Tempatku Untuk Pulang

Tempatku Untuk Pulang
Bab 43 Kasih diculik


__ADS_3

Kasih merasakan kepalanya begitu pening. Bahkan untuk sekedar membuka mata saja rasanya butuh kekuatan besar. Dan tubuhnya saat ini sama sekali tidak memilikinya.


Dia tergeletak lemas di atas ranjang sementara Felix saat ini sedang duduk di sebelahnya. Dia berkali-kali mengusap puncak kepala Kasih.


Felix tak menyangka bahwa kini dirinya bisa bertemu kembali dengan Kasih meski caranya terbilang nekat.


Dia terus memandangi wajah cantik yang selalu dia rindukan itu. Hatinya seolah bergemuruh merasakan kerinduan yang teramat dalam terhadap pujaan hatinya itu.


"Aku sangat merindukanmu Kasih, aku rindu setiap pagi melihat wajah cantik ini" Dengan hati-hati Felix mengecup kening Kasih.


...****************...


Arga terus mondar mandir di ruangannya. Dia benar-benar tidak tenang dengan kehilangan Kasih begini. Bahkan dia membatalkan semua meetingnya.


Otaknya benar-benar tak bisa bekerja jika seperti ini.


"Pak Arga. Ku mohon tenanglah. Pasti setelah ini kita segera dapat kabar dari Kasih." Alvin mencoba untuk menenangkan Arga.


Alvin langsung datang menemui Arga setelah dia mendapat kabar bahwa Kasih menghilang.


Tak berselang lama anak buah Arga datang.


"Pak Arga saya mendapatkan pelaku yang menculik nona Kasih. Kami dapat bukti dari rekaman CCTV di halte" ucap Pria bernama Leo.


"Apa? Kasih diculik?" Arga semakin murka.


Kemudian saat dia melihat rekaman video CCTV yang ditunjukkan. Terlihat jelas orang yang menculik ya adalah Felix, mantan suaminya sendiri.


"Kurang ajar, berani-beraninya dia menculik Kasih. Aku tidak akan membiarkannya lolos." Arga sudah dikuasai emosi. Tangannya mengepal kuat serta rahangnya terus menggertak.


Sudah berjam-jam Arga dan Alvin di ruangannya. Serta beberapa anak buah Arga yang tampak seperti bodyguard keluar masuk ruangannya.


Hal itu menimbulkan banyak pertanyaan bagi beberapa karyawan. Sementara Kasih sama sekali tak tampak batang hidungnya.


Tak berselang lama Alvin keluar dari ruangan Arga. Tentu saja para karyawan juga mulai penasaran.


"Pak Alvin, kenapa kembali lagi kesini? Kasih sudah resign ya Pak?" tanya salah satu Karyawan.


"Tidak, Kasih ijin tidak masuk hari ini jadi saya yang gantikan sementara" Alvin berusaha membuat keadaan tak semakin memburuk.


Sementara Arga di ruangannya baru saja mendapatkan kabar tentang keberadaan Felix dan Kasih.

__ADS_1


"Pak, kami baru saja mendapat informasi keberadaan Nona Kasih saat ini. Dia dibawa ke sebuah Villa di daerah X" ucap Leo.


"Cepat kita harus segera kesana. Selamatkan Kasih apapun yang terjadi" Arga bergegas pergi mencari Kasih. Tak lupa Alvin pun ikut mendampingi Arga.


...****************...


Setelah kesadarannya perlahan mulai pulih. Sekuat tenaga Kasih membuka mata dan mencoba untuk bangun.


Dia menatap sekeliling ruangan tersebut yang tampak asing. Sementara dia melihat pakaiannya masih lengkap berseragam kerja.


"Kamu sudah bangun Kasih?" suara itu langsung membuat Kasih tersentak.


Dia menoleh dan melihat Felix yang tengah berjalan ke arahnya membawa segelas air.


"M-mas Felix.." Kasih sangat terkejut dengan kehadiran Felix.


Perlahan dia mulai mengingat kejadian pagi tadi saat dirinya berangkat ke kantor.


Felix duduk mendekati Kasih. Dia langsung beringsut menjauhi Felix. Saat ini yang ada hanyalah ketakutan.


"M-mau apa kamu mas? A-aku dimana? Aku mau pulang sekarang" dengan gemetar Kasih mencoba untuk memohon kepada Felix.


"Aku merindukanmu Kasih" ucap Felix pelan.


"Kenapa? Bukannya kamu sendiri yang menceraikanku juga mengusirku? Kenapa sekarang merindukanku? Tidak ingatkah perbuatanmu padaku?" Kasih tak kuasa menahan kesedihannya. Air mata terus meleleh membasahi pipinya.


"Aku ingin memperbaiki hubungan kita. Aku ingin bersama lagi denganmu Kasih" Felix terus mencoba untuk membujuk Kasih.


"Tidak Mas, aku tidak bisa bersamamu lagi" ucap Kasih lirih.


"Kenapa? Apa karena pria itu? Dia sudah beristri Kasih. Dia hanya memanfaatkan mu" ungkap Felix.


"Tapi dia yang sudah menolongku. Mas Arga telah menyelamatkan aku saat kecelakaan meski akhirnya aku harus kehilangan bayiku" Kasih mencoba menahan emosinya saat mengingat masa lalunya yang kelam itu.


Sementara Felix semakin sakit mendengar nama pria itu disebut oleh Kasih.


"Jangan sebut nama pria itu di hadapanku Kasih" hati Felix terasa bergemuruh.


"Kenapa? Kamu merasa tersaingi dengan Mas Arga hah?" ucap Kasih sinis.


"Kasih, dia hanya memanfaatkanmu dan saat bosan nanti dia akan meninggalkanmu. Dia pria kaya punya banyak segalanya bahkan apapun yang dia inginkan bisa dia miliki."

__ADS_1


Tak lama kemudian ponsel Felix berdering. Dia melihat seorang yang menelepon adalah ayahnya. Mau tidak mau Felix harus mengangkat teleponnya.


"Aku akan mengangkat telepon dulu. Jangan kemana-mana." Felix berjalan menuju bilik samping ruangan Kasih. Dia tampak sibuk berbicara dengan seseorang.


Kasih tak ingin menyia-nyiakan kesempatan dia mencoba mencari celah untuk kabur.


Namun saat berjalan dia tak sengaja mendengar percakapan Felix.


"Iya ayah, aku tahu itu. Tapi beri aku waktu. Aku tahu Olivia sedang hamil anakku." ucapan Felix membuat Kasih tersentak hingga tak sengaja menyenggol vas bunga di atas meja.


Felix yang mendengar suara pecahan kaca langsung menoleh. Dia terkejut saat mendapati Kasih ada di belakangnya.


"Sebentar ayah, aku telepon lagi nanti. aku masih ada urusan."


Felix langsung mendekati Kasih dan gadis itu sangat ketakutan hingga tak sengaja tergores pecahan kaca dari vas bunga tersebut.


"Kasih, Ka-kamu kenapa kesini?" Felix sangat terkejut melihat Kasih.


"Jadi, kamu sudah menghamili Olivia? Lalu kenapa membawaku kemari?" Kasih merasa semakin sakit hati terhadap Felix.


"Kasih, aku.. Aku bisa menjelaskannya padamu. Ini hanya salah paham." Felix mencoba untuk meraih tubuh Kasih namun gadis itu terus meronta.


"kamu jahat Felix.. Lepasin" Kasih memukul bahu Felix tak peduli tangannya sedang berdarah.


"Ayo kita pergi Kasih, kita ke luar negeri dan memulainya lagi. Aku hanya mencintaimu" Felix terus mendesak Kasih.


"Tidak, aku tidak mau. Aku mau pulang, kembalikan aku" Kasih terus memohon sambil menangis. Namun Felix nampaknya masih saja bersikukuh untuk mengajak Kasih.


"pulang kemana Kasih? Jangan bilang kamu ingin kembali kepada pria itu? Tidak. Aku tidak akan membiarkanmu tinggal dengannya. Dia tidak akan pernah bertemu denganmu lagi" ucap Felix sarkas.


Dia terus menarik tangan Kasih sembari membawa sebuah tas besar berisi beberapa pakaian dan barang-barang. Tak peduli dengan tangan Kasih yang bercucuran berdarah.


"Sakit Felix akh.." Kasih berusaha meronta namun tenaganya tak cukup kuat. Dia benar-benar takut saat ini. Dalam hatinya dia terus berharap jika Arga satang menyelamatkannya. Meski sepertinya hal itu mustahil.


BRAKKK..!!


Felix dan Kasih hampir menuju pintu namun tiba-tiba pintu itu terbuka karena didobrak dari luar.


Dua orang berpakaian serba hitam berbadan besar mendobrak pintu itu. Tampak Arga dan Alvin berada di belakangnya.


"Mas Arga.." Kasih langsung berteriak ketika melihat sosok yang dari tadi dia harapkan.

__ADS_1


__ADS_2