Tempatku Untuk Pulang

Tempatku Untuk Pulang
63 Skandal


__ADS_3

Kantor kini mendadak menjadi heboh setelah munculnya berita perceraian yang menyeret nama baik Arga.


Sebagian percaya dan sebagian lainnya masih mempertanyakan. Apakah mungkin seorang Arga yang terkenal profesional serta sangat bertanggung jawab terhadap pekerjaan dan karyawannya bisa berselingkuh serta menceraikan istri yang sedang hamil.


Kasih yang mendapat berita itu langsung bergegas ke kantor. Meski kondisinya masih belum pulih sepenuhnya namun dia tidak bisa tenang.


Dan benar saja. Di kantor semua orang membicarakan bosnya tersebut.


"Kasih, sudah dengar kabar? Ternyata Pak Arga punya selingkuhan. Dan parahnya dia tega menceraikan Istrinya yang sedang hamil. Benar-benar kejam, itu pasti pengaruh dari selingkuhannya." ucap Neli, salah satu karyawan.


DEGG'


Jantung Kasih langsung berdebar hebat saat orang lain membahas tentang perselingkuhan Arga. Dia takut, dia benar-benar takut bahwa keberadaannya hanya akan menyulitkan Arga.


Sementara karyawan lain juga memberondong Kasih dengan banyak pertanyaan. Mereka menganggap bahwa Kasih memiliki banyak informasi tentang Arga mengingat dirinya merupakan sekretaris yang setiap hari mendampingi Arga.


"Hei, kalian bisa nggak sih sekali aja nggak usah ngurusi hidup orang, mau Pak Arga selingkuh, mau dia cerai memangnya ngefek ke kita? Enggak kan. Kita juga tetep kerja dan di gaji kan?" tiba-tiba saja Ratna menghampiri para karyawan yang sedang mengerumuni Kasih.


Semuanya langsung bubar saat mendengar omelan Ratna. Mereka benar-benar tidak ingin berurusan dengan Ratna yang terkenal memiliki mulut sepedas cabe rawit.


"mbak Ratna, makasih ya mbak udah bantuin aku" Kasih begitu lega saat Ratna membantunya.


"it's oke Kasih. Mereka tuh gak bakalan ngerti sama kondisi seseorang. Nggak mikir apa kalau kamu baru sembuh" ujar Ratna.


"Aku seneng deh mbak Ratna baik dan perhatian sama aku. Mbak Ratna is the best pokoknya nggak ada tandingan." jawab Kasih cengengesan.


"Heleh.. Gak mempan rayuan kamu" ujar Ratna sambil mencubit pipi Kasih.


Memang mengherankan jika dilihat Ratna yang terkenal ketus dan sulit berbaur dengan orang lain terutama yang baru dikenalnya tiba-tiba menjadi sangat akrab dan baik kepada Kasih.


Bahkan keduanya hampir seperti seorang kakak dan adik.


Saat sedang asyik bercengkrama dengan Ratna tiba-tiba Arga datang ke kantor. Semua orang memperhatikan pria itu yang tengah berjalan dengan penuh kharisma dan ketegasannya.


Seperti biasa dia menyapa orang yang bersimpangan dengannya. Seolah tak pernah terjadi apapun.


Dia agak terkejut saat melihat Kasih yang sudah masuk bekerja. Karena setau dirinya kemarin Kasih masih terlihat lemah.


"Kasih, kamu sudah masuk? Bukannya kamu masih sakit?" tanya Arga sedikit khawatir.

__ADS_1


"Saya sudah baikan Pak, dan saya yakin hari ini mampu bekerja" ucap Kasih dengan begitu santunnya.


"Baiklah kalau begitu ayo ke ruangan saya. Ada pekerjaan yang perlu kita bahas." ucap Arga sambil berjalan menuju ruangannya.


Kasih berpisah dengan Ratna kemudian mengikuti Arga dibelakangnya. Sampai didalam Arga langsung mengunci ruangannya dan mendekap tubuh Kasih.


"Sayang, sudah dibilang jangan kerja dulu kok malah kesini" Arga mengusap-usap kepala belakang Kasih.


"Mas, aku sudah mendingan. Aku tidak tenang di rumah" ucap Kasih.


Arga mengulas pelukannya kemudian menangkap kedua pipi Kasih.


"Kenapa? Karena berita itu ya?" tanya Arga.


Kasih pun mengangguk. Terlihat kekhawatiran di wajahnya. Bahkan Arga dapat merasakan debaran jantungnya tadi saat memeluk Kasih.


"Mas, aku takut terjadi sesuatu kepadamu" ucap Kasih menahan air matanya.


"Jangan khawatir sayang, aku baik-baik saja." Arga tersenyum kemudian mengecup kening Kasih.


"Apa benar mbak Feli hamil?" Kasih bertanya kepada Arga dengan hati-hati. Arga pun menjawab dengan anggukan kepala.


"Mas yakin, dia nggak hamil sama Mas?" tanya Kasih lagi.


"Kamu pikir? Aku saja tidak pernah berhubungan badan dengannya apalagi menyentuhnya. Mana mungkin dia anakku?" sanggah Arga.


"Aku hanya takut mas, aku takut menjadi perusak rumah tangga mu. Aku tidak ingin menghancurkan kebahagiaan orang lain. Terutama kebahagiaanmu" ucap Kasih tak terasa air matanya sudah mengalir.


"Kasih, dengarkan aku. Kamu adalah sumber kebahagiaanku. Jangan khawatirkan hal ini ya. Cukup jadilah wanita yang selalu mendukungku dan ada di sisiku, biarkan aku mengatasi masalah ini sendiri. Mengerti?" suara itu seketika meredam kesedihan Kasih.


Betapa pria ini selalu berhasil membuat hati Kasih terasa begitu tenang. Tak ada keraguan saat bersamanya.


"Aku hanya berharap semoga masalah Mas Arga cepat selesai. Aku akan selalu ada untukmu Mas" Kasih mengulas senyumannya. Benar-benar indah, dan hal itu yang selalu membuat Arga bersemangat.


"Hari ini jangan banyak bekerja. Kondisi kamu masih belum sehat betul. Nanti kalau sudah pulih kita pergi berlibur oke" ucap Arga sembari mengecup lembut bibir Kasih.


****************


Kehebohan kini kembali terjadi. Justru hal itu semakin memancing perhatian banyak orang. Bagaimana tidak, tiba-tiba muncul lagi artikel yang menyebutkan tentang hubungan Arga dan Felicia yang sebenarnya.

__ADS_1


"Felicia Karina putri, model sekaligus istri konglomerat Arga Wijaya terlibat skandal perselingkuhan."


"Arga Wijaya tak pernah mendapatkan haknya sebagai seorang suami. Selama tiga tahun menikah tak pernah sekalipun diijinkan menyentuh sang istri."


"Terungkap, Felicia hamil bersama selingkuhannya. Menjebak suami untuk mengakui hasil perselingkuhannya."


"Felicia, terang-terangan berselingkuh didepan suami."


"Beredar video perselingkuhan Felicia di kamar Arga Wijaya."


dan masih banyak lagi.


PYYAARRR....


PYYAARRR....


Felicia membanting semua benda yang ada didekatnya. Apartemennya kini sudah tak berupa lagi.


Tak disangka bahwa Arga tega menyebarkan foto dan video perselingkuhannya. Dia tidak mengira jika Arga melakukan hal seberani ini.


Tak lama kemudian ponsel Felicia mulai berdering. Tampak ayahnya yang menelepon.


Dengan hati-hati Felicia mengangkat teleponnya.


"H-halo ayah..."


"Kau anak kurang ajar.. Apa yang kau lakukan terhadap Arga. Kenapa bisa suamimu menarik semua investasinya di perusahaan Ayah. Kini ayah bangkrut Feli.. Ayah kehilangan perusahaan." suara itu menguar dengan keras melalui teleponnya.


Felicia terhenyak, sebesar ini balasan Arga terhadapnya. Pria itu benar-benar telah berubah.


Felicia yang tak terima akhirnya memberanikan diri untuk menghubungi Arga.


Arga yang sedang sibuk mengoreksi berkas dibuat penasaran karena ponselnya yang terus berdering. Dia pikir itu adalah Kasih yang menelepon.


"Felicia?" Arga heran karena nomor yang memanggil tertera nama wanita itu.


Dia sudah menduga bahwa Felicia cepat atau lambat pasti akan menghubunginya.


"Mas.. Kamu apa-apaan sih. Tega banget bikin berita kayak gitu. Kamu itu sudah mencoreng nama baikku. Dan juga kenapa Mas Arga cabut investasi di perusahaan ayah?" suara itu langsung mencerocos ketika Arga baru saja mengangkat teleponnya. Padahal pria itu sama sekali tak mengeluarkan kata-kata.

__ADS_1


"Mas dengerin aku nggak sih?" tanya Felicia lagi.


"Aku mendengarmu. Aku sengaja melakukan itu karena ingin menghancurkanmu. Sudah aku bilqng jangan main-main denganku atau kamu akan lihat sendiri akibatnya." Arga tersenyum smirk, pria itu benar-benar mengerikan saat ini.


__ADS_2