
Setelah mengucapkan janji pernikahan masing-masing kini pendeta berdoa untuk kedua mempelai.
Setelah itu Keduanya mulai memasangkan cincin diawali oleh Arga. Dia menyematkan cincin berlian di jari lentik Kasih.
Setelah itu Kasih menyematkan cincin ke jari manis Arga.
Keduanya saling menatap dan Arga mulai membuka kain putih transparan yang menutupi wajah Kasih.
Sejak tadi Arga sudah menunggu hal ini. Dia begitu risih melihat kain itu menutupi wajah cantik wanita pujaannya.
Semua orang pun langsung bersorak menyuruh Arga untuk mencium Kasih. Tanpa menunggu lama Arga pun langsung mencium bibir Kasih dengan penuh cinta. Ciuman yang begitu lembut tanpa nafsu.
Kini keduanya sah sebagai pasangan suami istri. Sebuah penantian panjang yang dimimpikan keduanya.
Meski awal pertemuan mereka yang penuh kepedihan kini Arga berjanji dalam hidupnya untuk selalu membuat Kasih bahagia dan dilimpahi banyak cinta.
Kasih dan Arga menghampiri orang tua masing-masing. Mereka sama-sama hanya memiliki seorang ayah. Tapi dalam hati Kasih dan Arga bisa merasakan kehadiran ibunya.
"Selamat menjadi nyonya Arga, adikku." Ratna langsung memeluk Kasih dengan hangat. Bahkan dia sempat mengeluarkan air mata haru.
"Terimakasih ya, tanpa Mbak Ratna mungkin pernikahanku terjadi tidak secepat ini." ujar Kasih membalas pelukan Ratna.
Setelah itu Kasih menghampiri Alvin, tak ada kata-kata keduanya. Hanya sorot mata mereka yang seolah saling berkomunikasi. Kasih langsung memeluk Alvin sebagai tanda terimakasih.
"Jadi istri yang baik ya, kalian pasti akan jadi pasangan yang penuh cinta." ujar Alvin lirih. Sebenarnya sejak tadi Alvin berusaha menahan air matanya.
Dia begitu emosional saat melihat adiknya itu berjalan menuju altar menggunakan gaun pengantin.
Tak disangka adik kecilnya yang terpisah selama bertahun-tahun akhirnya bertemu kembali.
Sejak tadi pula Ratna berusaha menguatkan Alvin dengan menggenggam erat tangannya. Keberadaan Ratna dalam hidup Alvin memang membawa perubahan besar. Dia jadi menyadari pentingnya membangun sebuah hubungan serta cinta yang diberikan Ratna tanpa mempedulikan masa lalu Alvin membuat pasangan itu semakin romantis.
"Alvin, aku mencintaimu." Bisik Ratna tiba-tiba membuat hati Alvin membuncah seketika.
"Ya, aku tau itu." balas Alvin sengaja menggoda istrinya.
Kali ini Ratna hanya tersenyum, dia tak memprotes Alvin sama sekali.
.
__ADS_1
Acara pemberkatan pagi yang dilaksanakan di salah satu gereja pun berjalan lancar tanpa suatu halangan. Kini semua orang sedang bersiap untuk acara resepsi yang akan dilaksanakan sore nanti.
Masih ada jeda untuk beristirahat. Arga memang sengaja mengatur acara sedemikian rupa agar Kasih tidak merasa kelelahan.
Saat ini Kasih sedang merebahkan tubuhnya di atas ranjang king size di salah satu kamar president suite hotel milik Alvin.
Interior Hotel itu sudah sangat indah dan mewah tapi masih dihias lagi menjadi sangat cantik. Bahkan Kasih merasa bahwa dirinya saat ini seperti sedang berada di negeri dongeng.
Sebuah kehidupan yang begitu kontras dia jalani. Jika dulu hidupnya penuh penderitaan serta ketidak adilan, kini berubah drastis. Kasih merasa begitu diratukan oleh orang-orang yang menyayanginya.
Dia masih tidak menyangka memiliki seorang ayah yang kaya raya bahkan hartanya tak akan habis dimakan tujuh turunan sekalipun.
Kasih mengusap lembut perutnya. Jika dulu dia tak sempat mempertahankan kandungannya kini Kasih bertekad untuk menjaga kehamilannya.
Sibuk melamun tiba-tiba Kasih mendengar suara pintu terbuka. Dia melihat pria yang kini menjadi suaminya berjalan mendekatinya dengan membawa nampan berisi piring dan gelas.
"Sayang makan dulu ya, biar Mama dan dedeknya kuat buat nanti malam." ujar Arga sembari meletakkan nampan itu di atas nakas.
Kemudian membantu Kasih untuk duduk dan memposisikan bantal di punggungnya menjadi senyaman mungkin.
Kasih yang sedang memakai piyama serta tanpa riasan sama sekali terlihat kontras dengan Arga yang masih mengenakan kemeja serta celana formalnya. Hanya melepas jas yang tadi dia pakai.
Arga sejak tadi memang sibuk menemui beberapa kerabatnya. Serta mengurus *****-bengek lainnya.
"Belum, nanti saja setelah ini." ujar Arga santai.
"Ya jangan gitu dong Mas, nggak boleh telat makan juga. Sini deh kita makan sepiring berdua. Kan makanannya banyak banget, aku juga nggak mungkin habisin semua." ucap Kasih.
Akhirnya Arga pun menurutinya. Mereka saling menyuapi. Sungguh momen romantis yang sangat berarti untuk pasangan pengantin baru itu.
Selesai makam Arga pun menyingkap selimut yang menutupi kaki Kasih. Awalnya Kasih sedikit terkejut saat Arga melakukan hal itu.
"Mas, mau ngapain? Ini masih siang. Jangan sekarang." Kasih mendadak panik.
Arga tak menyahutnya. Dia hanya tersenyum geli melihat ekspresi istrinya.
Pria itu justru menyingkap celana panjang yang dikenakan Kasih hingga sampai ke lutut.
"Mas.." Kasih mencoba menghentikan Arga.
__ADS_1
Tanpa disangka Arga mulai memijit betis Kasih. Dia melakukannya dengan telaten.
"Aku cuma mau mijitin kamu sayang. Kamu pasti capek kan. Apalagi harus berbagi tubuh dengan si kecil." ucapan Arga terlihat sederhana. Namun hal itu begitu menyentuh hati Kasih.
Kasih hanya bisa tersenyum malu-malu. Tak disangka Arga benar-benar meratukannya.
"Tapi kan Mas Arga juga capek, dari tadi nggak istirahat bahkan ganti baju aja nggak sempat." ujar Kasih.
"Melihat cantiknya istriku saja sudah hilang capeknya mas." Arga masih memijit kaki Kasih.
"Ah, mulai deh gombalnya. Aku aja lagi nggak pakai make up gini. Pucat." gerutu Kasih.
"Siapa yang gombal. Beneran kok. Cantiknya kamu itu luar dalam sayang. Jadi mau tanpa make up sekalipun kamu tetap cantik, juga sexy." ujar Arga dengan senyum genitnya.
"idih, tambah gombal lagi deh. cantik luar dalam apanya. Emang tahu dalamnya aku?" maksud Kasih dia menilai seseorang dalam hati dan pikirannya. Namun lain bagi Arga.
"Tau lah, kan berkali-kali aku masukin kamu. Kamu benar-benar enak banget. Sampai ketagihan. Nih jadi dedek akhirnya." ujar Arga dengan tawa renyahnya mengelus perut Kasih.
Kasih pun memutar bola matanya. Benar-benar tak habis pikir dengan Arga.
"lah, mulai kan otak mesumnya. Dasar omes." cibir Kasih.
"Hahaha.. Biarin, kan sama istri sendiri. Tapi emang bener kok, kamu nagih banget sayang. Eh sayang habis ini kita honeymoon ke pantai ya. Pokoknya aku beliin bikini yang banyak nanti. Kangen lihat istri sexy ku pakai bikini. Awwh.. Nggak nahan banget deh." Arga terus menyerocos. Hingga tak sadar pijatannya berubah menjadi remasan gemas.
Kasih hanya bisa geleng kepala terhadap pikiran suaminya yang sudah dipenuhi dengan khayalan mesumnya.
...****************...
"Alvin, kan Kasih udah nikah nih. Terus kapan kita honeymoon nya. Nggak usah jauh-jauh aku mau ke Bali aja deh." ujar Ratna.
Alvi yang sedang menikmati makan siangnya pun langsung terbatuk.
"Kenapa harus Bali sayang? Ke luar negeri saja aku sanggup kok." ujar Alvin.
"Nggak mau, pengennya ke Bali. Pengen ke beach club yang terbesar itu." rengek Ratna.
"Beach club?" tanya Alvin tak percaya.
Alvin hanya bisa menenggak ludah kasar. Bagaimana mungkin dia membawa istrinya ke Bali sementara belangnya Alvin benar-benar terkenal di sana.Hampir semua club di Bali sudah Alvin jelajahi tentunya bersama para wanita-wanita itu.
__ADS_1
'ah mampu, kenapa Tuhan kasih cobaan lagi begini? Bisa habis aku ketahuan Ratna"
...****************...