Tempatku Untuk Pulang

Tempatku Untuk Pulang
Bab 60 Melindungimu


__ADS_3

Arga tahu betul bahwa itu adalah alat tes kehamilan. Sebab dia sering melihat Kasih memakai alat itu untuk berjaga-jaga.


Sementara Felicia langsung merebut alat itu dan menyembunyikannya.


"Apa-apaan sih kamu mas?" Felicia mencoba untuk mengelak.


"Kamu sungguh hamil Fel? Dengan siapa?" Arga menyeringai tipis. Benar-benar tidak menyangka bahwa istri yang sebentar lagi menjadi mantannya kini tengah hamil.


Ada sedikit kelegaan dimana Arga selama ini tidak pernah menyentuh Felicia. Setidaknya dia tak harus dituntut atas kehamilan yang bukan darah dagingnya.


Felicia tak menjawab pertanyaan Arga dan langsung berjalan cepat menghindarinya. Namun dia tidak langsung pulang. Diam-diam Felicia mencari tahu kenapa Arga berada di rumah sakit ini.


Jadi saat Arga hendak menuju ruangan Kasih diam-diam Felicia mengikutinya. Sampai pada akhirnya Arga memasuki salah satu bangsal VIP di rumah sakit itu.


Saat baru memasuki ruangan itu Arga melihat Kasih yang sudah bangun. Dia tampak sayu dan masih pucat. Sementara Alvin terlihat duduk menemaninya.


Arga menghampiri Kasih, tampak Kasih menatap Arga dengan penuh penyesalan.


"Bagaimana keadaanmu?" tanya Arga.


Kasih mengangguk pelan. Dia masih menatap Arga dengan penuh arti.


"Maafkan aku Mas.." kalimat pertama yang Kasih ucapkan untuk Arga.


Arga meraih tangan Kasih dan menggenggamnya. Tak ada kata-kata hanya senyuman yang terulas dari bibir itu.


Dari sorot matanya saja sudah mengisyaratkan banyak makna. Yang pasti Arga sangat senang saat ini melihat Kasih.


Alvin yang merasa canggung diantara keduanya pun memilih untuk beranjak pergi namun sebelum itu Arga ingin memberitahukan sesuatu.


"Vin, kita bicara sebentar" ucap Arga.


Alvin pun menurutinya. Dia berjalan agak jauh dari Kasih.


"Ada apa Pak?" tanya Alvin.


"Tadi aku bertemu Felicia di luar. Tolong beritahu pihak rumah sakit jangan bocorkan identitas tentang Kasih. Aku takut Felicia akan melakukan hal buruk kepadanya. Kalau perlu tambahkan penjagaan di luar ruangan ini." ujar Arga.


Alvin langsung menyetujuinya. Dia tak menyangka bahwa Arga sebesar ini kepeduliannya terhadap Kasih. Dia begitu menjaga Kasih dengan baik.


Setelah Alvin pergi, Arga kembali menghampiri Kasih.


"Ada apa mas?" tanya Kasih penasaran.


"Tidak apa-apa. Hanya ada sedikit pekerjaan." Arga sengaja tidak ingin membuat Kasih kepikiran disaat kondisinya seperti ini.

__ADS_1


"Mas Arga.." panggil Kasih pelan.


"Iya Kasih?" jawab Arga.


"Jadi bagaimana yang tadi? Jadi dimaafin nggak?" tanya Kasih lagi.


Arga pun langsung tersenyum lebar mendengar hal itu.


"Hmmm.. Bagaimana ya?" Arga seolah sedikit berpikir.


Sementara Kasih kini terlihat cemberut dengan memanyunkan bibirnya. Tentu saja hal itu semakin membuat Arga gemas.


"Yaudah berarti Mas Arga nggak mau maafin aku, emang aku salah banget kok." ucap Kasih dengan nada ngambeknya.


"Ih kok gitu, kata siapa saya gak mau maafin kamu?" ujar Arga mencoba untuk mengalihkan pandangan Kasih agar menatapnya.


"Jadi Mas Arga maafin aku?" Kasih kembali memastikan.


"Justru Mas yang harusnya minta maaf sama kamu, salahku begitu banyak. Maaf ya Kasih.." Arga meraih tangan Kasih kemudian mencium tangan tersebut.


Senyum Kasih langsung membuncah. Dan disaat yang bersamaan Tiba-tiba air mata Kasih terjatuh.


"Loh kok nangis?" Arga terkejut dan langsung menyeka air mata Kasih.


"Aku terharu. Aku senang.. Ternyata jauh dari Mas Arga itu nggak enak." rengek Kasih.


Seminggu lebih mereka saling diam nyatanya begitu menyiksa. Bahkan hari-hari yang mereka jalani penuh dengan kebimbangan.


Tak peduli Arga akan masalahnya dengan Felicia yang cukup menyedot perhatian kalangan luas hingga berdampak pada perusahaannya.


Nyatanya dicampakkan Kasih malah jauh lebih berat. Jika hubungan sudah melibatkan hati yang terdalam akan berdampak sebesar ini.


Sementara itu di luar Felicia tampak sedang mengintip ruangan Kasih dari sebuah kaca transparan yang ada di tengah pintu.


Dia bisa melihat Arga yang tengah memeluk seorang wanita yang terbaring di atas brankar. Namun sekali lagi wajah wanita tersebut tidak terlihat karena tertutup oleh tubuh Arga.


Felicia tak kehabisan cara. Akhirnya dia mencoba mencari informasi kepada customer service yang ada di depan.


"Mba, saya mau menjenguk keluarga disini. Katanya ada di ruangan VIP Dahlia. Hanya ingin memastikan siapa yang menghuni ruangan tersebut?" ujar Felicia.


"Maaf anda dengan atas nama siapa?" tanya staf rumah sakit.


"saya Felicia"


"Maaf sekali, saya tidak bisa memberikan informasi mengenai pasien. Hanya keluarga yang terdaftar boleh menjenguknya." ucap staf tersebut.

__ADS_1


Felicia pun mulai geram. Dia benar-benar kesulitan mengungkap siapa selingkuhan Arga.


Akhirnya dia kembali ke ruangan tersebut dan hendak memotret keduanya dari balik pintu. Sialnya, sekarang sudah ada dua pria berjaga di depan pintu itu.


"Aargghh.. Sial. Sespesial apa sih wanita itu sampai Mas Arga segitunya melindungi dia." Felicia misuh-misuh sendiri melihat rencananya tidak berhasil.


.


Arga dan Kasih kini benar-benar sudah berdamai. Terbukti keduanya kini kembali mesra. Arga merawat Kasih dengan begitu telaten.


Bahkan dia berniat untuk menjaga Kasih malam ini sehingga Alvin yang pulang sebentar mengambil pakaian ganti untuk Arga.


"Kasih kamu harus ganti pakaianmu. Ini sudah kotor" ujar Arga.


Kasih hendak beranjak dari brankar menuju toilet namun tiba-tiba Arga langsung mengangkat tubuhnya.


"Mas aku bisa jalan sendiri." Kasih sedikit memekik karena terkejut.


"Tidak, kamu tidak boleh banyak bergerak dulu" Arga meminta Kasih memegangi kantong infusnya kemudian dia langsung mengangkat tubuh Kasih menuju toilet.


Didalam toilet Arga mendudukkan Kasih diatas closet yang tertutup kemudian langsung membuka semua pakaian Kasih tanpa ragu.


Kasih merasa gemetar dengan apa yang dilakukan Arga. Apalagi saat Arga menyeka tubuhnya menggunakan waslap. Dia takut Arga melakukan sesuatu kepadanya.


"Jangan khawatir aku tidak akan melakukannya sekarang" ujar Arga sambil fokus membersihkan tubuh Kasih.


Sementara Kasih hanya bisa diam menurut. Dia melihat Arga yang kelihatan sekali menahan hasratnya. Apalagi melihat tubuh Kasih tanpa sehelai pakaian begini adalah adrenalin besar untuknya.


Tonjolan dibalik celananya kini mulai terasa sesak namun sekuat tenaga Arga menahannya. Kasih yang menyadari hal itu pun mulai tersenyum nakal.


"Ditahan ya mas..." bisik Kasih kepada Arga.


Arga pun langsung menatapnya. Kemudian dia terkekeh sambil menggelengkan kepalanya.


"Jangan memancingku. Aku tidak ingin menjadi orang jahat karena memasukimu yang sedang sakit" dengus Arga.


Cepat-cepat Arga menyelesaikan tugasnya dan segera memakaikan baju untuk Kasih. Dia tidak ingin dirinya lepas kendali.


Karena kemeja yang dipakai Arga basah sehingga dia melepasnya dan bertelanjang dada agar tidak membasahi baju Kasih.


Setelah selesai Arga kembali menggendong Kasih keluar. Rupanya Alvin sudah datang. Dia terpaku melihat Arga yang menggendong Kasih keluar dari kamar mandi dan bertelanjang dada.


"Apa yang kalian lakukan?" tanya Alvin.


"Mandi" jawab Arga seperlunya.

__ADS_1


"Apa? Kalian sudah mandi berdua? Kau meniduri adikku yang masih sakit di kamar mandi Arga?" geram Alvin.


__ADS_2