Tempatku Untuk Pulang

Tempatku Untuk Pulang
Bab 85 Berendam


__ADS_3

Kasih masih terdiam dan syok akibat kejadian yang baru saja menimpanya.


Tangannya masih bergetar kala mengingat Felix yang menghembuskan nafas terakhirnya.


Arga terus menggenggam tangan kanan Kasih selagi tangan Kirinya sibuk mengelap air matanya sendiri.


Tergambar jelas bagaimana kesedihan terasa di benaknya. Meski sekuat tenaga Kasih mencoba untuk terlihat biasa saja di depan Arga.


Namun Arga juga memaklumi hal itu. Bagaimanapun Felix pernah menjadi bagian penting dalam hidup Kasih. Apalagi Felix merupakan cinta pertama Kasih.


Arga cukup lapang dada selama ini menerima Kasih yang sebenarnya, diam-diam masih menyimpan perasaan terhadap Felix, terlepas dari apa yang telah pria itu perbuat.


Kasih yang sejak tadi sibuk mengusap air matanya kini sedikit terkejut ketika melihat gaunnya terkena ceceran darah.


Dengan cepat dia mencari tissue basah di dasbor mobil Arga. Dia mencoba untuk menghapus bekas darah itu.


Berkali-kali dia menggosoknya berharap noda itu segera hilang namun rupanya darah itu sedikit mengering sehingga agak sulit membersihkannya.


Dengan frustasi Kasih terus menggosok baju tersebut sambil berkali-kali menghela nafas kasar.


"Are you okay, sayang?" suara Arga memastikan keadaan Kasih.


"Nggak bisa hilang mas, gimana ini?" ucap Kasih dengan frustasi.


"sudah biar saja, nanti kita beli lagi ya" sabil menyetir Arga mencoba untuk menenangkan Kasih.


"Nggak bisa mas, ini gaun pemberian Mas Arga. Aku ceroboh sekali sudah mengotorinya." ucap Kasih dengan suara parau.


Hatinya benar-benar kalut, namun bukan karena gaun yang kotor. Sebenarnya itu hanya alasan saja.


Kasih terus diliputi rasa bersalah akibat kematian Felix. Jika saja dia tidak datang di acara pernikahan itu mungkin Felix masih hidup.


Otaknya terlalu lelah sejak tadi memikirkan banyak hal. Sehingga mengantarkan rasa frustasi yang tak berkesudahan.


Arga tiba-tiba saja memasuki sebuah gedung apartemen. Dia menghentikan mobilnya di basemen dan mengajak Kasih untuk keluar.


"K-kita mau kemana mas?" Kasih penasaran karena baru kali ini dia diajak Arga ke apartemen itu.


"Pulang, sayang" ucap Arga datar.

__ADS_1


Kasih hanya menurut saja saat tangan Arga terus menuntunnya. Sampai akhirnya lift berhenti di lantai 22.


"Mas.." Kasih masih keheranan.


Sampai Arga membuka sebuah pintu. Dia mempersilahkan Kasih untuk masuk duluan.


"ini apartemen siapa mas?" tanya Kasih lagi.


"Ini apartemenku sayang, aku melihat kamu semakin kacau. Sepertinya tidak mungkin kita terlalu lama di mobil." ujar Arga.


Apartemen itu sama mewahnya dengan yang ditempati Kasih dulu. Entah ada berapa properti yang dimiliki Arga. Ini adalah apartemen keempat yang diketahui Kasih.


Sampai di dalam apartemen itu Arga meminta Kasih untuk menunggu di kamar. Dia pergi memasuki toilet untuk mengisi air di bathub.


Setelah itu dia menghampiri Kasih dan melepas gaun yang dikenakannya.


"Lepas saja sayang, ini kotor." ujar Arga.


Arga mengangkat tubuh polos Kasih ala bridal dan memintanya memasuki bathub.


"Dingin Mas, airnya" protes Kasih.


Tanpa Berkata apapun Arga pun melucuti pakaiannya sendiri dan menyisakan satu bahan penutup asetnya.


"come here, baby" Arga melentangkan tangannya dan meminta Kasih duduk di pangkuannya.


Dengan keadaan seperti ini? Apakah Arga akan 'meminta' melakukannya sekarang, disaat hati Kasih sedang kacau.


"Sayang..." panggilan Arga kedua kalinya itu tak mungkin lagi Kasih tolak. Akhirnya dengan terpaksa Kasih menuruti permintaannya.


"Jangan menghadap ku sayang," protes Arga saat Kasih hendak duduk menghadap dirinya.


Kemudian Kasih memutar tubuhnya jadi membelakangi Arga. Arga menekan kepala Kasih agar menyender di dadanya.


"Mas, kenapa kita berendam air dingin? Nanti masuk angin gimana?" Kasih langsung merasakan air dingin menyentuh kulitnya.


"Tidak akan sayang, rasakan terus nanti lama kelamaan tubuhmu akan menghangat dengan sendirinya. Rasakan sentuhan kulit kita." ucapan Arga ada benarnya juga. Kasih mulai merasakan suhu tubuhnya yang semakin menghangat. Dan sentuhan kulit Arga, entah kenapa kini terasa damai.


"Dulu, saat aku merasa kalut. Saat aku kehilangan mama dan Arka, aku merendam diriku di dalam bathub begini. Kadang juga di kolam renang. Sejuknya air dingin ini sedikit membantuku menenangkan pikiran." rupanya ini alasan Arga mengajaknya berendam.

__ADS_1


Setelah paham akhirnya Kasih mulai menikmati hal itu. Apalagi ditambah tangan Arga yang benar-benar memeluknya tanpa 'jahil sedikitpun.


Keduanya sama-sama terdiam menikmati suasana. Kasih mendapatkan kenyamanan saat menyenderkan kepalanya di dada Arga. Dia bisa merasakan detak jantung juga deru nafas pria itu yang konstan.


Setelah dipikirkan benar-benar. Arga memang sangat sabar terhadap Kasih. Buktinya dia mau melakukan apapun demi kebahagiaannya. Bahkan Arga juga mengetahui bahwa diam-diam Kasih masih menyimpan perasaannya terhadap Felix. Namun Arga tak pernah mempermasalahkannya.


Kasih menyadari bahwa cinta Arga begitu besar untuknya. Dia mampu memberikan warna baru dalam hidup Kasih. Dan kini, Kasih semakin yakin bahwa pria yang bersamanya ini adalah masa depannya. Kasih harus memprioritaskan hal itu.


Perlahan Kasih mulai memandang Arga yang tengah terpejam sambil menyenderkan kepalanya di dinding kamar mandi. Dengan kilatan lampu temaram Kasih melihat betapa tampan pria itu.


Bulu-bulu tipis di wajahnya yang mulai tumbuh entah kenapa membuat Kasih merasa Arga tampak semakin sexy.


Kasih membelai lembut pipi Arga dan membuat pria itu langsung membuka mata.


Dia sedikit terkejut tatkala Kasih sudah duduk menghadapnya. Wajah cantik serta tubuh yang sama sekali tak terbalut pakaian dengan kulit seputih susu, pria mana yang tidak langsung tergoda.


"Sudah ku bilang jangan menghadapku sayang." protes Arga mulai salah tingkah sendiri.


"Kenapa? Aku mau melihat wajah Mas Arga." ujar Kasih dengan tatapan menggoda.


Kasih menyadari bahwa Arga mulai terpancing. Miliknya di bawah sana bahkan mulai mengeras.


Kasih mulai mencari atensi. Dia mengusap lembut pipi dan leher Arga kemudian mendekatkan wajahnya.


Perlahan Kasih mulai mengecupi pipi Arga dan menjalar ke bibirnya. Kecupan demi kecupan Kasih lakukan hingga akhirnya Arga membalas dengan ciumannya yang perlahan mulai dalam.


Keduanya sama-sama terbuai dengan ciuman itu hingga akhirnya Arga melepasnya karena hampir kehabisan nafas.


"Sayang, kalau begini aku bisa lost control. I want you more." ucap Arga dengan deru nafasnya yang memburu.


"Yes, i want you too.. Having me, please" bisik Kasih menggoda. Entah ada angin apa tiba-tiba Kasih menginginkan Arga melakukannya.


...****************...


"Tapi Ma, kenapa secepat itu? Apa tidak terlalu buru-buru?"


"Tidak Ratna, lagian kamu dan Jody sudah sama-sama cocok. Ingat usiamu ini sudah waktunya menikah. Jangan ditunda lagi" wanita paruh baya itu terus mengomel kepada Ratna.


"Ma.. " jika sudah menyangkut soal umur begini Ratna tidak bisa mengelak lagi.

__ADS_1


"pokoknya Mama sama orang tua Jody sudah mengatur tanggal dan persiapannya. Kamu harus siap bertunangan dengan Jody minggu depan."


...****************...


__ADS_2