Tempatku Untuk Pulang

Tempatku Untuk Pulang
Bab 50 Kedatangan Felicia


__ADS_3

Aroma sedap masakan terus menguar dari dalam dapur. Tampak dua orang itu sedang sibuk memasak makan malam.


"Bu, ini sudah mendidih saya masukkan ya" Kasih membantu Ibu Dewi untuk memasak makan malam.


Sejak kedatangan mereka tadi siang hingga kini keduanya terlihat sangat akrab dan dekat.


Ibu Dewi sangat senang dengan kedatangan Kasih di rumahnya. Memang sejak dulu dia ingin memiliki anak perempuan. Namun rasa sayangnya kepada Alvin membuatnya urung mengadopsi lagi.


Dia takut kasih sayangnya kepada Alvin akan terbagi. Sehingga harapannya adalah jika Alvin menemukan saudaranya atau setidaknya dia menikah.


Sementara itu ponsel Kasih berada di dalam kamar terus berdering. Arga meneleponnya sejak tadi namun sama sekali tidak diangkat oleh Kasih.


Hal itu membuat Arga jadi uring-uringan sendiri. Sejenak saja tanpa kekasihnya itu sudah membuat Arga galau sendiri.


Akhirnya dia mencoba untuk menghubungi Alvin, namun hasilnya sama saja. Baik Alvin maupun Kasih keduanya tak merespon.


Hal itu karena Alvin sedang sibuk mengobrol di teras bersama bapaknya. Melepas rindu karena berbulan-bulan dia tidak pulang.


"Aarrghh.. Kemana sih mereka. Tinggal angkat telepon saja susah amat" Arga terus menggerutu sendiri di apartemennya.


Tak berselang lama dia mendengar suara bel pintu. Sepertinya ada tamu yang mengunjunginya.


Arga berjalan mendekati pintu sambil bertanya-tanya. Siapa tamu yang mendatanginya. Selama ini tidak banyak yang tahu tempat tinggalnya.


Namun dia kembali berpikir jangan-jangan itu Kasih tengah memberi kejutan. Sehingga Arga langsung bersemangat membuka pintu tanpa melihat dari layar cctv dulu.


Betapa terkejutnya saat dia membuka pintu. Rupanya orang yang bertamu adalah Felicia.


"Lo, ngapain disini?" tanya Arga sinis.


"Mas, aku kesini buat ketemu kamu lah" tanpa dipersilahkan tau-tau Felicia langsung merangsek masuk ke dalam apartemen Arga.


Dia terus berjalan memasuki setiap ruangan di apartemen itu. Seolah mencari-cari sesuatu.


"Maumu apa sih? Masuk rumah orang sembarangan." Arga menyusul Felicia yang hendak membuka kamarnya.


"Aku cuman mau memastikan aja mas, siapa wanita yang tinggal sama kamu" Felicia terus berusaha mencari-cari bukti keberadaan wanita yang tinggal dengan Arga.

__ADS_1


Dia bahkan tak mempedulikan lagi teriakan Arga. Dia terus menggeledah semua ruangan di apartemen itu.


Saat memasuki kamar Arga dia dibuat tertegun. Isi dari kamar tersebut bahkan tak mengindikasikan keberadaan seorang perempuan.


Tak ada barang-barang perempuan sama sekali. Bahkan di Walk in closet semuanya barang milik Arga.


"Sudah ku bilang tidak ada yang tinggal disini selain aku." ujar Arga sarkas.


Felicia masih tak percaya. Dia terus melanjutkan aksinya dengan menggeledah tempat lain. Dia menemukan satu ruangan yang belum dia masuki. Arga dengan cepat melarang Felicia memasuki ruangan itu.


"Kau jangan kurang ajar Feli, tidak pantas kau melakukan hal ini" gertak Arga.


"Terus kenapa? Mas Arga takut kalau aku membongkar perselingkuhan kamu? Kalau mas Arga nggak mau namanya jelek maka pulanglah Mas, tinggal bersamaku" ucap Felicia.


"Ck, kau yang hobi selingkuh namun masih mengataiku. Sampai mati pun aku nggak akan tinggal denganmu."


Wajah Felicia terasa memanas mendapat penolakan dari Arga. Dia merasa sangat kesal karena untuk pertama kalinya seorang pria menolak dirinya.


Padahal dulu Arga begitu mengincar dan memujanya. Kini dia benar-benar merasa tertampar dengan perubahan suaminya itu.


"Mas, aku mau kamu yang seperti dulu. Aku janji tidak akan mencampakkanmu lagi. Kita mulai dari awal lagi ya" Felicia terus memohon kepada Arga.


Saat Arga diam melamun Felicia dengan cepat memasuki ruangan itu. Dia yakin didalam kamar itu adalah tempat persembunyian perempuan selingkuhan Arga.


Namun Felicia tak menemukan apapun. Hanya sebuah ranjang kosong yang ditutup plastik. Tak ada perabotan lainnya.


Itu artinya apartemen ini benar-benar ditinggali Arga seorang diri. Dia tak menemukan hal apapun yang berhubungan dengan seorang wanita.


"Sudah ku bilang. Aku disini sendiri, masih tak percaya?" Arga menarik tangan Felicia dan hendak membawanya keluar.


Sekuat tenaga Felicia menepis cengkraman Arga. Dia menatap pria itu dengan tajam.


"Tapi aku tahu kamu punya hubungan dengan wanita lain mas, katakan siapa wanita murahan itu? Apa kau sengaja ingin membalas dendam padaku? Hah.."


Arga mulai emosi mendengar ucapan Felicia yang terus berusaha menekannya. Dia menatap wanita itu dengan nyalang.


"Kau.. Kau keluar sekarang atau aku akan membuatmu kapok bahkan sekedar bertemu orang lain saja kau akan malu" gertak Arga.

__ADS_1


"Mas.. Aku cuma mau kamu. Aku mau kita menjalin hubungan lagi mas.." Felicia terus berusaha membujuk Arga.


Kali ini dia bahkan berani melepas pakaiannya di depan Arga.


"Oke kalau kamu nggak mau basa-basi. Kita lakukan sekarang ya. Supaya kamu percaya kalau aku menginginkanmu" Felicia berubah menjadi genit. Tangannya bahkan mulai berani meraba tubuh Arga.


"Aku janji akan memuaskanmu dibanding wanitamu itu mas" Felicia berbisik sembari membelai tengkuk Arga.


Saat dia hendak mencium bibir Arga tiba-tiba pria itu langsung bereaksi.


PLAKK...!


"jangan coba-coba menyentuhku. Aku tidak rela tubuhku dijamah oleh ****** sepertimu" Arga mendorong tubuh Felicia hingga jatuh ke lantai. Kemudian pria itu pergi ke dalam kamar dan mengunci pintunya.


Felicia hanya bisa meringis kesakitan karena tamparan dari Arga serta tubuhnya yang terhempas di lantai.


"Lihat saja kamu mas, aku akan buat perhitungan kepadamu. Aku tidak akan membiarkan wanita manapun mendekatimu" gumam Felicia penuh emosi.


Sementara Arga yang masih diliputi emosi kini berusaha meredam amarahnya. Dia berkali-kali menghela nafas.


TING.. TING..


Bunyi ponselnya berkali-kali di atas nakas membuyarkan konsentrasinya. Kemudian Arga meraih ponsel tersebut dan membukanya.


Terdapat tiga panggilan tak terjawab dari Kasih serta dua panggilan dari Alvin.


Lalu ada pesan masuk dari Kasih. Dia membuka pesan tersebut.


"Mas, maaf banget aku nggak tahu kalau mas telepon. HPku di kamar. Dan aku lagi bantu ibu masak"


"Aku belajar masak rawon sama ibunya Kak Alvin. Rasanya enak banget, nanti pulang aku masakin spesial buat Mas Arga"


Tak lupa Kasih mengirim foto hasil masakannya.


"Kalau aja mas ikut kesini pasti makin seneng akunya. Tapi nggak apa-apa. Mas Arga sibuk, semangat terus ya Mas sayang, i love you."


Membaca setiap pesan yang dikirim oleh Kasih membuat hati Arga perlahan terasa sejuk. Apalagi ungkapan cinta dari Kasih langsung membuatnya tersenyum.

__ADS_1


"Baiklah sayang, selamat menikmati liburanmu di sana bersama keluarga. Semoga kamu selalu bahagia cintaku. I love you too." Arga membalas pesan Kasih.


Keduanya mengulas senyum saat membaca masing-masing balasan tersebut. Sebenarnya tak butuh banyak cara untuk bahagia. Kadang hal kecil seperti inis justru terasa bermakna.


__ADS_2