
Kasih berkali-kali menghela nafas kasar. Bahkan semalaman dia merasa sulit tidur. Perasaannya sedang tidak baik-baik saja.
Apalagi saat melihat kartu undangan pernikahan yang bertuliskan nama mempelai Felix dan Olivia. Serta bertumpuk paper bag berisi barang-barang branded pemberian Arga.
Entah kenapa hatinya terasa sesak dan gelisah saat mengingat bahwa nanti malam adalah acara pernikahan Felix.
Bukan karena dia belum move on namun lebih takut dan marah terhadap Bramantyo, mantan mertuanya.
Tak habis pikir jika mengingat perbuatan biadab mantan mertuanya itu. Dalang dibalik kehancuran rumah tangganya bahkan adalah pria itu.
Trauma besar yang ditorehkan Bramantyo masih membekas jelas di dalam otaknya.
Antara sanggup dan tidak sanggup dirinya menghadiri acara pernikahan itu meski Felix memintanya sendiri untuk datang. Bahkan Arga sudah mempersiapkan semuanya.
"Kenapa wajahnya ditekuk begitu?" Alvin sejak tadi melihat adiknya yang mondar-mandir sendiri di kamarnya lalu menghampirinya.
"Kak, aku bingung" ucap Kasih lirih. Terlihat sekali kekalutan yang dialaminya.
"Bingung kenapa Kasih?"
"Nanti malam apakah aku datang ke pernikahan mantan suamiku atau tidak?" Kasih berujar sendu.
"Apa kamu masih memiliki perasaan terhadapnya?" tanya Alvin.
Kasih pun langsung menggelengkan kepalanya.
"Tidak, aku sudah tidak memiliki perasaan apapun kepadanya. Hanya saja aku takut ketemu Pak Bramantyo." suara Kasih sedikit bergetar saat mengatakan nama pria itu.
"Kalau kamu benar-benar tidak sanggup tidak usah maksa. Semua tergantung dirimu Kasih." ujar Alvin.
"Tapi Mas Arga sudah mempersiapkan semuanya. Bahkan dia membelikan barang-barang mahal itu untuk kupakai. Dia bilang ini bagian dari rencananya untuk balas dendam." ucap Kasih.
"Kalau menurut kakak memang sebaiknya kamu berangkat. Kan ada Arga yang bakal jagain kamu. Sayang juga dia sudah mempersiapkan semuanya." Alvin mengusap lembut puncak kepala Kasih. Tapi usapan itu berubah jahil jadi mengacak-acak rambut adiknya.
"KAKAK..." Alvin segera lari dari kamar Kasih sambil menjulurkan lidahnya.
...****************...
__ADS_1
"Sayang, habis ini akan ada hair stylish juga make up artist yang akan datang di apartemen kamu. Jangan kemana-mana ya" suara Arga melalui sambungan teleponnya.
"Tapi Mas, kok sampai sewa jasa begituan. Aku kan juga bisa make up sendiri." balas Kasih.
"nggak apa-apa sayang, supaya kamu nggak repot-repot. Sudah ya mas mau lanjutin pekerjaan dulu. Sampai ketemu nanti."
Kasih masih tertegun. Arga yang super sibuk begitu masih sempat-sempatnya mencarikan jasa stylish untuknya. Apalagi segala tindak-tanduknya sekarang jauh dengan yang dulu. Kini Arga begitu menyayangi Kasih dan selalu memprioritaskan dirinya.
Memikirkan Arga membuat Kasih jadi senyum-senyum sendiri. Tak menyangka Tuhan akhirnya mempertemukan dengan sosok pria yang sangat mencintai dan menyayanginya seperti ini.
Namun tiba-tiba Kasih mendengar suara bel pintunya berbunyi. Dia bergegas menuju depan. Sebelum itu dia melihat layar interkom tampak orang yang sepertinya tak asing dilihatnya.
"Kok seperti..." Kasih masih berpikir. Bukankah orang-orang itu *make up artis*t dan stylish langganan para artis.
Lalu suara bel berbunyi lagi membuyarkan lamunan Kasih. Cepat-cepat dia membuka pintunya.
"Halo selamat sore, dengan kakak Kasih ya?" ucap pria yang tak lain adalah stylish kenamaan tersebut.
"i-iya.." jawab Kasih kikuk
"Silahkan.. Silahkan masuk." cepat-cepat Kasih langsung sadar dan mempersilahkan mereka masuk.
Ada tiga orang yang mendatangi Kasih. Tanpa berkenalan sebenarnya Kasih sudah tahu betul mereka siapa. Wajah-wajah itu tak asing karena sering wara-wiri di sosial media para artis papan atas negeri ini. Apalagi Kasih juga aktif mengikutinya di sosial media.
Mereka langsung menyiapkan tempat juga Kasih yang tampak pasrah dengan apapun yang dilakukan para tenaga profesional tersebut.
Rasanya masih tidak percaya bahwa Kasih mendapatkan perawatan semahal ini.
Setelah selesai mereka pun membantu Kasih memakai perhiasan dan sepatu yang dibelikan Arga.
"Wow.. So stunning. Dari ujung kaki sampai ujung rambut anda benar-benar luar biasa. Pak Arga pasti tak bisa mengalihkan pandangan sedikitpun nanti." ucap sang stylish.
Kasih hanya tersenyum malau-malu. Dan benar saja saat menatap cermin Kasih sampai tertegun dengan dirinya sendiri.
Tak disangka dirinya begitu cantik menggunakan gaun berwarna cream tersebut. Apa yang dia pakai saat ini bahkan bisa untuk membeli rumah mewah. Arga benar-benar gila.
__ADS_1
"so precious, so stunning, so.. Beautiful." Tiba-tiba Arga yang tampak gagah memakai setelan tuksedonya muncul dari belakang membuat Kasih sedikit terkejut. Dia langsung memeluk pinggang Kasih dan mengecup pundaknya.
Arga bahkan tak merasa canggung sama sekali menunjukkan kemesraan di depan para stylish itu.
"Ups, aku bisa saja memotret kalian dan mengirimkannya ke akun gosip." ucap salah satu stylish sambil terkekeh.
"Silahkan saja. Besok-besok aku juga akan mempublikasikannya." ujar Arga sambil mengangkat tangan Kasih memamerkan cincin yang tersemat di jemarinya.
"she's my fiance." ujar Arga penuh bangga.
Orang-orang itu langsung terkejut sekaligus bahagia. Sementara Kasih hanya bisa kikuk sendiri dengan sikap Arga yang blak-blakan.
Saat sudah waktunya tiba Arga mengajak Kasih untuk segera berangkat. Di sepanjang perjalanan tak henti-hentinya Arga memuji kecantikan Kasih yang tergambar bak bidadari.
Sampai juga mereka di gedung tempat acara berlangsung. Awalnya Kasih merasa begitu gelisah dan takut. Tapi hangat genggaman tangan Arga perlahan meruntuhkan kegundahannya.
Kini keduanya melangkah memasuki gedung itu. Suasana ramai khas pesta pernikahan pada umumnya. Tampak Bramantyo yang sibuk menyambut para tamu undangan belum sadar akan kedatangan Arga dan Kasih.
Benar saja, Kasih dan Arga langsung jadi pusat perhatian. Visual keduanya bak pahatan sempurna. Apalagi beberapa tamu undangan merupakan para sosialita kolega bisnis Felix dan Bramantyo juga tentu mengenal Arga langsung tahu seberapa mahal semua yang dipakai Kasih malam ini. Bahkan gaun yang dipakai Kasih jauh lebih mahal dari gaun yang dipakai pengantin.
"Selamat untuk pernikahan kalian." ucap Arga yang menghampiri Felix dan Olivia.
Felix tak langsung menjawab. Justru tatapannya terpaku kepada Kasih yang tampak luar biasa mempesona. Bahkan saat itu juga Olivia langsung mencubit Felix.
"Oh, iya Arga. Terimakasih banyak. Aku kira kalian tidak akan datang. Aku sangat senang." ucap Felix.
Giliran Kasih memberi ucapan kepada Felix. "Selamat Mas, semoga pernikahan kalian langgeng selamanya."
Kasih menjulurkan tangannya untuk bersalaman namun tanpa disangka Felix langsung memeluk Kasih dengan erat. Tentu saja semua orang terkejut melihatnya.
"Terimakasih.. Kasih. Maafkan aku." ucap Felix dengan mata yang berkaca-kaca.
Arga dan Kasih pun segera berjalan menjauhi Felix dan Olivia. Sudah bisa dilihat seberapa kesalnya Olivia setelah kejadian itu.
Dan tak disangka rupanya Bramantyo sudah berdiri di hadapan Arga dan Kasih. Pria paruh baya itu menatap Kasih dengan sengit.
"Kau, berani datang juga?"
__ADS_1