
...****************...
"Aku sudah menceraikan Felicia." Ucapan itu keluar dari mulut Arga.
Kasih langsung terpaku. Kaget dan sekaligus tidak percaya bahwa Arga akan mengambil langkah itu secepat ini.
Namun hal itu tak serta merta membuatnya senang. Justru hatinya semakin dilanda dilema.
Bagaimana jika alasan perceraian Arga adalah karena dirinya. Hal itu semakin memperjelas bahwa kehadirannya hanyalah sebagai duri perusak rumah tangga orang.
Semakin sesak dan sakit saja hati Kasih. Dia langsung menghempas tangan Arga. Dengan berlinang air mata dia langsung masuk kedalam mobil Alvin.
Arga semakin dibuat bingung dengan sikap Kasih. Harapannya dengan mengatakan itu akan membuat hati Kasih luluh dan percaya akan kesungguhan cintanya.
Namun justru Kasih terus menjauhinya. Dan juga kenapa rasanya seperti ini saat Kasih menjaga jarak darinya. Apakah jatuh cinta harus sesakit ini.
Arga hendak menyusul Kasih ke dalam mobil namun buru-buru Alvin menghalanginya.
"Maaf Pak Arga, ini sudah lewat jam kerja tolong beri dia waktu sendiri." biasanya Arga tak akan terima jika Alvin mencegahnya namun kali ini Arga menurutinya, semua yang berhubungan dengan Kasih akan membuat Arga luluh.
Dengan tatapan nanar nya Arga menyaksikan kepergian Kasih dengan mobil Alvin.
Sementara tak jauh dari mereka tampak Leo yang diam memperhatikan. Dia melihat Arga yang tampak kuyu. Sepertinya ada sesuatu yang terjadi di antara Bos dan sekretaris itu.
...****************...
Hari ini adalah sidang perceraian antara Arga dan Felicia. Arga sudah bersiap untuk menghadiri persidangan tersebut. Dia berharap semua ini segera selesai.
Sebelumnya Arga sudah menjelaskan kepada Papanya perihal keputusannya ini.
Awalnya Wijaya sempat terkejut namun perlahan dia mulai mengerti. Meski dalam lubuk hatinya yang terdalam dia masih tidak rela karena mendiang Arka, saudara kembar Arga sempat berpesan untuk menjaga Felicia.
Tapi sekali lagi Arga bukanlah Arka. Dia juga berhak bahagia dengan caranya sendiri.
Suasana sidang berlangsung lancar sebab saat ini Felicia sama sekali tak memiliki bukti yang dapat menjatuhkan Arga. Begitu rapi dan misterius langkah pria sehingga tak terendus perbuatannya.
Sementara di luar ruangan para wartawan sudah berkumpul bersiap untuk mencari informasi tentang keduanya.
Kasih yang sejak tadi sibuk didalam.kantor sempat terkejut karena keberadaan wartawan tengah memenuhi luar Kantor.
Mereka mencari tahu tentang penyebab perceraian Arga. Tak hanya wartawan, bahkan seluruh karyawan dibuat gempar dengan berita ini.
__ADS_1
Berkali-kali Kasih ditodong berbagai macam pertanyaan sebab dia adalah sekretaris Arga. Setiap hari berhubungan langsung dengan bosnya.
Hal itu membuat Kasih semakin dirundung dilema. Bagaimana jika orang-orang mengetahui tentang hubungan mereka sebelumnya, pasti Kasih berada dalam masalah besar.
Saat ini adalah waktunya pertemuan dengan Leo, namun Arga yang masih ada urusan mengharuskan Kasih mewakili Arga. Akhirnya Kasih menemui Leo seorang diri.
Karena tak ingin merepotkan Kasih maka Leo mengadakan pertemuan di cafe dekat kantor Kasih.
"Selamat siang Pak Leo, maaf sedikit ada kendala tadi harus berurusan dengan para wartawan " ucap Kasih setelah berhasil terbebas dari kerumunan wartawan.
"It's okey Kasih, tidak apa-apa. Memang sepertinya Pak Arga tengah menghebohkan negeri ini" ucap Leo sambil tertawa kecil.
Kasih hanya menimpali dengan anggukan. Sebetulnya dari dalam hati Kasih merasa khawatir dengan keadaan Arga. Dia pasti jadi bulan-bulanan wartawan dan hidupnya tak akan tenang.
"Mari pak kita mulai meetingnya" Kasih berusaha mengalihkan pembicaraan.
Akhirnya mereka pun memulai diskusinya.
Setelah selesai Kasih pun sedikit bersantai sembari menikmati makan siang bersama Leo.
Leo adalah sosok pria yang ramah dan sopan. Cara kerjanya cenderung santai namun juga cekatan sehingga Kasih merasa cocok bekerja sama dengannya. Hal itu pula yang membuat keduanya cepat akrab.
Arga yang baru saja selesai dengan urusannya langsung bergegas menyusul Kasih dan Leo. Dia tidak terima jika keduanya bersama terlalu lama.
Tampak Kasih sedang mengelus dada bidang Leo. Hal itu langsung menyulut amarah Arga.
"Apa yang sedang kalian lakukan?" suara Arga meninggi dengan tatapan tajam.
"Pak Arga, " Kasih terkejut dengan kedatangan Arga.
"Kasih apa-apaan ini" Arga meraih tangan Kasih dan menghempaskannya agar menjauh dari Leo.
"Sabar dulu dong, jangan main kasar sama wanita." ucap Leo.
"Maaf, tapi ini sudah keterlaluan." ujar Arga dengan tatapan nyalang.
"Pak Arga, saya bisa jelaskan. Ini semua hanya salah paham." ujar Kasih.
Arga yang sudah terbakar emosi hanya bisa menghela nafas kasar.
"Baiklah kamu jelaskan di ruangan saya." ujar Arga dengan langkah menjauhi kedua orang itu.
__ADS_1
Tampak sorot mata kecewa menyelimuti. Kasih yang tak ingin salah paham segera berpisah dengan Leo dan menyusul Arga.
Padahal semua itu terjadi karena Kasih yang sedang memencet botol saos tak sengaja muncrat ke baju Leo. Sebagai permintaan maaf maka Kasih mencoba untuk membersihkannya.
Setelah beberapa saat akhirnya Kasih sampai juga di ruangan Arga. Pria itu langsung menyergap Kasih dan mencium ya dengan Kasar.
Kasih berusaha meronta namun kekuatan Arga yang juga sedang dilanda emosi membuatnya semakin kuat.
Arga terus mel umat bibir Kasih dengan kasar hingga membuat gadis itu memekik kesakitan.
Namun Arga tampaknya tak mempedulikan hal itu. Dia terus mendorong Kasih dan menghempaskannya ke atas sofa.
Arga langsung mengunci tubuh Kasih dan menindihnya. Tak peduli akan pemberontakan gadisnya itu.
Kasih benar-benar merasa sangat takut terlebih melihat Kedua mata Arga yang memerah. Dia benar-benar menyeramkan. Aura iblisnya benar-benar kental.
"M-mas.. Apa yang kamu lakukan. Akh.." Kasih berusaha melepaskan diri dari Arga yang mencengkeramnya dengan bengis.
"Apa saja yang kamu lakukan dengan Leo, sudah diapain aja? Disentuh? Dicium? Ditiduri? Berapa kali?" kata-kata yang keluar dari mulut Arga langsung membuat Kasih naik darah.
PLAAKKK...!!! Kasih menampar pipi Arga.
Kasih benar-benar terkejut sekaligus kecewa. bagaimana bisa pria itu menganggap Kasih serendah itu.
"Jaga mulut kamu Mas, bisa-bisanya kamu merendahkan aku seperti itu. Kamu pikir aku wanita apaan mas? Oh atau selama ini kami kamu menganggap ku hanya sebatas wanita murahan. Serendah itu kamu menilaiku mas?" kasih berhasil lolos dari cengkraman Arga. Kali ini dia duduk sambil terisak. Merasakan sesak yang begitu menyakitkan di hatinya.
"Sia-sia aku menaruh harapan besar juga cinta kepadamu Mas, jika pada akhirnya hanya kekecewaan dan penghinaan yang aku dapatkan." Dengan berlinang air mata Kasih berlari keluar dari ruangan Arga. Tak mau mempedulikan lagi pria itu yang kini duduk terpaku dengan ucapannya.
Ke Salah pahaman diantara keduanya kini berubah menjadi sorot kebencian.
Dengan keadaan menangis Kasih keluar dari ruangan Arga membuat semua karyawan memperhatikannya. Kesalahan apa yang diperbuat hingga Kasih menangis seperti itu?
Kebetulan Ratna sedang berada tidak jauh dari ruangan mereka sehingga langsung menghampiri Kasih ke ruangannya.
"Kasih, ada apa? Kamu baik-baik saja?" Ratna tampak khawatir.
"Mbak Ratna.." Kasih langsung memeluk Ratna sambil menangis.
Sementara Arga masih diam tertunduk di ruangannya. Dia baru menyadari ucapannya yang kasar telah menyakiti hati Kasih.
"Bodoh.. Apa yang kamu lakukan Arga, bodoh sekali.." Arga memaki dirinya sendiri sambil terus memukul kepalanya.
__ADS_1
Kini dia benar-benar menyesali apa yang telah dia lakukan. Sekali lagi, emosi telah membutakan hati nurani dan akal sehatnya.