
Kasih masih terdiam dan tak menggubris Alvin sama sekali. Entah kenapa pikirannya menjadi semakin gundah.
Apakah yang dikatakan Alvin tentang kebiasaannya juga berlaku pada Arga. Apa benar Arga selama ini juga doyan party dan main wanita.
Berbagai pertanyaan terus berkecamuk didalam hatinya. Bahkan dia sudah bisa berspekulasi sendiri.
Bisa saja Arga melakukan itu, buktinya dia saja sampai menjadikan Kasih sugar Baby nya.
"Ck, menyebalkan" tanpa sadar Kasih bergumam sendiri.
Alvin langsung menoleh saat mendengar Kasih berbicara. Sejak tadi dia diam terus.
"Kasih, ada apa?" ucap Alvin sembari menyetir mobilnya.
Kasih terdiam sejenak. Kemudian dia menatap Alvin dengan sendu.
"Kak, aku ingin bertanya sesuatu" ucap Kasih.
"Iya, katakanlah" jawab Alvin.
"Kita cari tempat berhenti saja. Biar enak ngobrolnya." Akhirnya Alvin mencari cafe terdekat.
Alvin dan Kasih berhenti di salah satu cafe yang tak jauh dari tempat mereka. Suasana cafe cukup tenang sehingga mereka bisa mengobrol dengan santai.
"Jadi, apa yang ingin kamu tanyakan Kasih?" Alvin sedikit berhati-hati dalam bicara. Dia takut membuat adiknya tersinggung lagi.
"Soal ucapan kakak tadi, apa semua laki-laki seperti itu?" Kasih berusaha meredam amarahnya.
"Tidak juga, mungkin hanya pria-pria brengsek sepertiku Kasih." Alvin tersenyum getir.
Tak dipungkiri bahwa dirinya memang bukan pria baik-baik. Setiap berkenalan dengan wanita kebanyakan mereka akan berakhir di ranjang. Bahkan hampir semua wanita di kantornya pernah dia tiduri.
"Lalu, apakah Mas Arga juga begitu?" suara Kasih sedikit tercekat.
Hatinya yang sudah mulai jatuh cinta kini harus diuji dengan pernyataan Alvin yang membuatnya mulai mempertanyakan sifat asli Arga.
__ADS_1
"Tidak, tidak Kasih. Pak Arga bukan seperti itu kok. Kakak jamin dia bukan pria yang suka main wanita" Alvin langsung menjelaskan.
"Lalu kenapa menjadikan aku sugar baby? Bisa saja sebelumnya dia juga memiliki sugar baby selain aku. Jujur saat ini perasaanku jadi bimbang. Andai saja punya uang aku akan pergi dari lingkungan seperti ini." ucap Kasih kesal.
"Kasih, tapi Pak Arga memang bukan pria seperti itu. Aku bisa menjaminnya" Alvin berusaha menenangkan Kasih.
"Lalu apa coba? Jelaskan" ucap Kasih dengan masih kesal.
"Sebenarnya yang meminta Pak Arga untuk menjadikanmu Sugar Baby adalah aku, maafkan aku Kasih. Kakak saat itu benar-benar tidak tahu." Alvin terdiam sejenak.
"Aku kasian melihatmu. Pak Arga sebenarnya orang yang baik hanya saja dia tergolong cuek terhadap urusan orang yang tidak berhubungan dengannya. Jadi aku memanfaatkan rumah tangganya yang bermasalah untuk menjadikanmu terikat dengannya agar kamu bisa mendapatkan tempat tinggal." Kini Alvin benar-benar merasa bersalah dan mengakui kesalahannya.
"Jika kamu marah dengan kakak sekarang aku terima. Kakak memang bukan orang yang baik. I'm sorry Kasih" Alvin menundukkan kepalanya. Dia tak sanggup menatap Kasih.
Namun berbeda dengan Kasih. Dia tertegun dengan kejujuran Alvin. Kemudian Kasih meraih tangan Alvin dan menggenggamnya.
"Kakak tidak salah, mungkin ini jalan Tuhan untuk mempertemukan kita. Apapun yang Kak Alvin lakukan di masa lalu itu karena kakak belum tahu tentang kita" ucap Kasih sembari mengulas senyum. Itu tandanya Kasih tidak jadi marah padanya.
"Kasih, sejak awal aku penasaran denganmu. Tapi aku bingung harus berbuat apa. Dan aku tahu Pak Arga tidak pernah macam-macam terutama terhadap seorang wanita. Bahkan dia tidak pernah berpesta-pesta sepertiku" Alvin sedikit tersenyum memikirkan tingkahnya.
"Sebenarnya itu pertama kali untuknya. Pak Arga tidak pernah mau ikut denganku bahkan Ke Club saja dia sangat ogah-ogahan jika tidak terpaksa." Alvin terkekeh memikirkan kepolosan bosnya.
"Tapi dia bilang pernah beberapa kali ke boat party" sanggah Kasih.
Alvin pun semakin terkekeh mendengar hal itu. Membuat Kasih semakin heran.
"Itu hanya akal-akalannya saja. Pak Arga bahkan bertanya padaku semalaman gara-gara kamu minta ikut ke boat party itu. Dia tidak tahu apa saja yang terjadi di sana."
Kasih pun masih termangu. Apa benar Arga sepolos itu? Dan pengakuannya hanya untuk membuatnya terlihat nakal. Kasih akhirnya tertawa sendiri memikirkan hal itu.
"Oh ya Kasih, Pak Arga sepertinya benar-benar jatuh cinta kepadamu. Aku tidak pernah melihat dia sebucin itu kepada seorang wanita." Sambil menyeruput kopinya Alvin mulai menceritakan tentang Arga lebih dalam.
Dengan itu, kini Kasih kembali percaya terhadap Arga. Membicarakan Arga entah kenapa membuatnya rindu dengan pria itu.
Kasih mencoba menghubunginya namun Arga tidak menjawabnya. Sepertinya pria itu sedang sibuk sekarang.
__ADS_1
...****************...
"Mumpung disini mbak Kasih harus jalan-jalan. Kita kelilingi kota Surabaya ini terserah mau kemana saja. Aku siap jadi pemandu wisata untukmu" Tio dengan semangatnya mengajak Alvin dan Kasih jalan-jalan berkeliling Surabaya.
"Baiklah, sebenarnya aku ingin melihat jembatan Suramadu dari dekat" ucap Kasih.
"Kalau itu bagus kalau sore hari kak, sekalian kita menikmati sunset di sana" ujar Tio.
Akhirnya Kasih dan Alvin pun menurut saja. Tio mengajak mereka pergi ke kebun binatang karena jalan-jalan ke Mall pasti sudah biasa di kota metropolitan.
"Kita kesini dulu ya" Tio memarkirkan mobilnya.
"Kita ke kebun binatang Tio?" tanya Alvin sedikit mengernyitkan dahinya.
"Hmm.. Pasti Mas Alvin jarang banget kan kesini. Untung-untung ntar banyak kembaran mas disana. Sapa tau ada yang jodoh" Tio langsung nyengir menatap Alvin yang melotot padanya.
Tio tipikal pria yang sangat humoris dan gampang akrab sehingga membuat Kasih merasa nyaman dan terhibur.
Bahkan tak jarang Tio meledek Alvin di sepanjang aktivitas mereka mengamati berbagai macam binatang yang ada di sana. Alvin pun selalu membalasnya dengan umpatan bahkan toyoran di kepalanya.
Tak terasa hari semakin sore dan hal yang paling ditunggu Kasih akhirnya kesampaian juga.
Tio mengantar Alvin dan Kasih ke bibir pantai dekat jembatan Suramadu. Di sana mereka menikmati secangkir kopi sembari melihat sayup-sayup ombak di bibir pantai. Serta gemerlap lampu di sepanjang jembatan itu membuat suasana semakin romantis.
Sementara Arga seharian ini sangat sibuk hingga tak sempat memegang ponselnya. Dia melihat panggilan tak terjawab dari Kasih. Kemudian membaca pesan yang dikirim wanita itu.
"Mas Arga, semangat buat hari ini. Jangan lupa makan nggak boleh telat" pesan itu membuat senyum Arga semakin membuncah. Sebahagia ini diperhatikan orang tersayang.
Kemudian dia melihat notifikasi di ponselnya. Akun sosial media Kasih baru saja memposting sebuah foto.
Arga membuka sosial medianya karena penasaran dengan apa yang di posting Kasih.
Rupanya dia mengirim beberapa foto selama di Surabaya. Mulai dari makam kedua orang tuanya. Foto selfie bersama Alvin serta dirinya di kebun binatang. Namun satu foto yang cukup membuatnya meradang adalah sebuah foto yang menunjukkan Kasih bersama Alvin dan satu orang pria asing yang cukup dekat dengannya.
"Ck, siapa ini? Berani-beraninya berada di dekat wanitaku" geram Arga.
__ADS_1