Tempatku Untuk Pulang

Tempatku Untuk Pulang
Bab 76 Pria itu


__ADS_3

"Maaf, ucapan Papa sedikit kasar. Jangan diambil hati ya, sayang" Arga mengecup lembut kening Kasih. Cemas jika saja Kasih merasa sedih karena ucapan papanya.


"Nggak apa-apa kok Mas, tenang saja. Justru perkataan Om Wijaya itu menjadi semangat untukku. Supaya aku bisa lebih baik lagi dalam memperjuangkan hubungan ini." Kasih menatap Arga sambil mengulas senyum.


Melihat kesungguhan Kasih membuat Arga berkali-kali lipat merasa bersyukur dan bahagia memiliki Kasih di sisinya.


"Kasih, kau adalah wanita terhebat yang pernah aku temui. Jangan bosan-bosan ya jika aku terus mengatakan bahwa aku sangat mencintaimu" Arga memegang kedua pipi Kasih dan menyatukan keningnya.


Ada perasaan begitu dalam yang ingin selalu membuncah saat bersama Kasih. Tak pernah Arga mendapatkan balasan cinta setulus ini sebelumnya. Dan Arga semakin yakin bahwa Kasih adalah calon pendamping hidup terbaik untuknya.


Sebenarnya Kasih sedikit sedih dengan ucapan wijaya. Namun hal itu tak terlalu mengusik hatinya sebab apa yang pernah dia alami dulu lebih parah dari itu.


Bramantyo, mantan mertuanya dulu justru memperlakukan Kasih dengan begitu buruk. Bahkan Kasih pernah disiram air minum tepat di depan wajahnya saat makan bersama. Dan Felix tak pernah membelanya. Hanya meminta Kasih memaklumi hal tersebut.


Lebih parahnya lagi Bramantyo selalu mengumpat bahkan mengatai Kasih dengan kata-kata kotor. Jika mengingatnya Kasih benar-benar merasa kesal. Namun semua itu hanyalah masa lalu yang ingin Kasih kubur dalam-dalam.


...****************...


Alvin berkali-kali mendengus kesal. Ratna sepertinya sengaja menghindari Alvin. Setiap kali dia ingin bertemu Ratna selalu beralasan.


Semenjak berlibur dengan Ratna beberapa waktu lalu Alvin menjadi sering merindukan wanita itu. Bahkan Alvin sudah tak lagi bermain-main dengan wanita lain. Baginya tak ada yang se seru dan senyaman saat bersama Ratna.


Tapi jika Ratna terus menghindar begini Alvin juga merasa sedih. Akhirnya dia berusaha mencari Ratna di kantornya.


Kebetulan hari ini Alvin ada urusan bersama Arga sehingga dia punya alasan untuk datang ke kantor.


Hanya melihat Ratna yang fokus bekerja saja sudah membuat Alvin senang.


Diam-diam Alvin memotret Ratna yang sedang fokus menatap layar komputernya. Sepertinya pekerjaannya cukup serius hingga rambut hitamnya yang biasanya digerai kini dijepit asal-asalan. Namun tak mengurangi kecantikannya.


Ting!


Ponsel Ratna berbunyi tanda pesan masuk. Saat membukanya dia tahu itu dari Alvin. Rupanya Alvin mengirim potret dirinya yang sibuk bekerja.


"Fokus banget, semangat kerja ya" tulis Alvin di pesannya.


Ratna tertegun sejenak membaca pesan itu. Apalagi Alvin yang begitu niat sampai memotret dirinya diam-diam. Tapi kali ini dia tak ingin terbuai.


Ratna harus benar-benar menjaga hatinya agar tak terbawa perasaan kepada Alvin. Dan dia memilih untuk mengabaikan pesan Alvin.

__ADS_1


Sementara Alvin kini kembali dibuat heran. Tak biasanya Ratna mengabaikan dirinya seperti ini.


Akhirnya Alvin memutuskan untuk menemui Ratna langsung saat pulang kantor. Dia melihat Ratna yang baru saja keluar gedung.


"Ratna, gue antar pulang yuk" ucap Alvin.


Ratna sedikit terkejut dengan Alvin yang tiba-tiba saja menghampirinya.


"Eh, sorry Vin. Gue udah janjian sama seseorang. Tuh dia datang. Gue duluan ya" Ratna pergi begitu melihat sebuah mobil hitam berhenti di seberang mereka. Tak berselang lama seorang pria keluar dari mobil itu dan menyapa Ratna.


"Ratna sudah menunggu lama ya? Maaf banget tadi kena macet." ucap pria itu.


"Nggak apa-apa kok Jody, gue juga baru keluar kantor barusan." Kemudian Jody membukakan pintu mobilnya dan mempersilahkan Ratna masuk.


Alvin hanya bisa menatap dua orang itu yang kini telah berlalu. Perlahan dia jadi paham penyebab Ratna mengabaikannya.


Tapi entah kenapa saat melihat senyum Ratna kepada pria itu Alvin merasa tidak terima.


Seolah ada perasaan yang membuatnya tidak nyaman. Mungkin Karena selama ini Ratna hanya tampak tersenyum kepadanya. Dan ketika senyum itu terulas untuk pria lain Alvin merasa cemburu.


Cemburu? Ya mungkin itulah yang Alvin rasakan. Dia merasa cemburu sebab ini untuk pertama kalinya dia dicampakkan seorang wanita.


Alvin masih berdiam diri menatap jalanan membuat Kasih dan Arga yang saat itu baru keluar gedung kantor merasa heran. Akhirnya Kasih menghampiri Alvin.


"Kak, nunggu siapa sih?" suara Kasih sontak membuyarkan lamunan Alvin.


"Eh, Kasih. Emm.. Itu. Enggak kok. Nggak nunggu siapa-siapa." Jawab Alvin sedikit berantakan.


"Kita mau cari makan, kak Alvin mau ikut?" Alvin diam sejenak lalu menatap Arga yang tak jauh dari mereka. Tampak pria itu menganggukkan kepala.


Akhirnya Alvin menyetujui tawaran Kasih.Ada baiknya dia ikut. Daripada dia melamun sendiri memikirkan Ratna.


Mereka akhirnya berangkat ke restoran yang dimaksud. Alvin memilih membawa mobilnya sendiri. Sementara Kasih berada di mobil Arga.


Ketiganya menempati kursi yang sebelumnya sudah dipesan Kasih. Mereka saling mengobrol selagi menunggu makanan datang. Namun fokus Kasih teralihkan saat melihat sosok wanita yang sangat dia kenal bersama pria sedang menikmati makanan bersama.


Wanita itu adalah Ratna. Dan saat itu pula Kasih langsung menyadari ketika Alvin melamun menatap jalanan. Mungkin itu penyebabnya.


"Loh, bukannya itu Ratna?" tiba-tiba suara Arga langsung memecah keheningan.

__ADS_1


Alvin sontak menoleh ke belakang dan mendapati Ratna yang sedang bersama pria tadi. Alvin tampak putus asa menatap Ratna.


Kasih yang sejak tadi mencoba untuk menjaga perasaan Alvin justru dikacaukan oleh Arga. Dia pun langsung mencubit paha Arga.


"Apa sih?" protes Arga.


Kasih tak menjawab hanya melotot serta memberi isyarat menunjuk Alvin. Dengan cepat Arga menyadari itu.


"sorry.." bisik Arga.


Alvin pun tampak cuek dan sama kembali menikmati makanannya. Dia mencoba untuk biasa saja padahal dalam hati dia begitu gerah.


PRRAANNGGG...


Semua orang langsung terkejut saat Kasih tiba-tiba memecahkan gelas minumannya.


Tatapan Kasih nanar seketika. Tubuhnya gemetaran dan nafasnya mulai tersengal.


"Kasih, ada apa? Kamu tidak apa-apa sayang?" tanya Arga sambil memeriksa tangan Kasih.


"Kasih, kamu kenapa?" Alvin pun juga menanyainya.


Tiba-tiba Kasih terisak dan mengeluarkan air mata. Dia menunjuk seorang pria yang sedang menyantap makanan di salah satu meja restoran tersebut.


"D-dia... D-dia... P-pria itu.." ucapan Kasih terbata.


"Ada apa Kasih? Ada apa dengan pria itu?" tanya Arga.


"Dia.. Dia yang memperkosaku" ucap Kasih dengan putus asa.


"APA?" Alvin yang mendengar hal itu langsung memekik keras. Hingga semua orang yang ada di restoran itu langsung memperhatikannya. Termasuk juga Ratna.


Sementara pria yang dimaksud Kasih pun akhirnya ikut memperhatikan Alvin. Saat melihat sosok Kasih yang sedang menatapnya dia langsung panik.


Pria itu langsung beranjak dari kursinya dan mencoba untuk kabur.


Arga yang menyadari hal itu dengan cepat segera mengejarnya. Sementara Alvin yang masih bingung hanya bisa terpaku.


"Alvin cepat bantu" teriak Arga sambil berlari keluar.

__ADS_1


__ADS_2