Tempatku Untuk Pulang

Tempatku Untuk Pulang
Bab 38 Hari pertama kerja


__ADS_3

Kasih sudah siap memakai setelan kemeja putih serta rok span hitam. Rambutnya di kuncir ala pony tail. Dengan riasan make up tipis namun sudah terlihat begitu memesona.


"Kamu sudah siap Baby? You look so precious" Arga memeluk Kasih dari belakang sembari melihat pantulan mereka di cermin rias.


Kasih mengangguk. Menatap wajah Arga dari cermin yang betapa gagah dan tampannya memakai setelan jas kerjanya.


Pria itu akan jadi bosnya hari ini. Menjadi atasan resmi dengan pekerjaan yang berarti. Entah kenapa jantung Kasih menjadi terpacu lebih kuat.


Kasih menghela nafas panjang kemudian memberanikan diri memutar tubuhnya dan menatap Arga.


"Aku deg-deg an Mas" ujar Kasih lirih.


Arga pun langsung terkekeh melihat ekspresi Kasih yang dirasanya tampak imut sekali.


"Baby, kenapa deg-deg an? Kan sudah jelas aku ini bosmu" ujar Arga santai.


"Keep calm baby, nyantai aja. Saya nggak akan marahin kamu kok. Kan udah janji nggak boleh marah-marah" Arga mengusap lembut pipi Kasih kemudian mendaratkan ciuman di keningnya.


"Mas tapi yang profesional ya, janji nggak boleh aneh-aneh kalau di kantor" ucap Kasih mengantisipasi.


"Nggak Baby, lihat kondisi lah" ujar Arga sedikit menggoda Kasih.


Entah kenapa bayangan Kasih menjadi bermacam-macam. Perlahan wajahnya mulai memanas. Namun cepat-cepat dia tepis perasaan itu.


Sementara di bawah Alvin sudah menunggu. Kasih berangkat bersama Alvin sementara Arga pergi dengan mobilnya sendiri.


Sampai juga mereka di kantor Arga. Bangunan berlantai tiga dengan arsitektur minimalis namun tetap terlihat elegan.


Ketiganya memasuki bangunan tersebut. Seperti biasa para karyawan akan menyapa Arga dan juga Alvin yang keduanya selalu menjadi pemandangan indah bagi kaum wanita.


Wajah rupawan mereka selalu menarik perhatian. Namun sosok wanita berparas cantik memakai setelan formal hitam putih yang berjalan diantara mereka pun tak kalah menyita perhatian.


Tentu saja wanita itu adalah kasih. Karena tak ada kabar sebelumnya bahwa Arga hendak mengganti sekretaris.


Apalagi saat ketiganya memasuki ruangan Arga. Para karyawan terutama kaum wanita merasa curiga.


"Kasih, mulai hari ini kamu akan menjadi sekretaris dari Pak Arga. Sebelum itu kita pelajari dulu pekerjaan apa saja yang harus kamu lakukan." ujar Alvin.


",Benar Kasih, selama satu bulan ini Alvin akan mendampingimu sampai benar-benar siap. Karena tugasmu nanti banyak" ucap Arga sembari menepuk bahu Kasih.

__ADS_1


Kasih hanya bisa mengangguk menyetujui semua perkataan Alvin dan Arga.


"Nanti siang ada rapat dengan staf pemasaran. Kamu belajar materi sama Alvin ya" ujar Arga.


"Iya mas.." jawab Kasih.


Sementara Arga dan Alvin saling memandang mendengar jawaban Kasih.


"Emm.. Kasih, sebaiknya kita mulai dengan panggilan formal ya selama di kantor. Nggak enak sama yang lainnya." ujar Alvin.


"emm. Iya maaf Kak, eh Pak Alvin, Pak Arga" ucap Kasih sedikit kagok.


"It's okay, lama-lama juga terbiasa kok, baby" ujar Arga.


"Em, Kasih maksudnya" ralat Arga.


Alvin hanya bisa tersenyum geli melihat keduanya yang sama-sama belum terbiasa.


"Ingat di kantor kalian harus kerja profesional. Jangan sampai menimbulkan kecurigaan terhadap karyawan lain" pinta Alvin.


"Iya-iya bawel. Yang bosnya siapa sih" gerutu Arga.


Sementara Kasih kini sedang berjalan menuju ruangan sekretaris dimana ruangan itu adalah ruangan Alvin yang akan menjadi milik Kasih nantinya.


Seperti biasa Alvin menyapa setiap karyawan yang berpapasan dengannya.


"Pak Alvin, ngomong-ngomong siapa gadis cantik itu?" tanya salah satu karyawan pria.


"Oh, ini Kasih. Dia kandidat sekretaris yang akan menggantikan saya" ujar Alvin.


Kasih pun dipersilahkan Alvin untuk mengenalkan dirinya. Tentu saja para karyawan pria sangat antusias karena melihat kecantikannya.


Sementara staf wanita pun demikian. Namun tak jarang ada yang merasa iri. Terutama staf yang sangat menggandrungi Arga.


"Kenapa bisa-bisanya Pak Arga memilih sekretaris orang luar padahal karyawan lama disini banyak yang siap" ujar salah satu karyawan wanita.


"Eh denger-denger nih, itu perempuan adiknya Pak Alvin. Pantes aja langsung direkrut. Tahu sendiri lah hubungan Pak Alvin kan cukup deket sama Pak arga" ujar salah satu lainnya.


"Oh jadi gadis itu pake orang dalam ya hmm..."

__ADS_1


Berbagai gunjingan setiap karyawan selalu terlontar jika ada orang baru di dekatnya. Hal itu sudah biasa bahkan mendarah daging seperti sebuah tradisi.


Sementara di salam ruangan Alvin, Kasih nampak begitu fokus dengan beberapa materi yang diajarkan oleh Alvin.


Tak butuh waktu lama untuk Kasih mengerti semuanya. Selain pekerjaan itu cocok dengan mata kuliah yang diambilnya dulu juga Kasih tergolong gadis yang cerdas.


"Gampang sekali mengajarimu Kasih, sepertinya tidak sampai satu bulan briefing kamu sudah bisa lepas sendiri" puji Alvin.


"Tapi Kak, aku takut. Bagaimana kalau aku buat kesalahan?" ujar Kasih ragu.


"Tidak apa-apa Kasih, salah itu wajah. Justru hal itu bisa jadi pembelajaran untuk kamu."


Satu hal yang membuat Kasih bahagia disini adalah kehadiran orang-orang yang telah baik padanya. Termasuk Alvin yang selalu membuatnya nyaman.


Rasanya sekarang dia tidak lagi merasa sendiri. Alvin seperti keluarga untuknya.


Sampai pada akhirnya jam sudah menunjukkan waktu untuk makan siang. Alvin langsung menuju cafetaria yang ada di dekat kantor. Biasanya dia selalu makan siang berdua dengan Arga. Namun kali ini Kasih pun turut serta.


Mereka bertiga duduk dalam satu meja. Dan tentu saja hal itu langsung mengundang perhatian banyak karyawan.


Mereka bertiga mengobrol mengenai seputar pekerjaan. Alvin juga menceritakan kepada Arga bagaimana kinerja Kasih pada hari ini. Tentu saja Arga merasa senang dengan hal itu.


Sementara Arga tak pernah lepas pandangannya terhadap Kasih. Baginya melihat Kasih dengan setelan formal membuatnya tampak mempesona. Apalagi tatanan rambutnya yang menampilkan leher jenjang tersebut semakin membuat Arga tergoda. Ingin sekali dia menerkamnya saat ini juga.


Alvin yang menyadari hal tersebut langsung menegur Arga dengan deheman.


"Pak Alvin, Pak Arga, saya permisi ke toilet dulu" ujar Kasih.


Baik Arga juga Alvin pun mengiyakan. Kasih langsung beranjak menuju toilet untuk menghilangkan kecanggungan.


Sementara di dalam toilet Kasih mencuci tangannya sambil bercermin. Memperbaiki tatanan rambutnya. Tiba-tiba datang dua orang perempuan masuk ke dalam toilet dan berdiri diantara Kasih. Mereka sepertinya juga staf di perusahaan Arga.


Dua perempuan itu menatap Kasih dengan wajah sinisnya. Namun Kasih mencoba untuk mencairkan suasana dengan tersenyum kepada mereka.


"Karyawan baru ya?" tanya salah satu perempuan itu.


"Iya Kak, perkenalkan saya Kasih" ucap Kasih sembari mengulurkan tangannya.


Namun beberapa lama dia mengulurkan tangan sama sekali tak mendapatkan respon. Dengan terpaksa Kasih kembali menyimpan jabatannya.

__ADS_1


"Udah diapain aja lo sama Alvin?" tiba-tiba pertanyaan itu terlontar dari mulut salah satu perempuan itu.


__ADS_2