
Masih dengan bucinnya pasangan Alvin & Ratna.
Suara decapan kedua bibir itu masih terus beradu. Dengan angin sepoi-sepoi serta jingganya langit yang membuat suasana semakin romantis.
Sinar mentari yang hampir tenggelam di cakrawala memantul di permukaan air laut menimbulkan gemerlap keemasan yang begitu indah. Namun ada dua insan yang kini sedang menikmati keindahan versi mereka sendiri.
Alvin tak henti-hentinya mencumbu bibir sexy Ratna yang keduanya kini sedang berada di dalam kolam renang. Sejak kedatangan mereka di resort tersebut Alvin sama sekali tak membiarkan Ratna menjauhinya walau satu meter pun.
Apalagi dengan tubuh sintal Ratna yang hanya terbalut bikini. Sungguh pemandangan yang sangat jarang dijumpai Alvin.
Ratna memang tak pernah mau memakai pakaian terbuka di tempat umum. Dia tak percaya diri mengekspos tubuhnya didepan banyak orang meski sebenarnya tubuhnya terbilang body goals. Untung saja resort yang mereka tempati sangat privat. Jarak antara bangunan dengan bangunan lain cukup jauh itupun terhalang oleh pepohonan yang rimbun.
"Alvin, dingin..." ucap Ratna ketika dirinya sudah tak kuat lagi untuk berendam di dalam kolam renang.
Tampak bibir Ratna yang sudah mulai bergetar serta buku-buku tangannya yang sudah keriput. Karena hampir satu jam lebih mereka berendam didalam air tersebut.
Dengan cepat Alvin langsung mengangkat tubuh Ratna. Dia membawanya ke dalam kamar. Melepas semua kain basah yang melekat di tubuh Ratna kemudian membalutnya dengan selimut tebal.
Alvin juga langsung berganti pakaian kering. Celana pendek serta kaos oversize putih tanpa lengan.
"Maaf ya sayang, aku nggak sadar kamu sampe kedinginan begini." ucap Alvin merasa bersalah kemudian memeluk istrinya erat.
"Hmmm.. Nggak apa-apa cuma nggak biasa berendam lama aja." jawab Alvin.
Alvin beranjak sebentar meninggalkan Ratna dan tak lama kemudian dia datang membawa secangkir coklat hangat.
"Biar berkurang dinginnya sayang." Alvin menyerahkan cangkir tersebut kepada Ratna.
Setelah Ratna menerima cangkir tersebut Alvin langsung mengambil hair dryer untuk mengeringkan rambut Ratna.
Sementara Ratna hanya bisa senyum malu-malu melihat perlakuan suaminya yang begitu perhatian. Bahkan sesekali Alvin mengecup puncak kepala Ratna.
"Hmm.. makasih sayang." ujar Ratna dengan senyum manisnya.
"Sama-sama cintaku." balas Alvin dengan mengapit kedua dagu Ratna. Dia memperhatikan istrinya yang semakin hari semakin cantik.
"Tapi Alvin, apa kamu melakukan semua ini karena takut padaku?" tanya Ratna sedikit menundukkan wajahnya. Sadar kalau selama ini dia terlalu galak terhadap suaminya.
Alvin pun terkekeh gemas melihat ekspresi Ratna yang tampak begitu imut.
"Hmm.. Bisa jadi. Tapi mau gimana lagi orang istriku cantik dan gemesin gini. Biarpun kalau galak ngalah-ngalahin mak lampir." goda Alvin.
__ADS_1
Seketika Ratna langsung melotot mendengar kalimat terakhir Alvin. Cepat-cepat Alvin menyilangkan tangannya untuk menghadang serangan tiba-tiba Ratna. Namun justru serangan itu membuat Alvin terkejut sekaligus senang.
Pasalnya Ratna justru mencium bibir Alvin dengan begitu lembut dan mesra.
"Aku akan berusaha lebih sabar sayang, tapi jangan membuatku marah-marah terus. Dan satu hal yang ingin aku minta kepadamu.." Ratna menghentikan ucapannya kemudian menatap Alvin dengan dalam.
"Minta apa sayang?" tanya Alvin penasaran.
Ratna mendekatkan wajahnya kepada Alvin kemudian meraih jemari suaminya dan menggenggamnya.
"Aku sangat mencintaimu Alvin. Aku tidak pernah merasakan cinta sebesar ini kepada seseorang selain orang tuaku. Jadi ku mohon tetaplah bersamaku apapun yang terjadi. Dan berjanjilah untuk setia hanya bersamaku. Aku pun demikian, aku janji akan menjadi istri yang baik untukmu." suara Ratna tampak pelan.
Ratna masih menundukkan wajahnya tak berani menatap Alvin. Sementara Alvin yang mendengar setiap ucapan Ratna membuat hatinya langsung membuncah.
Diraihnya dagu mungil sang istri agar menghadapnya. Dan siapa sangka jika kini kedua netra Ratna telah mengalirkan cairan bening di kedua sisinya.
Alvin langsung mengusap lembut air mata di wajah cantik istrinya menggunakan dua jempol tangannya.
"Justru aku yang sangat berharap demikian sayang, aku juga sangat mencintaimu. Kamu adalah wanita pertama yang menyadarkan aku tentang pentingnya arti cinta. Dan dengan segala kekuranganku ini kamu lah wanita yang selalu setia menemani dan menerimaku. Aku janji akan selalu menjadikan kamu satu-satunya pemilik hati ini." Dengan penuh rasa sayang Alvin pun juga mengutarakan isi hatinya.
Meski sederhana inilah sebuah momen yang begitu membahagiakan untuk mereka. Saling mengutarakan isi hati masing-masing.
Baik Alvin maupun Ratna mereka telah mengenal lama namun meski begitu tak ada yang tahu isi hati seseorang. Dan dengan begini mereka pun seolah saling mengingatkan akan hubungan yang dibangun ini bukanlah sekedar ikatan belaka. Namun sebuah ikrar yang menyatukan dua manusia untuk tumbuh dan berbagi suka maupun duka.
Sebab setelah berendam di kolam renang mereka belum sempat membilas tubuh karena Ratna yang keburu kedinginan.
Ratna hanya menanggapi dengan anggukan.
"Aku siapin air hangat dulu ya." Alvin hendak beranjak dari kasur namun tiba-tiba tangan Ratna mencekalnya.
"Mandiin... " ucap Ratna dengan suara manja.
"Tentu dong. Kita saling memandikan nanti." ujar Alvin dengan senyum smirk. Tentu hafal bagaimana tingkah suaminya jika sudah menyangkut hal seperti itu.
...****************...
Suasana malam di Bali memang tak ada sepinya. Apalagi jika di kawasan wisata malamnya. Suara dentuman musik DJ menguar ke penjuru area terbuka.
Tepat berada di bibir pantai berkumpul lauran manusia yang didominasi wisatawan asing. Mereka tampak menikmati suasana pesta yang seolah tiada akhir di tempat itu.
Jujur saja ini adalah kali pertama Ratna mengunjungi beach club terbesar di dunia yang tepat berada di pulau dewata ini.
__ADS_1
Jika bukan karena DJ kesayangannya yang musiknya sering dia dengar di smartphone nya maka Ratna tak akan repot-repot pergi ke tempat asing begini.
Alvin yang baru saja sampai di tempat itu langsung disambut oleh Mario, sahabatnya yang kebetulan salah satu pemilik saham di tempat itu.
"Hai Bro, apa kabar? Ini ya istri kamu? Sip, cantik banget. Bener-bener cocok kalian berdua." Mario yang selalu ramah terhadap semua orang langsung saja menyerocos kepada Alvin.
Alvin pun langsung mengenalkan Ratna kepada Mario. Sebenarnya Mario sedikit terkejut melihat sosok ratna yang begitu anggun dan cantik dengan balutan dress putih gading se paha tersebut.
Benar-benar jauh dari bayangan Mario yang biasanya melihat Alvin dengan gadis-gadis binal yang selalu mengerubutinya. Ratna dengan anggunnya menyapa Mario dengan suara lembut khas gadis Jawa yang begitu luwes.
"Gimana? Udah aman?" bisik Alvin kepada Mario.
"Gue pastiin aman kalo sini. Tapi nggak tahu lagi kalo ntar ada cewek luar yang masuk. Eh, tapi lo nggak bohong nih kalau istri lo galak. Spek bidadari gini mana mungkin bisa galak?" tanya Mario penasaran.
Alvin pun hanya nyengir. Meski dalam hatinya masih begitu was-was.
Sementara Ratna rupanya cukup menikmati suasana party club malam ini. Meski sangat ramai tapi keduanya tetap merasa nyaman karena tempat mereka yang VVIP.
"Nanti kalau pengen sesuatu bilang ya sayang." bisik Alvin sembari merangkul pinggang Ratna posesif.
Bukan tanpa alasan Alvin melakukan hal ini. Rupanya sosok Ratna yang tampak berbeda dengan para gadis di tempat itu membuat beberapa pasang mata pria-pria yang ada disana menatapnya lapar.
Alvin pun rupanya dibuat senewen sendiri seolah tak rela berbagi pemandangan cantik istrinya dengan orang lain. Kalau saja ada karung di dekatnya mungkin dia akan mengarungi istrinya itu agar tidak dilihat orang.
"Sayang sini deh," Alvin menepuk pahanya sendiri agar Ratna duduk di pangkuannya.
"Kenapa? Kan sofanya masih lebar." ujar Ratna bingung. Tapi beberapa saat kemudian dia sadar saat memperhatikan sorot tajam Alvin yang menatapi para pria di sekitarnya.
Ratna pun menuruti kemauan sang suami. Dia duduk miring di atas pangkuan Alvin. Tanpa diduga pria itu langsung menyambar bibirnya dan menciumnya dengan rakus.
Ratna cukup terkejut apalagi mereka tak pernah melakukannya di tempat umum begini. Dia mencoba meronta namun Alvin memegang tengkuknya membuat Ratna tak bisa berkutik.
Tapi jika dipikir-pikir sejak tadi Ratna mengamati sekitar juga banyak pasangan yang sibuk bercumbu. Bahkan lebih parah dari mereka.
Ratna pun perlahan mulai menikmati ciuman sang suami. Dan gilanya suasana seperti ini yang sangat baru untuknya mampu menimbulkan perasaan tersendiri.
Saat mereka saling sibuk mencumbu tiba-tiba Alvin merasakan sebuah tangan yang meraih lengannya.
"Alvin," suara wanita yang berada di samping Alvin langsung membuyarkan aktivitas mereka berdua.
Ratna yang mendengar suara itu langsung menoleh dan alangkah terkejutnya saat melihat seorang wanita dengan pakaian sangat minim menempel di lengan Alvin.
__ADS_1
...****************...