teh?" tanya Kasih kepada Aryo.
"Teh saja sayang." jawab Aryo.
"Papa? Apa maksudnya ini?" Arga semakin dibuat bingung.
Aryo dan Kasih hanya tersenyum. Kemudian setelah Kasih selesai membuatkan teh dan kopi barulah mereka mulai mengobrol.
"Mas, maaf ya. Sudah membuat bingung, aku mau jelasin bahwa Pak Aryo ini sebenarnya adalah Papa kandungku." Kasih mulai menjelaskan.
"Uhhukk.." Arga langsung tersedak seketika. Dia benar-benar terkejut.
__ADS_1
"Mas, pelan-pelan." Kasih langsung menepuk-nepuk bahu Arga dan mengambilkan tisu untuknya.
"maaf.. Aku sangat terkejut. Maksudku em.. Sungguh? Bagaimana bisa?" Arga saking terkejutnya sampai bingung merangkai kata.
"Itu benar Arga, saya baru menyadarinya saat pertama kali bertemu Kasih. Dan Alvin sudah mengatakan semuanya." ujar Aryo.
"Tapi, Alvin bilang ayahnya sudah tiada. Lalu Pak Aryo?" Arga masih diliputi kebingungan.
Akhirnya Aryo dan Kasih pun menceritakan detail tentang hubungan Aryo, Kasih dan Alvin.
Meski rumit namun Arga pun memahaminya. Dan begitulah adanya. Tak ada yang tahu bagaimana masa lalu seseorang dan apapun yang pernah mereka lakukan.
Dan hal yang paling tidak disangka Arga adalah Kasih yang selama ini selalu dipandang sebelah mata oleh orang lain bahkan selalu direndahkan oleh beberapa orang justru sebenarnya dia adalah anak dari seorang konglomerat kaya raya. Bahkan nilai kekayaannya tak main-main besarnya.
Dari situ Arga jadi merasa sungkan sendiri. Kasih rupanya jauh lebih kaya darinya. Dan tentang hubungan dengannya Arga sedikit merasa ragu bahwa Aryo akan merestui mereka.
"Maaf Pak, saya benar-benar tidak tahu bahwa Kasih adalah putri anda. Tapi sungguh saya sangat mencintainya dan tak ada niatan sama sekali untuk menyakitinya." tiba-tiba Arga langsung meminta ijin kepada Aryo.
Tentu saja, kini dia dihadapkan langsung dengan calon mertuanya. Dia harus mengantisipasi akan hubungannya.
"Santai saja Arga, saya tahu bagaimana kamu. Baiklah kita lanjutkan nanti malam di acara Gala perusahaanmu. Semoga sukses ya." Aryo pun berpamitan dan pergi meninggalkan ruangan itu.
"Hhhooaaahhh..." Arga memukul-mukul dadanya sendiri. Sebegini nervousnya ketemu calon mertua. Benar-benar pagi yang penuh kejutan.
Sejenak dia menatapi Kasih dengan seksama. Entah setelah mengetahui fakta ini kenapa bawaannya jadi berbeda.
"Mas Arga kenapa?" Kasih heran.
Sementara Kasih hanya bisa tersenyum geli. Baru kali ini melihat Arga yang tampak nervous. Padahal biasanya Arga selalu tenang menghadapi apapun.
"Sudah lah mas, Papa nggak semenyeramkan itu kok." bela Kasih.
"Ya tapi tetep aja sayang, nervous banget. Gimana kalau papa kamu kurang puas sama aku. Terus dia bakal cari-"
Cupp...
Ucapan Arga langsung terhenti ketika Kasih mengecup bibirnya. Dia hanya ingin membuat Arga lebih tenang. Dan benar saja, itu adalah obat paling manjur untuknya.
...****************...
Kasih sedang bersiap untuk acara Gala. Sebenarnya Kasih merasa grogi namun Arga selalu meyakinkan dirinya.
Apalagi saat ini Kasih tampak memukau dengan balutan dress putih tulang yang sangat pas di tubuhnya.
Terlihat anggun dan mempesona. Kecantikannya terpancar berkali-kali lipat.
Bahkan Arga sampai terpukau setiap kali menatapnya. Rasa cintanya selalu tumbuh setiap kali berada di dekat Kasih.
"Kau sangat cantik sayang," bisik Arga dikala mereka mulai berjalan menyambut para tamu.
Semua tamu undangan sudah hampir berkumpul semua. Semua staf dan karyawan dari perusahaannya tanpa terkecuali diundang semua. Juga para kolega bisnis dan kerabatnya.
Perayaan delapan tahun berdirinya perusahaan AW Corporation, dimana perusahaan ini semakin meningkat pesat menandakan betapa kerja keras Arga selama ini tak pernah sia-sia.
__ADS_1
Tampak Wijaya sejak tadi tak kuasa menahan senyum bahagianya melihat kesuksesan putranya. Rasa bangga dan haru terus terukir di wajahnya.
Disana tampak juga Alvin yang datang bersama Aryo. Dua orang itu tampak begitu kompak. Mereka langsung mengucapkan selamat kepada Arga.
Kebahagiaan terus terpancar di wajah Arga. Tak menyangka bahwa kerja kerasnya kini telah berbuah manis.
Sementara di sisi tempat ada Laura serta neneknya yang sejak tadi seperti mencemaskan sesuatu. Namun kedatangan Alvin langsung membuat Laura salah tingkah sendiri. Akhir-akhir ini gadis itu mulai terpikat pesonanya.
Bahkan dia sempat berpikir bahwa akan menyudahi misinya mengejar Arga. Dia ingin beralih kepada Alvin. Tapi hal itu belum disampaikan kepada neneknya.
Dan di acara ini juga nantinya Arga akan memperkenalkan Kasih secara resmi sebagai tunangan sekaligus calon istrinya. Dia ingin memperlihatkan kepada dunia bahwa Kasih adalah wanita paling spesial dalam hidupnya.
Acara pun di mulai. Tiba saatnya Arga menyampaikan sambutan. Dia menyampaikan ungkapan terimakasih atas kerja sama dengan semua pihak yang terlibat selama ini.
Dia juga menyampaikan program baru perusahaan. Serta beberapa pengumuman termasuk kenaikan gaji dan tunjangan kesejahteraan bagi karyawan.
"Ada satu hal lagi pengumuman yang tak kalah penting. Ini menyangkut kehidupan pribadi saya," Lalu Arga berjalan ke sisi podium dan meraih tangan Kasih. Dia menuntun gadisnya untuk menuju podium tanpa melepas genggamannya.
"Saya mengumumkan bahwa secara resmi Kasih adalah tunangan sekaligus calon istri saya." dengan lantang dan tanpa ragu Arga mengatakan hal itu.
Tentu saja Kasih langsung terpukau dengan keseriusan Arga. Dia tak main-main dalam hubungannya ini.
Terdengar sorak sorai kebahagiaan dari para tamu. Semua merasa senang dengan keputusan Arga, tampak dari ekspresi bahagia yang terpancar di wajah mereka.
Hanya dua orang yang sama sekali tak bahagia, sudah bisa di tebak siapa mereka.
Namun sesaat kemudian datang beberapa wartawan entah dari mana asalnya langsung menyerang Arga dan Kasih dengan berbagai macam pertanyaan.
"Maaf Pak Arga, tapi apakah anda tetap akan menikahi nona Kasih setelah statusnya terekspos publik?"
"Bagaimana reaksi anda ketika Nona Kasih adalah penyebab meninggalnya tuan Felix?"
"Apakah benar anda melakukan perselingkuhan sebelum Pak Arga bercerai?"
"Apakah Nona Kasih menjadi wanita simpanan anda dan melakukan perjanjian kontrak dengan sejumlah uang?"
Pertanyaan-pertanyaan yang seolah memojokkan Kasih langsung menguar dari mulut setiap pencari berita itu.
Arga sempat terkejut namun dia langsung mengatakan dengan tegas.
"Apapun yang diberitakan di luar sana saya tidak peduli. Ini adalah kehidupan daya dan pilihan saya. Yang jelas saya sangat mencintai Kasih." Suara tegas Arga langsung membungkam para wartawan tersebut.
Sementara itu tampak Laura dan neneknya yang merasa geram sebab lagi-lagi Arga membela Kasih.
"Tidak ada cara lain. Aku harus bertindak sendiri dengan caraku." Laura sempat sedikit takut dengan kemarahan neneknya.
Kemudian wanita tua itu berjalan menuju mini bar dan mengambil segelas minuman. Diam-diam dia menaburkan sesuatu di dalam minuman tersebut.
Kemudian dia menyuruh salah seorang pelayan memberikan minuman itu kepada Kasih yang kebetulan sedang haus dan hendak mencari minuman.
"Rasakan, kau akan pergi selamanya gadis sialan."
...****************...
__ADS_1